Warning :(Sebelum baca cerita ini) Settingan cerita adalah Akhir perang dunia ninja, dan unsurnya setengah diambil dari Naruto-online, dan digabung dunia dari kisah Naruto-real.
Warning :
Beberapa plot dirubah [dengan sengaja] untuk membuat ceritanya sedikit nyambung jadi mohon pengertianya
Budayakan Vote/Komen sebelum baca
Dairy :
Disaat ini dalam kondisi ini
Mau tak mau kita harus memilih
Apa aku yakin dengan ini atau mereka yakin, Aku tak bisa percaya sepenuhnya.
Normal Pov :
"Apa yang kau katakan Naruto, kenapa kau masih membahas soal ini, kau sudah melakukan semua dengan segenap kemampuanmu, kau tak berutang apa-pun terhadap janji kita,"Ucap Sakura dengan nada sendu.
"Tapi Sakura, Sasuke tidak kembali!,"Ucap Naruto.
"Kau tahu, kita tak perlu membahas ini?,"Ucap Sakura dengan nada tegas. "Dia tak kembali karna menginginkan-nya, dia harus menebus kesalahan Klanya dimasa lalu, dan itu bukan masalah secara garis besar kau sudah menyelesaikan janjimu,"Ucap Sakura.
"..." Naruto terdiam memandang telapak tangan Sakura yang digenggam-nya dengan tatapan getir.
"Hentikan Rasa bersalahmu, Kau sudah melakukan apa yang kau bisa, yeah meski Dia pergi dalam waktu lama dan aku kembali tak bisa mengapainya dan sejujurnya aku patah hati!, tapi lihat hasilnya Naruto berkat usaha kerasmu, kau berhasil membuat semua orang mengakui keberadaanmu, usaha serta kerja keras yang kau lakukan untuk penduduk desa yang dilanda peperangan, lihatlah pada kenyataan, kau menyelamatkan aku, kau menyelamatkan Sasuke, janji yang kita buat waktu kecil adalah hal yang tidak perlu kau ungkit, bagiku semua ini adalah sesuatu yang lebih berharga melebihi apa-pun,"Ucap Sakura dengan nada hangat.
"Kau yakin?,"Tanya Naruto.
"Kau tidak percaya? pada Saudara perempuanmu ini?,"Tanya Sakura tersenyum manis, lalu keduanya saling berpelukan.
"Kurasa aku percaya padamu Imoto," mau tak mau keduanya tersenyum. Perasaan keduanya yang awalnya cinta masa kecil yang tek-balaskan, juga Cinta tak tergapai berubah menjadi perasaan berbeda sebelumnya, sebuah hubungan intim sebagai saudara tampa hubungan sejarah.
Disamping itu dua, orang temanya (Shino dan Vasuf) hanya terdiam diatas kasur dengan posisi pura pura tidur, dengan mengabaikan keheningan sampai kantuk membawa mereka hingga pagi menjelang.
Sakura terdiam melewati lorong memandang sekitar dengan wajah datar, Seperti yang diduganya bahwa penampilanya cukup mendapat banyak perhatian hari ini dari pada Cadet, ia tak mengenakan baju-ninjanya melaikan memakai seragam seperti Cadet lain-nya, saat ini dia kembali kebetulan ia menuju 'kamar' karna mengambil beberapa keperluan.
CLKEK
Suara pintu terdengar pelan menampakan sosok Shino, disana sembari mengunakan seragam dan memasang tudung pada kepalanya (Model pakaian Shino mirip dengan pakaian Annie karna baju dalamnya adalah suit hoodie), tak ketinggalan kaca mata hitam yang selalu melekat dibatang hidungnya. "Kenapa kau kembali lagi? Naruto dan Vasuf sudah berjalan kekantin bareng Mikasa, Armin,"Ucap Shino.
"Maaf aku datang membawa ini,"Ucap Sakura membawa bungkusan besar tampa merasa beban sama sekali.
"Apa ini?,"Tanyanya memandang dus yang diletakan diatas meja samping kasur, dan Shino nampak begitu tertarik mendengar itu Sakura hanya tersenyum sembari memandang Shino.
"Ini adalah Tas-Tas dan perlengkapan kita yang sempat ditahan ? Sebelum aku disini aku pergi menuju Kantor Leader Erwin ia memberikan ini padaku,"Ucap Sakura. "Susulah yang lain aku akan merapikan barang barang kita dulu, sebelum pergi sebentar aku akan menyusul,"Pinta Sakura namun Shino menatap engan.
"Tidak aku bantu, sebelum kita pergi menyusul yang lain bersama, aku akan membantu memeriksa semua barang-barang itu,"Ucapnya mulai mengeluarkan tas dan berapa barang dari dus.
Cukup banyak barang dikeluarkan, dan mereka mengamati satu-satu barang yang dimiliki dan beberapa suplai senjata berupa kunai yang dibawa, ada dua pulu lebih scrols tersegel berisi barang pribadi mereka yang untungnya tidak hilang. "Nampaknya semua aman,"Ucap Shino memandang Scorls dengan beberapa ukuran sedang, dan panjang. "Nampaknya didunia ini tak ada Ninja yang bisa membuka segel, bagi mereka benda ini hanya Fragmen biasa,"Ucap Shino.
"Kau benar,"Ucap Sakura memusatkan pandangan lelahnya pada apa yang didepanya, namun matanya membulat saat menemukan Plat-Perak yang ada dalam tasnya. "Shino!,"Ucap Sakura memperlihatkan sebuah Plat-Perak indah berbentuk dari lambang kebebasan, yang membuatnya sedikit merinding.
"Benda ini bukankah, sesuatu yang kau pungut sebelum kita sampai disini,"Ucap Shino merebut benda itu dari tanganya Sakura dan memeriksa benda itu yang nampaknya hanya lempengan aksesoris semata.
"Uhummm..."Ucap Sakura mengangguk dengan serius, dahi lebarnya menyengit tajam, sebuah misteri muncul dengan sendirinya membuat otak pintarnya merasa bingung.
"Simpanlah,"Ucap Shino menyerahkan plat itu pada Sakura. "Kita akan membahasnya bersama Vasuf dan Naruto disaat yang tepat,"Ucap Shino sembari kembali menyegel yang berupa barang pribadinya sendiri dalam sebuah Scorls berukuran kecil dan memasukan kesaku celanaya.
"Kau tak menyimpan barang kita dalam lemari?,"Tanya Sakura memandang datar dan Shino menggeleng.
"Kita bahkan belum percaya pada mereka sepenuhnya, ada baiknya semua barang masing-masing dimasukan dalam Scrols dan membaginya pada Naruto dan Vasuf,"Ucap Shino dan Sakura mengangguk.
Jangan remehkan klan Amburame meski para klan Nara adalah klan yang penuh taktik juga cerdas ditakuti Konoha, Klan amburame memiliki sisi Defensif pada lingkungan dan sekitar mereka orang berbahaya selain Defensif
dan gampang insting dalam merasakan bahaya, layaknya serangga yang selalu menjaga teritori tempatnya dari pemangsa.
"Jadi apa kau melihat mereka berdua tadi?,"Tanya Shino lalu memasukan salah satu Scorls dikantung seragamnya dan diikuti Sakura keluar dari kamar.
"Kalau tak salah mereka berdua mengikuti Armin? Mungkin ke kantin,"Ucap Sakura mengikuti langkah Shino keluar dari kamar.
[Kantin]
Setelah waktu berselang untuk berkeliling disekitar base dari Tim pengintai membuat Naruto dan Vasuf mencoba mengingat semua area terdekat yang dilewati, dibantu oleh juru-jalan yaitu Armin. Rencananya para ninja akan memindahkan semua barang nanti sore kekamar baru dibase pengintai setelah kamar itu siap, saat ini mereka hanya akan diperkenalkan oleh para regu saja.
"Ini kantin bebas, tak jauh dari kamar tamu kalian, kantin ini digunakan oleh base Team militer, juga ya meski di setiap base memiliki ruang dan kantin masing-masing khusus yang ini kami pakai bersama,"Jelas Armin.
"Disini cukup Luas juga, cocok untuk berkumpul,"Ucap Vasuf berkomentar sembari menatap salah satu sudut bangku meja ruangan, terdapat sosok pria yang akan menjadi komandan mereka nantinya, Cap Erwin menugasi Cop Levi untuk membimbing mereka nantinya, terimakasi atas bantuan Telinga Mikasa juga Armin yang aktif dan gampang memberi info pada mereka.
'Cara minum yang aneh?,' Pikir Vasuf.
"Bau harum apa ini! Mendengar baunya saja aku sedikit keroncongan,"Ucap Naruto dengan menghelah nafas dan tersenyum lebar, ia mengusap perutnya yang berkotak-kotak terbalut setelan serangam saat ini.
"Sayang sekali kau belum bisa mendapat makanan saat ini, petugas kantin dan para Cadet yang bertugas dikantin akan menyajikan makanan setelah jam 10 nanti. Latihan kita dimulai jam 11 untuk 1 minggu kedepan,"Jelas Mikasa membuat Naruto hanya menghelah nafas.
"Memangnya ada masalah apa?,"Tanya Vasuf.
"Kalian ingat saat kita semua merebut Wall luar dan menutup lubangnya dengan batu itu?,"Tanya Mikasa, sembari menyengitkan pandangan. seluruh kontribusi makanan pangan, tenaga dan suplai diberikan pada ekspedisi dadakan untuk menghilangkan tittan yang masih ada disana, sampai orang sudah bisa memakai kembali wilayah sana,"Jelasnya.
"Jadi jatwalnya jadi berubah dan terlambat, apa boleh buat sayang sekali!,"Ucap Naruto menaikan sebelah alisnya, sementara Armin hanya mengangguk antusias.
"Umm...teman-teman ayo kita duduk disana, apa kalian mau bicara sambil berdiri,"Tegur Armin membuat semua tertawa kecil, lalu Armin memilih meja yang tak jauh dari jendela yang terbuka, dan juga Kitchen-bar.
"Vasuf! Naruto!,"Sebuah sapaan terdengar dari seseorang dan itu Eren yang ikut nimbrung bersama mereka.
"Eren bagaimana kondisimu sudah lebih baik!,"Tanya Naruto saat Eren yang ternyata duduk disampingnya.
"Lebih baik...tubuhku diluar dugaan berengenerasi dengan cepat,"Ucap Eren memandang tangan-nya sendiri.
SET!
"Terdengar familiar dengan seseorang,"Sebuah suara wanita mengangetkan mereka semua memandang Shino dan Sakura sudah ada disana. keduanya akhirnya mengambil tempat disebelah Armin dan Mikasa yang kosong.
"Kapan kalian datang?,"Tanya Armin.
"Barusan? Kami baru saja dari kamar, dan akhirnya kami menemukan kalian,"Ucap Sakura. "Oh ya Vasuf! Naruto! aku ingin memberi sesuatu pada kalian,"Sela nya.
"Ada apa!?,"Tanya Vasuf.
"Ada masalah?!,"Tanya Naruto melirik Sakura, dan gadis itu mengeleng pelan.
"Aku ingin memberi ini!,"Ucapnya Sembari tersenyum menyerahkan Scorls biru dan Scorls merah pada mereka.
"Ini?,"Tanya Naruto.
"Itu isinya barang-barang kalian, kebetulan barang-barang sudah kembali, dan ini dia,"Ucap Sakura menjelaskan dengan singkat.
[DITEMPAT LAIN:]
Disebuah pemukiman warga tampa penduduk karna sudah tertinggalkan muncul portal terlihat seorang gadis bersurai Navy-black bergaun gohtik layaknya boneka keluar dari portal itu.
"Uh! Bau busuk menyengat sekali," Gadis itu merincingkan mata dan menatap sebal sekelilingnya.
Mata indahnya yang berwarna keabu-abuan, memandang sekitar kelakuan tingkah Titan tidak jelas sekitarnya, dengan mengembungkan pipi, nampaknya mood-nya jadi kurang baik sekarang.
Pip! pip! pip!
Sebuah Walke-tokie nampak dikeluarkan dari sakunya, karna sebuah suara seperti Jam Alaram, membuat dia menghela nafas penuh. la lalu memencet sebuah tombol di alat itu.
"Yeah! ini Dola?,"Ucap Wanita itu. "Aku sudah datang, ketempat ini apa ini tempat yang benar?,"Ucap Dola. "Aku akan mengirim koordinator masa dan tahunya, aku harap kalian tahu harga berapa untuk misi kali ini,"Ucap dengan nada meninggi.
"...~"
"Kalian berhutang padaku jika, ini berhasil kalian mengerti, kenapa pihak perpustakaan yang lain tak mau mengambil barang itu,"Ucapnya mulai berdebat entah pada siapa.
"...~"
"Justru karna berbahaya,"Ucap Wanita bernama Dola menatap sekitar serius. "Kalian harus membayarku mahal di muka,"Umpatnya cetus sebelum mematikan sambunganya cepat.
Jangan sebut aku Maria Dola sang Hunter time jika aku tak bisa mendapatkan apa yang diminta.
[BERSAMBUNG]
[SELESA-05-FEBRUARI -2019]
*Remek Chapters*
