Colour
TaeKook / VKook
Main Cast :
•Jeon Jungkook (GS)
•Kim Taehyung
Author : Tian Yerin a.k.a Wulan Titin
Genre : Random
Disclaimer :
Cast(s) belong to god, their entertainment, and their parent but the story line belong to mine
.
.
.
Chapter 8 " Lembayung"
HAPPY READING
.
.
.
Jungkook berjalan mengitari lapangan. Kala itu ia ingin pergi ke perpustakaan, namun ada sesuatu yang menarik penglihatannya dibawah sana. Ia menangkap sosok Taehyung sedang bersama dengan gadis berwajah oriental duduk berdua. Taehyung nampak kelelahan, peluhnya terlihat membanjiri wajah dan juga kaos yang dipakainya.
Gadis itu mengusap peluh Taehyung. Tangannya yang mungil mencoba meraih wajahnya. Pemandangan itu tampak romantis. Namun bagi Jungkook itu menggelikan. Dengan ekspresi datarnya, ia terus saja fokus pada apa yang mereka berdua lakukan di bawah sana, melupakan tujuan awalnya.
Jungkook masih mengamati pergerakan mereka. Tangan Taehyung terulur untuk menarik saputangan milik gadis itu dan mengelap peluhnya sendiri. Saat itu, sudut bibir Jungkook sedikit terangkat dan ada perasaan sedikit bahagia yang tak bisa ia bohongi.
Sang gadis mulai beranjak pergi dari sana dan Jungkook pun merasa sudah tak ada yang perlu ia lihat lagi. Ia membawa kaki jenjangnya melangkah pergi dan berjalan menuju perpustakaan seperti rencana awalnya. Perasaannya sudah lega. Selagi ia berjalan menjauh, ia menunjukkan senyum manisnya. Hatinya sepertinya sudah mulai goyah.
.
.
.
Tak terasa, ujian semester sudah dilalui oleh semua mahasiswa/i di kampus mereka. Artinya, sudah satu semester berlalu dengan cepat. Bagi Jungkook, tak ada perubahan yang berarti selain perasaan gundah yang sering menghampirinya. Sedangkan bagi Taehyung, ia sungguh senang menjadi tingkat 4 dan sebetulnya ia juga senang karena hal lain.
Taehyung menyusuri lorong fakultasnya, matanya sibuk mencari-cari Jungkook. Sedari pagi, ia penasaran karena belum menangkap sosok gadis impiannya. Sebenarnya bukan Jungkook yang sulit ditemui. Ini semua karena Taehyung yang menyibukkan diri dengan segala rutinitas barunya bersama Jimin dan ditambah lagi hampir 2 pekan dirinya sibuk belajar untuk ujian semester, belum lagi libur setelahnya. Yang namanya Taehyung pasti akan selalu mementingkan pelajaran di atas segala rutinitasnya. Walaupun tidak selalu belajar dan belajar, tapi bila ujian semester sudah tiba, pastilah ia berubah seperti seorang maniak belajar. Untungnya, otaknya selalu bisa menerima segala sesuatunya dengan cepat dan menariknya, ia tidak pernah melakukan sistem kebut semalam.
Masih disana, Taehyung berdiri diam diujung lorong. Kepalanya sedikit terangkat. Rupanya langit sudah berubah warna menjadi lembayung. Taehyung menurunkan padangannya dan matanya menangkap sosok Jungkook yang baru saja berjalan melewatinya.
'Apa Jungkook tak melihatku? Ah, Jungkook itu kan memang selalu mengabaikan ku'
Taehyung membuntuti Jungkook dari belakang dengan jarak yang hanya terpaut 3 langkah. Taehyung mengamati gadis pujaannya. Jungkook berjalan sangat cepat, bahunya terlihat sempit dan pinggangnya begitu ramping. Semuanya, Taehyung sungguh menyukainya.
"Hey! Kau sudah ku tolak pun masih saja ya Young Hoon!"
Jungkook berhenti. Seketika ia berbalik menatap Taehyung. Taehyung pun terlonjak karena terkejut. Sontak saja, ia menoleh ke belakang mencari Young Hoon. Tapi hasilnya tak ada. Karena memang disana hanya ada mereka berdua saja.
Jungkook menatap Taehyung yang alis matanya saling bertautan. Ya, Taehyung bingung dan Jungkook pun bingung. Ia pikir lelaki itu adalah Young Hoon. Tapi ternyata, Taehyung?
"Kau tak apa? Apa lelaki itu mengganggu mu lagi?"
Jungkook melihat Taehyung dari atas sampai bawah. Tatapannya berhenti saat ia menatap mata Taehyung. Pancaran matanya begitu menghanyutkan, cukup untuk membuat Jungkook terhipnotis beberapa detik.
"Hey. Kook? Kau tak apa?"
"Ah.. Aku tak apa"
Mereka berjalan beriringan sampai tiba di parkiran. Kala itu, ada yang berbeda. Taehyung tak seperti biasanya. Bila ia terkenal berisik, saat itu, ia benar benar sunyi. Taehyung hanya tak tahu harus bagaimana memulai percakapan yang natural setelah hampir 2 bulan tak bertemu dan berbicara dengan Jungkook.
"Ah. Suga noona sudah menunggu"
"Baiklah"
Jungkook berhenti dan menoleh. Matanya menangkap senyum tipis Taehyung. Jungkook memegang bahu Taehyung dan menariknya agar berhadapan dengannya. Taehyung menurut meski sedikit bingung dengan sikap Jungkook.
"Jangan menyiksa dirimu Tae"
Sekali lagi, Jungkook melihat Taehyung dari atas ke bawah dan kembali lagi ke mata hazel itu.
"Maksud mu?"
Jungkook melepas pegangan tangannya di bahu Taehyung. Ia berbalik dan berjalan menjauhinya. Meninggalkan Taehyung yang masih berdiam diri karena kebingungan.
.
.
Selama beberapa pekan tak saling bertemu, Taehyung memang berubah dan Jungkook menyadari hal itu. Dalam sekejap saja, penggemar Taehyung bertambah dengan pesat. Jangan lupakan sifat baiknya, sikap lembutnya, otak encernya, wajah rupawannya, dan tubuh yang bisa dibilang mulai atletis. Yah, berkat Jimin yang senantiasa membantunya, akhirnya Taehyung mulai menunjukkan perubahan yang signifikan.
Jungkook sempat beberapa kali melihat Taehyung berlari mengitari lapangan. Dibawah terik matahari sekalipun, Taehyung masih bisa berlari dengan semangat, walau terkadang peluh dan raut wajahnya tidak bisa membohongi bahwa ia sangat kelelahan. Dan Jungkook juga tidak buta untuk tahu apa alasan dibalik Taehyung melakukan hal itu. Mungkin ia sedikit keterlaluan waktu itu.
"Kook, aku lihat Taehyung menjadi lebih populer dari yang terpopuler"
Jungkook mendengung, tak ada niatan untuk menanggapi ucapan sepupunya.
"Sugar noona!"
Suga menoleh. Yah, ia mendapati Jimin disana sedang berlari menuju bangku taman dekat air mancur yang biasa didatangi Jungkook.
Jimin memposisikan dirinya untuk duduk dihadapan Suga. Jimin memanggil julukan sugar berkali-kali yang lantas dihadiahi cibiran dari Suga sebanyak julukan itu terucap dari bibir Jimin.
Jangan lupakan gadis manis bernama Jungkook yang ada diantara Jimin dan Suga, ia masih disana, tapi ia tak mempedulikan keduanya yang saling berbagi kasih.
Dan Jungkook masih fokus pada buku yang dibacanya. Bukan, bukan buku pelajaran, melainkan komik kesukaannya.
Sruk
"Kau suka komik itu juga Kook? Kebetulan sekali aku juga penggemar berat komik itu"
Jungkook mengangkat kepalanya dan melihat lelaki populer diantara yang terpopuler ada dihadapannya. Siapa lagi kalau bukan Taehyung. Ingat kan bahwa ada Jimin disana?
"Aku punya volume terbaru bila kau ingin pinjam"
Jungkook segera menutup komiknya dan memasukkannya ke dalam tasnya. Di detik selanjutnya ia berdiri dan beranjak meninggalkan ketiganya yang kebingungan.
"Kejarlah Tae. Tanyakan kenapa ia menghindarimu"
Taehyung menatap Suga. Otaknya memproses. Apakah tidak akan terjadi apa-apa bila ia bertanya seperti itu kepada Jungkook? Apa tidak akan ada masalah bila ia ingin tahu alasannya?
.
.
Jungkook melangkahkan kakinya dengan cepat. Ia harus pergi dari sana. Harus! Tapi kenapa? Ia pergi dengan wajah yang memerah setelah melihat Taehyung yang tersenyum kepadanya. Itu membuat dadanya kembali menghangat dan membuat perasaan itu datang menyeruak mengacaukan saraf-saraf tubuhnya.
Jungkook masih berjalan tak tentu arah. Ia hanya tak ingin melihat Taehyung. Belum sempat melewati tikungan, tangannya sudah digenggam. Sontak saja ia berbalik dan menemukan Taehyung tepat dihadapannya.
"Ada apa Kook? Kau ada masalah?"
Jungkook menggeleng dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, kemana saja asal tidak bersitatap dengan manik kembar milik Taehyung.
"Apa aku membuat kesalahan sehingga kau menghindar begini?"
Terkejut. Jungkook segera menatap mata Taehyung.
"Maaf Kook bila aku bersalah dan membuat mu tak nyaman dengan segala sikap dan tindakan ku selama ini"
Taehyung meraih kedua tangan Jungkook dan menggenggamnya dengan lembut. Matanya menyiratkan kesungguhan. Dan hal itu membuat Jungkook semakin luluh karenanya.
"Aku janji tak akan semenyebalkan itu lagi bila kau tidak nyaman. Maafkan aku ya, Kookie"
"Anni"
Hening. Jungkook menggantungkan kalimatnya sekitar 2 menit dan menyisakan Taehyung yang penuh kebingungan.
"Ah, baiklah bila tak mau memaafkan ku. Ekhem! Kalau begitu aku_"
"Bukan. Bukannya aku tak nyaman karena sikap menyebalkan mu, aku hanya bimbang_"
'Ya, aku bimbang dengan perasaan ku' lanjutnya dalam hati.
Taehyung mengernyit. Ia bingung dan yah, ia hanya berspekulasi sendiri.
"Tenang Kook, aku tak akan menagih janji pertemanan kita"
'Ah, Taehyung bodoh' batin Jungkook.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Gimana?
Menurut kalian chapter kali ini gimana?
Yah, gimana pun menurut kalian, itu tergantung persepsi kalian masing masing sih
Ok, see you again
