Hari ini cukup melelahkan, baginya ataupun orang yang ada di dekatnya. Kume Masao namanya, diketahui bahwa hari ini adalah ulang tahun, yang mungkin sepertinya tak perlu dirayakan mengingat ia tak akan menambah umur lagi di perpustakaan ini.

Setelah melakukan pesta kecil-kecilan dengan cara minum-minum bersama teman-temannya dari Shinshichou, dan ada beberapa yang dari luar, ia terbaring lemas di sofa. Kikuchi Kan dan Naoki Sanjuugou sudah bercetus berkali-kali agar ia segera pindah ke kamarnya.


Happy Birthday, Kume Masao!
Bungou to Alchemist © DMM Games
Story by. Aka72216

Happy Reading!(ʘᴗʘ✿)


Yah, kesalahan awal. Kume sendiri terlalu banyak minum hari ini, melihat gelagatnya saat ini membuat orang-orang di sekelilingnya merasa aneh, mungkin terkejut juga.

"Naoki, bawa saja ia ke kamarnya."

"Hee? Hiroshi saja dong... Aku lemas, nih," Naoki bertutur sembari tersenyum lemas.

"Ya ampun, aku masih harus mengurus perabotan ini," Kan menghela nafas, lalu melirik sekitarnya, matanya mendapat satu sosok di ujung perpustakaan. Yang bisa dipastikan tak mengikuti acara kali ini. Kemungkinan terburuk jika memintanya membawa Kume.

Akutagawa Ryuunosuke. Siapa yang tidak tahu bagaimana hubungannya dengan Kume Masao? Salah satu yang terburuk, bahkan seluruh penghuni Perpustakaan ini sudah mengetahuinya. Acaranya pun tak ia ikuti, tak ada alasan baginya untuk membantu Kume dalan rangka apapun.

Dan entah karena kerasukan apa, Akutagawa mendekati mereka dengan senyum simpul, "Apa ada yang bisa ku bantu, Kan?"

"Ryuu... Ah, itu–"

Belum saja melanjutkan kata-katanya, mata Akutagawa beralih pada Kume dan spontan berkata, "Eh? Kume tidak apa-apa? Ingin ku antar ke kamarnya?"

Apa yang merasuki Akutagawa kali ini? Mungkin begitulah pikir Kan dan Naoki yang kebetulan ada disana.

Terimakasih untuk Akutagawa yang sudah ingin menemani Kume ke kamarnya, dan juga terimakasih telah membuat Kan dan Matsuoka khawatir dengan mereka. Setelah Akutagawa pergi, diam-diam Kan menyusulnya lalu bertemu Matsuoka dan ikut membuntuti mereka bersama-sama.

"Kau terlalu banyak minum, Kume. Jika besok kau ada pekerjaan, akan bermasalah nantinya."

"Berisik..."

Akutagawa nampak seperti biasanya, sesekali ia terhenti karena ingin mengisap rokok. Kume yang tidak sadar pun tak memperdulikan siapa atau apa yang sedang terjadi, mungkin inilah tingkat dimana Kume sangat mabuk hingga ia masih bisa dekat-dekat dengan Akutagawa selama beberapa menit.

Akhirnya, mereka sampai di kamar Kume. Matsuoka dan Kan mengintip dari pinggir pintu. Akutagawa membaringkan Kume perlahan, lalu menghela nafas panjang. Matanya melirik sekitar, lalu mendapati sebuah buku yang tak asing baginya. Rashoumon, ia pikir Kume tak akan membacanya lagi.

Dengkuran halus terdengar dari atas kasur, "Aku...tagawa-Kun?"

Seketika tubuh yang dipanggil mendadak membeku di tempat. Sedari awal mengapa ia sampai membawa Kume seperti ini, dia pun tak mengerti. Terpikir awalnya, ia merasa rindu dengan apa yang mereka lakukan dulu. Apa yang terjadi dengannya sebelum ini. Meski kini itu hanya sebuah angan-angan.

Setelah beberapa lama terdiam, Akutagawa menoleh dengan senyum kecil, "Selamat ulang tahun, Kume. Istirahatlah, malam," lalu pergi dari ruangan itu.

Kume yang masih setengah sadar hanya memegangi kepalanya. Lalu memilih untuk tidur. Ah, biarlah. Setidaknya bila lelaki bersurai ungu muda tak mengingatnya, biarkan malam ini menjadi rahasia Akutagawa sendiri.


End.
23-11-20