Disclaimer:
Saya tidak memiliki Date a Live ataupun Spiderman, semuanya kembali kepada pemiliknya masing-masing.
.
Chapter 2: Rahasia
—Sudah lama sekali ya.
Di dalam kepalaku, terdengar suara yang sepertinya pernah kudengar sebelumnya.
—Akhirnya, akhirnya kita bertemu lagi, .
Suara yang penuh nostalgia, penuh kehangatan.
—Aku senang sekali, tapi, sebentar lagi saja. Tunggulah sebentar lagi saja.
Kau siapa, tanyaku, tapi tidak ada jawaban.
—Aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku pasti tidak akan membuat kesalahan lagi. Karena itulah...sana, suara misterius itu terputus.
.
Play Date A Live Op by Sweet ARMS:
(Daremo ga utsumuku machi (Dead or alive)
(Kawaita kaze fukinuketeku) Terlihat Shido sedang memandang kota, Peter diatap gedung, dan wajah serius Tohka.
(Hikari motometa hitomi (Dead or Alive) Kotori berjalan tersenyum.
(Utsuru no wa zetsubou dake) Origami menatap langit.
(Dare ni mo todokanai sakebi) Yoshino berdiri dibawah hujan.
(Sagasu sono te de tomete) Kurumi sedang duduk tiba-tiba berbalik menyeringai dan dimata kirinya terlihat seperti jarum jam dan Spiderman sedang berayun.
(Nanimo kamo kowareta sekai de) Tohka mengayukan pedangnya kearah Origami dan Spiderman menembak beberapa jaringnya.
(Riyuu mo wakaranai mama ni) Pedang Tohka dan Origami saling beradu.
(Fureta yasashisa ga mada kowakute) Tohka berdiri diantara reruntuhan bangunan, Origami sedang memegang dadanya, dan Kotori sedang menggegam tangan.
(Ana no aita kokoro no sukima Umete kureru hito wa kimi na no?) Origami sedang menghadapi Yoshinon, Tohka bersama Spiderman menghadapi Kurumi, lalu Tohka mengalih pandangan ke arah Shido.
(Erande Date A Live) Adegan pertemuan pertama kali antara Tohka dan Shido ditambah Spiderman.
(Wow Date A Live Wow Date A Live) Latar kemudian berubah menjadi kota Tenggu.
.
"-Uwaaaaaa!!!!"
Shido yang baru saja tersadar, tiba-tiba berteriak kencang. Alasannya sederhana, karena di hadapan wajahnya, ada seorang wanita yang tidak dikenalnya sedang menahan kelopak mata yang terlihat mengantuk.
"-S, S-S-S-S-Siapa kau?"
Wanita itu kemudian bangkit berdiri, ia terlihat memakai apa yang sepertinya adalah seragam militer, dan umurnya sekitar 20 tahun. Rambut acak-acakan, mata yang dihiasi lingkaran-lingkaran hitam, dan boneka eruang yang dipenuhi bekas goresan yang entah kenapa melongok keluar dari kantung seragam militernya.
"...saya adalah Petugas Analisis di sini, Murasame Reine. Sayangnya, sang petugas Medis saat ini sedang keluar.
...tapi jangan khawatir. Meskipun saya tidak punya liensi perawat, setidaknya saya bisa menangani perawatan sederhana"
"..." Shido menatap wanita tersebut dengan seksama.
"...tunggu dulu! dimana ini?"
"...ah, tempat ini adalah ruang medis Fraxinus. Kamu tak sadarkan diri, jadi kami membawamu kesini"
"Hah Fraxinus? waktu aku pingsan katamu?...ahh! aku ingat sekarang!" Ucap Shido.
Shido ingat ia dan Spiderman telah terseret dalam pertarungan antara sang gadis misterius dan Origami, atau lebih tepatnya dirinya hanya jadi penonton saja, namun akibat menonton terlalu dekat ia pun terlempar dan tak sadarkan diri.
"Baiklah sekarang ikuti saja saya. Ada seseorang yang ingin saya perkenalkan padamu. ...…saya yakin kamu punya banyak pertanyaan, namun saya tidak pandai dalam menjelaskan sesuatu. Kalau kamu mau penjelasan spesifik, kamu perlu bertanya kepada orang tersebut" Ucap Reine.
"~Hah! apa boleh buat" Keluh Shido.
.
Beberapa saat kemudian.
"...saya membawanya ke sini." Ucap Reine yang kelihatan pusing mengayunkan kepalanya selagi berbicara.
"Kerja yang bagus."
Terlihat lelaki tinggi yang berdiri di samping kursi kapten menunduk pelan seperti seorang butler. Dia memiliki rambut bergelombang dan hidung yang tidak terlihat seperti seorang Jepang.
"Perkenalkan, Saya adalah Wakil Komandan di sini, Kannazuki Kyouhe. Senang bertemu denganmu."
"Iya"
Untuk sesaat, Shido mengira Reine tadinya berbicara dengan lelaki ini.
Namun ia salah mengira.
"Komandan, Petugas Analisis Murasame telah kembali."
Kannazuki memanggil, dan dari kursi kapten yang punggungnya sedang membelakangi mereka, terdengar suara memberengut, sementara kursi tersebut berputar balik.
Lalu
"—Aku menyambutmu. Selamat datang, di Ratatoskr." Suara seseorang yang disebut 'komandan' tersebut terdengar terlalu menawan, dan disaat figur gadis muda yang memakai seragam militer merah menyala di bahunya terlihat jelas. Rambutnya terikat 2 pita hitam besar, memiliki perawakan yang kecil, mata bundar seperti biji ek, dan permen di mulutnya.
"...Haaaaaah! Kotori!!" Teriak Shido dengan mulut menganga, karena sosok di depannya mirip dengan adiknya, Itsuka Kotori.
.
Ditempat lain, direruntuhan bangunan, terlihat Peter tanpa topeng Spiderman, sedang duduk seperti sedang memikirkan sesuatu.
"~hah, sungguh banyak hal aneh terjadi dalam satu hari ini, padahal sebenarnya, aku hanya ingin sekedar mengejar Shido dan iseng mencari penyebab spacequake, tapi malah apa yang kudapat! gadis misterius berkuatan aneh, Origami yang beramor terbang, dan akhirnya Shido melayang ke angkasa,...apa jangan-jangan semua ini saling berhubungan?!"
"-Argggh sial! semua ini membuatku pusing, semoga saja ia baik-baik saja, dan kuharap ia tidak diculik Alien!"
Peter kemudian memasang topengnya kembali dan berayun pulang.
'Thwipp!'
.
Kembali ke Shido.
"—Jadi, yang di sini adalah monster yang kami sebut Spirit, dan yang ini adalah AST. Mereka adalah Anti Spirit Team dari Angkatan Darat Bela Diri Jepang. Dan kalau kami tidak menjemputmu secepatnya, kau mungkin sudah mati. Jadi, menuju hal berikutnya—"
"Tunggu sebentar!"
Shidou mengeraskan suaranya, mencoba menahan Kotori yang baru saja memulai penjelasannya.
"Ada apa? Setelah semua kerepotan yang komandan ini lalui untuk memberikan penjelasan langsung padamu!"
"...Ko-Kotori...apa itu kau? Kau baik-baik saja, kan?"
"Ara, apa kau lupa wajah adikmu sendiri, Shido? Aku tahu kau payah dalam mengingat, tapi aku tidak sampai mengira akan separah ini!"
Sambil menggaruk belakang kepalanya, Shido berbicara dengan bingung.
"...Entah kenapa, saat ini aku sangat bingung sekali, seolah-olah isi kepalaku ingin meledak rasanya"
"Selain itu, di mana aku? Siapa orang-orang ini? tempat apa ini? dan juga apa itu spirits!" Tanya Shido
"~Hah, kau ini makanya dengar penjelasanku dulu. Apa yang barusan kubicarakan adalah spacequake, atau lebih tepatnya fenomena yang sering kita sebut demikian, dan itu merupakan hasil dari kedatangan spirits kedunia kita"
"Penyebabnya adalah gadis yang bertemu denganmu itu, sebenarnya ia memiliki daya skala kehancurannya yang bervariasi"
"Dan mungkin keberuntungan sedang ada di sisimu, Shido. Kalau saja skala ledakan kali ini sedikit lebih besar, kau mungkin sudah terhempas seketika, dan juga kita sekarang ini berada adalah 15000 meter di atas Kota Tenguu!"
"Maksudmu sekarang kita berada di..."
"Yup Fraxinus,ini adalah pesawat udara."
"Pe-pesawat...? Apa maksudnya, dan juga kenapa kau ada berada di tempat semacam ini?"
"Karena itulah, bukankah aku sudah bilang dengarkan penjelasanku secara berurutan terlebih dulu? -Kono Baka!!"
"..."
"Baiklah sampai dimana tadi? Oh ya AST, AST Itu adalah satuan yang khusus dalam bidang Spirit"
Sembari berbicara, Kotori menunjuk sekelompok orang yang ditunjukkan di layar.
"... Satuan yang khusus dalam bidang Spirit katamu... jadi apa tugas mereka sebenarnya?"
"Sederhana saja, kalau Spirit muncul, maka mereka akan datang terbang dan menanganinya"
"Menanganinya?...jangan-jangan maksudmu memusnahkan?" Tanya Shido.
"Tepat sekali, intinya adalah memusnahkannya"
Ia sudah mengerti apa yang mereka bicarakan spirit. Dia memang sosok yang membahayakan.
Namun tiba-tiba Shido teringat kembali tatapan sedih di wajah gadis tersebut.
"Yah, kalau dia mati mungkin itulah yang terbaik untuk kita."
"Ke-Kena...pa?"
"Kenapa, kau bilang?" Balas Kotori.
"Tak ada yang aneh dengan itu kan? Dia itu monster. Hanya dengan muncul di dunia ini dan dia menyebabkan spacequake. Dia adalah racun paling jahat dan paling mematikan!"
"Tapi, bukannya kau sudah bilang sebelumnya? Kalau spacequake tidak ada urusannya dengan keinginan Spirit"
"Itu benar. Setidaknya, sudah diyakini secara luas kalau ledakan dari pertama kali memasuki dunia ini tidak ada hubungan dengan keinginan Spirit itu sendiri. Dan dengan senang hati memulai aktivitas penghancurnya."
"Itu... mungkin tidak akan terjadi."
Kotori memiringkan kepala keheranan mendengar pendapat Shido.
"Seseorang yang menghancurkan jalanan untuk bersenang- senang... tidak mungkin dapat membuat wajah seperti itu"
"Ya ampun, Kalian baru saja bertemu selama beberapa menit, dan ditambah lagi dia adalah seseorang yang hampir membunuhmu, tapi kau masih membelanya.…jangan-jangan, kau jatuh hati padanya?"
"T-tidak, Aku hanya berpikir kalau misalnya masih ada jalan lain."
"Jalan lain ya, huh!" Pikir Kotori.
Senyum tipis terbersit di wajahnya.
"Mengenai itu." Dia kemudian menempatkan tangannya di dagu.
"Buat Spirit itu, jatuh cinta padamu" Ucap Kotori sembari menyeringai.
"Oh jadi begitu ya...tunggu dulu, apaaaaaaa!!!!" Teriak Shido tidak percaya.
.
Keesokan harinya diruang kelas.
"Hei! Shido kelihatannya kau baik-baik saja?" Tanya Peter kepada Shido.
"-Ahh ya, kemarin aku sempat berlindung ke shelter terdekat"
"-Heh! mau menipuku rupanya, memangnya kau pikir aku tidak tau kejadian semalam!" Batin Peter.
Tiba-tiba.
"Kemari!"
Entah darimana Origami muncul, dengan cepat ia menggegam tangan Shido dan menyeretnya keluar kelas.
"Ah, tu-tunggu..."
Melihat hal tersebut, membuat mulut Tonomachi yang melihatnya ternganga lebar, dan entah mengapa sekelompok gadis sedang membuat keributan "kyaa, kyaa", sementara itu Peter menatap mereka berdua dengan curiga.
"Hmm! kelihatannya mereka berdua ingin membahas masalah semalam, kurasa lebih baik kuikuti saja mereka" Pikir Peter sambil berjalan keluar.
"Hei! Parker kau mau kemana?" Tanya Tonomachi.
"Aku mau ke toilet sebentar!" Balas Peter.
.
Setelah beberapa saat kemudian di tangga menuju atap sekolah.
"Kemarin, kenapa kamu ada di tempat seperti itu?" Tanya Origami sambil menatap Shido.
"-Ahh, kemarin itu kelihatannya adikku masih ada di jalanan setelah peringatannya berbunyi, jadi aku mencarinya..." Jawab Shido.
"Begitu, jadi apa kau bertemu dengannya?"
"—A-Ah... ya" Jawab Shido gugup.
"Syukurlah"
Setelah mengatakannya, bibir Origami lanjut bergerak.
"—Kemarin, kamu melihat saya"
"Ah, ya..."
"Jangan beritahu siapa-siapa dan lupakan itu semua"
"... maksudmu gadis itu?"
"..."
Origami terdiam memandangi Shido.
"H-Hey... Tobiichi, gadis itu—"
"Itu adalah Spirit "
Origami memberikan jawaban pendek.
"Itu sesuatu yang harus saya kalahkan"
"... s-spirit itu, apa dia orang jahat...?"
"..."
"-Orang tua saya, lima tahun lalu, dibunuh oleh Spirit"
Mata Shido terbelalak mendengar jawaban dari Origami.
"..."
Origami terdiam sejenak.
"Tidak apa-apa, asal kau tidak memberi tahu orang lain"
Pada akhir perbincangan mereka, Origami memindahkan pandangannya dari Shido, dan menuruni tangga.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan mereka, ternyata Peter diam-diam menguping pembicaraan mereka berdua.
"Spirit? apa itu spirits? jangan-jangan maksudnya gadis misterius kemaren? dan apakah dia yang menjadi penyebab terjadinya spacequake? aneh sungguh aneh, tapi setidaknya ada sedikit jawaban atas masalah ini!" Batin Peter.
Kemudian.
"-Kyaaaaaaa!"
Dari arah koridor terdengar jeritan seorang siswi, Peter pun bergegas mendekat.
"..Hei, ada apa?" Tanya Peter.
"Se-sepertinya dia guru baru, dan... tiba-tiba dia jatuh...!" Ucap seorang siswi di dekat Peter.
"Ayo cepat panggil perawat-"
"...hn? Ahh, kamu kan—" Ucap Shido yang baru saja tiba kepada wanita terjatuh tersebut.
Wanita itu, adalah Petugas Analisis Fraxinus, Murasame Reine, Perlahan-lahan membangkitkan diri dari lantai.
"Ap-apa yang sedang kau lakukan di tempat ini...?" Tanya Shido.
"-Hei Shido, apa kau mengenalnya?" Heran Peter.
"-Ahh!"
"... kamu tidak bisa menebak dengan melihat saja? Saya sudah menjadi guru. Lebih tepatnya saya akan mengajarkan Fisika, dan juga mengambil posisi asisten guru homeroom untuk kelas 2-4"
"Ah... se-sepertinya orang ini baik-baik saja!" Peter mengulurkan tangannya dan membantu Reine berdiri meski ia sendiri masih bingung.
"...nn, maaf merepotkan"
"Tidak apa-apa"
"Baiklah Shin, bisa kamu ikut dengan saya sebentar?"
"Hah! Shin?"
"Apa-apaan kau ini, bahkan memberiku nama panggilan yang aneh!"
"Sudahlah cepat ikuti saya sekarang!"
"-Shido tunggu sebentar, kalau ada waktu bisakah malam ini kau membantuku merakit figure mecha yang baru kubeli?" Pinta Peter.
"Baiklah, jam berapa?"
"Sekitar jam 8 malam nanti"
"Oke!" Balas Shido.
"Thanks!"
Shido dan Reine kemudian berjalan pergi.
Dan baru beberapa saat berlalu, tiba-tiba..
"Oniii-chaaaaaaan!"
Saat itu juga, seakan terhisap ke arahnya, Kotori mendaratkan serangan mendadak pada perut Shidou.
"Hagaaaa...!" Teriak Shido sambil memegang perutnya.
"Ahahahaha!"
"Ko-Kotori...!? Kenapa kau ada di sekolah ini..."
"Ikut kami sebentar" Jawab Kotori.
.
Pukul 19:50 di Kota Teggu terlihat Spiderman baru saja menangkap kawanan penjahat.
"~Pyuhh! akhirnya beres semua!" Ucap Spiderman.
"Terima kasih atas bantuannya Spiderman!" Ucap Seorang Polisi.
"Siap Pak, laksanakan!" Ucap Spiderman sambil memberi salam hormat.
'Thwipp!' Ia kemudian berayun pergi.
"Baiklah sekarang saatnya pulang!"
'Thwipp!'
'Thwipp!'
Setelah beberapa lama berayun akhirnya ia sampai di area rumahnya, dan melepas topeng Spidermannya. Kemudian perlahan membuka dan masuk jendela kamarnya, lalu merayap di langit-langit untuk menutup pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Perlahan Peter turun ke lantai. Namun ketika ia berbalik...
Terlihat Shido dengan mulut menganga.
'Braakk!' Action figure ditangan Shido jatuh ke lantai.
"Bunyi apa itu?" Tanya Bibi May didapur.
"Bukan apa-apa, hanya barang jatuh-hanya barang jatuh!" Balas Peter.
"-Kau Spiderman, yang terkenal itu" Ucap Shido tidak percaya.
"Tidak aku bukan Spiderman, aku bukan.." Balas Peter sembari melepas dan melempar kostumnya.
"Tapi kau tadi berada dilangit-langit!"
"Tidak, ahh Shido! apa yang kau lakukan dikamarku, dan bukankah kau datang terlalu cepat?"
"Bibimu tadi menyuruhku masuk ke kamarmu sambil merakit ini, dan aku ada urusan dengan Kotori nanti!"
"Tapi kau tidak bisa seenakny-
'-Kreeek!' Pintu kamar terbuka.
"Hehe, makanannya sudah siap, jika kalian ingin makan cepatlah nanti keburu dingin!" Ucap Bibi May.
"..."
Terlihat Peter tanpa baju.
"Maaf silahkan lanjutkan kesibukan kalian, dan Peter pakai bajumu" Ucap Bibi May sembari menutup pintu kembali.
"..."
"Apa bibimu tidak tau?" Tanya Shido.
"Tidak ada satupun yang tau!" Balas Peter sambil memasang bajunya.
"Kumohon Shido jangan beritahu siapapun, karena ini rahasia"
"Rahasia, kenapa?"
"Kau pikir ia akan memperbolehkanku jadi Spiderman dan melawan penjahat lagi, karena itu, Shido kumohon"
"Oke!"
"Kau berjanji?"
"Tentu saja"
"Thank You!"
"-Tunggu dulu, itu artinya kau melihat semua kejadian di hari itu?" Tanya Shido.
"Daripada melihat, lebih tepatnya aku terlibat langsung!" Balas Peter.
"Astaga!" Ucap Shido sambil memegang kepalanya.
"Dan dari percakapan yang kudengar Origami denganmu, kalian sedang membahas tentang spirits, jadi apa itu sebenarnya spirits dan apa hubungannya dengan spacequake?" Peter penasaran.
"Darimana kau tau semua itu, apa jangan-jangan kau menguping pembicaraan kami?"
"Heh! jangan remehkan aku!"
"~Hah kau ini, baiklah akan kujelaskan apa itu spirits, spirits adalah-
《You Got Mail!》
Ponsel Shido berbunyi, lalu ia membukanya dan terlihat nama Kotori dilayar ponselnya.
"Maaf Pete! aku ada urusan mendadak dengan Kotori!"
"Hei! kau belum menjelaskan apapun!"
"Maaf, besok akan kujelaskan disekolah saja!" Ucap Shido bergegas pulang.
"Great! sekarang Shido tau rahasiaku,... ahhh sial action figureku rusak, sialan kau Shido!" Ucap Peter sambil tepuk jidat.
Bersambung:
