Atsumu Miya x Kageyama Tobio

Haikyuu!! disclaimer to Haruichi Furudate

Dijemput disclaimer to Nema

.

.

.

'Tobio anak pariwisata, sedang Atsumu anak teknik mesin. Ini tentang Tobio yang duduk di parkiran, menunggu Atsumu selesai kelas supaya bisa pulang bareng.'

.

.

.

WARNING! boyslove, bahasa tidak baku


Kageyama duduk di bangku yang tersedia di parkiran sekolahnya setelah kembali dari luar pagar, membeli beberapa tusuk bakso bakar.

Sambil memangku helm bogo nya dia duduk menikmati bakso bakarnya.

Suasana sekolah begitu sepi. Hanya ada beberapa anak yang lalu lalang sambil menenteng helm dan kunci motor mem

nuju motor nya masing-masing, bersiap untuk pulang.

Kenapa Kageyama tidak pulang juga? Sebenarnya ini sudah jadi kebiasaannya sejak dua minggu yang lalu.

Setelah berpacaran dengan Atsumu Miya--anak kelas dua dari jurusan teknik mesin, Kageyama selalu menanti Atsumu di parkiran sekolah untuk pulang bareng. Sedangkan Kageyama sendiri dari jurusan pariwisata, masih kelas satu.

Karena mereka dari jurusan yang berbeda, otomatis jam pulang mereka juga berbeda. Kelas Kageyama selalu pulang lebih dulu dari kelas jurusan teknik mesin, jadi mau tidak mau dia harus menunggu.

"Bakageyama!"

Kageyama menoleh begitu mendengar namanya disebut dengan sedikit hinaan. Itu Hinata, teman sekelasnya.

"Boge! Nama gue Kageyama tau!"

"Bodo," Hinata duduk di sebelahnya. "Koq belum pulang?"

"Lo sendiri kenapa belum pulang? Gue nungguin Kak Atsumu."

"Idih, pulang tinggal pulang aja. Kayak bocah SD aja segala nunggu jemputan."

Kageyama menggigit bakso bakarnya dengan kesal. "Iri bilang."

"Gak iri ya! Lagian gue juga lagi nungguin Kenma. Prakteknya lama banget." Hinata mendengus sebal sembari mengambil satu tusuk bakso bakar milik Kageyama, membuat Kageyama mengerang protes tapi tetap membiarkan Hinata mengambil satu.

"Ya kan Kak Kozume jurusan RPL, banyak prakteknya gak kayak kita. Kak Atsumu juga sih praktek terus."

Hinata mendengus dan berdiri. "Iya sih. Eh Kageyama, gue mau nunggu Kenma di lapangan voli aja. Mau ikut?"

Biasanya sih kalo denger kata voli, Kageyama langsung setuju. Tapi kali ini dia menggeleng.

"Gak deh. Kak Atsumu nanti nyariin."

"Yeu, yaudah."

Selepas kepergian Hinata, Kageyama kembali melamun. Dia mengetuk-ngetuk helmnya dengan bosan.

"Uhh, kak Atsumu lama banget," keluhnya.

Dia memeriksa ponselnya dan melihat jam. Sudah jam empat sore. Kageyama keluar kelas tadi jam dua siang, itu artinya sudah dua jam juga dia menunggu Atsumu di parkiran.

"Biasanya jam tiga udah pada bubar deh." Kageyama menoleh mencari keberadaan motor Atsumu, masih ada. Itu artinya Atsumu memang masih di dalam kelas.

Kageyama memindahkan helmnya ke samping lalu berdiri untuk membuang bungkus baksonya setelah itu dia berjalan keluar pagar lagi.

"Pengen cilor sama es jeruk ah, aus"


Atsumu bergegas berlari ke parkiran dengan panik. Pasti Kageyama sudah menunggunya terlalu lama. Namun ketika melewati kelas tata boga, dia hampir menabrak Osamu yang baru keluar dari pintu kelas

"Anjing lo! Ni kalo roti nya jatuh gimana?!" Osamu mencak-mencak pada kembarannya.

Atsumu mengatur napasnya. "Sori. Lagian mana tau gue lo disitu."

"Lo masih praktek anjir? Udah jam berapa ni" Atsumu memperlihatkan jam tangannya pada Osamu.

Osamu mendecak. "Bacot ah. Udah sana minggir gue mau bawa roti ini ke ketua jurusan."

Atsumu minggir, memberi jalan pada Osamu.

"Oh iya lupa mau ke parkiran," Akhirnya Atsumu kembali berlari dan semakin panik ketika tidak menemukan siluet Kageyama.

Kecuali, helm.

Ada helm bogo warna hitam dengan motif angka 9 besar di sisi kirinya. Punya Tobio. Tergeletak begitu saja di atas bangku.

"Kebiasaan banget ninggalin helm. Belum aja kalo hilang, dikira helm murah apa."

Atsumu mengambil helm itu dan mengalungkannya di pergelangan tangannya lalu dia merogoh saku almamater nya, mengambil ponsel.

Dia mengirim pesan pada Kageyama.

Atsumu

tobio sayang

kamu dimana??

Kageyama

KAK ATSUMU AKHIRNYA

tau gak sih aku nunggu lama banget!!

dua jam!

Atsumu

wkwk

maafin tadi lagi praktek makanya lama

dimana?

Kageyama

aku di luar pager

pager depan lagi beli cilor

Atsumu

oalah

tapi koq helmnya di tinggal? nanti kalo ilang gimana

Kageyama

hehe

habis berat kak, jadi kutinggal bentar

kak atsumu mau cilor gak? aku pesanin dua

Atsumu

boleh deh

aku nyusul kamu kesana ya pake motor

nanti aku yang bayar

Kageyama

ok

Atsumu memasukkan ponselnya dan berjalan menuju motornya. Mengambil helm nya sendiri yang dia gantung di spion dan pelan-pelan mengeluarkan motornya dari area parkiran.


Kageyama bersama Atsumu duduk selonjoran di pagar samping sambil memakan cilor berdua. Sudah jam lima sore.

"Udah makan siang belum tadi? Harusnya tadi kita nyari warung aja bukan malah makan cilor."

Kageyama menggeleng. "Gak ah, aku lagi pengen cilor." ujarnya sembari menyeruput es jeruknya. Atsumu cuma memperhatikan Kageyama yang sibuk makan karena punyanya sudah habis sejak tadi.

"Oh iya." Kageyama menoleh pada Atsumu. "Aku bisa pinjam laptop kakak gak?"

"Emang laptop kamu kenapa?"

"Rusak, kayaknya. Gak ngerti juga dari kemarin gak bisa nyala. Mana ada tugas lagi, aku pinjem boleh ya?"

Atsumu mengangguk sambil tersenyum kecil. "Iya, boleh. Nanti singgah rumah aku buat ambil laptop ya."

Kageyama mengacungkan jempolnya. "Ok."

"Loh, belum pulang lu anjir?"

Atsumu menoleh melihat Osamu yang baru keluar dari pagar sambil menenteng tasnya. "Eh, baru mau pulang lu Sam? Mana motor lo?"

"Gue bareng Suna. Lagi di ambil motornya di parkiran."

"Cielah," komentar Atsumu.

"Apaan lo, bukannya pulang sibuk pacaran disini."

"Iye bacot ini juga mau pulang. Yuk, Tobio."

Atsumu memasang helmnya dan Kageyama hanya iya-iya saja memungut sampahnya dan membuangnya ke tempat sampah lalu memakai helmnya.

"Duluan, kak Osamu."

Osamu yang kaget dengan kikuk melambaikan tangannya pada Kageyama. Jujur, dia jarang ngobrol dengan Kageyama makanya ketika di sahuti seperti itu dia kaget.

Tak lama dari arah samping Suna muncul dengan motor Osamu. Atsumu iseng menggas-gas motornya menggoda Suna dan Osamu sambil bersiul membuat Osamu hampir saja melempar helmnya pada Atsumu kalau saja Atsumu tidak langsung menggas motornya menjauh, membuat Kageyama hampir terjungkal.

"Kak Atsumu!!"

Pundak Atsumu di pukul dengan keras oleh Kageyama. Sedangkan pemilik pundak hanya tertawa.

"Makanya pegangan. Aku mau ngebut"

"Gak usah aneh-aneh ah! Udah mau maghrib!"

"Pegangan."

Brummm

"KAK ATSUMU!!!"