Disclaimer:

Saya tidak memiliki Date a Live ataupun Spiderman, semuanya kembali kepada pemiliknya masing-masing.

.


Chapter 1: Gadis tanpa nama

'-Kriiiiiiingggg!' Suara alarm berbunyi.

"Iya, Iya, aku bangun, aku bangun!" Ucap remaja berambut coklat yang berantakan dan mata berwarna hijau bernama Peter Parker.

Senin, 10 April

Kemarin hari terakhir liburan musim semi, jadi hari ini kembali masuk sekolah seperti biasanya.

Sambil mengusap matanya yang masih mengantuk, Peter membersihkan tempat tidurnya, lalu berjalan keluar kamar dan ia melihat Bibi May baru selesai menyiapkan sarapan.

"Peter, makanannya sudah siap!" Ucap wanita berambut coklat panjang, dan mata berwarna hijau.

"Baik!" Balas Peter berjalan mendekat.

Keduanya lalu memakan sarapan mereka, di saat yang bersamaan Bibi May menyalakan televisi.

[—Pagi hari ini, di pinggiran Kota Tenguu]

"Hmm? Tempat itu lumayan dekat. Ada kejadian apa?" Tanya Peter.

Di layar, tampil gambar yang menunjukkan jalanan, puing-puing bangunan dan infrastruktur yang hancur berantakan.

Peter lalu menghela nafas.

"~Ahh pasti Spacequake"

Spacequake istilah yang mengacu pada sebuah guncangan yang terjadi di daerah yang luas.

Peristiwanya pertama kali terjadi sekitar tiga puluh tahun lalu. Dan kejadian tersebut membuat banyak negara seperti Uni Soviet, Cina, dan Mongolia terhapus dalam satu malam. Dan korban jiwa tercatat 150 juta orang.

Sebenarnya Peter dan Bibi May berasal dari Kota New York, namun mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut, atas surat wasiat terakhir Paman Ben yang menyarankan mereka berdua untuk pindah ke Kota Tenguu, meski begitu Bibi May masih penasaran apa maksud mendiang suaminya tersebut, mereka berdua telah menetap di Kota Tenggu selama 3 tahun, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, Bibi May bekerja sebagai editor di suatu majalah.

Salah satu hal yang menakjubkan dialami Peter selama hidupnya, yaitu mendapatkan kekuatan super dan indra seperti seekor laba-laba. Kejadian tersebut bermula 3 bulan yang lalu, ketika ia sedang mengikuti kunjungan Raizen High School ke sebuah fasilitas binatang, tanpa sengaja ia digigit seekor laba-laba aneh.

Dan merasa kekuatannya ini mampu menolong orang banyak, Peter memutuskan menjadi superhero, berbekal tekad yang kuat dan ucapan Paman Ben: (Dengan kekuatan yang besar maka datang tanggung jawab yang besar).

Selama 1 bulan penuh, ia telah mencoba melatih kemampuan supernya tersebut, dan setelah bersusah payah berlatih, akhirnya ia siap menjadi sosok yang membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Pertama-tama hal yang ia lakukan adalah membuat kostum untuk merahasiakan identitasnya, ia membuat kostum berbahan spandex, yang sebagian besar berwarna biru dengan sarung tangan merah, sepatu bot merah, bagian tengah kostum berlogo laba-laba hitam, dan topeng mendesain pola jaring yang menutupi bagian merah setelan, mulai dari topeng hingga badannya.

Kedua, ia membuat 2 buah web shooter untuk dapat berayun di bangunan-bangunan, meskipun telah digigit laba-laba, kemampuan yang didapatkannya adalah mengangkat beban yang cukup berat, pukulan yang cukup kuat membuat dinding beton jebol, Spider Sense untuk menandakan bahaya, merayap dan berjalan di dinding. Namun tanpa mendapatkan kemampuan jaring laba-laba, oleh sebab itu ia membuatnya sendiri untuk menembak jaring.

Peter membuatnya dari cairan khusus flexsibel dan lengket, yang ia kenakan di pergelangan tangan di bawah sarung tangan kostumnya, dan jaring yang ditembakkan akan menghilang setelah 1 jam di udara.

Dan selama 2 bulan ini Peter telah menjadi Spiderman yang di kenal orang banyak maupun di berita, meskipun ia tidak berani keluar jika sedang terjadi spacequake, selain itu ia tetap merahasiakan identitasnya sebagai Spiderman dari Bibinya.

.


Sekitar jam 8.15 pagi

Peter sampai di gedung SMA-nya yang bisa dibilang mempunyai fasilitas yang bisa dibanggakan, dan juga dilengkapi shelter tipe terbaru, jika sedang terjadi spacequake para murid dapat dengan cepat berlindung.

Setelah memeriksa daftar ruangan di koridor, ia kemudian memasuki ruangan yang akan ia habiskan 1 tahun berikutnya.

"Kelas 2-4, kah?" Ucapnya sambil memasuki kelas.

"Yo, Shido!" Ucap Peter kepada anak lelaki berambut biru tua di depannya.

"Peter!" Balas anak lelaki bernama Shido tersebut.

"Bagaimana kabarmu? apa liburanmu kali ini menyenangkan?" Tanya Peter kepadanya.

"Oh yeah, tentu saja!" Ucap Shidou sembari melakukan tos kepada Peter.

Ditengah-tengah pembicaraan keduanya, tiba-tiba dari belakang terdengar suara pelan dengan nada monoton.

"—Itsuka Shido"

"Huh?"

"Uwaa!" Peter terkejut.

Terlihat seorang gadis memiliki rambut yang pas mencapai bahu serta wajahnya seperti boneka.

"Eh...aku?"

Shido melirik-lirik ke sekelilingnya, lalu memiringkan kepalanya.

"-Memangnya ada orang lain bernama Itsuka Shido selain kau disini?" Sela Peter.

"Ehehe" Balas Shido sambil menggaruk pipinya.

"Ya kau" Jawab gadis tersebut dengan datar.

"Tunggu dulu, ba-bagaimana bisa kau tau namaku?"

Gadis tersebut memiringkan kepalanya bingung mendengar ucapan Shido barusan.

"Kau tidak ingat?"

"...Umm" Shido berusaha mengingat-ingat.

"-Kurasa tidak" Lanjutnya.

"Oh" Gadis tersebut terlihat kecewa, lalu berjalan kembali ke bangkunya.

"Sebenarnya... apa yang terjadi?" Heran Shido.

"Entahlah" Ucap Peter.

"-Hey, kau kelihatannya cukup bersemangat sekali, sexual beast Itsuka" Ucap seseorang berjalan mendekat.

Teman Shido dan Peter, Tonomachi Hiroto, ia merasa senang karena mereka bertiga berada dikelas yang sama lagi tahun ini.

"... Sex...apa kau bilang?" Bingung Shido.

"Sexual beast, dasar sialan! baru selesai liburan musim semi saja, kau sudah mulai cukup jantan rupanya!. Jadi sejak kapan kau jadi dekat dengan Tobiichi, bagaimana caramu mendekatinya, huh?" Ucap Tonomachi.

"Tobiichi...? Siapa itu?" Bingung Shido.

"Ayolah, jangan pura-pura. Baru saja kalian asyik berbincang-bincang, iya kan?"

"Maksudmu perempuan tadi?" Tanya Peter.

"Ya!" Jawab Tonomachi sambil mengarahkan wajahnya ke arah gadis tadi.

"Jujur aku tidak mengenalnya" Ucap Shido.

"Aku juga" Sahut Peter.

"Ayolah bung, dia Tobiichi, Tobiichi Origami. Si super jenius yang dibangga-banggakan sekolah kita, masa kalian berdua tidak mengenalnya?" Heran Tonomachi.

"Tidak, ini pertama kalinya kami mendengarnya tapi... apa dia benar-benar sehebat itu?" Tanya Shido.

"'Hebat' saja tidak cukup untuk mengutarakan dirinya. Nilainya saja selalu berada di peringkat teratas, dan pada ujian Try Out baru-baru ini dia mendapat hasil yang gila dan langsung melesat ke peringkat teratas se-nasional" Ungkap Tonomachi.

"Hoo" Respon Peter datar.

"-Haaah? Kenapa orang seperti itu ada di sekolah negeri?" Heran Shido.

"Entahlah, mungkin kondisi keluarga?, dan menurut kabar yang kudengar, kemaren Spiderman baru saja menyelamatkan semua penumpang kereta api yang tidak dapat berhenti!"

"Benarkah?" Tanya Shido.

"Kurasa iya, karena ia merupakan superhero cukup yang membantu banyak orang, dan aku ingin berfoto selfie dengannya jika bertemu secara langsung!"

"-Ahaha kau terlalu berlebihan!" Sela Peter.

"Hah?" Heran Shido dan Tonomachi.

"Apa maksudmu?" Heran Shidou

"Ehh, bukan apa-apa, lupakan saja" Ucap Peter sambil sedikit tersenyum.

...

Suasana kemudian menjadi hening sejenak, lalu mereka bertiga mencari tempat duduk masing-masing yang sudah tertera dipapan tulis. Tonomachi duduk di depan, Shido di tengah, sementara itu Peter duduk di belakang Shido.

Kemudian Shido tersadar...

"...ah!"

Tepat di sebelah kanannya duduk sang gadis peringkat teratas, Tobichi Origami.

"..."

Karena merasa sedikit canggung, Shido memalingkan matanya ke arah papan tulis sama seperti yang dilakukan Origami.

Disaat yang bersamaan pintu kelas terbuka dengan suara berderak. Dari sana muncul seorang wanita pendek dengan kacamata berbingkai tipis muncul dan berjalan ke belakang meja guru.

"Ternyata Tama-chan..."

"Ah, Tama-chan"

"Yang benar? Yeahhh!" Ucap beberapa murid.

"Baiklah, selamat pagi semuanya. Untuk satu tahun kedepannya, saya akan menjadi guru homeroom kalian, nama saya Okamine Tamae" Jelasnya.

Guru IPS, Okamine Tamae atau para murid akrab memanggilnya Tama-chan, ia berbicara lambat dan membungkuk hormat. Mungkin karena ukurannya kurang pas, kacamatanya sedikit menurun, dan dia buru-buru menahannya dengan kedua tangan.

Di antara murid-murid yang penuh gairah, hanya ekspresi Shido yang kaku. Karena yang tepat duduk di samping kanannya adalah Origami.

"..."

Secara kebetulan mata mereka berdua bertemu. Dengan cepat Shido memalingkan pandangan matanya.

"Oi! apa-apaan situasi didepanku ini?" Batin Peter melihat perilaku teman didepannya tersebut.

.


Kemudian tiga jam berlalu.

"Itsuka, Parker. Kalian tidak punya kerjaan, kan? Mau cari makanan?" Tanya Tonomachi.

"Oke!" Jawab keduanya.

Namun baru saja mereka beranjak dari bangku masing-masing...

'-UUUUUUUuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu'!

"Huh!?"

Jendela-jendela di ruangan kelas bergemeretak diiringi suara sirene yang nyaring.

"Spider senseku menggila, jangan-jangan ini!" Batin Peter.

"Ap-Apa yang terjadi?" Ucap Tonomachi.

"-Ini bukan, latihan. Ini bukan, latihan. Gempa telah terdeteksi. Diperkirakan, terjadinya, Spacequake. Kepada penduduk sekitar, harap bergerak, ke shelter terdekat, secepatnya. Diulang kembali—"

"Oi oi... Serius?" Ucap Tonomachi dengan keringat bercucuran.

"-Ayo cepat menuju shelter!" Ucap Peter.

"Be-benar, kau benar" Balas Tonomachi.

Secepat mungkin namun tanpa berlari, mereka bertiga meninggalkan ruangan kelas.

Koridor pun telah dipenuhi murid-murid, yang sedang membentuk barisan menuju shelter. Namun ada seorang siswi yang berlawanan arah barisan, dan berlari menuju pintu masuk.

"Tobiichi...?" Heran Shido.

"Hey! Apa yang kau lakukan! Shelter-nya ada di arah yang berlawanan—"

"Tidak apa-apa" Balas Origami berhenti sejenak, lalu lanjut berlari.

"Apanya yang tidak apa-apa? Ucap Peter.

Meski agak bingung, keduanya kembali melanjutkan jalan mereka ke barisan para murid.

Namun, tiba-tiba Shido mengingat sesuatu, ia membuka handphonenya, dan berusaha menghubungi adik-nya 'Itsuka Kotori'. Karena tidak ada balasan, dengan sumpah serapah ia pun menutup handphone-nya tanpa mengembalikan layar ke keadaan semula, dan segera keluar dari barisan murid.

"O-Oi, kau mau ke mana, Itsuka!?"

"Maaf! Aku lupa sesuatu! Kalian duluan saja!" Balasnya sambil berlari menuju pintu masuk melawan alur barisan.

"Serahkan saja padaku!" Ucap Peter berusaha berlari mengejar Shido.

Namun pertama-tama ia kembali ke kelas mengambil tas yang didalamnya berisi kostum Spiderman miliknya.

"Nice!!" Ucap Peter.

Entah mengapa kali ini ia berani keluar ketika akan terjadi spacequake, ditambah lagi temannya pergi keluar membahayakan diri, ia pun tidak dapat membiarkan temannya itu terluka ataupun tewas begitu saja. Dan juga kali ini kesempatan yang tepat untuk mengetahui penyebab spacequake pikirnya.

Setelah melewati jendela dan gerbang sekolah, Peter kemudian mencari lokasi yang tepat untuk memakai kostumnya.

Setelah beberapa jalan ia lalui, akhirnya ia menemukan sebuah gang sempit yang kosong.

"Bagus, kurasa ini tempat yang pas" Ucapnya sembari memasang kostum dan web shooter dikedua lengannya.

"Web shooter dalam keadaan bagus, check!"

'Thwipp!'

"Yoshhhh!!" Teriaknya sambil berayun tinggi.

.


Kembali ke Shido.

Pada saat sedang berlari Shido melirik ke atas. Ia pikir ia melihat sesuatu yang bergerak di ujung penglihatannya.

"Benda apa itu?" Ucapnya heran.

Ada 4 benda seperti manusia sedang melayang diudara. Namun Shido tiba-tiba berhenti, karena...

"Uwahhhh...!?" Secara cepat ia melindungi matanya.

'Boooom!'

Kemudian terdengar ledakan yang memekakkan telinga, dan gelombang udara yang dahsyat menerpa Shido.

"Ap... apa yang terjadi...?" Ucapnya sembari mencoba membuka mata.

"—Huh?"

Terlihat jalanan di hadapannya sesaat yang lalu, lenyap tidak berbekas.

"Apa apaan ini? apa yang barusan terjadi?" Bingung Shido.

Lalu di pinggiran jalan tersebut, terlihat sesuatu yang membentuk sebuah kawah, dan...

"Apa?" Ucap Shido keheranan.

Play Date A Live Season 1 OST - Seirei:

Di sana terlihat seorang gadis yang memakai gaun aneh, berambut hitam dan roknya memancarkan sinar aneh, yang kelihatannya sedang berdiri di singgasana dengan kakinya di atas sandaran lengan.

"-Gadis itu...sedang apa ia disana?"

Gadis itu sambil lalu mengamati tempat sekitar, lalu ia tiba-tiba berbalik menghadap Shido.

"Un...?"

Gadis itu kemudian mengambil sebuah pedang dari singgasananya. Sebuah pedang yang memancarkan sebuah sinar aneh.

Gadis itu mengayunkan pedangnya kearah Shido.

"Eh...!?"

'Swoosh!!!' Tebasan pedang tersebut kemudian diikuti suara ledakan, dan hampir saja mengenai kepala Shido.

'-Booommmm!'

"Apa, Haaah!"

Shido kemudian berbalik dan melihat pemandangan dimana rumah dan bangunan dibelakangnya rata dengan tinggi yang sama.

Ost End

—Apa maksud semua ini? Ehh..? tiba-tiba sebuah pilar bangunan mulai roboh mengenai Shidou.

"Aaaaaaaaaa..!!!!!" Teriak Shido.

'Thwip!!!'

Namun pilar tersebut tiba-tiba berhenti, dan Shido menyadari ada seseorang telah menolongnya. Sambil nafas terengah-engah dia mengenali sosok tersebut.

"Spi..Spiderman!!!" Teriak Shido.

"Hup!" Peter dengan tampilan Spiderman mendarat disamping Shido.

"Hei kawan, apa kau tidak apa-apa? Tanya Spiderman kepada Shido.

"Aku sungguh tidak percaya ini! kau Spiderman sungguhan!!!" Ucap Shido terkagum-kagum.

"Yap! akulah Spiderman dan yang satu-satunya di kota ini!" Balasnya.

"Bolehkah aku meminta tanda tanganmu?" Pinta Shido.

"Tentu saja, tapi apa kau punya pulpen!"

"-Hey!" Ucap gadis di depan mereka yang dari tadi diabaikan, dia berpakaian aneh sekali. Menyerupai bentuk seperti gaun seorang putri, terbuat dengan material yang tidak jelas apakah dari kain atau logam. Diambah lagi, celah jahitan, bagian dalam, rok dan sebagainya, tersusun dari lapisan cahaya misterius yang tidak terlihat seperti materi fisik.

Mereka berdua kemudian kembali menatap gadis tersebut.

"Ahh! gomen-gomen!" Ucap Spiderman sambil menggaruk pipinya.

Namun berbeda bagi Shido, rasa takutnya malah kembali, bahkan untuk bernafas sekalipun, selagi pandangan matanya terpaku pada sang gadis yang luar biasa cantik.

"-Siapa...namamu?" Tanya Shido berani bertanya.

"—Aku tidak punya hal semacam itu" Jawab gadis tersebut dengan tatapan sedih.

Namun disaat yang bersamaan, ia mengarahkan pedangnya kearah Shido dan Spiderman.

"Tunggu, tunggu, tunggu!" Ucap Shido ketakutan

"Whoaa! tahan, tahan, tahan pedangmu itu nona!" Ucap Spiderman.

"-Pertama, siapa gadis ini? kedua, siapa mereka yang sedang beterbangan itu? ketiga, kenapa Shido berada disini, ini jauh lebih absurd dari yang kukira, apakah nanti ada yang lebih absurd lagi?" Pikir Peter.

Namun gadis tersebut memandang mereka berdua dengan tatapan bingung.

"A-Apa yang kau inginkan...?" Ucap Shido dengan keringat bercucuran.

"Tentu saja—membunuh kalian secepatnya."

Mata Peter terbelalak di balik topengnya, sementara wajah Shido membiru.

"... tidak mungkin aku akan melakukan it...?

"...Prutttt!, Bwahahahaha!!!, membunuh kau bilang? kami ingin membunuhmu nona? apa kami berdua terlihat seperti orang yang berbahaya, Gahahaha!" Tawa Spiderman

"—Apa?" Gadis itu kebingungan menatap mereka berdua.

"-Ah gomen, bukan bermaksud menghina, tapi aku tadi sedikit terbawa suasana, dan kelihatannya kau tidak sedang bercanda kan?" Tanya Spiderman.

Namun, sang gadis seketika menyipitkan matanya dan berpaling dari mereka berdua.

Layaknya dipandu olehnya, Shido dan Peter juga berbalik melihat ke atas—

"Aapa...!?"

"Bagus, sekarang giliran mereka yang beterbangan!" Batin Peter.

Terlihat ada beberapa manusia yang berpakaian aneh sedang terbang di langit dengan beberapa senjata, dan dari senjata-senjata di tangan mereka, sejumlah besar sesuatu yang mirip misil diluncurkan ke arah Shido, Peter dan sang gadis.

'Bwosssssh!'

"W-Waaaaaaaaaah!?"

"Gawaaaat!"

"..."

"Eh?"

"Oi, oi kau bercanda, kan?"

Terlihat semua misil tadi melayang tanpa bergerak di udara beberapa meter di atas gadis tersebut, seperti sedang dipegangi oleh tangan-tangan tak terlihat.

"...Hal seperti ini sia-sia saja, kenapa mereka tidak pernah bisa belajar"

Dengan jengkel gadis itu menghela nafas, lalu dengan tangannya, ia dengan mudah meremukkan misi tersebut, namun meledak dengan daya yang sangat kecil.

"Apa maksudnya semua ini? Hei Spiderman apa kau tau yang sedang terjadi sekarang?" Tanya Shido ke Spiderman.

Peter akhirnya tersadar akibat ucapan Shido, karena dari tadi ia terdiam melihat sang gadis dengan mudahnya menghancurkan misil tersebut.

"-Ahh gomen! kau bicara apa barusan?" Balas Spiderman.

"Aku bertanya, apa kau tau yang terjadi sekarang ini?"

"Oh ya tentu saja, Tidak!"

"Jangan bercanda! bukankah kau ini seorang superhero? masa hal seperti ini kau tidak tau, memangnya kau belum pernah berhadapan dengan mereka?" Geram Shido.

"Hei tenanglah! menjadi seorang superhero tidak akan menjadikanmu tau segalanya, lagipula yang kuhadapi selama ini hanyalah maling, perampok, dan berberapa penjahat kelas teri saja, jadi jika kau bertanya apa aku pernah berhadapan dengan sosok di depan kita saat ini, tentu saja jawabannya TIDAK!!!" Balas Spiderman panjang lebar.

"Ahh! mampuslah kita!" Ucap Shido pasrah.

"Ayolah, jangan terlalu pesimis!" Balas Spiderman.

Ditengah-tengah pembicaraan, muncul sosok yang mendarat didekat keduanya, sosok yang sedang memakai mesin, atau semacamnya. Dari atas sampai bawah terlapisi body suit yang asing adalah seorang gadis. Dia membawa mesin thruster besar di punggungnya, dan sebuah senjata dengan bentuk seperti tas golf di kedua tangannya. Dan sosok tersebut membuat Shido dan Peter terdiam.

Alasannya sederhana, karena mereka berdua mengenal sosok tersebut.

"-Tobiichi..Origami...?" Ucap Shido.

"Great, yang satu ini jauh lebih absurd dari yang kuharapkan" Batin Peter.

Gadis dengan penampilan mekanik yang terlalu berlebihan itu adalah teman sekelas mereka, Tobiichi Origami.

Origami kemudian melihat ke arah mereka.

"Itsuka Shido?...Spiderman?"

"... huh? ap-apa-apaan pakaianmu itu?"

"Hei! apa kau sedang bercosplay?"

Akan tetapi, Origami langsung memalingkan pandangan dari mereka, menuju sang gadis bergaun.

"—Fmph"

Gadis tersebut mengayunkan pedangnya ke arah Origami.

Origami dengan cepat menyentak tanah, menghindari pedang tersebut, dan mendekati gadis itu dengan kecepatan menakjubkan.

'Whooooosh!'

'Criiiinggg!'

Dari ujung depan senjata di tangan Origami, muncul sebuah pedang yang terbuat dari cahaya. Dan sasarannya adalah sang gadis, Origami mengayunkannya dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya.

'Craaangggg!' Suara pedang keduanya beradu.

"—Ugh"

Gadis tersebut mengernyitkan alisnya sedikit, lalu menghentikan serangan tersebut dengan pedang ditangannya.

Lalu pada saat yang bersamaan.

'Thwipp!'

Dua buah jaring laba-laba berukuran besar menghentikan pergerakan mereka berdua.

"-Hei nona cantik sekalian, bisakah kalian membahas masalah ini dengan kepala dingin, maksudku ya, dengan acara minum teh misalnya, dan jika kalian tidak keberatan, aku bisa kok mengantarka-

'Bangg...!' Sebuah tembakan nyaris mengenai kepala Peter.

"Pengganggu" Ucap Origami datar.

"Sial, dia benar-benar serius ingin membunuhku!" Batin Peter.

"Tenang Origami-chan! aku tidak bermaksud jahat!"

"Darimana kau tau namaku?" Ekspresi Origami berubah tajam menatap Spiderman.

"-Gawat aku keceplosan!" Peter dengan cepat memberi alasan bagaimana ia tau nama Origami.

"-Ahh, aku tau namamu kau bilang? jawabannya sederhana, bocah yang berdiri disana itu tadi menyebut namamu kan?" Ucap Spiderman berusaha mengelak sambil menunjuk ke arah Shido.

"Ayo percayalah, kumohon!" Batin Peter.

Lalu Origami dengan mudahnya memotong jaring milik Peter, dan tanpa berbicara sedikitpun ia langsung menyerangnya.

'Slash! Slash!' Origami berusaha menebas Spiderman.

"Hei tenanglah, sudah kubilang aku tidak bermaksud jahat!!" Ucap Spiderman sambil menghindari tebasan Origami.

'Slash!!' Sebuah tebasan hampir saja mengenai lengan kiri Spiderman.

"Baiklah jika itu maumu!" Ucap Spiderman.

Play Burning My Soul (Cross-Z Magma Theme):

"Oraaaaaa!!" Teriaknya.

'Buuuakk!' Sebuah pukulan telak mengenai perut Origami.

"-Akhhhh!"

'Buuuk! Baaak! Buuuuak!'

Pukulan demi pukulan dilancarkan Spiderman kepadanya, meskipun Origami berusaha menangkis serangan tersebut, Spiderman jauh lebih cepat dari dirinya.

《Crawler Assault!!

Teriak Spiderman sambil menedang Origami dan membuatnya terlempar jauh beberapa meter.

"Akhhh!"

'Thwipp!' Spiderman menembak jaringnya agar segera meluncur ke tempat Origami.

Namun...

Ost End

"Spider sense!!!"

Sang gadis yang dari tadi melihat pertarungan mereka, tiba-tiba muncul di depan Spiderman.

"Gawat! dia terlalu dekat!!" Ucap Spiderman.

Dengan cepat sang gadis menghajar Spiderman, dan mengakibatkan dirinya terlempar ke reruntuhan bangunan.

"-Akhhhh!"

'Brakkk!' Spiderman dengan mulus menghantam sebuah dinding.

"Sial...di-dia cepat...sekali" Ucap Spiderman sebelum pingsan.

Lalu sang gadis berbalik kearah Origami, menyadari hal tersebut Origami bergerak mendekatinya. Kemudian mereka berdua bersamaan mengayunkan pedang, tepat di hadapan Shido yang dari tadi menganga melihat hal didepannya.

'Booooom!'

"Gyaaaaaaah!"

Karena tekanan angin yang terlalu kuat, Shido pun terlempar membentur dinding dan membuatnya dirinya pingsan.

.


Di suatu tempat.

"Bagaimana situasinya?"

Terlihat seorang gadis muda mengenakan kemeja dan seragam militer berwarna merah membara yang tergantung di bahunya seperti jubah.

"Komandan!"

Laki-laki yang sedang berdiri di samping kursi komandan memberi salam hormat yang sama sempurnanya dengan di buku kemiliteran.

"Jelaskan situasinya?" ucap sang komandan yang merupakan seorang gadis.

Lelaki tersebut segera berdiri tegak.

"Siap, serangan akan segera dimuali setelah Spirit muncul."

"AST?"

"Begitulah kelihatannya."

AST, (Anti Spirit Team). Sekelompok orang yang mengenakan armor mekanik untuk memburu Spirit , menangkap Spirit , membinasakan Spirit, mereka melebihi manusia biasa, namun belum se-level dengan monster, dan mereka adalah penyihir di zaman modern ini.

"Perlihatkan tampilannya sekarang."

Terlihat pada jalan lebar sekitar dua blok dari pusat kota, dua gadis sedang bertarung sambil mengayunkan senjata-senjata besar.

"Dia cukup handal. Tapi, yah, dengan Spirit sebagai lawannya dia mungkin tidak akan dapat berbuat apa-apa."

Sang komandan dengan santai bersandar ke punggung kursi, dan mengangkat tangan kecilnya dengan jari kedua dan jari ketiga terangkat lurus. Seperti meminta batang rokok.

"Kannazuki."

"Siap" Lelaki tersebut membalas.

Lelaki itu pun dengan sigap mencari di sakunya, dan mengambil sebuah lolipop kecil. Ia dengan cepat namun hati-hati melepas bungkusnya.

Lalu, ia berlutut disamping komandan, dan mengatakan "silahkan" saat menempatkan lolipop itu di antara jari-jari komandan.

Sang komandan memasukkannya ke dalam mulutnya, dan batangnya mulai bergerak naik-turun.

"... ahh, kalau diingat-ingat ke mana 'senjata rahasia' kita? dia tidak terlihat dari tadi. Aku ingin tahu apa dia masuk ke shelter sebagaimana mestinya?"

"Coba saya lihat—dan, huh?"

Lelaki itu memiringkan kepalanya, kebingungan.

"Ada masalah apa?"

"Eh, itu coba anda lihat!"

Sang lelaki menunjuk ke arah gambar. Komandan menggerakkan pandangannya ke sana.

Di sisi pertarungan antara sang Spirit dan sang anggota AST, terbentang sosok lelaki berpakaian seragam sekolah dan seorang lagi berkostum spandex merah .

"... Timing yang sempurna, cepat pungut mereka"

"Dimengerti."

Lelaki itu menunduk hormat.

.


Kembali ke Peter yang mulai perlahan tersadar.

"Akh! apa-apan itu tadi, dia sangat cepat!" Ucap Peter sembari berusaha berdiri.

"Shido!" Ucap Peter sambil berusaha mendekati temannya tersebut.

"-Hah?" Peter terheran melihat tubuh Shido mulai terangkat ke udara.

"Oi! ada apa ini?"

'Thwipp!'

Peter dengan cepat menembak jaringnya ke tubuh Shido, namun semakin lama tubuh Shido melayang semakin tinggi.

'Srakk!' Jaring milik Peter akhirnya putus karena tidak sanggup menahannya lagi.

"Ahhh sial!" Geramnya.

Kemudian tubuh Shido melayang semakin tinggi dan sampai tidak terlihat lagi oleh Peter.

"..." Peter kemudian terdiam sejenak.

"Dari semua hal terjadi, cuma yang terakhir ini luar biasa absurd, sialaaaaaan!" Teriak Peter yang kini tinggal sendirian.

Bersambung:

.


Author Note:

Akhirnya chapter 1 selesai juga, apakah karakter Shido terlihat OOC disini? umm, entahlah mungkin kalian yang membacanya dapat menyimpulkan. Dan untuk karakter Peter aku ambil dari versi animasi Marvel Spiderman 2017, dan untuk tampilan Bibi May dari versi Mcu.

Yah, sebenarnya fanfic hanya untuk selingan mengisi waktu fanfic yang satunya (Cross Ange x Kamen Rider).

Dan juga fanfic ini kubuat, karena ingin mencoba crossover dengan karakter yang agak anti mainstream, karena jarang ada yang memakai Spiderman untuk crossover dengan Date A Live dan kebanyakan kulihat adalah Naruto, jadi ya, kucoba sekali-kali membuat yang satu ini.

Maaf jika ucapanku panjang lebar, baiklah sampai disini dulu dan jangan lupa reviewnya ya!

Stay Safe Everyone!

Crawler Assault!