Chapter 2.
Naruto: Chakra & CAD
Summary: Naruto mati saat menggunakan mode terakhir Bijuu Mode melawan Kara. Tetapi bukannya ke alam kematian, Sang Pencipta memberi pilihan kepada Naruto. Pilihan apa yang di maksud? Apakah Naruto menerimanya?
.
Disclaimer
Naruto by Masashi Kishimoto
Mahouka Koukou No Rettousei by Tsutomu Satō
.
Pair :Naruto Uzumaki x ...
.
Warning: Gak jelas, Alur berantakan, Gak suka? Gak usah dibaca
.
.
Alam Hampa.
Sebuah kondisi dimana saat sudah mati, jiwa orang tersebut tidak bisa ke alam kematian ( Surga / Neraka ) maupun kembali ke alam kehidupan. Bisa di bilang terjebak di celah 2 alam.
Alam hampa hanyalah ruang kosong yang tidak ada apapun disana. Hanya kegelapan yang ada. Tetapi kalau di perhatikan lagi, ada sebuah roh yang melayang di tempat itu ( bayangkan roh tapi bentuknya seperti tubuh bercahaya transparan ).
Di lihat dari dekat, roh tersebut sepertinya seorang pria berumur 30 an tahun yang sedang terlentang sambil melihat ke atas dengan wajah bosan.
.
" Sudah berapa lama aku disini? " batinnya.
Lalu sosok pria tersebut bangun dengan posisi duduk bersila sambil memegang wajahnya dengan tangan kanannya sekaligus sikunya jadi penyangga di paha kanannya.
" Apakah aku akan di sini selamanya? Ayolah, aku ingin bertemu "Tou-chan", "Kaa-chan" dan yang lainnya. Aku sudah bosan melihat seperti ini terus. " Yah siapa yang tidak mengeluh, kalau sejauh mata memandang hanyalah kegelapan yang tak berujung.
.
Selama 5 menit pria tersebut selesai dengan keluh kesahnya, sang pria sedang memikirkan nasib dunia asalnya setelah ia tinggalkan.
.
" Apakah mereka baik-baik saja di sana tanpaku? Semoga dunia shinobi tidak ada musuh lagi seperti kuso Kara itu. " Harapnya sambil mengingat kejadian sebelumnya sebelum sampai di sini.
.
.
#Flashback
.
.
#Uknown place
.
.
Kekacauan, satu kata yang mewakili keadaan tempat ini. Dengan tempat berbentuk kawah luas membentang dan kedalaman sekitar 30 meter (keadaan Konoha saat Naruto vs Pain).
.
DUARRRR
.
Terjadi ledakan di sekitar pinggir kawah. Setelah asap debu menghilang, terlihat seorang pria berambut kuning pendek, bermata biru shappire, berkulit tan, dengan kumis kucing 3 garis di setiap masing-masing pipinya. Namun bukan itu yang diperhatikan, tapi keadaan pria pirang itu.
Dengan luka babak belur di seluruh tubuhnya, baju terkoyak di sana sini yang bagian kancingnya sudah terlepas semua memperlihatkan baju jaringnya serta jubah dengan jilatan api di sekeliling nya yang tinggal separuh. Kalau di perhatikan, bagian belakangnya tepatnya di bagian tulisan, masih tertulis kanji yang artinya "Ketujuh".
.
.
" Kau tidak apa-apa, Naruto? "
.
" Aku baik-baik saja, Kurama. Jangan khawatir " balas pria tersebut bernama Naruto Uzumaki kepada monster Rubah berekor sembilan berwarna orange serta di sekitar mata dan telinga berwarna hitam di mindscape memandangnya khawatir.
" Jangan berlagak sok kuat, dengan keadaan mu seperti itu, tidak mungkin kau baik-baik saja. " kata Kurama melihat kondisi Jinchuriki nya.
" Heh, kau paham dengan diriku ya.. "
.
" Baka, kita sudah bersama selama ini. Tentu saja aku sudah tahu sikap dirimu yang seperti itu " gerutu Kurama melihat kebodohan partner nya...
" Hahahaha, kau benar Kurama " tawa Naruto sambil melihat Bijuu yang menemaninya sejak masih bayi. Harus Naruto akui, Kurama adalah salah satu teman terbaiknya selain Sasuke. Meskipun Naruto tidak menyangkalnya bahwa Kurama juga yang membunuh kedua orang tuanya saat hari kelahirannya.
Sempat ada pemikiran untuk membunuh Rubah tersebut disaat dia masih 12 tahun. Tetapi gurunya yang bernama "Jiraiya" berkata " Balas dendam tidak akan merubah apapun yang sudah terjadi, hanya akan melahirkan rantai kebencian yang tiada henti "
Naruto terkagum mendengarnya. Senseinya yang mesum, tidak tahu malu, tak ada kerennya, konyol dan jomblo bisa berbicara seperti itu. Sejak saat itu, Naruto berusaha untuk berteman kepada Bijuu terkuat.
Butuh bertahun-tahun dan banyak kejadian untuk bisa berteman dengan Kyuubi no Yoko.
Pertarungan di jembatan Nami no Kuni
.
Ujian Chunnin melawan Hyuga Neji
.
Melawan Ichibi dari desa Sunagakure
.
Membawa pulang Uchiha Sasuke kembali ke Konoha, yang pada akhirnya gagal.
.
Bertarung dengan Deidara dari Akatsuki
.
Berubah menjadi ekor 4 saat berhadapan dengan Orochimaru
.
Menjadi ekor 6 & 8 saat melawan Pain, ketua Akatsuki
.
Dan banyak kejadian yang tak terlupakan oleh Naruto.
.
.
" Ada apa, Naruto? " tanya Kurama saat melihat pria pecinta Ramen tersebut sedang melamun.
Pria yang sering di sebut Dobe oleh Sasuke ini tersentak mendengarnya saat di tanya oleh Partner nya. Naruto tersenyum sambil menutup mata membuat Kurama heran.
" Tidak apa-apa Kurama. Aku hanya meningat masa lalu yang membuat kita sampai sejauh ini. Jujur saja, aku bersyukur bisa mengenalmu. "
" Tanpa dirimu, aku tidak akan bisa melawan Obito, Madara dan Kaguya "
" Tanpamu, aku tidak akan bisa membawa kembali Sasuke ke Konoha "
Lalu Naruto membuka matanya sambil menatap mata tajam Kurama.
"Dan berkat dirimu, aku bisa meraih impianku menjadi Hokage"
.
" ... "
Naruto mengeluarkan cengiran khas yang memperlihatkan gigi putihnya, kemudian berkata.
" Arigatou atas semua yang terjadi, Kurama. "
.
.
.
Kurama tertegun mendengarnya...
.
.
" Naruto... "
.
Rubah tersebut memejamkan mata.
" HAHAHAHAHAHA "
Tiba - tiba rubah berekor sembilan tersebut tertawa keras. Naruto yang melihatnya pun hanya menaikan alisnya sebelah karena bingung melihat Kurama seperti itu.
" Kau kenapa Bola Bulu? Sudah mulai gila? " tanya Naruto.
Kurama menghentikan tawanya saat mendengar perkataan Naruto yang seakan mengejeknya. Lalu Kurama menjawab pertanyaan itu dengan perasaan jengkel.
" Apa kau bilang, Kuning? "
.
.
CTAK!
.
.
Perempatan muncul di kening Naruto saat Kurama mengatainya dengan sebutan kuning. Hei, ini rambut keturunan dari ayahnya, Namikaze Minato. Tidak boleh ada yang mengolok-olok rambut kebanggaannya.
Lagipula diluar sana, banyak yang punya rambut kuning seperti dirinya.
" JANGAN MENGEJEK RAMBUTKU, RUBAH PEMALAS " teriak Naruto tidak terima.
.
.
CTAK!
.
.
Giliran perempatan muncul di kepala memiliki julukan Kyuubi no Yoko.
.
.
" KEPALA DUREN "
" TUKANG TIDUR "
" MANIAK RAMEN "
" RUBAH TSUNDERE "
.
.
.
Pada akhirnya mereka berdua ribut saling mengejek.
.
.
.
To Be Continued.
Yo, akhirnya chapter pertama ku jadi juga. Hah, ternyata begini rasanya jadi penulis, bikin pusing kepala.
Gw salut sama para Senpai yang menulis fanfic sampai puluhan chapter.
.
Oh ya tolong berikan Saran & Kritiknya,
Agar aku bisa menambah ilmu di dunia Fanfiction
.
Sampai ketemu lagi ..
.
.
" Tidak ada pilihan lain.. "
.
" Bersiaplah untuk kehancuran Dunia ini! "
.
" Aku selalu siap menerima apapun, karena aku adalah Hokage "
