Warning :(Sebelum baca cerita ini) Settingan cerita adalah Akhir perang dunia ninja, dan unsurnya setengah diambil dari Naruto-online, dan digabung dunia dari kisah Naruto-real. Jadi mari saya kenalkan tokoh utama saya dicerita kali ini.

Warning :
Beberapa plot dirubah [dengan sengaja] untuk membuat ceritanya sedikit nyambung jadi mohon pengertianya

Budayakan Vote/Komen sebelum baca


Part 5 : Menumbuhkan Keyakinan


Dairy :

Senja yang kulihat hari itu, membawaku terperosok semakin dalam, keinginanku melepas rantai ini seolah mulai mengikatku, saat mulai memasuki dunianya, ambisinya, juga keinginanya.


Normal Pov :

'Mereka memandang Takjub'
'Mereka memandang Waspada'
'Mereka memandang menilai'

Naruto, Vasuf, Shino dan Sakura mereka pun bertemu satu sama lain. Namun kelegaan berubah setelah beberapa detik saat ke-empatnya digiring menuju pemukiman untuk diintrogasi secara rahasia. Untuk menenangkan kondisi sekitar, para Squad dilarang keras untuk menyebar apa-pun tentang empat orang misterius yang mereka temukan, begitu pula kondisi perihal masalah perubahan Eren.

Mikasa serta Armin membawa eren dengan tandu gandum menuju markas, agar tak ada siapa-pun yang menyadari kondisi Eren, sementara empat orang temuan mereka dibawa mengunakan kereta pengangkut pangan sayuran dengan penjagaan squad yang terlihat sangat ketat meski mereka menunjukan sisi biasa untuk memperlihatkan gerak-gerik yang tidak kecurigaan.

Tetap saja ini aneh

Baik Sakura dan lainya. Menyadari tatapan waspada semua team scuad dan para cadent pada mereka. Sakura memperhatikan lingkungan lokasi markas pasukan yang cukup solid untuk sebuah markas dengan tembok lebih pendek disekitarnya, lokasinya berupa beberapa ruangan formal berlantai lebih dari lantai dua, taman kecil, beberapa post-post beton berlantai satu yang nampak digunakan sebagai sarana penempa-pandai besi dan penjaga kuda, masih banyak lagi yang belum Sakura lihat.

Akhirnya mereka berempat ditempatkan sebuah ruangan kamar disalah satu bilik Cadet pemula, ruangan kamar dengan kamar mandi kecil, fasilitas dua kasur tingkat dan empat lemari besi seperti loker. Tak buruk menurut mereka.

"Sakura bagaimana kondisi Vasuf,"Tanya Shino menatap tubuh Vasuf.


[Berapa jam kemudian]

"Kondisinya lebih baik namun aku harus memeriksa tubuhnya lebih sering, Vasuf sangat kuat dalam STR namun pengendalian chakra masih belum maksimal,"Ucap Sakura.

"Sepertinya aku justru membebanimu lagi, Sakura,"Ucapnya Vasuf. "Aku malah membuka lingkaran Chakraku berlebihan,"Ucap Vasuf pada Sakura.

"Tidak masalah,"Ucap Sakura sembari duduk dipinggir Kasur Vasuf, sementara Shino sedang bersandar didinding, dan Naruto terbaring dikasur tingkat diatas kasur Vasuf sembari melepas ikat kepalanya.

"Bagaimana dengan barang kita yang diperiksa, secara baik-baik,"Ucap Naruto dengan pandangan serius yang jarang ditunjukanya pada teman-temanya.

"Mereka ingin memeriksa bawaan kita, kurasa tak masalah beberapa Scorls kita memiliki mantra pembuka yang hanya terbuka, dengan tangan kita sendiri,"Ucap Shino menghelah nafas. "Tunggu saja kita akan dipanggil untuk disidik nanti,"Ucapnya.

"Tentukan apa yang akan kita bicarakan didepan mereka saat kita didepan mereka,"Ucap Vasuf bangkit dari posisi baring yang kurang nyaman dan dibantu Sakura.

"Aku rasa kita menjawab seperlunya,"Ucap Naruto. "Tapi jika mendapat masalah aku harap kalian mau bertarung memacuh kondisi yang terburuk,"Ucap Naruto datar.

"Tapi kuharap kita tidak bertarung,"Ucap Vasuf lagi. "Sebaiknya jaga identitas kita karna belum tentu kita bisa mempercayai mereka,"Ucap Vasuf.

"Sebelum mereka menyidik kita aku ingin lakukan sesuatu,"Desis Shino datar. Bersamaan beberapa serangga beterbangan meloncat pada leher mereka masing-masing,"

"Apa ini Shino?!,"Tanya Sakura menatap serangga kecil yang menempel pada lehernya, ia menyengit sakit saat merasakan cahaya biru Serangga melebur dalam lehernya sehingga tak berbekas.

"Serangga palasik miliku sengaja kutanam pada tubuh kalian, salah satu jurus Amburame yang baru dikembangkan, pada serangga kami untuk keperluan perang,"Jelasnya

"Apa?!,"Tanya Naruto bingung.

"Intinya Kita bisa mengirimkan pesan satu sama lain, tapi sebagai ganti dia akan menyerap chakra kalian sedikit,"Jelas Shino datar.

"Sedikit menyeramkan?,"Ucap Sakura.

"Aku setuju,"Ucap Naruto dengan senyuman antusias.

'Tapi chakra-ku harus dibagi sekarang untuk semut itu, menyebalkan,' Ucap Kurama dalam diri Naruto yang nampak cemberut. Sementara Naruto dan hanya tertawa menghibur dalam hati.

'Dia bukan Semut tapi serangga Chakra! Kurama datteyoo,' Ucap Naruto tertawa kecil.

'Aku tidak perduliiiiiiiii!,'Ucap Kurama menguma malas. Tawa Naruto semakin keras, dan ketiga anggota cuma menatap dengan tatapan memaklumi, dan mereka hanya menghembuskan nafas.

'Kasihan Kurama pasti Naruto menggodanya lagi' Ucap ketiganya sembari mengeleng-geleng.

Suara Gemuru langka kaki nampak terdengar, sosok seorang cadet wanita memasuki ruangan dengan tatapan yang waspada dan menyengit gelisa. "Selamat sore,"Ucap Cadet itu tampa senyum. "Kapten kami meminta kalian untuk pertemuan ditaman.

"Baiklah kami siap?,"Ucap Naruto bangkit dari kasurnya, sementara Sakura membantu Vasuf bangkit, dan Shino hanya mengangguk datar dengan hal ini.

'Entah perasaanku tidak enak dengan sidik ini,'Ucap Vasuf.


Suara langkah kaki terdengar perlahan menyusuri lorong ruangan, terlihat Naruto, Vasuf, Shino dan Sakura nampak berjalan dengan salah satu pasukan yang membimbing mereka menuju tujuan tampa sengaja mereka bertemu dengan Armin, Mikasa dan seorang Pemuda berambut coklat dan bermata hijau yang masih membuat para Ninja teringat pada ingatan sosok Monster yang mengamuk menghajar tittan lain di dalam dinding. Di lorong markas.

"Kalian?!,"Ucap Sakura membulat menatap Mikasa dan Armin secara bergantian.

"Hai Sakura?!,"Ucap Armin sembari tersenyum tipis namun kesuraman nampak terlihat kembali diwajahnya, seolah merasa ada masalah yang akan datang.

"Kau dan temanmu juga dipanggil?!,"Tanya Mikasa menatap Sakura lalu memandang wajah Vasuf dan menatap pemuda itu lama, sebelum Vasuf mengalihkan pandangnya pada Eren acuh, membuat Sakura menatap bingung.

"Aku baru bertemu kalian semua dan aku baru mengenal Sakura,"Ucap Armin mengalihkan tatapan untuk mencerahkan mood masing-masing. "Namaku Armin Arlelt, ini Mikasa Ackerman, dan ini Eren Jeager, kalau kalian,"Tanya Armin.

"Namaku Naruto Uzumaki, dia Ryouta Vasuf, yang ini Haruno Sakura, dan terakhir namanya Amburame Shino,"Ucap Naruto mengenalkan teman-temanya satu -persatu.

Mata Hijau Eren nampak meredup menatap untaian indah berwarna merah muda panjang, beralih pada rambut merah muda lurus yang tergerai, dan ia menatap wajah Sakura yang nampak mendengkus dengan pandangan ramah, serta memberi sedikit senyuman, mata Eren membulat saat Sakura menatap matanya dengan emerald miliknya, mempergokinya memandangi Sakura. Dengan cepat ia mengalihkan pandangan dari Sakura menatap lorong yang kosong.

'Apa jangan-jangan rambutku terlihat sangat aneh disini?!' Ucap Sakura dalam hati dengan pandangan bingung sementara Shino hanya mendengkus saat sebuah Suara terdengar sangat tak nyaman dari Cadet yang menjadi pengantar mereka.


{Hei apa markas ini terlalu sepi, dari sebelum kita datang?!} Desis Naruto menaikan sebelah alisnya, saat mengontak Shino dengan alam batinya.

{Benar?! Perasaanku buruk karna ini?!} Ucap Sakura menatap datar.

{Aku merasakan aura aneh seperti beban pada Eren, dan kedua temanya} Ucap Vasuf tenang.

{Begitu mari kita mencari tahu} Ucap Shino datar.

Semakin kesini kondisi ruang jadi semakin sepi saja, mereka semua menyengit saat digiring kesebuah lokasi lapangan tandus, dan dikelilingi oleh para cadet, menunggu mereka dengan senjata dimasing-masing ditangan mereka. Raut mereka tak terbaca para ninja awalnya berpikir mereka akan disidik didalam ruangan akan tetapi kenapa mereka dibawa kemari, bahkan bersama Mikasa, Armin dan Eren.

"Aku kenal mimik itu?!,"Naruto menatap kesal lalu melirik Cadet pengantar mereka berlari mendekati kerumunan manusia bersenjata, serts menatap remeh mereka bertuju.

"Keputusasaan, juga ketakutan," Vasuf menatap datar membaca kondisi sekitarnya sementara Shino masih berprilaku tenang namun aura yang dikeluarkan dari Shino adalah aura siaga.

"Apa-apaan ini?!,"Mata Sakura membulat saat menyadari sebuah letusan benda api mini nampak mengarah kesisi jalan keluar, mereka bertuju nampak digiring dengan sengaja kepusat membelakang dinding, dan mereka memandang dengan tatapan mencemoh dan pandangan ngeri dari semua orang.

"Sekarang kalian harus menjawab apa yang kutanyakan,"Suara dingin penuh kebencian mengeluar tajam oleh seseorang setengah baya yang berdiri cukup jauh dari posisi bagian belakang. "Ketiga diantara kalian adalah seorang Cadet, yang melanggar peraturan kita,"Ucapnya keras.

"Pelanggaran?,"Ucap Naruto tajam namun tetap dengan suara yang dipelankan.

"Juga kalian berempat orang-orang mencurigakan yang tak bisa dilepaskan, kalian pasti mata-mata?!,"Ucapnya sembari menuduh.

"Beginikah cara mereka mengintrogasi?!,"Ucap Shino yang nampak tidak menemukan Jacob dimanapun.

"Katakan apa yang akan menjadi pembelaan kalian didepan kami!,"Ucapnya membuat ketujunya tercengang. "Jika kalian berani berbohong juga mencoba melarikan diri, meriam Alteri ini akan membinasakan nyawa kalian ditempat,"Ucapnya serak.

"Hoi semuanya,"Ucap Vasuf memanggil keenam orang disekitarnya. "Mereka serius dengan kata-kata itu,"Ucapnya Final.

"Tidak mungkin apa maksutnya itu,"Ucap Armin menjerit Horror mendengar apa yang Vasuf katakan, dan Shino.

"Aku tak meremehkan kemampuan Vasuf,"Desis Shino. "Vasuf memiliki kemampuan mendeteksi kebohongan dan suasana hati seseorang mahluk hidup,"Jelasnya.

"Kalian ini apa?!,"Ucap pria itu datar. "Kalian ini manusia atau raksasa,"Ucapnya.

"Pertanyaan macam apa itu?!,"Desis Eren menatap tak percaya. "Apa-apaan tatapan mereka itu melihat kita semua sebagai monster?!,"Ucap Eren.

"Sepertinya kejadian beberapa jam yang lalu nampaknya membuat mereka kaget,"Ucap Shino.

"Kejadian?,"

"Sepertinya kau tak ingat apa-apa ya?,"Seru Shino menghelah nafas datar, sementara Mikasa nampak mengeluarkan pedang panjang dipinggangnya sejak tadi untuk menyelamat kan Eren.

"APA MAKSUT ANDA SAYA TAK MENGERTI!,"Teriakan Eren terdengar spontan membuat ketuju orang itu menatap pria itu dengan pandangan tak senang.

"KALIAN MAU BERPURA-PURA DENGAN ALASAN BODOH ITU! JANGAN BERMAIN-MAIN, KAMI BISA MENGHANCURKAN KALIAN HINGGA TAK TERSISA! KAMI TAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN BERUBAH MENJADI TUBUH ASAL KALIAN,"Teriakan pria itu semakin terdengar murka dengan tangan telunjuk menatap semua yang dianggap bersalah.

"Tubuh Asli apa-maksutmu!,"Suara Naruto nampak terdengar mulai menahan emosi namun Sakura menahanya dengan memegang lenganya, membuat Naruto melirik Sakura dengan isyarat mengeleng penuh.

"Tu-tubuh asliku?!,"Tanya Eren dengan penuh kebingung.

"SEMUA ORANG TELAH MELIHATNYA!,"Racaw pria itu keras memandang Eren jijik. "KAU KELUAR DARI TUBUH RAKSASA ITU! TAK DISANGKA UMAT MANUSIA TELAH MEMBIARKANMU UNTUK MENYUSUP DALAM DINDING ROSE!,"Tuduhnya dengan angkuh.

"Apa?!,"Ucap Eren menatap horror.

"DAN KALIAN BEREMPAT CIRI KALIAN SUDAH MEMBUKTIKAN JIKA KALIAN PENYUSUP, TAK ADA MANUSIA DIDARATAN TERAKHIR DARI DUNIA INI YANG MEMILIKI KEMAPUAN TEMPUR SEPERTI KALIAN!,"Tuduhnya pada Naruto, Vasuf, Sakura dan Shino. "KALIAN PASTI MUSUH KAMI DAN KALIAN ADALAH PENYUSUP YANG INGIN MENYERANG DINDING KAMI BUKAN!,"Tuduhnya.

"Chi...sepertinya pikiran negatif sudah merambat kesemua orang disini,"Ucap Vasuf menatap kesal.

"DAN UNTUK KALIAN EREN, ARMIN, MIKASA MESKI KALIAN MENJADI CADET DAN TELAH BERSUMPAH SETIA DIHADAPAN SANG RAJA, DEMI MENCEGAH RESIKO LEBIH BESAR KAMI MENGAMBIL TINDAKAN YANG MENURUT KAMI TEPAT!,"Ucapnya mutlak.

"Dan kau bersedia mengeksekusi kami dengan keyakinan kami mata-mata! Apa tindakan itu tidak salah,"Shino menyengit dan mulai membuka Suara, sementara Mikasa menunduk menyadari sebuah koloni kecil serangga mulai mengeluar dari lengan baju Shino.

"ITU BUKAN TINDAKAN YANG SALAH, DAN AKU TAK SALAH!,"Ucapnya dengan erangan keras membuat Semua yang dianggap bersalah menatapnya dengan pandangan menyengit.

"Rupanya mereka dimotivasi oleh orang ini,"Desis Sakura.

"TITTAN ARMOR YANG MENYERANG TEMBOK MARIA BISA MUNCUL KAPAN SAJA! DAN SEKARANG PUNCAK KEPUNAHAN MANUSIA DIDEPAN MATA, APA KALIAAAN TAK PAHAM JUGA HAAH!,"Jeritnya menyalang tinggi. "KAMI TAK BISA HANYA MEMFOKUSKAN WAKTU DENGAN KALIAN! AKU AKAN MENGHANCURKAN KALIAN HINGGA BERKEPING-KEPING!,"Ucap Pria itu membabi buta, hingga suara-suara para cadet dikiri-kanan terdengar menyetujui hal ini.

"Ketua sebaiknya lakukan dengan cepat!,"

"Ketua bunuh mereka, saat ini mereka masih menjadi sosok manusia,"

"Bunuh mereka, mereka adalah monster!,"

Suara -suara para Cadet terdengar bergantian dengan opini yang menyakitkan, dihati para cadet yang dianggap bersalah Armin terdiam ditempat tubuhnya nampak terhuyung jatuh terduduk dengan wajah ketakutan, Eren juga nampak berusaha menahan emosi dan menatap putus asa kesemua orang, Sementara Para Ninja nampak masih berdiri tegap diposisi masing-masing, sementara Naruto mulai menatap simpati pada Eren, ia menemukan apa yang pernah dia dapatkan dalam diri Eren dulu - dulu saat sebelum ia diakui oleh semua orang, dijauhi karena Kyubi dalam tubuhnya, kehilangan kedua orang tuanya, sampai ia harus berjuang keras mencapai jalan ninja sejati agar semua mengakuinya.

Dug!

Sebuah pukulan kecil tampa rasa sakit dipukulkan kebahu Eren oleh Naruto, membuat pemuda itu memandang Sekilas sementara Mikasa juga menatap Naruto yang memberi tatapan lembut pada Eren.

"Jika mereka mengatakan hal yang tidak-tidak, tunjukan hal yang bagimu benar pada mereka," Ucap Naruto mengepalkan tangan kedepan dan beralih memandang para Cadet yang menjadi penonton bisu. "Jika mereka menganggapmu monster tunjukan pada mereka jika kau monster seperti apa, hati manusia bahkan jauh lebih busuk dari Monster ,"Ucap Naruto bergerak lebih depan tampa bisa dicegah teman-temanya.

"Keahlianku adalah memotong daging, jika kalian ingin aku melakukanya aku juga akan menunjukanya,"Ucap Mikasa juga menatap Naruto serius, lalu dia berpaling menatap Para Cadet yang tadi mengungumkan opini mereka. "Jika ada yang tertarik merasakan keahlianku silahkan maju kedepan," Ucap Mikasa serak.

"Ternyata tak bisa ditempuh dengan jalan aman,"Ucap Vasuf menghelah nafas menahan Tawa. "Tubuhku mungkin akan lebih baik jika bergerak lebih,"mendengar ucapan Vasuf Sakura hanya diam mendengkus lalu memperbaiki Sarung tangan miliknya, sementara Shino masih diam dengan posisi semula, meski Mikasa masih melirik serangga-serangga melonjak-lonjak semakin besar mengeluar dari belakang tangan Shino.

Seketika semua orang nampak terdiam raut mereka berangsur-ngsur berubah pemimpin mereka pun nampak berbicara dengan tangan kananya, menatap Mikasa dengan pandangan menilai, dan juga menatap empat orang baru disekitar Eren.

"Hoi Mi-mikasa, kalian semua," panggil Eren gugup.

"Oi kalian semuanya, Mikasa apa yang kau lakukan kau ingin bertarung dengan sesama manusia, memangnya didalam tembok seperti ini kita akan bisa bersembunyi dimana?,"Ucapan Itu keluar dari mulut Armin.

"Membunuh siapa pun aku tak perduli! Aku tak akan membiarkan mereka membunuh Eren, aku tak perduli masalah lainya,"Ucap Mikasa langsung mendapat Naruto nampak tersenyum dan menunjukan jempol tanganya.

Sakura terdiam menatap perdebatan antara Armin dan Mikasa, Armin merasa mereka bisa mendapat keputusan yang baik untuk berbicara para Cadet melakukan ini didasar rasa takut mereka pada Eren namun Mikasa merasa berbicara tak akan memberikan titik yang cerah pada nasip mereka bertujuh, akan tetapi lain halnya dengan Eren yang memberikan tatapan suram dengan pikiran campur aduk.

"AKU SEKARANG BERTANYA PADA KALIAN KALIAN INI APA!,"Teriakan sang pemimpin itu kembali membuat Sakura menatap sekeliling dengan kondisi semakin memanas.

"AKU MANUSIAA!,"Teriakan Eren Lantang lalu menatap semua orang yang ada disisinya. "KAMI MANUSIAAA!,"Teriaknya lagi.

Suara itu membuat semua terdiam, semua menatap Eren dengan takjub sementara Naruto memberi senyuman kecil, namun kondisi itu kembali terganggu oleh sang pemimpin yang merasa jawabanya sudah dijawab oleh Eren.

"Oh begitu,"Ucapnya terdiam membuat semua merasa dia mungkin akan memberi kesempatan hidup bagi mereka bertuju namun hal itu Salah. "Tapi kami tak punya pilihan lain, tak ada yang bisa membuktikan pada kami jika kalian bukan iblis,"Ucapnya mengisyaratkan tangan untuk mielancarkan peluru meriam Alteri.

Mikasa berlari cepat mendekati Eren dan memberi isyarat pada mereka untuk Kabur, sementara Shino memunculkan koloni-koloni serangga terbangnya membuatnya menghilang dalam krumunan Serangga, Eren yang ditarik langsung memberontak dan malah menarik tubuh Mikasa, dan Armin juga meraih Sakura yang kebetulan terdekat dengan dirinya. "Semuanya mendekat padakuuuu!," Naruto tak tahu apa yang Eren ingin lakukan tapi tetap mengikuti instrusi Eren dia nampak memunculkan satu bunsin untuk jaga-jaga. Sementara Vasuf hanya memasang metode kuda-kuda didekat Naruto.

Detik-detik Peluru meriam ditembakan mengudara kearah mereka, Eren melepas pegangganya pada Mikasa dan membiarkan gadis berambut hitam itu memeluk lenganya, Armin nampak masih dirangkul Eren disisi lain, sementara Sakura nampak tak terjabak didada depan Eren karna tangan Eren yang merangkul Armin juga mencengkram tubuh Sakura. Eren terfokus pada peluru meriam itu dan menggit kuat Tanganya.


TRZZZZZEEEET!

Seketika sebuah ledakan Cahaya menyembur dari Tubuh Eren, dalam persekian detik mata semua orang menutup untuk menghindari cahaya kuning berpenjar kemana-mana. Suara ledakan terdengar bersamaan deburan debu, Getaran hebat dan asap mengepul sempurna menguasai semuanya.
Baik Mikasa, Sakura , Armin, Naruto menyadari mereka dikagetkan mereka berada dalam sebuah Kerangaka raksasa yang berupa setengah badan Tittan, yang melindungi mereka dari Ledakan Meriam.

"Vasuf! Shino-kun,"Teriakan Sakura terdengar lantang mencari sosok Vasuf dan Shino yang menghilang namun ia masih belum bangkit dari tempat ia terduduk didekat Mikasa dan Armin, Namun baru saja Naruto mau bangkit sekoloni serangga bergerak berputar-putar memasuki Kerangka menunjukan sosok Vasuh dan Shino yang masih berdiri tampa kurang dari apa-pun.

"Jangan panik kami baik-baik saja,"Ucap Shino tersenyum menenangkan Sakura, yang hanya mengangguk lega, namun yang jadi pemikiranya ada pada Eren dia menghilang.

"Ini apa!,"Armin tertunduk takut menatap frustasi. "Aku berada didalam tengkorak,"Ucapnya. Bersamaan deburan asap memudar menjadi sebuah kepanikan dari para Cadet yang melihat tampilan tengkorak hidup yang muncul didalam dinding kali ini.

"Eren melindungi kita, itulah kenyataan,"Seru Mikasa.

"Itulah kenyataan, teman kalian ini hebat juga,"Ucap Naruto sembari bangun menepuk-nempuk tubuhnya yang berdebu setelah bunsinya menghilang untuk menjadi bantalan dirinya.

"Hei lihat selain kita, bunga ini terselamatkan,"Ucap Vasuf menatap bungah liar ungu yang nampak hidup meski ada guncangan sebesar tadi.

"Bunganya utuh,"Ucap Armin dengan takjub.

"Semuanya kalian tidak apa-apa!,"Sebuah suara muncul bersamaan seseorang dengan cepat berlari memasuki Tengkorak dan rupanya itu Eren.

"Eren ini,"Ucap Armin terbata.

"Aku tak tahu,"Ucap Eren.

Naruto hanya mengangguk diikuti semua orang, nampaknya bertanya sekarang untuk mencari penjelasan sangat tidak tepat. "Aku tak tahu apa yang terjadi, dia muncul dengan tubuh menguap, bentuknya seperti daging bangkai raksasa dan sebaiknya kita harus pergi dari sini sekarang,"Jelas Eren.

"Saat ini mereka tengah melihat kita dari berbagai sisi dari luar,"Ucap Sakura menyengit.

"Mungkin,"Ucap Eren membalas perkataan Sakura. "Namun saat ini Granisun tak bisa melihat pergerakan kita dari sini,"

"Sebaiknya kita berpikir dengan cepat, sebelum mereka menyerang lagi,"Seru Shino.

Eren terlihat berpikir keras, dan ia nampak menunjukan emosinya didepan semua orang, ketika memukul kerangka itu, sebelum Mikasa menyadari sesuatu yang lebih penting dari itu. "Kalian ada ide untuk ini?,"Tanya Sakura pada semua orang.

"Aku akan pergi dari sini,"Ucap Eren. "Aku akan pergi kebalik tembok ini dan menemukan ruang bawah tanah rumahku, meski begitu aku harus berubah jadi raksasa ini,"

Semua menatap bingung terkecuali pada Mikasa dan Armin yang tahu akan masalah yang dibahas oleh Eren, mereka juga sempat bertengkar saat Mikasa bilang ikut kemana pun jika Eren akan pergi namun sebaliknya Eren justru tak menyukai apa yang Mikasa katakan. Beberapa Argumen singkat nampak dilontarkan sementara Shino memutuskan untuk memantau kondisi sekitar, serangga pendeteksi dibuat setipis mungkin melayang diantara kabut asap memeriksa kondisi terburuk.
Beberapa kumpulan Serangga keluar satu-persatu menyusup diam-diam keluar dan mencari informasi, serta menyadap pembicaraan salah satu Cadetnya.

{Sir, Peluru Alteri akan siap beberapa menit lagi apa perintah kami selanjutnya}

{Selanjutnya nanti dengar perintahku}

'Mereka akan menyerang,' Desis Shino datar ia memutuskan diam dengan terfokus dengan suara yang ia sadap dengan sengaja. Tampa sengaja ia terkaget saat sosok Armin keluar dari asap dengan persenjataan yang dibuang dengan maksut akan menyerah.

"Sepertinya aku ketinggalan sesuatu,"Ucap Shino menatap datar.

"Kau akan tau nanti,"Ucap Naruto serius.

"AKHIRNYA KALIAN MENUNJUKAN SEMUANYA MONSTER! AWAS SAJA AKU AKAN MEMBERI SINYAL DAN MENEMBAKAN MERIAM!,"ucapnya dengan cepat Saat Armin keluar dari kabut asap.

"DIA BUKAN MUSUH UMAT MANUSIA, BEGITU PULA KAMI!,"Teriakan Armin terdengar dalam membuat semua terdiam. "KAMI BERSEDIA MEMBERIKAN SEGALA INFORMASI KAMI KETAHUI PADA PASUKAN!,"Ucap Armin dan semua Ninja mengangguk setuju dengan hal ini.

"MESKI KALIAN MEMOHON AMPUN ITU PERCUMA SAJA, SEKARANG DIA SUDAH MENUNJUKAN WHUJUD ASLINYA SEPERTI ITU APA GUNANYA MEMOHON!,"Teriaknya penuh kekesalan pada Eren. Naruto menyengit bahkan Kyubi Kurama didalam tubuhnya, ia juga akan berubah dan akan melakukan hal yang sama jika mereka mengalami semua itukan.

"JIKA MENURUTMU DIA DAN KALIAN BUKAN MUSUH MAKA BUKTIKAN,JIKA TAK BISA AKU AKAN MEMUSNAKANYA,"Tandasnya Final.

"TAK PERLU ADA PEMBUKTAN APA-PUN!," SEJAK AWAL BUKAN BERPATOK PADA PENAMPILAN LUARNYA SAJA,"Bantah Armin dengan suara semakin meninggi.

"APA,"

"BUKANKAH KALIAN SUDAH MELIHAT SENDIRI, DIA SENDIRI BERTARUNG MELAWAN PARA RAKSASA BAHKAN DIKROYOKI SENDIRIAN. ITU MEMBUKTIKAN DIA SAMA SEPERTI KITA MANGSA UMAT MANUSIA, MESKI PUN MENGELAK DARI APA-PUN KENYATAN TETAP LENYATAAN,"Jeritan Armin kembali menyengit tajam.

"Itu memang benar,"

"Tapi manusia berteman dengan raksasa ini mustahil,"

Suara Armin nampak memecah bela orang orang mulai berpikir satu sama lain dan mengeluarkan opini masing-masing.

"Bersiap untuk menyerang, jangan terjerumus pada ucapan mereka,"Ucapnya berusaha memperkukuh mengabaikan kenyataan bertapa Berjasanya Eren sebelumnya. "Apa ini masuk akal tindakan mereka semua diluar nalar, dia bahkan bisa berubah dan menjadi manusia mempelajari bahasa kita itu pasti adalah tipu daya mereka, kita tak boleh melepaskan mereka begitu saja," Ucapan itu justru membuat harapan Armin terasa akan pergi dari raganya.

Armin menatap Mikasa dan Eren secara bergantian sebelum menatap Raut kepercayaandari semua orang disisinya, diberikan pada Armin membuat pemuda pirang itu menatap semua Cadet dengan amarah.

"SEBAGAI PRAJURIT HAMBA BERSUMPAH MENCURAHKAN JANTUNG HAMBA UNTUK DEMI KEBANGKITAN UMAT MANUSIA," Armin mengulang kembali sumpah yang diucapkanya dulu saat pelantikanya sebagai seorang Cadet didepan Raja, dan menyampirkan simbol hormat teguhnya menandakan ia tidak main-main dengan sumpahnya.

"BERKORBAN DEMI SEBUAH SUMPAH ADALAH PENGHORMATA YANG SANGAT TINGGI, DAN AKU YAKIN DIA AKAN SANGAT BERGUNA JIKA KALIAN MEMANFAATKAN KEKUATAN RAKSASANYA UNTUK MENOLONG UMAT MANUSIA MUNGKIN KITA BISA MEREBUT KEMBALI KOTA SERTA DINDING ROSE,KUMOHON MENGERTILAH DEMI KEJAYAAN UMAT MANUSIA HAMBA MEMOHON UNTUK TERAKHIR KALINYA!," Teriaknya lagi.

"IZINKAN HAMBA UNTUK MENJELASKAN BERTAPA BESAR DAN PENTINGNYA PERANYAAA,"

Kata-kata Armin nampak membuat semua para Cadet nampak terdiam berusaha mencermati kata-katanya baik-baik Namun tidak untuk sang pemimpin mereka yang mengabaikan penuh kata-kata milik Armin.

"Semuanya, sera-,"Satu lontaran keras muncul kembali dengan gestur tangan keatas, bersamaan detik-detik peluru meriam diluncurkan, semua sudah dalam posisi masing-masing, Mikasa meraih pedangnya, Eren meraih tanganya siap mengigitnya, Naruto siap mengunakan segel bunsinya, Sakura siap dengan Chakra hijau dalam kepalan tanganya, Shino siap dengan koloni Serangga ditubuhnya, dan Vasuf menarik kantung ninja meraih tiga kunai dimasing-masing jemarinya.

"Sudah cukup,"

Bersamaan sebuah suara lain menghentikan tangan sang pemimpin dengan tegas.


[Bersambung]
[Minggu-15-April-2018]


Keterangan : Alasan :

Kenapa Sakura menyebut Vasuf Imoto bukan Otoko alasanya adalah karna Sakura menganggap Vasuf manis dan ya kebiasaan Anak cewek memanjakan Adeknya, meski muka Vasuf gak ada manis-manisnya(?)

Konoichi dan Kunochi : Ada penyebutan nama pada shinobi wanita zaman dulu, namun diera moderen boleh dipakai untuk Ninjaloaki-laki.


Yo Author Noctis ditempat, mungkin bagi kalian yang menyukai manga dan Animenya maaf jika kami merubah alur cerita besar-besaran karna kami fokus Story.
Sebenarnya bagian ini ingin di skip oleh kami namun Ryo menolak karna menurutnya Scend ini sangat epik dan kebetulan kami sangat menyukainya, jadi maaf jika durasi cerita kali ini kepanjangan terimakasi buat kalian yang membaca.

Sekian
[Noctis]