Warning :(Sebelum baca cerita ini) Settingan cerita adalah Akhir perang dunia ninja, dan unsurnya setengah diambil dari Naruto-online, dan digabung dunia dari kisah Naruto-real.

Warning :
Beberapa plot dirubah [dengan sengaja] untuk membuat ceritanya sedikit nyambung jadi mohon pengertianya

Budayakan Vote/Komen sebelum baca


Dairy :

Aku tidak tahu Fisi atau apa yang bisa kuraih dimasa depan karna manusia hanya bisa merencanakan dan hasil Akhir ada pada kita dan juga kekuasaan tuhan.
Akan tetapi jika bisa, aku hanya mencoba melakukan yang terbaik untuk mencoba membantu nyawa siapa pun, saat mereka ada didepanku


Normal Pov :
Sakura menyadari banyaknya perbedaan antara dunianya dan dunia ini, seperti salam hormat, cara berbicara, tata hidup dan makanan pokok mereka. Saat ini Sakura dihadapkan pada banyaknya perubahan.

Contoh kecilnya sebuah sup kentang campuran sayuran hijau juga daging rusa atau daging bebek,(ada pula babi panggang sebagai menu pilihan) beberapa roti besar sepertinya disini sebagai karbohidrat mereka adalah umbi-umbian atau roti, bukan nasi seperti di Konoha. "Lagi-lagi kamu terlihat diam saja Sakura-san?,"Tanya Vasuf.

"Maaf Vasuf-kun aku hanya merasa ke pikiran beberapa Hal!,"Ucap Sakura kala memandang tengah bersandar di salah satu pohon dan menunggu, kabarnya hari ini Copral dan beberapa mentor mengumpulkan Rookie, Cadet terbaru (termaksut mereka) untuk ikut latihan bersama terlihat tak jauh dari Mereka berdua Naruto terlihat ngobrol panjang dengan Eren dan Armin, dan disampingnya Shino dan Mikasa yang juga ngobrol dengan gaya dingin.

Sakura tak mengeluh untuk apa yang didapatnya sekarang justru dengan semua perubahan ini bisa membuatnya lebih bersyukur dan menghargai hidup dan waktu. dilihat dari para Ninja lain pun nampak tenang dan tak mengelu bahkan Naruto selalu menjadi penyelamat dan penyemangat secara pribadi juga mental. "Sakura Chan /Vasuf saatnya berkumpul,"Ucap Naruto memanggil mereka dari kejauhan membuat Vasuf mengangguk dan Sakura hanya diam mengekori pemuda berambut hitam itu.

Ketika mereka berkumpul dalam barisan sesuatu yang unik pun kembali terjadi meski Naruto dan lainya berusaha untuk tetap terbiasa dengan sekitar, beberapa Cadet muda sekitar mereka belum terlalu terbiasa dengan sosok baru disekitar mereka apa Para ninja itu terlihat seperti mahluk langka yang memiliki rambut, dan dengan gerak-gerik yang lain, bahkan pemimpin squad Cadet terlihat sangat segan mementori para Ninja, meski ia mencoba untuk terlihat cool dan tak ingin menjatuhkan image menyeramkan serta tegas diwajahnya.

Disebuah sisi Sakura sempat ditanya fisi dan misi bergabung dengan Squad pengintai, sebelumnya sang mentor bertanya pada seorang gadis bernama Shasha dan gadis itu diomeli habis-habisan, karna jawaban yang terdengar kurang meyakinkan bahkan gadis itu masih makan kentang saat dia berada dibarisan.

"Nah Cadet Haruno, berikan aku jawabanmu yang tegas sekarang juga apa yang akan kau berikan secara pribadi dan sesuatu yang akan kau raih dimasa depan?,"Tanya Mentor dengan pandangan serius, dan itu berhasil membuat Eren dan Armin juga para Cadet (Terkecuali Mikasa, dan Shinobi lain) nampak terlihat gemetar dan sebagian begitu datar tampa ada expresi takut.

"Aku ya?,"Sakura menghelah nafas datar dan rautnya mendingin seolah tengah berpikir dengan panjang. "Aku tidak tahu Fisi atau apa yang bisa kuraih dimasa depan karna manusia hanya bisa merencanakan dan hasil Akhir ada pada kita dan juga kekuasaan tuhan,"Ucap Sakura menundukkan wajah ke tanah lalu memandang wajah temanya satu satu. "Akan tetapi jika bisa, aku hanya mencoba melakukan yang terbaik untuk mencoba membantu nyawa siapa pun, saat mereka ada didepanku," Ucap Sakura mengikuti kata hatinya.

PLOK!PLOK!PLOK!

Mendengar itu sebuah sorak sorai tepukan semuanya Cadet pada Sakura. sementara Naruto, Vasuf dan Shino hanya memberikan senyuman, Naruto hanya menunjukan jempolnya, Vasuf hanya mengepalkan tanganya juga memukul dadanya pelan dan Shino hanya merespon dengan anginan setuju sebagai bentuk penghargaan atas kata kata Sakura yang membuat keyakinan mereka bangkit.

Sakura tak pernah memikirkan banyak hal yang ingin kulakukan apa yang ia bisa untuk sekarang dan masa depan. dan Hari itu adalah hari perkenalan mereka dan Eren masuk dalam pasukan pengintai.


[Bekas Markas Pasukan pengintai di area hutan Tros]

Sebuah kastil lumayan besar yang berada dihutan Tros memiliki sisi misteri tersendiri konon kabarnya Kastil ini didirikan sebagai pusat diawal pembentukan tim pengintai di bentuk, akan tetapi lokasinya cukup jauh dari Tembok dan sumber mata air membuat team pengintai dipindahkan diarea tembok kedua yang memiliki cukup sumber daya, tapi setelah adanya keberadaan Eren membuat berbagai pihak memutuskan untuk memakai tempat itu kembali guna menjauhkan Eren dari mata-mata, atau ganguan lainya.
Dari pusat kota mereka menempuh perjalanan mengunakan tunggangan Berupa kuda, dan melewati hutan semak belukar yang lama tak terjamah, Bagi para Ninja nampak terbiasa dengan pemandangan itu, akan tetapi beberapa Cadet terlihat kurang suka keputusan itu, dikarnakan lokasi dan jauhnya fasilitas akan berbagai hal, mereka lebih suka pada markas dikota.

"Jangan anggap Remeh Hei kalian pemula?,"Seruan seseorang Cadet yang nampak menatap Remeh mereka, lalu pandangan-nya teralihkan pada Eren yang berkuda disampingnya. "Ingat ya meski kau ini Raksasa, akan tetapi jika kau macam-macam kau akan menyesal dan Copral Rivaille tak akan se-,"

DUANGGGG!

Belum menyelesaikan ancaman ya, tak sengaja kaki kuda miliknya menghantam sebuah kerikil membuat kudanya terhentak dan tiba-tiba tak sengaja dia mengigit lidahnya sendiri hingga berdarah. Eren yang panik mencoba menenangkan pria itu dan Naruto yang disebelahnya ikutan panik.

"Oi anda tidak apa apa!,"Tanya Eren.

"Dia berdarah!,"Ucap Naruto.

Sementara Itu tak berlaku pada Shino yang berkuda diarea paling depan, bersama Vasuf. Sementara Sakura yang kebetulan berkuda paling belakang disamping Levi hanya berbicara dengan nada kecil. "Ceroboh!,"Desisnya sebelum membuang pandangan kearah hutan yang menurutnya lebih menarik untuk dilihat.

"Kau terbiasa dengan suasana Hutan?,"Tanya seseorang dan itu adalah Levi membuat Sakura lalu memandang Sang Copral dengan tenang, pria super cetus sekaligus serius itu nampak memandangi bagaimana Reaksinya, tadi ia tak sengaja bertemu tatapan dengan Eren dan Terlihat Eren sangat ketakutan melihat raut dari Levi, sementara Sakura saat memandang Levi hanya terlihat dingin seperti biasa.

"Menenangkan..."Ucap Sakura Lagi segera menutup matanya dan membiarkan paru parunya menyerap oksigen bersih, sudah berapa hari ia mendapat cukup masalah dan membutuhkan sedikit waktu untuk masa-masa tenang. akhirnya kedua mahluk itu kembali diam seolah tak ada lagi percakapan yang penting.

Sesampainya mereka disana mereka menatap Kastil yang sudah sangat usang kemungkinan pembersihan-nya sangatlah jarang dan Terlihat beberapa kontruksi bangunan baru tengah disiapkan dan belum selesai, semua nampak berdebu juga Usang butuh beberapa hal yang perlu dilakukan agar tempat itu layak huni.


Shino Here■

"A-ano,"Sebuah panggilan terdengar pelan, saat sebuah perintah diberlakukan saat nya membersihkan seluruh gedung oleh anggota oleh Levi semua orang membagi tugas di masing-masing tempat Shino nampak sibuk membersihkan sebuah ruangan yang berupa gudang yang penuh sarang laba-laba, dia tak mengerti itu ruangan apa, akan tetapi terdapat kotak kotak kayu dan juga beberapa drum-drum bekas. Ia lalu mengambil salah satu Drum kosong. "Aku tak ingin membunuh kalian jadi," Ucap Shino lalu meletakan tanganya dilantai mengunakan kemampuannya sebagai pengendali Serangga.

◇Stasyu no Jutsu◇

Sebuah lambang Serangga muncul disekitar tanganya, dan jaring Chakra lalu nampak terkonek keseluruh dinding, ia memerintahkan para Laba-laba berbondong-bondong masuk kedalam Drum secara otomatis, beberapa serangga juga keluar dari tubuhnya keluar sebagian dan membantu memakan jaring sisa laba laba yang ada di atas sudut langit-langit hingga bersih.

"Ahh apa apaan itu?,"Tanya seorang wanita muda nampak menjerit melihat puluhan Laba-laba masuk dengan sendirinya dalam drum secara beraturan seperti barisan segerombol semut.

"Aku hanya tak suka membunuh Serangga aku berencana mengeluarkan Laba-laba itu dan dibuang ke hutan,"Ucap Shino datar seolah tak ada yang salah disini namun Gadis itu nampak masih berusaha menjaga jarak dari Drum yang hendak diangkat Shino. "Kau tidak apa-apa tenang saja mereka tak akan menyerangmu,"Ucap Shino.

"Aku hanya sedikit jijik maaf,"ucapnya memasang raut bingung lalu mengenggam erat sapu yang dipegangnya. "Aku dengar dari Captain dan Copral kalian satu satu memang memiliki kekuatan khusus bersamaan dengan Cadet bernama Eren,"Ucapnya dengan tatapan engan.

"Ya memang benar, tapi aku tak mau repot repot menyerang kalian apa lagi kami sudah melakukan perjanjian untuk ikut team pengintai,"Ucap Shino kembali memandang Serangga miliknya yang terbang dan masih memakan jaring diatas kepala mereka, sementara pasir diruangan itu tetap dibiarkan untuk dibersihkan oleh Shino dan dibantu Perempuan itu.

"Oh ya!,"Ucap Perempuan itu mencoba menghilangkan rasa canggung. "Namaku Petra, mulai sekarang bisa dibilang aku adalah Senior kalian mohon bantuan ya,"Ucap Petra menundukan wajahnya entah kenapa pipinya memerah tampa disadari.

"Shino Amburame,"Ucapnya dengan nada datar, dan keduanya saling berjaga tangan dengan keheningan keduanya mulai kembali menyelimuti.

"Apa yang sedang kalian lakukan?,"Sebuah suara terdengar keras dari juga tegas dari pintu membuat Petra memandang Canggung seseorang di pintu, melepas langsung genggaman tangan mereka, membuat Shino langsung mengangkat Drum besar berisi laba-laba itu.

"Kami hanya berkenalan Copral,"Ucap Petra dan kebetulan itu adalah Levi, dan Eren yang memasuki ruangan terlihat Copral Levi mengenakan kain berbandana putih dan sebuah celemek putih dapur, membawa kemonceng.

"SHINO KOLONI SERANGGA MACAM APA ITU!,"Sekarang Eren yang berteriak dengan nada terkejut dengan cepat Shino pergi begitu saja, dan ketiganya tak sengaja banyak ratusan Laba-laba mengikuti Shino kearah luar.

"Jangan Panik Eren mereka dalam kendali ku," kalau begitu saya permisi,"Ucapnya dan berlalu.

Sejujurnya Levi merasa Takjub dengan apa yang dilihat hari ini saja dia sudah menemukan sebuah hal yang tak bisa dibayangkan, bagaimana yang lain, apa dia akan semakin terkejut dengan kemampuan Eren juga orang-orang baru dengan kempuan yang tak biasa itu.


[BERSAMBUNG]
[SELESA-02-APRIL -2019]
*Back Chapters*


AuthorNote :
Halo Guys bagaimana kabar kalian :3
Apa Kau masih mengenali diriku, maafkan daku yang sudah lama tak muncul dipermukaan karna kesibukan kerja, ya maklum saya juga butuh uang demi mengusung kehidupan...Ya untuk bagian ini maaf jalanya ceritanya agak lambat karna seperti yang kalian tahu saya mengambil seting alur Aslinya jadi ya saya mengikut alurnya terkecuali ending dari seaseon pertama nanti bakalan beda, tapi nanti.

Jadi saya minta maaf untuk tepatnya semua Series Lightning Shun.

Salam dan Peluk.
[Lightning Shun]