Peringatan :( Sebelum baca cerita ini ) Cerita Settingan adalah akhir perang dunia ninja, dan tidak ada yang menarik dari Naruto-online, dan digabung dunia dari kisah Naruto-nyata. Jadi mari tolong dibaca!


Bagian 2: Kejutan dari Artefak


"Kami kembali!," Suara Vasuf nampak terdengar lebih baik dari Naruto, Shino, bersama Naruto dan Shino, yang nampak bergerak cepat dan sempurna dengan sempurna.

"Bagaimana?", Tanya Sakura tersenyum pada tiga pemuda saat mereka kembali, Kini Sakura nampak menghancurkan tas miliknya diri pundaknya, saat semuanya berkumpul.

"Tempat ini aman tapi tidak ada yang bisa dilakukan di sini," jelas Shino sendiri lalu bergerak masuk tas buntanlnya.

"Kurasa Cuaca akan cerah jadi kurasa tak perlu mendirikan tenda, tidak akan ada hujan malam ini," jelas Vasuf sembari melihat awan-rendah. "Aku sudah memeriksa kondisi angin dengan jutsu-ku," Ucap Vasuf.

"Aku juga sudah menyamarkan beberapa bunsin di sini, untuk melacak musuh yang mendekat. Mereka akan mengirim gambar lewat kesadaranku jika ada sesuatu," Ucap Naruto sembari bergerak cepat mengeluarkan sesuatu dari tas hijaunya, yang rupanya Scorl dan membukanya.

ia mengarakan dua jari telunjuknya lalu mengucap kan kata ( Kats ) hingga keluar secepat mungkin dari Scorlintas yang terbuat dari rotan berwarna coklat-margarin yang cukup besar ditempati banyak orang dari Scrol itu.

Para ninja biasanya mengunakanaduk Scorl-bag, untuk berpergian selain praktis dan tidak terlalu tepat untuk melakukan misi, biasanya penguna Scorl-bagai oleh Para genin atau ninja-ninja tingkat atas.

Semuanya, bekerja sama dengan sesuatu, dimana Camp kecil mereka dimulai. Mulai Naruto yang membantu Shino dalam mengatur, Sakura yang mengeluarkan bekal sementara, Vasuf yang sibuk menjaga-jaga, dan memulai lah mereka beristerahat menikmati perbekalan yang mereka bawa bersama-sama.

"Vasuf ambil Tofu(Tahu) ini kau pasti suka?,"Ucap Shino mengangkat sumpit membawa satu potong Tofu-kuah dipiringnya, menuju kepiring Vasuf.

"Terimakasi,"Ucap Vasuf hanya tersenyum tulus, menangapi tingkah Shino yang sudah seperti kakaknya sendiri.

"Hoi Shino, masak Vasuf diberikan aku tidak?!,"Tanya Naruto yang mulai sedikit protes, Sementara Sakura hanya mengeleng geli dengan tingkah konyol Naruto.

"Naruto, kau sudah memakan ramen jumbo sebanyak 6 bungkus, apa perutmu itu terbuat dari karet?,"Ucap Shino dengan tatapan datar. sementara Naruto hanya menguma dengan bahasa aneh yang sama sekali tak dipahami oleh semua orang.

"Hentikan Naruto, makan dulu baru komentar,"Desis Sakura, memberikan tatapan tajam pada pemuda konyol nomor satu dikelompok mereka saat ini.


SKIP TIME

Pagi yang cerah, untuk para ninja yang memutuskan mulai bergerak jam lima-dini hari, kondisi sekitar hutan, yang terlihat baik. embun nampak masih memenuhi kawasan sekitar yang asri. "Ada gunanya, kita memajukan waktu perjalanan kita saat ini,"Ucap Sakura sembari tersenyum menghirup manisnya udara.

"Dengan begitu kita bisa mempersingkat waktu,"Balas Shino lalu memandang sekeliling. "Vasuf periksa arah angin,"Ucap Shino.

"Baiklah,"Ucap Vasuf lalu mendongkan kepalanya keatas dan mengucapkan beberapa mantra dan posisi tangan yang berpola segel. "Sii Kenwoai no Jutsu,"Cahaya lalu mengeluar disekelilingnya membuat, matanya mengeluarkan warna kuning keemasan.


Kesibukan nampak berlalu-lalang di Konoha Tsunade merasa resah entah pada apa akhir - akhir ini ia selalu gelisa, namun ia harus memimpin desa dan menatap semua orang dengan tatapan teguh. 3 bulan yang lalu bukan hal yang tak bisa dibaikan dalam kenanganya, banyaknya para Genin, Chunin, Sannin ninja yang gugur dalam tugas, dari berbagai wilayah entah berapa korban manusia tampa senjata yang mati dalam perang itu, bahkan entah berapa anak-anak, generasi penerus dunia yang kehilangan orang dicintainya. Tsunade merengutkan pandangan pada map-map besar berisi foto Chunin generasi ini yang akan memasuki kelas ninja, beberapa diantaranya telah kehilang sanak saudara, ayah dan ibunya.

Dia tak bisa lagi mengatakan apa-pun.
'Inikah yang disebut pengorbanan'
'Untuk mencapai sebuah perubahan'

Rasanya Tsunade ingin menangis dalam hatinya, namun dia kembali memandang teguh pada sosok - Sosok memerlukan dia, dunia masih berpusat serta bergerak begitu pula masa depan.

'Jiraya'

'Terkadang penulis hanya bisa membuat cerita yang kebanyakan heroik, aiconik, bahkan berkilau dan penuh dengan kekuatan untuk mengalahkan seluruh hambatan'

'Bahkan endingnya pun selalu Mengesankan, Dramatis dan selalu sesuai dengan apa yang dunia itu mau'

'Tapi bagaimana dengan dunia nyata, sanggupkah kalian mengambarkan cerita itu dengan mudah'

'Atau kalian hanya memfokuskan pada mereka yang disebut seorang Hero'

"Nona Tsunade,"Sebuah panggilan datar namun halus terdengar sangat baik dari arah pintu. Sosok Shizune nampak masuk dengan membawa beberapa berkas dengan tinggi setinggi dadanya.

"Apa itu harus ku tandatangani?,"Tanya Tsunade menghelah nafas. Shuzune mengangguk pasrah lalu mendekati meja Hokage-lima.

"Ini daftar pembangunan, untuk rumah warga yang belum diperbaiki, dan beberapa angaran kita untuk keluarga duka ninja,"Ucap Shizune menatap sedih.

"Taro saja, aku akan segera melihat berkas itu. Aku harus mengurus segalanya,"Ucap Tsunade menghelah nafas, tak ada waktu baginya santai-santai seperti dulu. Ia tak bisa mengabaikan apa-pun segalanya.

"Nona Tsunade!,"Panggil Suzune menatap sedih Tsunade yang menghelah nafas. Membuat sang Hokage-lima memandangi assisten cantiknya yang menatap buram. "Saya ingin memberi ini, saya mendapatkanya dari keluarga Hyuga,"Desisnya.

"Aku sudah mengetahui ini akan datang,"Desis Tsunade menghelah nafas dan wajahnya buram setelah menerima surat dan mengeceknya. "Apa anak itu, akan menerima hal ini,"Desis Tsunade membaca sebuah pesan yang datang dari kediaman Hyuga yang berisi.

Pernikahan :
Hyuga Neji & Hyuga Hinata

'Naruto'


Perjalanan Naruto, Vasuf, Shino, Sakura nampak tinggal beberapa mil lagi, dengan kecepatan ninja (Kaki Chakra) mereka dengan mudah berjalan tampa hambatan, atau bandit karna mereka cukup berpengalaman dengan keterampilan yang bukan gurawan.

"Akhirnya kita berhasil disampai perbatasan Suna,"Ucap Naruto menatap sekelilingnya yang awalnya lahan rumpun dan hutanya yang mengelilingi. Sekarang dihadapan mereka terlihat padang pasir luas dengan matahari tampa penghalang diatas sana.

"Bunga itu tak akan jauh dari sini!,"Tandas Sakura lalu merongoh kantungnya dan mengeluarkan sebuah map bergambar sebuah tananman bunga, dan catatan mengenai bunga itu.

"Kita harus bergerak sebelum malam, dan berpencar jika ada yang menemukanya lebih dulu langsung menghubung yang lainya,"Ucap Shino datar lalu, Sakura, Vasuf dan Naruto mengangguk serta memasang radio-sambungan ditelinga masing-masing, dengan cara berbeda.

'Shino bergerak membelah tubuhnya dan terpisah-pisah menjadi kumpulan serangga berwarna hitam'
'Naruto mengunakan 100 lebih bunsin yang nampak menyebar keseluruh daerah itu'
'Sementara Vasuf bergerak dengan kemampuanya menganalisa cakra hidup dan sensor pada sekitarnya'
'Sakura dengan cekatan mencari disamping Vasuf'

Dan Hasil akhirnya.


"Kita menemukanya,"Suara penuh kelegaan, kebahagiaan, terdengar dari Naruto saat menunjuk berkali-kali sebuah tanaman bunga indah yang hidup dihamparan pasir dengan teriknya matahari. Wajah penuh kelelahan dan kelegaan juga datang dari Shino, Sakura dan Vasuf setelah melihat bunga itu baik - baik.

"Inikah bunganya,"Ucap Vasuf memandang dengan tatapan kekanakan dengan penuh tanya, pada Sakura yang juga sedang melakukan test kecil untuk mengetahui apa bunga ini sesuai dengan yang mereka cari.

"Yah tak salah Lagi!,"Desis Sakura, menyeka keringatnya dengan menatap kumpulan cairan bening diatas, sebuah Scroll yang memunculkan beberapa botol berisi cairan warna-warni dan beberapa kain khusus untuk uji coba pada sebuah objeck. "Ini Shingeqi Meski belum riset 100 % tapi ini bunga yang tepat," Desis Sakura tersenyum.

"Dengan begini kita bisa segera kembali ke Konoha,"Ucap Vasuf berbinar karna misi sudah selesai.

"Ya, jika tak ada halangan kita bisa sampai sehari penuh tampa halangan,"Ucap Shino.

"Aku Setuju semakin cepat kita pulang semakin baik,"Ucap Sakura menatap mereka, ia membuka Scroll lainya, lalu menaruh beberapa tangkai bunga itu diatasnya, dengan beberapa rangkaian segel bunga itu menghilang disertai kepulan asap yang memudar.

Mengabaikan Sakura, Shino menatap sesuatu tak jauh dari mereka, sebuah benda tak terlalu besar, muat pada genggaman tangan. Berwarna silver dengan lambang aneh targeletak dipasir begitu saja, membuat ia mendekati benda itu, lalu memungunya.

"Ada apa Shino,"Desis Naruto menghelah nafas, lalu mendekati Shino yang nampak memungut beda silver yang sudah ada digengamanya, dengan tatapan tertarik.

"Lambang desa mana ini?,"Ucap Vasuf menyengit pada dasarnya ia tak pernah melihat ninja dengan lambang seperti ini sebelumnya.

"Aku tak tahu, aku juga tak pernah melihat ini,"Desis Sakura dan Naruto mengangguk cepat mempertegas perkataan Sakura bahwa ia juga tak pernah melihat lambang itu seumur hidupnya.

KREK!

Tiba-Tiba sebuah keanehan terjadi, dengan langit yang memunculkan gemuruh petir cahaya dari lambang terbius kearah mata mereka dan membuat mereka menutup matanya secara bersama-sama.


Suara suara mengema dikepala mereka bereempat, ribuan suara terdengar dalam berbagai ketakutan mengema mengerikan disekelilingi mereka, apa ini.

'Menyakitkan'
'Ketakutan'
'Isak tangisan'

Sakura menahan sesak ditelinganya, ia menutup telinganya begitu kuat, namun suara ketakutan itu hilang.

"Hentikan,"Sakura menjerit seolah tubuhnya tertelan oleh kegelapan yang dingin, persendianya seolah melemah dan tak menopang tubuhnya.

"Berhenti,"Desis sakura dalam Hati, namun keberadaanya memudar dan tak melihat dimana teman-temanya yang seoleh raib begitu saja.

'Kau datang'
'Kau akan datang, hari itu akan datang'
'Aku menunggumu disini'

'Mama'


"Uhk,"Mata emerald Sakura terbuka perlahan, setelah tertelan kegelapan beberapa saat, setitik cahaya mulai memudar digantikan sebuah puing-puing rumah yang berserakan disekitarnya, terlihat mayat-mayat tak utuh disekitarnya, semua nampak mengerikan, dengan banyaknya raksasa-raksasa yang nampak memakan seseorang manusia tampa rasa bersalah.

[Bersambung]
[Minggu-15-october-2017]


Catatan Penulis:
Hai saya Lightning Shun lama tak berjumpa, bagaimana kebar kalian sejujurnya sudah lama aku ingin lanjutin cerita ini. Cuman situasi ' penulis ' inspirasi mengendur jadi saya butuh penyegaran ... he ... he ... he.
Nah ... Yah Terimakasi atas, untuk alur cerita kedepanya mungkin mengambil cerita asli, dan pasangannya sudah ditentukan ^ - ^ tapi rahasia liat saja nanti.

Sampai jumpa.
Salam sayang.
Lightning Shun & Vicky Chou.