Warning :(Sebelum baca cerita ini) Settingan cerita adalah Akhir perang dunia ninja, dan unsurnya setengah diambil dari Naruto-online, dan digabung dunia dari kisah Naruto-real. Jadi mari saya kenalkan tokoh utama saya dicerita kali ini.
Budayakan Vote/Komen sebelum
Bagian 3: Kejutan dari Artifak misterius
'Kau datang'
'Kau akan datang, hari itu akan datang'
'Aku menunggumu disini'
'Mama'
'Siapa?'
'Aku percaya, Sangat percaya mama akan datang membuka takdirku, Kelak mama disini dan selamanya disini'
'Dimana'
'Mama akan mengetahui itu, tapi aku tahu mama yang kuat'
'Siapa kau sebenarnya'
'I love you, Aku sangat mencintaimu mama.
'Tunggu jangan pergi'
'Sampai hari itu datang aku akan menunggumu, mama, aku janji.
'MATTE!'.
■[Uzumaki Naruto /Here]■
Naruto terbangun disebuah puing-puing bangunan yang tak dikenal, dengan jejeran puing-puing lainya yang berserakan tampa bentuk, suara geraman tingkat tinggi seolah dapat menulikan gendang teliga dalam sekejab.
"Kurama kau bisa mendengarku,"
'Ya, tentu saja Ghaki!'
"Dimana kita?,"Desis Naruto pada teman setubuhnya, mahluk altar yang merupakan monster rubah berekor sembilan mendiami tubuhnya sedari bayi. Dulu Mereka begitu bertolak belakang dengan sisinya namun saat ini kami berdua adalah satu-kesatuan, yang menjadikan mereka patner hidup yang sehati.
'Aku tak tahu, namun jika kurasakan ini bukan seperti alam milik kita, banyak element yang berbeda disini'
"Benarkah..."Ucap Naruto mendengkus perlahan ia melompat naik kesalah satu atap rumah yang terlihat utuh. Pemandangan sekitar begitu mengerikan, terlihat lebih parah dari yang Naruto lihat seumurnya hidup didunia ninja.
"Apakah itu 'Monster pemanggil',"Desisnya dengan menatap berstruktur sedikit aneh pada organ monster ada pula berupa struktur badan manusia, dengan ukuran tidak normal, wajah mereka beraneka ragam, dan posisi tulang pada tubuh mereka sangat berbeda. Tidak memiliki organ kelamin atau jenis yang jelas.
'Jelas bukan?!,' Jelas Kurama nampak terdengar mengeram dari dalam batin Naruto. 'Menciumnya bau mereka saja membuatku jengkel seperti menghirup aroma busuk yang menyengit hidungku,' Jelas Kurama dengan badmood membuat Naruto menyengit polos, melihat banyaknya jeritan ketakutan memenuhi segala tempat membuat jiwa menolongnya terpanggil keluar.
"Kita bantu salah seseorang dulu, dan mencari tahu, pinjangkan cakramu Kurama,"Ucap Naruto dengan semangat yang memacuh adrenalinya tanganya membentuk (+) disela jarinya.
◇[Kage Bunshin no Jutsu]◇
'Mengamuklah secara perlahan Ghaki, buat moodku terhibur' Ucap Kurama secara spontan bersamaan sosok Chakra merah terpendar indah keluar dari sudut tubuhnya. Pada sosok Monster pendek, berkaki kecil, berambut coklat acak-acakan dan memiliki perut buncit, yang hendak akan memakan seseorang wanita yang nampak menjerit ketakutan.
Naruto membela tubuhnya menjadi dua, ia dan Kloningnya membuat pusat cahaya biru indah dari kedua telapak tanganya, namun Naruto melepaskn tanganya dari cahaya itu. Membiarkan Kloningnya memegang cahaya itu secara sempurna, hingga membentuk sebuah Shuriken-cahaya, sementara tubuh asli Naruto terjun menendang mata monster itu, ia dengan cepat menyergap gadis yang hendak dimakan monster itu, dalam pelukanya. Bersamaan kloning Naruto melempar Shuriken cahaya itu langsung kekepala monster.
◇[Rasehnggan No Shurikenn!]◇
Teriakan Kloning Naruto, lalu membuat Naruto lalu mengendong wanita itu, dengan cepat menjauh. Cahaya itu terlempar dengan cepat langsung membelah tubuh simonster itu dengan terbelah dua. Wanita itu meringkuk ketakutan saat tubuh Naruto dan tubuhnya tersembur cairan kental yang banyak dari Monster itu. "Tenanglah sudah aman,"Ucap Naruto memberikan senyum penenangnya pada wanita itu, lalu mata hitam gadis itu menatap lemah.
"Kau berhasil membunuh Tittan itu?,"Ucap Gadis itu menatap ngeri Tubuh monster yang terbela menjadi dua, memperlihatkan mereka tak memiliki sistem tulang dan reproduksi yang aneh disana.
Klon Naruto juga nampak mendarat disamping tubuh aslinya dan memandang monster yang disebut 'Tittan' yang datang karna mencium keberadaan mayat sejenisnya yan dibunuh mereka.
■[Amburame Shino /Here]■
Tak-berbeda dengan kondisi Naruto, Shino nampak mendengkus karna kondisi serupa ia terbangun dan berada diatas lantai kotor didalam sebuah bangunan hancur, entah kenapa dia berada disana. Akan tetapi otak waspadanya sudah bekerja memikirkan lokasi disekitarnya tidak aman. Sosok monster wajah buruk rupa tittan tersenyum mengerikan tepat dihadapanya yang memiliki lubang besar yang sanggup memasukan mulut besarnya untuk memakan Shino.
"Monster apa ini?," Desisnya. Namun terlambat saat tangan Tittan sudah masuk menyambar tubuhnya dengan kasar dan siap memasukan dia kedalam mulut sang Tittan. "Aku bukan makananmu,"Desis Shino Tajam sebelum mengarahkan tanganya kearah mulut Tittan.
◇[Kikaich no Jutsu]◇
Puluhan Serangga muncul mengerubuti tubuh Shino hingga membuat keberadaan Shino tak berbekas, sosoknya menghilang namun puluhan Serangga terpecah kedalam mulut Tittan dan menyerang organ dalamnya secara perlahan.
◇[Hijutsu: Mushidama]◇
GRAAAAAAAAAHHH!
Suara dingin Shino kembali terdengar bersamaan teriakan kesakitan dari Tittan, bersamaan jutaan Serangga keluar dari mulut Tittan tersebut memakan tubuh Tittan secara perlahan, bagai koloni semut yang memangsa makananya secara beramai-ramai, Teriakan itu pula membuat perhatian dari sekumpulan Manusia berserangam coklat dan beberapa mengunakan jubah hijau, mereka nampak mengunakan tali elastis sebagai pelontar menaiki gedung serta memanjat diatas atap berhenti menatap hal yang tak biasa disana.
"Apa itu, mengapa banyak koloni serangga disana?,"Ucap seorang gadis berambut pirang, serta mengenakan kacamata bening menatap takut.
"Mereka keluar dari mulut Tittan itu,"Jerit seorang lelaki tiga-abad dengan tatapan datar dan tercengang-cengang. Saat ia melihat ratusan Serangga itu berkumpul dan menyatuh sesaat tittan itu tumbang dengan mulut hancur, bahkan nampaknya menyerang belakang lehernya juga. Para manusia itu semakin penasaran untuk mendekat mencari tahu tapi mereka kembali tercengang saat memunculkan Shino dalam dengan keadaan baik tampa serangan apa-pun dalam pusaran para Serangga.
"Kuharap Naruto, Sakura dan Vasuf baik-baik saja,"Dengusnya datar.
■[Ryouta Vasuf/Here]■
"Dimana ini?!,"Desis Vasuf memandang kesal kondisi sekitar, tempat yang asing, lingkungan yang asing, hawa yang asing kemana semua rekan-nya berada. Ia malah dihadapkan dengan kota hancur dan para kanibal yang memakan manusia berpasukan yang mengenakan jacket coklat, jubah hijau asing yang membelah langit.
Mata merahnya melotot manakala ia menatap salah satu Kanibal itu nampak mendekat menyadari keberadaanya, dan siap menerkam tubuhnya.
SZAAAANGGGT!
Namun Sang Tittan berhenti sebelum berhenti saat seorang Gadis berambut hitam, sebahu nampak membela belakang leher mahluk itu dengan brutal, hingga tubuh Tittan itu jatuh tak bernyawa.
DARK!
Mata Vasuf membulat saat seorang Gadis muncul membela udara, dengan sebuah tali turbo kearahnya. Vasuf menyengit bingung menatap Gadis berpenampilan aneh tersebut ia mengenakan jacket setengah lengan berwarna coklat, dengan scarf lehernya berwarna merah.
"Kau pergilah sebelum Tittan menyerangmu,"Ucapnya dingin. Wajahnya nampak sangat pucat menatap Kosong Vasuf, ia seperti tak memiliki alasan untuk bertahan, Gadis itu menundukan wajahnya lalu menoleh kearah lain, dan menatap kembali Vasuf seolah tak ada masalah yang terjadi padanya, akan tetapi Vasuf yang seorang Ninja tyape Sensor tahu jika ada sesatu yang membuat gadis itu terguncang, Vasuf memiliki kemampuan mendeteksi chakra, memperjelas kejujuran atau kebohongan, tapi dengan kemampuanya diatas rata-rata Vasuf bisa merasakan emosi seseorang dari tekanan tubuh, kondisi pergerakan seseorang, denyut nadi, ketukan jantung dan aliran darah mereka.
"Hei kau tidak terlihat baik-baik saja,"Ucap Vasuf menatap datar wajah Gadis itu. Sementara Gadis itu memandang datar namun tajam.
"Kau tak tahu apa-pun tentang aku, tunggu disini yang akan menolongmu,"Ucap Gadis itu melompat meninggalkan Vasuf dengan cepat, tampa menoleh lagi.
Sementara Vasuf menghelah Nafas kesal memandang sosok perginya gadis entah siapa namanya, dan berbalik menatap monster yang nyaris membunuhnya tadi.
"Mungkin aku harus berkeliling secara perlahan untuk mencari tahu,"Desisnya.
■[Haruno Sakura/Here]■
"Shanarrroooo!,"Sakura berteriak penuh kekesalan memandang tiga-tittan ukuran sebesar tubuh manusia mendekatinya, dan ia menendang dua tittan sekaligus yang berani mendekat, ia juga memberikan satu tittan itu pukulan Chakra yang membuat tittan memukulnya terlempar sampai menghancurkan bangunan dibelakangnya.
Sikap perlawananya nampaknya membuat beberapa tittan lain mendekatinya, dan berusaha memakanya secara beramai-ramain, membuat ia menyumpah serapahkan takdir yang membuatnya berada disini. "Aku tak akan mati konyol disini sebelum aku mencari tahu keadaan Naruto dan yang lain, dasar Kanibal Brengsek,"
Beberapa tittan kecil nampak memblokade sekeliling dirinya. Membuat Sakura berpikir keras mencari jalan, namun sialnya ia harus mendapatkan access yang buntu dikarnakan tittan yang ukuranya lebih besar ikut menjaga pergerakan Sakura.
◇[Sakura iwatoppa]◇
Jeritan Sakura terdengar kembali dan sebuah cahaya hijau nampak terlihat samar menuju satu titik yang merupakan. Kepalan tangan kiri Sakura yang tiba-tiba dihentakan kelantai mereka berpinjak menciptakan kerusakan besar disekitar. "Sekarang Shanaroooooo,"
◇[Ousahou]◇
Mengabaikan Kerusakan sekitarnya, Sakura nampak tak perduli akibat serangan Sakura, beberapa Tittan besar nampak terjatuh akibat hentakan angin dan yang kecil terperosok ketanah. Namun Sakura langsung menyerang tittan sekitarnya yang nampak lengah dengan cahaya hijau yang berkumpul pada kedua tanganya.
Sakura memanfaat itu pula buat melarikan diri melewati rute atap yang menurutnya bagus untuk memeriksa keadaan, ia terus bergerak dengan lincah karna yakin menetap diam akan membuatnya terbunuh disini.
Disela waktunya mencari ia memandang lorong besar bangunan buntu, dengan sosok gadis berscarf merah nampak terduduk, frustasi matanya menatap langit seolah tak memiliki keinginan serta tujuan di-iris matanya.
"Hei apa yang kau lakukan disana,"Teriakan Sakura terdengar Khawatir saat ia melihat dua tittan dari sisi kiri dan kanan mengepungnya, sementara gadis itu tak bergeming dari tempatnya.
"Sial..."Desis Sakura mencebik kesal bersamaan kecepatan kakinya ditingkatkan menuju gadis itu, kedua tittan itu berlari secara bersamaan, namun sesuatu yang mengejutkan adalah tittan kiri gadis sempat beberapa detik memandang Sakura sebelum melaksanakan apa yang dia inginkan.
Tittan kiri serta bermata hijau itu menghambur tittan kanan, dan membuatnya terpukul mundur, sementara Sakura berhasil menarik tubuh gadis scarf merah itu sedikit menjauh.
"Kau tidak apa-apa?!,"Tanya Sakura.
"Y-Ya,"Ucap Gadis itu terguggup. Lalu pandanganya teralih pada sosok-sosok tittan yang bertarung satu sama lain secara brutal. "Tittan memakan, tittan lain,"
Bersambung]
[Sabtu-7-April-2018]
Note Lightning Shun :
Hai semuanya Ryou disini, lama tak bertemu dengan saya dicerita ini, saya tahu-saya tahu, diantara semua cerita [Naruto Crossovers] cerita ini justru belum saya kembangkan dari kemarin-kemarin maaf minnna jika kalian yang membaca merasa dikecewakan 😅.
Btw saya mencoba meriset selama beberapa bulan ini, untuk menyambungkan kemampuan dari masing-masing karakter yang saya buat dan mereka memiliki story dalam bertahan dunia asing ini jadi author sedikit mau kasih lihat karakter seperti yang saya cocokan.
■[Naruto Uzumaki]■
Plegmatis sebagai teman :
Orang dengan tipe Plegmatis, mudah diajak bergaul, menyenangkan, seorang pendengar yang baik, tidak suka menyinggung orang lain, punya selera humor yang baik, suka mengawasi orang, punya banyak teman, memiliki perhatian yang lebih, punya belas kasihan, menyukai segala kondisi.
■[Sakura Haruno]■
Emosi Plegmatis :
Kepribadian yang rendah hati, mudah bergaul dan bawaannya santai, diam dan tenang, sabar, hidupnya konsisten, tenang tetapi cerdas. Selain itu baik hati dan mudah bersimpati, cenderung menyembunyikan emosinya, selalu bahagia dengan apapun yang dia terima, serba guna.
■[Ryota Vasuf]■
Seorang Plegmatis sebagai pekerja:
Orang dengan tipe plegmatis memiliki sikap yang cakap dalam pekerjaan dan mantap, seringkali menyetujui keputusan apapun dengan cepat dan sepakat, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, mampu menghidari munculnya konflik, tetap baik meski dibawah tekanan, menyukai cara -cara mudah untuk menyelesaikan pekerjaan.
■[Amburame Shino]■
Seorang Plegmatis sebagai orang tua :
Orang dengan tipe plegmatis akan menjadi orang tua yang baik, selalu menyediakan waktu untuk anak- anaknya, tidak tergesa- gesa, tidak mudah marah dan cenderung selalu sabar- sabar saja dengan kondisi apapun, bisa mengambil yang baik dari yang buruk.
Karna ceritanya sesuai judul (Kuat untuk hidupmu) author akan merapkan sistem dimana salah satu karakter tak akan mendapat pairing, tapi semua dapat menonjol sesuai cerita dan peran masing-masing.
Makasih buat kalian yang memberi kesempatan untuk membaca...bye bye minna-san 😀😆
