Warning :(Sebelum baca cerita ini) Settingan cerita adalah Akhir perang dunia ninja, dan unsurnya setengah diambil dari Naruto-online, dan digabung dunia dari kisah Naruto-real. Jadi mari saya kenalkan tokoh utama saya dicerita kali ini.
Warning :
Beberapa plot dirubah [dengan sengaja] untuk membuat ceritanya sedikit nyambung jadi mohon pengertianya
Budayakan Vote/Komen sebelum baca
Dairy :
Ah...ini tidak adil, Dimana dia ini
Menentukan nasipku
serta kebebasanku
! Kenapa dengan Dia...
[Normal Pov]
Pagi hari mulai terlihat terik di-distrik manusia, beberapa cadet sebagian diminta bekerja seperti biasa namun dengan beberapa urusan tambahan yaitu membersikan titan dari kota yang berhasil didapatkan, para peneliti/medis juga nampak dikerahkan guna mengambil sampel serta mengurus jenasa yang masih tersisa dikota itu. Nah kembali ke Naruto dan kawan-kawanya, langkah kaki terdengar disertai ketukan pintu didepan kamar mereka.
TOK-TOK-TOK~
"Ya..!,"Dan kali ini yang membuka-kan pintu adalah Vasuf. "Eh..."Ia menatap Sosok Mikasa yang sudah didepan pintu dengan raut lelah akibat buru-buru. "Ada apa Mikasa? Kenapa rautmu tegang?,"Tanya Vasuf menatap gadis cantik serta gagah itu.
"Siapa yang datang Vasuf?,"Tanya Shino sedang memakai jaket ninjanya setelah ritual pagi (habis mandi), kalau Naruto sedang menyantap roti-kering pemberian salah-satu cadet semalam.
"Makanlah sesuatu!,"Ucap Naruto memberi sebuah apel diatas sebuah nampan. "Kau butuh asupan air!, maaf kami tak bisa memberi kalian air karna ini sisa sedikit untuk kami,"Ucap Naruto.
"Kalian tak perlu memberi aku makanan kalian adalah tamu kami, dan justru membantu kami serta Sakura dalam masalah,"
"Kami tak menyalahkan Kau atau Eren dalam masalah ini,"Ucap Naruto lalu mengelus kepala Mikasa secara spontan.
"Soal kedatanganku,"Ucap Mikasa menatap para pria. "Tadi saat mau sarapan, dan aku dan Armin dipanggil Kepengadilan prihal masalah ini, aku diminta datang untuk membawa kalian kepengadilan,"Ucap Mikasa.
GREP!
"Apa yang terjadi sebenarnya!,"Ucap Vasuf lalu mengenggam punggung Mikasa, dan berdiri ditempat, dengan raut tidak tenang.
"Kemungkinan...mereka akan membahas soal Eren menjadi titan dan Sakura yang memiliki kekuatan itu,"Ucap Mikasa menatap datar namun merasakan hawa mengerikan dari Vasuf.
"Untuk menindak lebih lanjut mari kita lihat selanjutnya,"Ucap Shino dengan kondisi mental paling tenang dari teman-nya.
"Maafkan aku Sakura,"Ucap Eren
Bersamaan kecanggungan nampak terjadi beberapa menit yang lalu.
Sementara yang dimintai maaf hanya memandang cuek dengan apa yang terjadi sebelumnya.
Ceritanya simpel, beberapa menit yang lalu Baik Sakura dan Eren terbangun dengan pose amigu yang nampak menjadikan lengan-nya pada Kepala Sakura, sementara tangan yang lain tengah memeluk Posesif pinggang Sakura yang tertidur disisi-nya. Mereka saling menatap dan ini berakhir dengan kediaman keduanya.
"Sakura...a..aku,"Ucap Eren. Sebelum kedua muda-mudi dikagetkan suara langka kaki yang memasuki area penjara.
TANGGGG!
"Huuumm..."Suara gertakan-plat jeruji besi saat seorang wanita berkaca-mata, datang seolah dia adalah penampakan yang muncul untuk menakuti seperti di tv-tv. Tindakan itu juga membuat Eren termundur ke-kepala kasur.
"Anda siapa?!,"Tanya Sakura datar yang menanggapi kemunculan wanita itu didepan Sel.
"Jadi kau Eren dan Sakura! Ya? Benar? Kalian baik-baik saja...merasa lebih baik atau tidak enak? Maaf membuat kalian menunggu disini!,"Ucap wanita itu yang rautnya memberi raut horror berubah menjadi lebih enak-buat dipandang. "Tapi akhirnya...kalian bisa keluar dari tempat ini!," Ucapnya.
"Apa kami dibebaskan?,"Tanya Sakura.
"Huhuhu...tidak semuda itu manis, hanya saja sebelum kalian keluar musti memakai ini,"Ucapnya menunjukan dua buah borgol ditanganya. Ekspresi Eren serta Sakura nampak terlihat kembali tak nyaman dengan itu, sangat menyebalkan pada akhirnya mereka tetap harus mengikuti aturan yang berlaku tampa memberontak.
"Aku adalah Mayor, namaku Hanji Zoe,"Ucapnya saat langkah semua orang keluar dari sel, terlihat dari gerak-geriknya Hanji orang yang sangat cerewet serta banyak bicara. Sementara Baik Eren dan Sakura tengah tidak nyaman dengan tingkah seorang lelaki berkumis tipis yang tengah mengendus leher Eren. "Ah, dia adalah Mayor sepertiku, namanya Mike Zacharias,"Ucap Hanji.
Wajah Eren terlihat sangat tak nyaman dengan perlakuan dari lelaki itu, dan tingkahnya tidak berhenti begitu saja ia beralih pada belakang tenguk Sakura, bahkan endusanya lebih lama dari mengendus belakang tenguk Eren, membuat semua memandang orang dengan tak nyaman.
"Harum~nya,"Komentar Mike dengan wajah tenang dan kembali mengendus, membuat Sakura menatap menyengit, (apa-apaan ini😒).
"Maafkan dia...dia cuma punya kebiasaan untuk mengendus orang saat ,ia bertemu, lalu setelah puas dia akan tersenyum tipis seperti biasa,"Ucap Hanji hanya menatap sang Mayor disana nampak masih mengendus meski sudah mengambil jarak menjauh dari Sakura lalu tersenyum.
"Memangnya dia anak anjing, cara menilai orang macam apa itu?,"Pikir Sakura dalam hati, dan kembali mengabaikan Mike masih kembali mengendusnya.
"Mungkin karna bau obat atau tanaman herbal,"Ucap Sakura seadaya, menginggat selain dia menjadi ninja Medis ia terbiasa terjun dalam mengurus peracikan obat mungkin bau tanaman itu jadi menempel pada tubuhnya.
"Bau kalian jadi sedikit mirip!,"Ucap Mike dengan santai.
"Ano...soal itu!,"Seketika wajah Eren nampak memerah malu, dan tanggapan Sakura juga nampak tercengan dengankan ucapan Mike, bayangan memalukan sebelumnya jadi kembali teringat lagi.
"Ah maafkan..aku karna aku banyak bicara tak penting,"Hanji nampak menghela nafas kesal, saat mereka sampai pada sebuah pintu, besar aneh didepan mata membuat Sakura menyengit pintu ini mengarah kemana. "Kita sudah sampai,"Ucap Hanji.
"Tempat apa ini!,"Tanya Sakura datar.
"Lebih baik aku tak perlu menjelaskan pada kalian, karna kami tak punya pilihan lain, selain percaya padamu, Eren Yeager,"Ucap Hanji menatap serius raut Eren, sebelum dua-penjaga menyeret Sakura dan Eren memasuki ruangan yang tidak diketahui kemana. "Jadi semoga berhasil,"Ucap Hanji sebelum pintu tertutup.
Suara-rendah berbagai irama lidah terdengar, dalam ruangan itu. Sebuah ruangan indah berornamen putih, serta lukisan abad pertengahan yang dibuat oleh seniman berpengalaman. Serta banyaknya orang yang sudah berkumpul kiri kanan ruangan menunggu keduanya masuk.
"Apa ini yang namanya pengadilan?,"Ucap Sakura dalam hati. Menatap Lega saat menatap sosok teman-temanya yang tengah berada tempat duduk bersama orang-orang sebagai penonton. Tempat ini di-isi oleh para Cadet penting dan beberapa warga sipil yang mendapat undangan.
"Mereka datang karna sesuatu?,"Ucap Sakura kembali melirik Eren yang digiring lebih dahulu, serta tanganya sengaja ditahan oleh sebuah palang besi yang ditancapkan pada belakang punggung agar tahanan tak melarikan diri, sementara Sakura dibiarkan disampingnya dan dibiarkan berdiri sementara, Eren dipaksa berlutut.
"General Pixy ada, Edward juga ada disini!, pengadilan seperti apa yang akan terjadi! Disini.." Desis Sakura menunggu apa yang terjadi selanjutnya.
"Jadi mari saya mulai,"Suara seorang pria muncul terdengar penuh wibawa, duduk diatas sebuah bangku khusus didepan tahanan, lalu membuka sebuah kertas map. "Nama-mu Eren Jaeger dan kau Sakura Haruno ya?,"Tanyanya membetulkan posisi kacamatanya, yang bahkan tak tergeser dari batang hidungnya. "Kini saya bertanya pada Eren Yaeger terlebih dahulu...anda adalah prajurit yang telah bersumpah mencurahkan nyawa pada sang-raja, apa benar?,"Tanyanya memastikan.
"Betul Pak!,"Ucap Eren sedikit canggung.
"Sakura haruno,"Ucap orang itu.
"Ya, saya,"Ucap Sakura datar.
"Anda adalah salah satu orang yang ditemukan di puing diluar dinding, dan memiliki tenaga seperti Raksasa, anda tahu jika anda sangat mencurigakan,"Tanya pria itu serius.
"..."
"Ini kasus yang istimewa, kasus kalian berada diluar hukum biasa karna itu, kami harus mengadakan pengadilan Khusus, dan keputusan terakhir ada padaku,"Utarnya membuat Sakura dan Eren saling memandang. "Kami akan merundingkan...apa kalian hidup atau kalian akan mati,"Desisnya.
DEG!
"Apa kalian tidak keberatan,"Tanya pria itu pada kedua-nya sembari memandang keduanya.
"Tidak Pak,"Ucap Eren menunduk, sementara Sakura hanya mengangguk mengiyakan apa yang Eren katakan.
"Bagus jika begitu,"Ucap Pria itu kembali memperbaiki kacamatanya yang tidak melorot dari batang-hidungnya. "Kalian mau bekerja sama,"Langsung kujelaskan saja...keberadaanmu sudah tak bisa disembunyikan lagi, serta orang-orang aneh yang bermunculan ini tak bisa disembunyikan lagi,"Jelas lelaki itu melirik tajam Eren setelah itu Sakura, serta beberapa Ninja dibangku pengamat dalam sikap diam.
"Apa yang akan dia umumkan,"Ucap Naruto dengan tatapan tajam pada pria yang dianggap menjadi hakim ditempat ini.
"Kami tidak menyebar informasi tentang kalian, dengan cara lain, kami juga harus menghadapi masalah-ancaman lain, selain Raksasa, pengadilan ini akan menentukan apa, dan Fraksi mana yang akan menahan anda berdua, Polisi Militer atau pasukan Militer(Pasukan pengintai) ,"Ucap-nya."Jadi mari kita dengar rencana demi rencana, dimulai dari bagian polisi-militer,"
"Baik saya adalah ketua dari Polisi militer, Nile Dawk,"Ucap seorang dari sisi kiri dengan serius. "Saya akan menjelaskan rencana kami...kami akan memeriksa tubuh Eren dengan jeli, lalu kami akan menindak Sakura agar tak membuat masalah, kami juga akan segera melenyapkan Eren secepat mungkin,"Jelasnya.
"Apa!,"Desis Naruto.
"Semuda itu,"Geram Shino dengan gejolak serangga yang muncul dari sela tanganya, sementara Mikasa yang saat itu juga ada disamping Shino nampak waspada pada pergerakan serangga ditangan Shino.
"Kendalikan...diri kalian,"Desis Vasuf mencoba kalem, dengan suara yang lebih direndahkan agar hanya didengar untuk disekitar teman-temanya, ia mencoba mendetec- kondisi Sakura, dan ia bernafas lega karna Sakura dalam kondisi baik, sementara kondisi Eren nampak berbanding terbalik.
"Sudah jelas, kekuatan Raksasa Cadet itu, telah berhasil menahan penyerangan para raksasa, tapi kepribadian bisa mengindikasi adanya gangguan yang berkemungkinan, menyebabkan sebuah pemberontakan,"Jelasnya menatap Eren seperti serogok daging menjijikan. "Sementara Gadis itu kami juga harus menindaknya kekuatanya diluar nalar bisa menjadi bumerang menghancurkan manusia terakhir seperti kita,"Desisnya.
"Mereka akan numbalkan Sakura serta Eren, ide macam itu,"Desis Armin tak percaya lututnya nampak gemetar lemas, baru saja mendengar ucapan dari kepolisian Militer sudah membuat dia patah semangat.
"SAYA RASA ITU SAMA SEKALI TAK PERLU!,"Desis seorang lelaki berpakaian hitam-pendeta. "MEREKA PUNYA KEKUATAN DILUAR NALAR, MEREKA MENEROBOS TEMBOK TUHAN YANG KERAMAT INI!,"Cerocos pria itu dengan tak puas sembari menunjuk rendah. "ATAS NAMA TUHAN DIA HARUS MATI!," Serunya.
"Siapa dia," bisik Shino, dan kebetulan Mikasa yang ada disampingnya menjawab dengan cepat.
"Dia adalah Pendeta yang berasal dari gereja tembok,"Jelas Mikasa. "Lima-tahun yang lalu tak ada yang menanggapi mereka dengan serius, tapi mereka telah bertindak sejauh ini,"desis Mikasa menahan emosi.
"Pendeta?,"Tanya Naruto bingung.
"Sejenis Biksu, mungkin saja,"Ucap Vasuf menatap datar kedepan. Ia mencoba menyamakan sedikit kemiripan kondisi didunia mereka berasal meski kenyataan sangat jauh berbeda.
"Baiklah...selanjutnya mari kita dengarkan rencana dari Pasukan Pengintai,"Seru Sang Hakim melirik deretan pasukan pengintai, serta para Ninja dideretan itu dengan raut beraneka.
"Baik Pak, saya adalah Kepala-General dari Batalyon Pasukan pengintai ke-13, Colonel Erwin Smith, akan menjelaskan rencana kami,"Ucap Erwin dengan nada tenang.
"Kami singkatnya, akan menerima Eren Yeager sebagai anggota dari pasukan pengintai, kami sudah membuktikan dengan kekuatan Raksasa yang ia miliki mampu membantu menutup lubang pada gerbang yang rusak selama bertahun-tahun dimana kita mengalami kegagalan,"Erwin lalu beralih pada Sakura. "Kami rasa kemampuan Sakura yang diluar nalar sangat akan berguna membantu kami, dalam memusnakan Titan, itu saja," Ucapnya tampa bertele-tele.
Permintaanya cukup membuat gaduh pengadilan, dengan berbagai argumen ada yang yakin, ada yang ragu, ada yang tidak yakin.
"Apa anda yakin tak ada lagi?,"Tanya Hakim serius.
"Iya Pak! Karna dengan memanfaatkan kemampuanya kita ternyata bisa merebut kembali tembok Maria, menurut saya ini sudah jelas ada didepan mata kita,"Ucap Erwin.
"Begitu!, jadi anda akan mengoprasikan itu dari mana?,"Tanya sang hakim lebih lanjut. "Tuan Pixis, Gerbang yang ada di-Trost sudah disegel, bukan begitu?,"Liriknya pada General Pixy yang tak jauh dari samping Erwin.
"Ya, mungkin itu tak akan bisa dibuka lagi,"Sahut pria tua berplontos licin itu dengan santai.
"Kami akan memulainya dari Calanest yang berada ditimur dari sana kita akan mengambil rute baru menuju Shiganshina,"
"TUNGGU! BUKANKAH SEHARUSNYA KITA MENYEGEL SEMUA GERBANG? RAKSASA KOLOSAL HANYA AKAN MENGHANCURKAN GERBANGNYA JIKA KITA MEMPERKUAT PERTAHANAN MEREKA TAK-AKAN MENYERANG KITA LAGI!,"Ucap seorang rakyat sipil, yang menjadi orang diserikat pedagang.
"DIAM KAU BONEKA SERIKAT PEDAGANG!,"
"DENGAN MEMANFAATKAN KEKUATAN RAKSASA ITU KITA BISA KEMBALI LAGI KETEMBOK MARIA!,"Ucap salah satu Cadet dari tim pengintai.
"Jangan sok pahlawan kalian,"Desis pria tadi dengan ratapan depresi yang kentara.
"Kau banyak omong dasar babi-kandang,"Sahut copral disamping Erwin dengan nada sinis.
"Eh!,"
"Apa para raksasa akan menunggu, sampai kalian berhasil menyegel semua gerbangnya?, yang kau maksut adalah 'kita'apa-kah yang kau maksut adalah kalian yang hanya ingin hidup enak dan terus memperkaya diri?...memangnya kau tidak bisa melihat fakta jika ada orang kelaparan karna kita tak memiliki lahan dan sumber daya yang memadai!"
"KAMI HANYA MENYARANKAN AGAR KITA MENYEGEL GERBANG-GERBANG ITU!, KITA AKAN AMAN!," Desis orang tadi dengan tampang bersikukuh.
"CUKUP! BERANINYA KAU MENYARANKAN HAL ITU PADA TEMBOK KERAMAT PEMBERIAN TUHAN KITA!,"Desis tajam serta amarah keluar dari para pendeta.
Semua nampak kacau dan saling beradu argumen, membuat suasana semakin panas tampa ada yang melerai kondisi ricuh pengadilan.
"Gara-gara mereka, untuk memperkuat pertahanan ditembok semua memakan waktu lama sekali...,"Komentar Armin membuat Naruto menatap teduh.
"Salah satu alasan kenapa manusia didinding tak bisa dengan mudah selangkah maju kedepan, dan membuat pasokan bahan makanan dalam tembok berkurang,"Ucap Vasuf mulai menganalisa.
"Ya, tepat sekali,"Ucap Rico yang kebetulan berdiri disamping Vasuf. "Itu alasan mereka memiliki uang dan wewenang,"Desis Rico yang menatap kesal apa yang adu mulut dihadapanya.
"Harap tenang,"Ucap sang Hakim mulai melerai. "Jika anda-anda berdebat atas perbedaan serta kepercayaan, juga opini mari bahas itu ditempat lain, saja, Cadet Jeager, nona Haruno biar aku tanya kalian satu hal, untukmu Yeager bisakah anda akan bertarung sebagai prajurit demi umat manusia?...dan untuk anda Haruno bisakah anda mengunakan kekuatan tak lajim itu untuk kepentingan kemanusia dalam dinding?,"Tanyanya tegas.
"Ya saya bersedia,"Ucap Eren dengan cepat.
"Saya akan membantu sebisa saya,"Ucap Sakura apa adanya.
"Oh...tapi untuk anda Yaeger, kami mendapat laporan dari Trost berkata lain: Anda mengayunkan tinjuan anda kearah Mikasa Ackerman, tepat setelah anda berubah menjadi raksasa,"Ucapnya mulai membaca laporan yang ia baca dari map.
DEG!
"Celaka...Mereka menindak itu,"Desis Vasuf laporan ini akan membuat Eren bisa semakin berat untuk hidup. Mikasa mencoba menutupi bekas luka-nya dengan helai rambutnya namun itu sia-sia.
"Dia tak ingat, karna hilang kendali!,"Desis Armin was-was dalam hati, ini bisa buruk untuk Sakura juga meski dia tak punya kesalahan disini.
"Itu memang terjadi, namun dibalik itu saya menyampaikan jika ketika Eren dalam tubuh Raksasa pernah menolong saya dua kali,"Ucap Mikasa mulai melakukan pembelaan, Mikasa mencoba untuk menjelaskan kejadian ia pernah nyaris dimangsa Titan dan juga kejadian saat ia mengambil jalur melarikan diri saat pelarian dengan Squad yang lain.
"Pertanyaan berusan itu sama sekali tak bisa diterima, karna terlalu terpengaruh dengan perasaan,"Ucap ketua polisi militer. "Mikasa Ackerman, anda diketahui kehilangan keluarga lalu keluarga Yeager mengadopsi anda saat masih kecil,"
DEG!
"Kami mendapat laporan selaku kejadian itu," Pria ketua polisi militer kembali membaca beberapa kertas ditangan. "Eren Yeager serta Mikasa Ackerman saat masih berusia 9 tahun, membunuh seseorang dengan dahli membela diri disaat manusia terancap, akan tetapi kita tak bisa mengabaikan kurangnya rasa kemanusiaan dalam tindakanya,"Ucapnya lagi.
[MANUSA...BRENGSEK! MEREKA RENDAH, MEREKA PANTAS MATI KIDDD! BIARKAN AKU BUMI-HANGUSKAN TEMPAT INI SEKARANG!]
Erangan tak puas kurama terdengar, membuat keempat Ninja mendengar sekaligus merasa ngilu dikepala mereka, Armin serta Rico bahkan tak bisa berdiri dengan tenang disaat aura kurama mulai mengeluar dengan bebas dari Naruto. Saat ini Naruto memilih bungkam untuk menenangkan Emosi dari Kurama, tak ada yang menjamin jika Kurama keluar membumi hanguskan segalanya dalam waktu singkat.
"Jika semua tak berjalan baik kita tak punya pilihan selain bertarung,"Ucap Shino dalam hati dan menyambung koneksinya pada Naruto, Vasuf juga Sakura.
"Kurama juga sangat ingin melakukan 'PENYELAPAN' aku akan menangkanya jangan cemas!,"Ucap Naruto menatap teman-temanya.
"Apa-pun yang terjadi aku harap jangan melakukan sesuatu yang belum pasti kondisinya, aku masih berharap pengadilan ini berakhir damai,"Ucap Sakura menatap kearah tempat penonton.
"Aku juga berharap seperti itu!,"Ucap Vasuf.
"Vasuf-kun bisa kau menyalurkan energi chakra positif pada sekitarmu, aku merasa kau yang paling tahu mental semua orang,"Ucap Sakura melirik Vasuf dalam diam.
"Jika kau berpikir begitu maka akan kulakukan,"Ucap Vasuf memandang Sakura.
Kekacauan kembali perdebatan langsung nampak terjadi diantara 2 kubu, baik Tim-pengintai dan Tim-Polisi militer sepertinya dia juga punya banyak informasi mengenai hubungan Eren dan Mikasa sebelum masuk pengadilan. Mereka mencoba memenangkan Pengadilan ini dan dipuncak akhir Menyudutkan Mikasa, yang mendapat hukuman karna dituduh sebagai penghianat.
"TUNGGU! MUNGKIN SAYA MEMANG MONSTER TAPI DIA TAK ADA HUBUNGANYA!,"Teriak Eren dengan marah berusaha melepas borgol yang mengikatnya. "DIA SAMA SEKALI TAK ADA HUBUNGANYA,"
"HAKIM DAN LIAT GADIS DISAMPINGNYA WARNA RAMBUTNYA ANEH KEKUATANYA DILUAR NALAR! KITA DALAM BAHAYA JIKA DIA ADA DISINI DIA PANTAS SEBAGAI PENBUSAN DOSA!,"Ucap salah satu Polisi militer, yang didukung oleh semua orang minus Tim-pengintai.
PRANGGG!
Suara dentuman borgol dengan kasar dari Eren kembali terdengar, dengan cepat lalu kejadian ini mulai memanas mengakibat emosi Eren mulai tak stabil, sembari berteriak didepan umum, meskipun utaran hatinya tidak sepenuhnya salah.
"Mmmm..Sepertinya harus kulakukan Sekarang..."Desis Vasuf dalam hati lalu membentuk segel jutsu mental tipis untuk meredakan emosi Eren sebelum bertindak lebih jauh.
◇Keepa Jutsu no Maindatooru◇
Namun Kediaman Eren secara tiba-tiba justru langsung mendapat bogeem serta tendangan berturut-turut dari Copral Rivaile yang masuk area persidangan seenaknya dan mulai menghajar Eren.
"TUNGGU COPRAL RIVAILE..."Ucap Ketua Polisi Militer yang nyalinya mulai ciut, dan kondisi ini juga membuat Mikasa emosi serta nyaris menghajarnya jika tanganya tak ditarik oleh Armin. "
"Berani-nya di memukul Eren,"Desis Mikasa mengeram semakin Emosi, meski dia terpaksa diam ditempat karna Armin menahanya.
"Hentikan Mikasa,"Panggil Vasuf datar, membuat Mikasa memberi tatapan pembunuh pada Vasuf yang dibalasnya dengan tatapan anteng.
"Jika kau bertindak, secara gegabah maka Eren semakin dalam masalah! Aku harap tenangkan pikiranmu,"Ucap Vasuf.
"Sakura-chan juga disana! Aku harap kita bisa membantu keduanya dengan jalan Damai,"Ucap Naruto.
"Kalian bisa sesantai ini, padahal nasip salah satu teman kalian dalam masalah,"Ucap Rico dengan pandangan prihatin, pada Naruto, Shino juga Vasuf.
"Kami sebenarnya bukan hanya bersikap santai, atau tidak perduli dengan Sakura-chan,"Ucap Naruto memandang Sakura ditengah sidang. "Tapi kami harus memakai otak, dalam menghadapi setiap masalah, Otot tidak menghasilkan apa-pun, jika tidak dipakai dengan tepat!,"Ucap Naruto dengan nada-lemah, tatapan Naruto nampak begitu Serius, dia sudah jadi ninja dewasa yang bisa menempatkan pikiranya, bukan berakhir dengan aksi yang konyol seperti dimasa lalu.
DUAKH!
PANK!
"Apa,"Utar Copral sembari berhenti menghajar Eren lalu meletakan Kaki-nya diwajah Eren.
"Ini tindakan yang berbahaya! Bagaimana jika dia mengamuk dan berubah jadi raksasa!,"Jawabnya dengan nada tergetar.
"Bicara apa kamu General?,"Tanya sang Copral dengan gestur menantang. "Bukankah awalnya kalian ingin berusaha mendapatkanya agar bisa membedahnya,"Ucap Copral itu lalu menarik kasar rambut Eren.
"Benar!,"Ucap Vasuf setuju.
"Dari yang saya dengar ketika dia berubah menjadi titan dia membunuh 20 raksasa lainya, sampai tenaganya terkuras habis, akan tetapi andai dia musuh kita ini mungkin menyebabkan masalah yang tak sebanding dengan informasi yang didapat...meski dia bukan tandingan kita, atau tandinganku, lalu bagaimana dengan kalian?,"Tanya-nya dengan nada dingin. "Pikirkan baik-baik! Apa kalian sangup membunuhnya,"
Lalu jika informasi tentang Gadis-aneh ini, serta teman-teman-nya bukankah ini bisa menjadi peluang bagi kita maju selangkah, tidak perduli gadis itu iblis atau apa!,"Tanyanya.
Mendengar itu Sakura hanya menyengit datar, lalu membuang pandangan dari sang Copral. "Aku seaneh itu...Rambut putih seperti Rico san banyak dinegaraku,"Ucap Sakura dalam hati.
Atas tindakan Sang Copral juga usulan-kalem dari Erwin, hasil akhir dari pertikaian antar Pasukan pengintai serta Pasukan polisi militer, membuat sebuah usulan kemeja hakim, dan usulan itu dimenangkan oleh Pasukan pengintai, Eren akan ditetapkan sebagai Cadet-resmi, dalam bimbingan Cadet Realevai, lalu Sakura masih dalam opsi diawasi dari dua kubu, dia bisa menjadi apa yang Tim pengintai mau tapi dia juga dia tak bisa dilepas dari Tim-Polisi militer begitu saja.
"Mulai sekarang kalian berada dalam bimbinganku, jadi ingatlah untuk menjaga sikap dengan apa yang aku perintahkan,"Ucapnya pasca pengadilan sudah selesai, dan satu-persatu meninggalkan ruangan, beberapa Cadet ikut membantu melepaskan borgol Eren.
"Tapi Copral saya masih-,"Ucap Eren dengan Ragu suaranya masih agak serak pasca dihajar oleh sang Copral.
"Jika kau ragu maka kau akan mati! Tidak berguna,"Ujar Sang Copral membuat Sakura disamping Eren hanya menyengit, setidaknya bisakah Levi sebagai Copral yang sudah memiliki tanggung jawab pada Eren atau dirinya dapat memperbaiki timbre suaranya.
"Aku tahu Cop.."Ucap Eren dengan nada Lemah serta masih sangat ragu, serasa Eren belum cukup percaya diri bisa bergabung dengan Unit Khusus Pengintaian serta dibawa pantauan orang yang dianggap terkuat didunia.
"Tampang ragumu terlihat Memuakan Yeager!,"Ucap Sang Copral lalu mendekati hendak menghajar wajah Eren karna terlihat lemah.
DUAGGG!
PAGGG!
"Kau berani juga!,"Ucap Copral Rivaille, melirik Sakura yang dengan Rivaille bergerak memblok tendangan Pria itu, dengan kaki-nya membuat semua orang takjub melihat kemampuan Sakura.
"S-sakura,"Ucap Eren dengan tatapan terkejut, karna meski dalam kondisi terborgol Sakura masih bisa melawan.
"..."Sakura nampak terdiam lalu memperbaiki sikap berdirinya sebelum-nya lalu melirik pria itu. "Terimakasi komentarnya,"Ucap Sakura sembari melirik Eren disampingnya dan beberapa orang Cadet datang membawa mereka pergi.
"Mmm,"
"Karna sepertinya aku tak punya banyak pilihan,"Ucap Sakura menghela nafas lelah menatap mata Sang lelaki, yang setinggi denganya.
"Aku mau tahu Namamu? Namaku adalah Rivaille ackerman, kau bisa memanggilku Copral Levi ackerman, karna kau juga Yeager saat ini ada dalam pengawasan-ku juga,"Ucap Copral Levi.
"Namaku Sakura Haruno, Baiklah aku akan memanggil anda Copral Levi,"Ucap Sakura dengan nada datar.
[BERSAMBUNG]
[SENIN-1-OKTOBER-2018]
Lightning Shun Note :
Yo..! Aku kembali dengan cerita-nya dua part ini dan belum saya Revisi (Autodigebukmasa) ya ini saya lakukan karna penyebab saya hiatus lama, dan saya mencoba untuk memberikan cerita yang lumayan banyak (sebanyak 2 part) dalam sebuah cerita, takutnya saya kebentrok sama pekerjaan dan saya memphp, jadi saya mencoba membuat cerita sesuai Fell dan akan up berdekatan selama bisa all jadi moga-moga kalian suka cerita ini...dan sampai jumpa dicerita lainya.
By Lightning Shun 🍒
