Disclaimer : Naruto Masashi x Kishimoto

Mobile Legends x Montoon

Rated : T

Genre : Friendship, comedy

Warning : Bocah epep dilarang baca, mengandung kata-kata kasar, dikhususkan untuk player emel dan orang yang ngerti aja,

Happy reading...

12 November 2018

Semilir angin musim gugur menerpa helaian rambut merah muda Sakura, gadis itu berjalan setengah berlari, dengan tergesa ia ingin segera sampai ke rumah. Emerald itu melirik arloji yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

Pukul 17.00

Kening lebar itu mengerut, Sial ibu pasti akan memarahiku, ucapnya dalam hati.

Sakura semakin mempercepat langkahnya, tidak peduli jika seragam SMP itu basah oleh keringat, toh dia sudah lulus, ini juga mungkin terakhir kalinya dia akan mengenakannya.

Memang benar, gadis itu, Haruno Sakura telah lulus SMP, wisuda pelepasannya telah dilaksanakan dua minggu yang lalu. Hari ini mengenakan seragam SMP nya lagi karena harus mengikuti tes masuk di SMA favorit di kota Hokkaido. Konoha Gakuen adalah sekolah impiannya.

Konoha Gakuen adalah SMA terbesar di Hokkaido dan telah bertaraf internasional. Gedung sekolah itu terletak dipinggiran kota, dan hanya beberapa blok dari kediaman keluarga Sakura.

Matanya melirik ke jalanan kosong disampingnya, seolah mencari seseorang, seseorang yang selalu berjalan disampingnya. Helaan nafas keluar dari mulutnya, ketika ia tidak menemukan apa yang dicarinya.

Lebih tepatnya, dia merindukan sahabat sejak kecilnya. Yamanaka Ino selalu satu sekolah dengan Sakura bahkan semenjak taman kanak-kanak. Mereka berdua juga selalu berangkat dan pulang bersama, dikarenakan rumah mereka yang berdekatan.

Ino kemarin berangkat ke Tokyo untuk melanjutkan sekolahnya, Gadis itu mendapat beasiswa dari sebuah sekolah menengah kejuruan dengan jurusan kecantikan. Kehandalannya dalam ber-make up membuatnya dengan mudah lolos dalam bidik misi yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Ino pergi ke Tokyo, dan Sakura masih tetap di Hokkaido. Ino lolos dengan mudahnya, sedangkan Sakura harus belajar keras demi masuk sekolah impiannya.

Tes masuk Konoha Gakuen, dilakukan melalui platform komputer. Server yang down merupakan kendala wajar dalam ujian berstandar komputer. Dan itulah yang menimpa Sakura.

Sakura sebenarnya berada di sesi kedua, yaitu pukul 10.00 sampai dengan pukul 11.30. Perbaikan server membutuhkan waktu berjam-jam lamanya, Sakura mau tidak mau akan mendengar ceramah panjang ibundanya karena terlambat pulang.

Kaki ramping itu terus berjalan, hingga sebuah lampu penyebrangan jalan menghentikannya. Gadis itu menggerutu tidak sabar, detik demi detik lampu merah pejalan kaki terasa sangat lama. 25 detik kemudian, lampu berubah warna menjadi hijau.

Sakura melangkahkan kakinya lebar-lebar, dengan perasaan kesal yang menyelimutinya, ia ingin sekali merobohkan lampu penyebrangan yang menghambatnya perjalanannya.

Baru setengah jalan dirinya dikejutkan oleh teriakan orang-orang disekitar sana. Ketika kepala merah muda itu menoleh, sebuah motor bebek melaju kencang kearahnya. Terlalu dekat, menghindar pun tidak sempat, dan dalam kedipan mata, semuanya menjadi buram bagi Sakura.

xXNXx

15 November 2018

Emerald itu kosong, redup seolah tidak memiliki setitik pun cahaya kehidupan dalam binarnya. Hari ini sebuah berita meluncur manis dari bibir seorang dokter yang menangani perawatan Sakura.

Berita itu mampu melemaskan lutut Mebuki, dan membuat Kizashi terhuyung dengan tangan memegang kepalanya.

Operasi yang dilakukan untuk menyambung tulang pergelangan kaki Haruno Sakura mengalami kegagalan. Gadis muda itu dipastikan tidak akan bisa berjalan normal. Meski tim dokter yang ditugaskan telah berusaha semaksimal mungkin, takdir berkata lain.

Berita itu benar-benar menampar pipi Sakura, membangunkannya dari mimpi menjadi seorang dokter, dengan kondisinya sekarang cita-cita mulia itu tidak mungkin terwujudkan.

Selama enam belas tahun hidupnya, Sakura belajar dengan giat, membaca artikel dan buku bertemakan kedokteran demi mimpinya itu. Namun sekarang, yang ia bisa lakukan hanyalah pasrah dan menerima takdirnya.

12 November, atau sekitar tiga hari yang lalu. Gadis itu pulang dari tes pendaftaran masuk SMA impiannya, seorang pengendara sepeda motor menerobos lampu penyebrangan, Menyerempet tubuh mungil Sakura. Tanpa ada rasa tanggung jawab, sang pengendara motor, pergi begitu saja dan meninggalkan gadis malang bersama orang-orang yang mengerubunginya.

xXNXx

28 November 2017

Hari ini adalah hari kepulangan Sakura, setelah hampir tiga Minggu lamanya gadis itu terbaring di ranjang rumah sakit, sang dokter akhirnya mengizinkan gadis itu pulang.

Ketika keluarga Haruno keluar dari mobil yang dikendarainya, mereka disambut oleh beberapa tetangga dan kerabat dekat.

Sakura mendapatkan pelukan hangat dari sahabat sejak kecilnya. Yamanaka Ino yang seharusnya menimba ilmu di Tokyo, kembali ke Hokkaido. Menangis sambil merengkuh tubuhnya. Ketika Sakura bertanya, Ino hanya menjawab.

Aku tak mungkin meninggalkannu sendirian disini, ucap Ino disela tangisnya.

Ino menceritakan jika ia tidak jadi menimba ilmu di Tokyo, ia akan melanjutkan pendidikannya di Hokkaido, merelakan beasiswa yang menjadi rebutan ratusan remaja itu. Demi memberi dukungan terhadap gadis bersurai merah muda.

Diam-diam kedua orang tua Ino mensyukurinya. Mereka awalnya memang kurang setuju dengan keputusan Ino untuk melanjutkan sekolahnya ke Ibukota. Rumah dan pekerjaan mereka berada di Hokkaido, yang berarti Ino akan jauh dari kedua orangtuanya.

Pergaulan bebas Tokyo yang menjadi penyebab kekhawatiran orangtua Ino. Belum lagi, sekolah yang akan ditempati Ino tidak menyediakan sistem asrama, jika Ino menyewa kamar kos, mereka khawatir kebebasan yang ia dapat akan menjerumuskan Ino ke jalan yang salah.

Mereka mengadakan perayaan kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Sakura. Setidaknya pesta itu mampu membuat gadis malang itu tersenyum, senyum yang tulus dan beberapa hari terakhir hilang setelah insiden yang menimpanya.

xXNXx

10 Januari 2019

Menonton drama Korea, adalah salah satu aktivitas yang dapat dilakukan oleh Sakura. Hari ini guru pengajar homeschooling nya tidak datang, dia berizin untuk menghadiri pesta perkawinan kerabatnya. Oleh karena itu, Sakura sekarang hampir mati kebosanan, kedua orangtuanya masih bekerja dan Ino sudah tiga hari ini tidak menemaninya. Melalui telepon Ino memberitahunya kalau dia sedang mengikuti masa orientasi siswa yang mengharuskan siswa baru menginap disekolah.

Sakura tersenyum sendu ketika mengingat masa awal ia masuk SMP, para senior keparat itu memaksanya untuk melakukan hal-hal konyol dan memalukan. Yang paling memalukan ialah, ketika ia disuruh untuk menembak salah satu panitia. Dan Akasuna Sasori —senior tampan berambut merah, yang menjadi korbannya.

Sakura senyum-senyum sendiri, melihat paras rupawan Sasori ia bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama, kemudian cemberut setelah mengingat penolakan mentah-mentah Sasori. Dan Keesokan harinya, ia melihat Sasori bersama gadis cantik berambut hitam yang seingatnya bernama Shizuka.

Jemari lentik itu menari-nari diatas layar Android nya, Setelah menemukan episode yang dicarinya, dengan sekali ketukan video itu berjalan, Sakura menonton dengan khidmat. Gadis itu hampir menangis ketika melihat adegan yang menurutnya sangat menyedihkan dalam Drakor yang ditonton olehnya.

Adegan yang ditontonnya hampir mendekati klimaks, namun, dahi lebar, Sakura mau tidak mau harus mengerut. Video yang diputar olehnya mendadak buffering, video kemudian berganti menjadi iklan yang sangat familiar. Iklan itu selalu muncul di video yang di putarnya.

Iklan tentang game ponsel, online lima versus lima. Game bergenre Moba ini disebut Mobile Legends Bang Bang.

Dengan penuh urat kesal bertengger di pelipisnya, Sakura memencet dengan tidak sabaran layar sentuhnya. Yang malah membuat layar ponselnya memuat halaman putih, dan menambah kekesalan Sakura.

Suara panggilan seseorang dari luar rumahnya menginterupsi Sakura, gadis itu melemparkan ponselnya ke sudut ranjang, lalu berjalan dengan terseok-seok menuju pintu ruang tamu. Ino telah berdiri disana dengan senyuman manis, seragam sekolah masih melekat ditubuhnya, kedua gadis muda itu pun menghabiskan waktu bersama setelah tiga hari saling tidak bertemu.

Dengan penuh semangat, Ino menceritakan tentang masa orientasi nya yang penuh dengan kekonyolan. Mereka bercengkrama hingga matahari terbenam, Ino pamit kemudian pulang ketika kedua orangtua Sakura tiba. Mebuki sebenarnya menawarkan makan malam bersama, tapi ditolak halus oleh Ino dengan alasan dirinya merindukan kedua orangtuanya.

Mebuki hanya tersenyum, tidak keberatan dengan penolakan Ino. Makan malam keluarga itu berlangsung seperti biasa, jika beberapa bulan yang lalu makan malam selalu ramai dengan ocehan Sakura. Kini menjadi sepi, sosok yang menjadi warna dalam keluarga Haruno telah berubah.

Setelah insiden itu, Sakura menjadi orang yang berbeda, Ia yang awalnya periang menjadi pendiam. Karena kecacatannya, Sakura seolah kehilangan seluruh rasa percaya dirinya. Dia bahkan tidak mau melanjutkan sekolah ke sekolah impiannya, homeschooling menjadi keinginan terakhir Kizashi jika ia ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang baik. Meski homeschooling itu tidak murah, beberapa kali lipat lebih mahal dari sekolah reguler. Tapi kedua orangtua Sakura tidak peduli dengan materi, apapun akan mereka berikan demi putri semata wayangnya.

Makan malam berlangsung dengan khidmat, dalam artian tidak ada satupun dari mereka yang membuka pembicaraan. Setelah selesai dengan makanannya, Sakura pamit untuk pergi ke kamar. Setelah kepergian Sakura, tangis Mebuki pecah, Ibu itu menangis tanpa suara. Hatinya terasa hancur melihat kondisi Sakura, Kizashi sendiri hanya bisa menggenggam tangan istrinya, ia sama hancurnya dengan istrinya. Tapi sebagai seorang Ayah sekaligus suami, ia harus lebih tegar agar dapat dijadikan sebagai sandaran bagi kedua perempuan yang paling berharga dalam hidupnya.

xXNXx

Sakura merebahkan diri di ranjangnya, tangan itu meraih ponsel android yang teronggok disudut ranjang. Ketika layar itu menyala, mata Sakura sontak memicing, seolah tidak mempercayai apa yang dilihatnya. Notifikasi yang tertera disanalah yang menjadi penyebabnya.

Apl telah terpasang

Emerald itu menangkap sebuah logo kartun berwarna biru disudut layar, tulisan Mobile Legends : Bang Bang itu benar-benar membuatnya kesal. Seingatnya dia tidak pernah menginstal game yang selalu diiklankan pada Drakor yang ditontonnya.

Sebenarnya Sakura juga penasaran, seperti apa game yang digadang-gadang sebagai game ponsel terpopuler ini?.

Rasa penasaran membuat Sakura menyerah, menyentuh tulisan buka di ponselnya, dirinya bukanlah seorang gamer, satu-satunya game yang pernah ia mainkan adalah Pou yang dulu sangat populer dikalangan teman-temannya. Toh jika dia tidak suka dia bisa kapanpun menghapusnya, pikirnya dalam hati.

Loading screen itu, berjalan beberapa detik. Sakura mengikutiku tutorial yang disampaikan oleh AI dalam Mobile Legends. Gadis itu disuruh untuk menentukan nama untuk karakternya. Entah kenapa, CherryBlossom muncul begitu saja di otaknya.

Sakura mengikutiku panduan dalam game itu hingga berakhir, Match tutorial telah selesai, entah kenapa dirinya ingin memainkan game itu lagi dan lagi. Game ini seolah menimbulkan rasa adiktif yang membuat tidak bisa berhenti memainkannya. Tidak terasa sepuluh pertandingan telah ia lalui. Gadis itu melirik jam alarm di nakas dekat ranjangnya.

Pukul sepuluh malam.

Makan malam bersama keluarganya selesai sekitar pukul tujuh.

Memainkan Mobile Legends, benar-benar membuat Sakura lupa waktu. Tapi Sakura tidak peduli, ia masih ingin memainkannya lagi, namun sebelum tombol start tersentuh. Notifikasi itu menghentikan jarinya, baterai ponselnya sisa 20 persen.

Helaan nafas mengisi kesunyian kamar bernuansa pink itu, dengan sedikit lemas ia meraih kabel charger dan menancapkan pada lubang hpnya. Kemudian gadis itu bergelung dibalik selimutnya. Gadis muda itu tidak sabar menunggu datangnya hari esok, lebih tepatnya ia tidak sabar untuk memainkan Mobile Legends lagi.

xXNXx

14 Februari 2019

Pagi hari berjalan seperti biasa dikediaman keluarga Haruno, kedua orangtua pergi bekerja demi menafkahi buah hati mereka.

Hari ini adalah hari Valentine, Homeschooling diliburkan, Sakura kini tengah rebahan di ranjangnya. Jemari lentik itu mengelus wajah sang kekasih hati. Senyum penuh kelegaan terpatri dibibir nya kala sesuatu yang tampil di wajah kekasihnya itu berubah.

Update telah selesai

Kurang lebih seperti itu yang mampu menarik senyum penuh kelegaan Sakura. Sejak tadi malam, ia belum memainkan Mobile Legends. Pihak Montoon selaku developer game favoritnya itu melakukan pembaruan besar-besaran. Valentine menjadi tema update kali ini. Salahkan ukuran file pembaruan yang besar dan Internet dirumahnya yang lemot, gadis itu menjadi sangat merindukan game yang telah membuatnya jatuh cinta setengah mati.

Dengan tidak sabar, ia membuka Mobile Legends. Beberapa detik loading screen itu terasa seperti ribuan tahun bagi Sakura. Sakura ingin berteriak kegirangan, ketika angka 99% muncul pada loading screen itu.

Keinginannya itu harus dihentikan, wajah itu nampak kebingungan. Dirinya merasa pernah mengalami hal ini, dia disuruh untuk memasukkan nama karakter lagi, bukannya dia sudah memiliki karakter?.

Sakura tidak ingin memusingkannya, ia memasukkan nama karakter lamanya.

Nama pengguna telah digunakan, pilih nama lain.

Gadis itu mencoba sekali lagi namun hasilnya pun sama. Pada percobaan ketiga hasilnya pun tetap sama. Sakura menyerah, ia mengetik nama baru, namanya masih sama tapi dengan tambahan angka dibelakangnya.

CherryBlossom69

Entah kenapa, nomor 69 terdengar keren baginya. Beberapa kali ia bertemu lawan atau teman dalam game dengan nama dua kombinasi angka tersebut. Sakura tidak tahu jika arti dibalik nomor itu adalah sesuatu yang bernuansa dewasa.

Tombol selesai ia sentuh, namun bukan karakter lamanya yang tertampil, melainkan karakter baru dan masih dalam mode tutorial. Sakura tidak mempercayainya, tidak mungkin kan karakter lamanya hilang?. Atau jangan-jangan karakter lamanya memang hilang?.

Sakura mendadak gusar, ia menekan tombol home pada ponselnya dan keluar dari game. Ia membuka aplikasi berlogo warna merah. Sakura mencari tutorial bagaimana mengembalikan karakter Mobile Legends yang hilang.

Selama hampir satu jam Sakura berselancar di YouTube, menonton beberapa video yang berbeda, ia mendapat kesimpulan.

Karakter yang belum dikaitkan dengan platform sosial apapun bisa hilang ketika game dihapus atau diperbarui.

Dan Sakura tidak ingat pernah mengkaitkan karakter gamenya dengan akun sosial.

Tangis tanpa suara itu pecah, bulir-bulir air meluncur mulus dari matanya. Dengan sedikit sesenggukan ia membuka Mobile Legends, satu-satunya pilihannya adalah membuat karakter baru. Sakura melalui mode tutorial dengan penuh perjuangan.

Hampir dua jam bermain, karakternya sudah sampai di level 8. Kali ini Sakura langsung mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari YouTube. Karakter barunya ia kaitkan ke akun Facebook. Prosesi pengaitan berjalan lancar, ia disuruh untuk me-restart Mobile Legends.

Selama proses loading screen, Sakura terus merutuki kebodohannya. Ia sangat menyayangkan karakter lamanya. Karakter yang sudah level max dan berada di tingkat Grandmaster itu. Selain itu dia sudah memiliki 30 puluh Hero yang ia kumpulkan dengan susah payah.

Loading screen selesai, UI Mobile Legends dengan tema Valentine tertangkap mata Sakura. Sakura terbelalak, bukan karena tema Valentine ataupun bonus ticket yang didapatnya ketika selesai mengaitkan akun.

Melainkan karena nama-nama tidak dikenal yang berderet rapi pada kolom friendlist-nya. Sakura belum menambahkan satu teman pun setelah kehilangan karakter lamanya. Ia kemudian teringat bahwa karakter yang dikaitkan pada akun sosial, secara otomatis orang yang berteman denganmu pada akun sosial tersebut akan masuk dalam friendlist, jika orang tersebut juga memainkan Mobile Legends.

Sakura mengaitkan karakter Mobile Legends dengan akun Facebook, ia penasaran siapa teman facebooknya yang juga memainkan Mobile Legends. Sakura menyentuh kolom yang berisi nama Taka pada urutan teratas friendlist-nya. Emerald itu kembali terbelalak ketika melihat profil dari karakter bernama Taka itu.

Logo bergambar naga emas dengan beberapa kristal berkilauan yang menghiasinya, Melambangkan ranking tertinggi dari pembagian tingkat dalam game Mobile Legends, yaitu Mytical Glory, belum lagi 1200 bintang itu benar-benar membuat Sakura tercengang. Belum cukup sampai disitu, Sakura hampir terjungkal ketika melihat nama Facebook dari pemilik karakter Taka ini.

Sasuke Uchiha.

Sakura jelas-jelas mengenal siapa Sasuke, dia adalah teman seangkatannya waktu SMP. Mereka memang tidak pernah sekelas, tapi ia cukup mengenal Sasuke.

Sasuke adalah pemuda populer, paras rupawan, status sosial dan ekonomi yang tinggi membuatnya menjadi primadona sekolah. Sasuke terkenal sebagai kapten tim basket sekaligus ketua OSIS. Pemuda itu juga merupakan putra dari pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang real estate terbesar di Hokkaido, yaitu Uchiha Property.

Bagaimana Sakura bisa mengenalnya hingga sedetail itu?

Salahkan Ino yang ikut bergabung dalam fans girl Sasuke. Sahabat pirangnya itu selalu menggosipkan Uchiha muda.

Paras tampan, kekayaan keluarga, dilengkapi dengan berbagai prestasi membuat banyak gadis jatuh hati pada Sasuke. Bahkan Sakura adalah salah satunya meski ia tidak tergabung dalam fans girl Sasuke itu.

Ya, Sakura memang diam-diam menyukai Sasuke, meski ia tidak mau mengakuinya. Ino bahkan sering mengatainya munafik karena hal itu. Pada masa SMP Sakura beberapa kali bertemu Sasuke, jabatannya sebagai ketua klub PMR lah yang membuatnya sering terlibat dalam rapat dengan ketua OSIS. Tapi itu, tidak membuatnya sedikit pun merasa dekat dengannya, Sasuke selalu menganggap dirinya sebagai rekan tidak lebih dari itu.

Mengingat perasaannya yang tidak berbalas, membuat tatapan Sakura menyendu. Kondisinya sekarang yang cacat tidak memungkinkan untuk bersanding dengan Sasuke. Ia menghela nafas, tidak mau terlalu memikirkannya. Menekan tombol back, ia memutuskan untuk keluar dari profil karakter Sasuke.

Ia beralih ke karakter lain dibawah karakter milik Sasuke, Karakter dengan gambar anak anjing berbulu putih, Nama yang tertampil disana adalah Dogbreath. Kali ini ia tidak terlalu terkejut ketika melihat siapa pemilik karakter berperingkat Mytical Glory bintang 1139.

Kiba

Nama Facebook yang alay itu adalah milik teman sekelasnya, Inuzuka Kiba. Pemuda pecinta anjing itu adalah putra dari pemilik toko hewan peliharaan terbesar di Hokkaido, Inuzuka Pet Shop. Kiba adalah pemuda urakan yang selalu bersemangat. Suasana kelasnya dulu selalu berwarna karena kekonyolan Kiba. Sakura tersenyum kecil mengingat itu.

Kiba adalah pemuda yang baik. Beberapa kali pemuda anjing itu, menanyakan kabarnya melalui WhatsApp. Pemuda bahkan pernah menawarkan anak anjing untuk dijadikan peliharaan oleh Sakura. Sakura menolaknya dengan halus, ibunya alergi terhadap anjing.

Sakura beralih ke urutan ketiga, Karakter dengan ikon langit biru entah apa maksudnya. Username yang dipakainya pun sedikit membingungkan, I NEED SLEEP. Tapi yang membuatnya tercengang adalah siapa pemilik karakter itu.

Karakter bertingkat Mytical Glory bintang 795 itu adalah milik Nara Shikamaru. Sakura tahu betul dengan melihat nama Facebook Shikamaru yang terkesan simpel itu.

Shikamaru.

Nama Facebook itu tanpa marga tak seperti Sasuke dan tanpa tambahan ke alay an seperti Kiba. Tapi, hanya satu orang yang Sakura kenal bernama Shikamaru, dan Facebook Sakura hanya berteman dengan orang yang dikenal, tidak seperti Ino yang hobi mengoleksi teman hingga ribuan.

Sakura tidak pernah sekelas dengannya, tapi Sakura cukup sering bertemu dengannya. Karena mereka dulu sering diikutkan dalam olimpiade sains dalam satu tim yang sama.

Gadis merah jambu itu mengulum senyum geli, Ia baru sadar jika in-game-name Shikamaru sangat cocok dengan sikap orangnya yang sangat hobi tidur. Pemuda itu bahkan selalu tidur ketika pembekalan peserta olimpiade sains dulu. Shikamaru juga selalu terlihat mengantuk saat beraktivitas, mata pemuda pemalas itu selalu terlihat sayu, mungkin karena kurang tidur atau malah kebanyakan tidur.

Sakura memutuskan untuk menyudahi kegiatannya, ia keluar dari profil karakter Shikamaru. Jemari gadis itu nyaris memulai matchmaking, namun ia berhenti sambil terbelalak. Dengan cepat ia membuka lagi profil yang tadi di keponya. Mulai dari Sasuke, Kiba, dan Shikamaru. Terus berulang-ulang seolah tidak mempercayai apa yang dilihatnya.

Tiba-tiba saja, bibir itu menyeringai. Jiwa kompetitif Sakura mendadak berkobar. Dia menyadari sebuah hal. Sakura mendapatkan peringkat ketiga saat ujian nasional di SMP-nya kemarin. Dan coba tebak siapa peringkat pertama dan kedua.

1. Nara Shikamaru

2. Uchiha Sasuke

Seringai Sakura semakin melebar, semangatnya menggebu-gebu. Dia berambisi untuk mengalahkan mereka berdua kali ini. Sasuke dan Shikamaru boleh mengalahkannya di ujian nasional, tapi tidak untuk kali ini.

"AKU AKAN MENGALAHKAN KALIAN" teriak Sakura keras-keras, tidak peduli jika tetangga mendengarnya.

Gadis itu mulai bermain, dengan sangat serius demi mewujudkan ambisinya. Dulu ia bercita-cita menjadi seorang dokter, namun kini impian itu telah tergantikan. Cita-cita sekarang adalah menjadi Top Global dan mengalahkan mereka berdua yang pernah mengalahkannya.

xXNXx

20 Februari 2019

Seminggu berlalu semenjak teriakan penuh semangat Sakura. Gadis itu kini tengah terduduk di sofa ruang tamu, sesekali ia mengusap ingus yang keluar dari hidungnya. Air mata mengucur deras dari emerald Sakura.

Sebelah tangannya memegang android kesayangan. Jika dilihat lebih dekat kalian bisa melihat apa yang tampil dilayar smartphone itu.

Defeat

Sakura kalah lagi, lost streak tiga kali berturut-turut. Tangisnya bukan karena alasan kekalahan. Tapi karena dia makian teman setimnya.

Baru tadi malam Sakura naik ketingkat Epic. Tadi malam ia merasa bangga dengan prestasinya sendiri, dengan sombongnya ia memposting screenshot dari proses kenaikan ranking, pada story WhatsApp, ditambah dengan sedikit kalimat alay,.

Iri bilang bossssssss.

Lengkap dengan terlalu banyak es yang menyebabkan ingusnya mengucur saat ini.

Dan postingan direspon oleh Kiba dengan pesan,

AMPUN NENG JAGO,.

Sakura kurang mengerti, kenapa Kiba membalasnya dengan penuh huruf besar. Kemudian Kiba menambahkan.

Selamat datang di Neraka

Sakura semakin tidak mengerti, hingga kejadian barusan seolah menamparnya. Tingkat Epic disebut Neraka bukan tanpa alasan. Bocah AFK, Bocah ngetroll, Bocah rebutan MM, Bocah Toxic, dan Bocah-bocah goblok yang lain adalah hal yang lumrah pada tingkatan ini.

Match pertama Sakura di tingkat Epic berbuah kemenangan. Namun tiga pertandingan setelahnya hasil yang dia dapatkan adalah kekalahan. Jika bukan karena tiga buah Star Protection Card yang ia miliki sudah pasti, dia kembali ke logo silver bergambar macan.

Peribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Tiga match terakhir, Sakura tidak mendapat apa-apa. Selain, rasa sakit yang merongrong hatinya. Rekan setimnya sangatlah Toxic, gadis merah muda itu dikatai sebagai beban, seorang noob menggunakan mage yang tidak META.

Sakura memang adalah user Hero Mage, lebih tepatnya ia adalah user Kagura, Sakura jatuh cinta setengah mati pada Hero bersenjatakan payung itu. Dia sebenarnya cukup handal menggunakan Kagura, dari 120 pertandingan ia memiliki win rate yang cukup tinggi.

65% memang biasa, tapi cukup tinggi untuk Player Epic seperti Sakura. Gaya permainan yang sabar namun agresif menjadi taktik Sakura.

Sakura sebenarnya tidak sepenuhnya beban. Hanya saja, ia belum mengetahui gameplay terbaik di Mobile Legends.

Penyebab sebenarnya kekalahan adalah Alucard yang ngotot main di Midlane, Alucard bersama retribution yang menghabiskan seluruh buff dan monster jungle. Sedangkan ketika teamfight dirinya pasti akan mati pertama karena loncat asal-asalan.

Sakura yang menggunakan Hero Mage seharusnya ditaruh di Midlane menjadi tersingkir ke Sidelane karena kepala batu Alucard. Sakura menurut saja karena mengira strategi di tingkat tinggi (epic) Fighter ditempatkan di Midlane.

Selain itu, tanpa adanya Tank sebagai penerima damage sekaligus keberadaan dua orang Marksman kemenangan sulit diwujudkan.

Sakura bahkan mendapat MVP meski kalah di tiga match terakhir. Rekan setimnya lah yang mencari-cari alasan. Mereka terus mengatakan jika Kagura hanyalah Hero tidak berguna dan bisanya cuma nyampah saja.

Mereka mungkin masih awam bermain Mobile Legends, hingga tidak mengetahui jika Kagura adalah salah satu Mage dengan potensi terbaik. Damage yang dihasilkan tergolong tinggi, mobilitas yang tinggi pula, bahkan Kagura memiliki enam skill yang sangat berguna, baik ketIka teamfight maupun pick off kecil-kecilan. Bahkan, Kagura dulu pernah menjadi langganan Ban atau rebutan first pick pada season 4 sampai 5 Mobile Legends.

Payung Kagura bisa lebih tajam dari pedang Hayabusa, tapi jika berada ditangan yang tepat. Contoh user Kagura adalah terbaik Lemon, pemuda berslogan 'biasa aja' itu mampu membuat tim sekelas EVOS kocar-kacir dengan payung Kagura. Lemon sendiri adalah anggota ikonik dari club e-sport kelas dunia Rex Regum Qeon. Player dengan julukan biji logam mulia itu awalnya mempunyai Klub sendiri yaitu Oxygen sebelum direkrut oleh RRQ.

Kembali bersama Sakura, gadis itu masih menangis tanpa suara. Makian-makian rekan setimnya terus mengiang dikepalanya.

Dasar anak lonte.

Dasar anak anjing.

Dasar anak haram.

Bapak kao goblok.

Mak kao lonte.

Kurang lebih seperti itulah perkataan tidak pantas yang didapat oleh Sakura. Sakura tidak peduli jika dirinya sendiri yang dimaki, tapi hatinya akan lebih sakit jika kedua orangtua yang membesarkannya dihina.

Ting

Sakura terkejut, buru-buru ia mengusap air matanya. Ketika melihat layar ponselnya, senyumnya mendadak mengembang. Sebuah pesan melalui in game chat dari Kiba.

Dogbreath : Ciee yang abis lose streak

CherryBlossom69 : Kok tau?

Dogbreath : Itu keliatan di histori lu

CherryBlossom69 : Oh iya, ngomong2 ini hari Valentine, lu ga kencan?

Dogbreath : Kencan? sama siapa? Akamaru?

CherryBlossom69 : Cewe lu namanya Akamaru?

Dogbreath : Lu ngelawak? Akamaru tuh anjing gw, liat fotonya gw pake profil

CherryBlossom69 : Jadi cewe lu siapa?

Dogbreath : GUA GAADA CEWEK

CherryBlossom69 : gausah ngegas napa broh

Dogbreath : Hhhhhh, udah jangan bahas itu, lu mau gak gue bantu naik rank?

CherryBlossom69 : Serius?

Dogbreath : Becanda :p

CherryBlossom69 : Ehh, si anjing kamvret

Dogbreath : Iya gw serius, gitu aja baper, add akun kecil gw namanya Akamaru111

CherryBlossom69 : Gw kira lu pake akun yang ini

Dogbreath : Mana bisa akun top global mabar ama akun orang noob

CherryBlossom69 : BANGSAT KAO

Tidak ada balasan dari Kiba, Sakura berpikir mungkin pemuda anjing itu telah berganti akun. Iapun kemudian mengikuti perintah Kiba, Akamaru111 sedang online. Benar tebakannya, Kiba telah berganti akun.

Dan setelah itu, Kiba menggendong Sakura hingga sebulan kemudian karakter CherryBlossom69 mampu mencapai tingkat Legend l, kurang dua bintang mencapai Mytic Sakura kembali dibuat menangis karena adanya pergantian season. Ranking seluruh player direset, Karakter CherryBlossom69 kembali ke tier Neraka.

xXNXx

15 Maret 2019

Malam ini malam Minggu, Ino biasanya akan menginap dirumahnya. Namun sahabat pirangnya itu saat ini sedang pergi keluar kota. Dia pamit untuk menginap di rumah neneknya. Itulah sebabnya Sakura galau, gadis merah muda itu mati kebosanan.

Jika dulu ia pasti akan menonton Drakor, tapi semenjak mengenal Mobile Legends, Drakor seolah menghilang dari kehidupannya. Mobile Legends telah menjadi rutinitas sehari-hari, Sakura bermain selama 5 jam setiap harinya.

Lah kenapa dia tidak bermain Mobile Legends saja?

Mobile Legends telah ia buka, jemari itu terus menari diatas layar ponselnya. Mengganti mode rank ke mode classic, kemudian ke mode rank lagi, dan ke mode classic lagi, begitupun dengan seterusnya.

Dia bingung memilih, inginnya push rank supaya bisa melampaui Sasuke dan Shikamaru. Namun reset season tadi sore membuat karakternya kembali ke tier Neraka. Tapi, ia tidak ingin bermain classic yang menurutnya hanya membuang waktu saja.

Bukankah bermain game online memang membuang waktu?

Ting

Sakura dikejutkan dengan munculnya sebuah notifikasi,

Taka mengundang anda untuk bermain mode rank dalam satu tim

Tolak Setuju

Sakura mendadak gusar, ia ingat betul siapa pemilik karakter bernama Taka itu. Sasuke Uchiha, orang yang ia anggap saingan dan orang yang diam-diam ia suka. Sasuke tidak pernah mengajaknya main bersama. Ini adalah yang pertama kali. Sakura bertanya dalam hati, apa mungkin Sasuke salah invite? tidak mungkin 'kan Sasuke ingin mengajakku Mabar?.

Sakura menggeleng cepat, baginya ini adalah kesempatan yang tidak boleh ia lewatkan. Satu tim dengan pujaan hati, adalah momen yang langka. Tanpa ragu Sakura menyetujui undangan Sasuke.

Dan ketika ia memasuki room Sasuke, dua buah karakter lain selain milik Sasuke telah ada disana. Yang pertama adalah milik Kiba, sedangkan yang kedua ia tidak tahu, melihat username karakter kedua Sakura langsung tahu jika pemiliknya pasti adalah orang yang Toxic.

Bagaimana tidak namanya saja sudah MELEDAKPELERKAO itu cukup menjadi bukti bagi Sakura. Sakura kemudian melihat team chat yang dimulai oleh Sasuke.

Taka : Haruno apa kabar?

CherryBlossom69 : Baik, kamu sendiri?

Taka : Baik, tunggu Shikamaru bentar ya

CherryBlossom69 : Oke

Dogbreath : Hmmm, ama Sasuke lemah lembut ama aku kok kasar bet yaa

Sakura diam, wajahnya tiba-tiba terasa panas, ia berharap Sasuke tidak memperdulikan perkataan Kiba. Lima belas menit terasa sangat lama bagi Sakura, entah kemana perginya rusa pemalas itu. Lima menit kembali berjalan, karakter dengan nickname I NEED SLEEP itu tiba-tiba muncul dalam room Sasuke.

Matchmaking telah dimulai, pada sesi ban and pick Kiba menyuruhnya untuk memakai Hero andalannya. Kagura yang telah mencapai 300 match menjadi pilihan, win rate 62% tak menjadi masalah.

Pada detik-detik terakhir sesi ban and pick, Shikamaru memberitahunya.

Haruno, apapun yang terjadi, selalu tempel aku.

Sakura sedikit paham dengan maksud Shikamaru, entah kenapa tiba-tiba ia merasa gugup. Bermain bersama mantan top tier meski kini mereka turun ke tingkat Legend. Sakura takut menjadi beban timnya, Loading screen telah selesai dan menampilkan map pada game Mobile Legends.

Seperti perintah Shikamaru, Sakura mengikuti Shikamaru yang menggunakan Grock, ia sedikit kewalahan ketika dipaksa mengikutiku permainan agresif mereka. Mulai dari rusuh di buff musuh, menerobos dibawah turet lawan, hingga rotasi cepat dari Midline ke Sideline.

Cting Cting Cting

Cting Cting Cting

Rahang Sakura sampai terjatuh ketika melihat permainan apik Sasuke, Lancelot Sasuke benar-benar tidak punya akhlak. Sakura tahu jika skill satu Lancelot cool down waktunya akan tereset jika mengenai musuh yang berbeda. Sangat cepat dan akurat, itulah yang Sakura mampu ucapkan ketika melihat permainan Sasuke.

Sedangkan ketika melihat Kiba yang menggunakan Chou sebagai offlaner, ia kembali menganga. Ia memang sering mabar dengan Kiba, tapi tidak sekalipun Kiba pernah menggunakan Chou saat bersamanya. Sama halnya dengan Sasuke, Playstyle yang digunakan Kiba adalah cepat dan akurat. Chou itu bahkan sempat-sempatnya menggunakan recall dan emote sebelum tendangan keduanya. Chou Kiba seperti tidak tertangkap, Shunpo benar-benar ia gunakan dengan baik, ia seolah kebal dengan stunner Hero musuh.

Untuk si MELEDAKPELERKAO Sakura tidak mampu berkomentar banyak, dengan rapi MELEDAKPELERKAO melakukan split push menggunakan Natalia, dia sangat jarang ikut war. Objektif turret adalah prioritasnya, meskipun begitu kunci kemenangan di game Mobile Legends adalah dengan menghancurkan base lawan. Percuma juga kill banyak kalau turret lawan masih utuh.

Setelah beberapa pertandingan, Sakura mulai terbiasa dengan gameplay mereka. Mereka terus bermain, demi mengejar posisi tertinggi leaderboard. Setelah 13 pertandingan Sakura disadarkan oleh baterai ponselnya yang tersisa 20%. Sakura sangat menyenangkan hal ini, namun apa daya, ia tidak ingin memperpendek usia smartphone miliknya dengan menggunakannya sembari di charger.

Sakura pamit untuk Off, dia berterima kasih atas hari ini, setelah keluar dari Mobile Legends, ia menangkap jam digital yang tertera di layar handphonenya.

Pukul 01.14

Pantas saja baterei nya low, mereka bermain hampir empat jam lamanya. Dia sampai lupa jam tidurnya, tapi tidak apa, ia cukup puas hari ini. Bangga dengan hasil yang ia dapatkan, 12 pertandingan tanpa satupun kekalahan. Mereka pernah menjadi top tier bukan tanpa alasan. Skill dewa mereka memang tidak bisa diragukan.

Gadis itu pun kemudian bergelung dibalik selimutnya, entah kenapa tiba-tiba kantuk datang begitu saja. Iapun tertidur pulas dan tidak lupa berdoa, berharap agar esok ia masih mampu membuka mata.

xXNXx

Sakura memulai hari seperti biasa, kesadaran belum pulih sepenuhnya. Sembari berbaring tangan itu meraih ponsel Android yang tertancap pada charger. Ia mendapat notifikasi pesan WhatsApp dari Kiba. Pesan itu berisi link undangan masuk grup discord.

Jadi ini menjawab pertanyaannya semalam, kenapa mereka tidak pernah berkomunikasi dengan team chat dalam game.

Mereka berkomunikasi melalui discord, langsung mendengar suara satu sama lain. Dan Sakura diajak untuk gabung grup discord mereka.

Discord hanya mampu dijalankan pada program Windows. Ia tidak mempunyai laptop, Sakura mendadak teringat jika ayahnya mempunyai sebuah komputer tua yang tidak terpakai.

Dengan semangat gadis itu berjalan terpincang-pincang kearah kamar mandi. Setelah selesai dengan aktivitasnya, ia keluar kamar dengan senyum manis, dan menyapa ayahnya yang menikmati hari libur sembari membaca koran di kursi ruang makan.

Kizashi terheran-heran melihat tingkah putri semata wayangnya itu. Ia melihat kearah jam dinding.

Pukul 05.45

Tidak biasanya Sakura bangun sepagi ini, lebih tepatnya setelah mengenal Mobile Legends, Sakura sering bangun kesiangan.

Kedua orangtua Sakura memang tahu jika anaknya kecanduan game online itu. Kebanyakan orang tua, khawatir jika anaknya kecanduan game online. Tapi tidak bagi Kizashi dan Mebuki.

Bagi mereka, Mobile Legends telah mengembalikan sosok Sakura. Sakura perlahan terbuka, ia tidak lagi terlihat murung dan sedih. Senyum ceria itu telah kembali, matahari keluarga Haruno kembali terbit dan bersinar.

"Ada apa sayang?"

"Ayah, bolehkah aku menggunakan komputer tua ayah?" pinta Sakura dengan manja.

"Kalau boleh tahu untuk apa?"

"Teman-teman mengajakku untuk gabung grup discord mereka"

"Oh" Kizashi mengangguk-angguk paham, meski dirinya bukanlah generasi muda tapi dia tahu apa itu discord. Beberapa kali dia pernah menggunakan platform itu, saat kantornya melakukan meeting dengan cabang lain dari luar kota. Lebih simpel dan menghemat waktu serta biaya dibanding rapat secara langsung.

"Tidak!" jawab Kizashi dengan tegas.

Kizashi tersenyum dalam hati, ia merasa jika ini akan menjadi awal bagi hidup Sakura. Pria dewasa itu ingin memberikan Sakura kejutan. Ia telah membicarakan tentang ini dengan istrinya.

"Kenapa?" tanya Sakura dengan kecewa. Pertahanan Kizashi goyah, namun langsung kokoh ketika membayangkan raut wajah Sakura ketika melihat kejutan darinya.

"Komputer itu masih ayah gunakan sayang" balasnya lembut.

Sakura mendesah lelah, gadis muda itu pergi meninggalkan sang ayah dan menuju kearah dapur untuk menemui Ibunya. Namun jawaban mereka sama, Mebuki juga tidak memperbolehkan Sakura menggunakan komputer tua itu.

xXNXx

Dengan gontai Sakura kembali kekamarnya, dia baru selesai sarapan pagi. Kedua orangtuanya memberitahunya jika mereka akan kondangan dan pulang sore hari. Dia menghamburkan tubuhnya diatas kasur, berbaring tengkurap, gadis itu mulai terisak.

Sakura merasa bodoh, ia menjadi sangat cengeng dan mudah menangis hanya karena hal-hal konyol seperti ini.

Dengan kasar ia meraih ponsel dan membalas pesan WhatsApp Kiba dengan kalimat permintaan maaf.

Kemudian mencari nomor lain, ia sangat merindukan Ino yang sejak kemarin menginap di rumah neneknya. Ingin sekali ia melempar handphonenya ketika nomor Ino tidak aktif. Ia terus menangis sesenggukan, karena lelah menangis ia tidak sadar sampai tertidur pulas.

Sore harinya ia terbangun, perutnya berteriak keroncongan. Setelah mencuci muka ia berjalan terseok-seok kearah ruang makan. Tanpa mau menatap muka sang ayah yang terus tersenyum kearahnya.

Seusai acara makan malam Sebuah kotak merah berhiaskan pita pink diberikan kepadanya. Ketika ia membukanya, mulutnya sontak tertutup rapat. Sebuah Laptop berwarna hitam dengan aksen merah terduduk manis disana. Laptop itu bukanlah laptop biasa, melainkan laptop berstandar gaming dengan teknologi terbaru. Harga laptop itu bukan main-main, senilai gaji sebulan ayahnya. Logo berhiaskan gemerlap lampu RGB itu membuat Sakura tercekat.

ASUS ROG Zephyrus S GX701

Sakura bahkan tidak pernah bermimpi akan mempunyai laptop gaming kelas berat itu. Sakura hanya bisa menangis haru sambil memeluk kedua orangtuanya.

xXNXx

4 Januari 2020

"Buku tidak ketinggalan?"

"Tidak"

"Pulpen tidak ketinggalan?"

"Tidak"

"Bekalmu sudah kau bawa?"

"Sudah, Bu"

"Jangan lupa kabari ibu jika sudah sampai!"

"Iya, aku berangkat!"

Sakura melambaikan tangan ke arah ibunya, kemudian ia masuk kedalam mobil yang telah dipanasi oleh ayahnya.

Hari ini adalah hari pertama Sakura masuk SMA, setelah satu tahun mengambil homeschooling, gadis itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke sekolah impiannya. Untungnya pihak sekolah berbaik hati, mereka memberi Sakura keistimewaan. Ia tidak perlu memulai dari kelas sepuluh, gadis itu diperbolehkan untuk langsung masuk ke kelas sebelas.

Seragam Konoha Gakuen itu melekat pas pada tubuhnya, sekilas ia terlihat seperti gadis pada umumnya. Meski dirinya bukanlah gadis normal dengan kecacatannya.

Sakura tersenyum tipis, ketika mengingat alasannya ingin melanjutkan sekolahnya. Teman-teman discord-nya itulah penyebabnya. Mereka memberikan Sakura dukungan untuk terus melangkah.

Setelah dibelikan laptop baru oleh orangtuanya, hidup Sakura berubah 180 derajat. Ia kembali membuka diri kepada orang-orang disekitarnya, ia telah kembali menjadi Sakura yang ceria. Teman-teman discord-nya itu, seolah mampu menarik keluar rasa percaya diri Sakura. Bahkan Sakura sendirilah yang berinisiatif untuk melanjutkan sekolahnya dengan normal.

Sakura memang setiap hari mengobrol bersama grup discord-nya. Yah, memang bermain Mobile Legends adalah tujuan utama, tapi mereka cukup sering membicarakan hal-hal diluar game itu.

Sakura sangat bersyukur memiliki mereka sebagai teman-teman baiknya. Bahkan, Sasuke telah mengatur sedemikian rupa agar mereka berempat disatukan dalam kelas yang sama. Ayah Sasuke adalah donatur terbesar Konoha Gakuen, jadi itu bukan masalah baginya. Shikamaru akan membantunya belajar untuk mengejar ketertinggalannya. Sedangkan Kiba, dia hanya tertawa ketika Sakura bertanya apa yang akan ia lakukan untuk membantunya. Pemuda itu malah menjawab jika ia akan selalu menjaga Sakura layaknya anjing kepada tuannya.

Perjalanan terasa singkat, gedung sekolah itu menjulang kokoh didepan sana. Entah kenapa sedikit keraguan merasuki hati Sakura. Dengan ragu, ia keluar mobil, Kizashi menatapnya dengan pandangan meyakinkan. Sakura mengangguk, berpamitan kepada sang ayah.

Sebuah tangan, tiba-tiba menggandeng tangan Sakura. Pemilik tangan itu, adalah sahabat terbaiknya sendiri. Ino menarik Sakura, dengan sedikit terseok-seok masuk ke gerbang sekolah. Genggaman tangan itu terasa erat dan mampu menguatkan mental Sakura yang sempat down. Ia menoleh menatap sahabatnya, ia berikan senyum terbaik. Sakura dengan penuh percaya diri melenggang masuk ke gerbang, ia berharap jika segalanya akan berjalan sesuai dengan keinginan.

TBC

AN : KLO A GA NGERTI ISTILAH DI MOBAENTOT SILAKAN BROWSING, GW MALES BET JELASINNYA.