Disclaimer:
Saya tidak memiliki Date a Live ataupun Spiderman, semuanya kembali kepada pemiliknya masing-masing.
.
Chapter 3: Namamu adalah
Keesokan paginya diruang kelas yang terlihat masih sepi dan hanya ada Shido dan Peter didalamnya.
"Baiklah Shido, bisa kau jelaskan apa sebenarnya itu spirits?"
"-Tidak kau duluan, kenapa kau bisa menjadi Spiderman?" Protes Shido.
"~Haah baiklah...apa kau ingat ketika kita sedang melakukan kunjungan ke sebuah fasilitas binatang tiga bulan yang lalu?"
"Oh ya, saat itu kalau tidak salah tanganmu di gigit laba-laba, kan?"
"Tepat sekali, saat itulah aku mendapatkan kekuatan superku ini!" Jawab Peter.
"Jadi begitu ya, tunggu dulu! jadi bagaimana caranya kau mengeluarkan jaringmu itu?, jangan bilang kau mengeluarkannya dari pant*t!!!"
"Hahaha! tentu saja tidak, jaring ini kubuat sendiri tau!" Kesal Peter sembari memperlihatkan Web Shooter miliknya.
'-Thwip!!'
"Wow!" Shido terkagum melihat jaring yang keluar dari pergelangan tangan Peter.
"Ngomong-ngomong Peter, apa kostummu itu tidak terlalu ketat?"
"Sebenarnya agak gatal dibagian paha sih...baiklah sekarang giliranmu, apa itu spirits?" Tanya Peter.
"~Haah baiklah, akan kuberitahu semuanya"
Shidou kemudian berbicara panjang lebar tentang apa yang terjadi dengan dirinya pada hari itu.
"Hah? kau bercanda, maksudmu gadis yang muncul entah berantah itu adalah penyebab spacequake sebenarnya? dan organisasi Ratatoskr yang di pimpin oleh adikmu Kotori, dan terakhir Origami yang merupakan anggota AST kau bilang! ahhh ini cukup memusingkan!" Kesal Peter.
"Terserah jika kau tidak percaya" Kesal Shido.
"Aku percaya, tapi aku hanya sedikit kebingungan atas ucapanmu tadi, apalagi di bagian kau harus membuat spirits jatuh cinta padamu, dan kelihatannya semua ini saling berhubungan satu sama lain, atau lebih tepatnya semuanya berhubungan dengan dirimu, Shido!" Ucap Peter.
"~Entahlah aku juga bingung" Ucap Shido sembari menghela nafas.
Beberapa saat kemudian terlihat para siswa mulai memasuki ruangan kelas mereka, oleh karena itu Peter dan Shido memutuskan mengakhiri percakapan mereka berdua.
.
Play Date A Live Op by Sweet ARMS:
(Daremo ga utsumuku machi (Dead or alive)
(Kawaita kaze fukinuketeku) Terlihat Shido sedang memandang kota, Peter diatap gedung, dan wajah serius Tohka.
(Hikari motometa hitomi (Dead or Alive) Kotori berjalan tersenyum.
(Utsuru no wa zetsubou dake) Origami menatap langit.
(Dare ni mo todokanai sakebi) Yoshino berdiri dibawah hujan.
(Sagasu sono te de tomete) Kurumi sedang duduk tiba-tiba berbalik menyeringai dan dimata kirinya terlihat seperti jarum jam dan Spiderman sedang berayun.
(Nanimo kamo kowareta sekai de) Tohka mengayukan pedangnya kearah Origami dan Spiderman menembak beberapa jaringnya.
(Riyuu mo wakaranai mama ni) Pedang Tohka dan Origami saling beradu.
(Fureta yasashisa ga mada kowakute) Tohka berdiri diantara reruntuhan bangunan, Origami sedang memegang dadanya, dan Kotori sedang menggegam tangan.
(Ana no aita kokoro no sukima Umete kureru hito wa kimi na no?) Origami sedang menghadapi Yoshinon, Tohka bersama Spiderman menghadapi Kurumi, lalu Tohka mengalih pandangan ke arah Shido.
(Erande Date A Live) Adegan pertemuan pertama kali antara Tohka dan Shido ditambah Spiderman.
(Wow Date A Live Wow Date A Live) Latar kemudian berubah menjadi kota Tenguu.
.
Beberapa jam kemudian terlihat Shido sedang berbincang dengan Origami.
'-UUUUUUUuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!'
Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, bunyi sirene bergaung nyaring di sekitar mereka. Dan pada saat yang bersamaan, Origami mengangkat wajahnya sedikit.
"-Kondisi darurat. Sampai jumpa!" Ucapnya sembari berlari pergi.
"Eh! tunggu!" Seru Shido.
Kemudian ia mendengar suara Kotori melalui intercom.
「Shidou, ini spacequake. Untuk sekarang ini kami akan mengembalikanmu ke Fraxinus. Cepat kembali dengan segera, paham!!!」
"J-jadi, Spirit ya...?"
「Ya, dan prediksi lokasi di mana ia akan muncul adalah- disini sekolahmu sekarang ini」
"Ba-baiklah!"
Lalu terlihat Peter sedang berlari ke arah Shido.
"Shido!!!" Seru Peter.
"Peter!"
"Spacequake, itu artinya... Ucap Peter.
"Ya, aku tau!" Balas Shido.
"Kalau begitu aku pergi menuju shelter dulu ya" Ucap Peter sambil mengendipkan mata sebelah kanannya untuk memberi kode kepada Shido kalau ia ingin mencari tempat untuk berganti kostum.
"Hati-Hati!!" Seru Shido yang melihat Peter yang berlari menjauh.
.
Waktu menunjukan pukul 17.20 sore.
Kini Shido yang telah berpindah ke pesawat udara Fraxinus yang melayang di atas kota selagi berada di luar penglihatan murid-murid yang mulai berevakuasi.
"Begitu ya, mm" Ucap Kotori sambil menjilat Chupa Chups, ia lalu menaikkan ujung bibirnya sedikit.
"—Shido"
"Apa?"
"Aku akan mengirimmu untuk bekerja sesaat lagi, jadi bersiap-siaplah!"
"..."
Kata-kata Kotori barusan membuat tubuh Shido diam terpaku.
Kemudian Shido berjalan menuju pintu bridge.
"Good Luck!"
"Yeah!"
Kepada Kotori yang mengangkat jempolnya, ia perlahan melambaikan tangan sebagai balasan.
.
Beberapa saat kemudian.
"Nah sekarang, pertama aku harus—"
Ucapannya terhenti, karena dinding gedung di depan mata Shido telah dibelah terbuka, dan ia dapat melihat langsung ke isi dalamnya.
"Melihat hal seperti ini sungguhan, benar-benar sulit dipercaya..."
「Nah, sempurna, masuki gedung dari sana」
Dari intercom yang terpasang di telinga kanannya, suara Kotori dapat terdengar.
"Di-dimengerti!" Sahut Shido.
Shido mengambil nafas dalam, dan melewati tangga terdekat.
Sebelum satu menit berlalu, ia sampai di depan ruang kelas yang dimaksud.
Tanpa membuka pintu, ia tidak dapat memastikan sosok di dalamnya, namun hanya dengan berpikir kalau ada Spirit di dalamnya tentu saja membuat jantungnya berdegub kencang bagaikan dikejar setan.
"Eh—ini, kelas 2-4. Bukankah ini kelasku?"
「Ara, begitukah. Nyaman untukmu, bukan? Tidak bisa dibilang kalau lokasi itu menguntungkan, tapi mungkin itu jauh lebih baik ketimbang tempat lain yang benar-benar baru bagimu」
"..."
"... hey, selamat sore, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?"
Dengan suara pelan, ia mengulang sapaan itu berkali-kali agar sang spirits dapat mengetahui keberadaan dirinya.
Memantapkan pikirannya, Shido membuka pintu ruangan kelas.
Kondisi ruangan kelas itu, diwarnai merah matahari terbenam, terproyeksikan ke dalam retinanya.
"——"
Satu momen berlalu. Kata-kata santai yang sudah ia persiapkan dalam pikirannya hilang begitu saja.
"Ah—"
"-Oi!"
"Eh?"
Shido dengan spontan berbalik, karena di belakang dirinya ada suara seseorang yang di kenalnya.
"Pe-Spiderman!!!" Ucap Shido agak terkejut.
"Yo apa kabar, apa yang sedang kau lakukan di tempat seperti ini?" Ucap Spiderman yang berpura-pura tidak mengetahui maksud keberadaan Shido sebenarnya.
"K-kau juga apa yang kau lakukan disini?" Balas Shido.
「Hah Spiderman? apa yang di lakukannya di situ, hati-hati Shido bisa saja dia bermaksud buruk terhadapmu!」Ucap Kotori.
"Tenang saja, dia bukan orang jahat kok" Balas Shido.
「Tetap saja kau harus waspada terhadap dirinya」
"Iya! iya! aku paham!" Balas Shido.
"-Nu?" Ucap sang gadis yang mendengar suara Shido dan Spiderman, ia lalu membuka matanya dan melihat kearah dua orang tersebut.
"...! H-hey—"
Sambil mencoba menenangkan jantungnya, Shido mengangkat tangannya.
—Hyun.
Dan juga sang gadis dengan santai mengayunkan tangannya, dan sebersit cahaya hitam mengarah ke kepala Shido.
"Awas!" Seru Spiderman yang dengan cepatnya mendorong Shido ke samping kanan.
「Shido!」Teriak Kotori.
Sambil membuat ekspresi muram, gadis itu mengayunkan tangannya ke atas kepala. Di atas telapak tangannya, apa yang terlihat seperti gumpalan cahaya bulat bersinar dengan warna hitam.
"Whoaa! tahan dulu benda itu!!!" Seru Spiderman.
"Tu-tunggu! kami bukan musuhmu!" Seru Shido yang berusaha kembali berdiri.
"..."
"... Haa, apa kami boleh masuk...?"
「Dari yang dapat kulihat, dia tidak sedang bersiap-siap untuk menyerang. Kalau dia mau, seharusnya mudah baginya untuk meledakkan dinding itu sekaligus dengan Shido. —Di sisi lain, aku masih bingung kenapa ada Spiderman di tempat seperti itu?...sudahlah cepat masuk sana」
Shido dan Spiderman perlahan memasuki ruangan tersebut.
"..."
Gadis itu dengan hati-hati memperhatikan Shido dari kepala hingga kaki dan menatap tajam kearah Spiderman. Ia kemudian membuka mulutnya.
"Kau siapa?" Ucapnya kepada Shido.
"...Ahh, aku-"
「Tunggu sebentar!」
Layar di bridge Fraxinus sekarang menampilkan potret wajah Spirit tersebut, gadis yang terbalut gaun yang terbuat dari cahaya, dan menampilkan layar dan beberapa teks.
1) "Aku Itsuka Shidou. Aku datang untuk menyelamatkanmu!"
2) "Aku cuma orang yang kebetulan lewat saja, ingatlah itu!"
3) "Sebelum menanyakan nama seseorang, sebutkan namamu dulu"
Sementara itu terlihat Spiderman yang dengan siap akan menebak jaring laba-labanya kapan saja, ia lalu bertanya kepada Shido.
"Hey! kenapa kau diam?"
"..."
"—Sebelum menanyakan nama seseorang, sebutkan namamu dulu... uwaaah!" Wajah Shido tiba-tiba pucat.
"Woi! apa yang barusan kau ucapkan!" Seru Spiderman.
Sang gadis kali ini mengangkat kedua tangannya dan membuat bola-bola cahaya.
'Thwip!
"Kau!!!" Sang gadis semakin geram kepada Spiderman, karena barusan dirinya menembak jaring yang hampir mengenai tangan sang gadis.
"-Hei! aku hanya ingin mencegah dampak kerusakan yang kau buat tau!" Balas Spiderman.
Lalu dengan berani Shido melangkah maju dan berbicara dengan sang gadis.
"A-aku Itsuka Shido! Aku murid di sini! Aku tidak punya maksud jahat sama sekali!"
"..."
"Nu?"
Sang gadis terdiam sambil sedikit memiringkan kepalanya, sementara Spiderman kebingungan oleh ucapan Shido.
"Hey, bukankah kita pernah bertemu satu kali sebelumnya...?"
"Ah... ya, bulan ini kurasa, tanggal sepuluh di kota"
"Ohh"
"Aku ingat sekarang kau yang mengucapkan hal aneh itu, dan kau yang berpakaian aneh, kurasa kita juga pernah bertemu, kan?" Ucap sang gadis kepada Spiderman.
"Ya kita pernah bertemu,..tunggu dulu kau bilang pakaian aneh? hei kostumku ini klasik dan juga ikonik, dan bukankah kau juga aneh, muncul secara tiba-tiba dan menghancurkan segalanya?" Balas Spiderman.
Lalu sang gadis mengabaikan Spiderman dan kembali menatap dan bertanya kepada Shido.
"...kalau kuingat, kau bilang kau tidak punya maksud untuk membunuhku? Hmmf— Aku sudah tahu maksudmu itu. Beritahu aku, apa yang kau inginkan. Dan apa kau berencana menyerangku dari belakang saat aku lengah?"
Shido kemudian menjawab perkataan sang gadis, meskipun dirinya sangat ketakutan.
"—Manusia itu..."
"...Tidak semuanya mencoba membunuhmu" Lanjut Spiderman.
Mata sang gadis terbelalak mendengar ucapan mereka berdua.
"...begitukah?"
"Ya begitulah"
"Tapi orang-orang yang aku temui, mereka semua bilang kalau aku harus mati"
"Ahaha, mungkin kau salah tempat" Canda Spiderman.
"Hei! ini bukan waktunya bercanda!!" Kesal Shido.
"Ah gomen!" Balas Spiderman.
"... kalau begitu aku akan bertanya. Kalau kau tidak punya keinginan untuk membunuhku, lalu untuk alasan apa kau ada di sini sekarang, hah?"
"Uh, itu—err...a-a-a-agar dapat menemuimu!"
"Menemuiku? Kenapa?" Heran sang gadis dengan tatapan kosong.
"J-jadi begini a-agar... kita dapat... saling mencintai satu sama lain?"
"..."
'Whooossh!'
"Ehh! buset!" Seru Spiderman.
Sang gadis menyilangkan kedua tangannya dan membuat gerakan membelah horizontal. Dalam sekejap, tepat di atas kepala Shido sebuah pedang angin melewatinya dan membelah dinding ruangan kelas tembus ke luar. Beberapa helai rambut Shido terpotong dan menari-nari di udara.
"-Uwaaaa!"
"...Aku tidak mau mendengar leluconmu!" Geram sang gadis.
"A-aku datang ke sini..., hanya untuk... berbicara denganmu,...dan a-aku juga tidak akan-menolak keberadaanmuuu!!!!!!" Teriak Shido.
Mata sang gadis terbelalak dan ia pun perlahan membuka mulutnya dengan gugup.
"... Shido. Kau bilang namamu Shido, kan?"
"-Ya"
"Kau benar-benar tidak akan menolak keberadaanku?"
"Yeah"
"Benar-benarkah?"
"Benar-benar"
"Benar-benar-benarkah?
"Benar-benar-benar!!!"
"Dan kau yang berpakaian aneh?" Ucap sang gadis kepada Spiderman.
"1000% benar, dan haah panggil aku Spiderman" Jawab Spiderman dengan santainya.
"—Hmpf"
Sang gadis kemudian melihat ke arah Shido, lalu mengangkat alisnya dan tersenyum mengejek, dia menyilangkan tangannya.
"Kau pikir aku tertipu dengan ucapanmu itu? baaka baaka!'
"Seperti yang kubilang, aku—"
"-Heh, Aku tidak tahu apa isi kepalamu, tapi kalian berdua adalah manusia pertama yang dapat kuajak bicara baik-baik.… dan untuk mendapat informasi mengenai dunia ini mungkin kalian berdua ada gunanya"
"Be-begitukah?" Ucap Shido sambil menggaruk wajahnya.
"..."
"Shido"
"A-Apa?"
"—Kalau begitu aku tanya, sebenarnya tempat apa ini?. Baru pertama kalinya aku melihat tempat seperti ini"
"Ehh... ahh, ini sebuah sekolah—ruangan kelas, ya ini tempat di mana murid-murid sebaya denganku datang untuk belajar dan mengkaji. Kami duduk di meja-meja itu, seperti ini"
"Apa?!" Kejut sang gadis dengan matanya yang membesar.
"Semua ini diisi manusia? Jangan bercanda. Pastinya hampir ada 40 orang"
"-Bisa, dibilang begitu" Sahut Spiderman.
"..."
"-Hey!" Ucap Shido berusaha menyebut nama gadis tersebut.
"Nu?" Sahut sang gadis yang kemudian diam memikirkan sesuatu.
"...Jadi begitu ya, agar dapat berbincang dengan seseorang, aku perlu itu ya, -Shido, kau mau panggil aku apa?"
"... huh?"
"Beri aku nama!"
Suasana tiba-tiba menjadi hening sejenak.
"Haaaaaaaah!!!!" Teriak Shido dan Spiderman secara bersamaan.
"A-a-aku?" Tanya Shido tidak percaya.
"Yeah, lagipula aku tidak berencana untuk bicara dengan orang lain. Tidak masalah, kan?"
"-Oi bagaimana denganku?" Sela Spiderman.
"Aku masih kurang percaya padamu, lagipula kau menutup muka dengan topeng dan memakai kostum anehmu itu, Spiderman kan?"
"~Haaah terserah kau saja" Keluh Spiderman sembari menghela nafas.
"..."
「Tome!」Ucap Kotori.
"Tome! Namamu adalah Tome" Sahut Shido.
'-Whosss!' Sang gadis kembali mengarahkan tangannya ke arah Shido.
"-Uwaaaaaa!"
"... aku tidak tahu kenapa, tapi kelihatannya kau sedang mempermainkanku ya" Geram sang gadis.
"...! Ma-maaf... tunggu sebentar"
"To-Tohka" Ucap Shido ragu-ragu.
"Kedengarannya lumayan ketimbang Tome" Sahut Spiderman.
"Nu?"
"Ba-bagai... mana?"
Setelah hening sejenak—
"Oh, baiklah. Itu lebih baik daripada Tome"
"Sudah kubilang, kan" Lanjut Spiderman.
"Kalau begitu—Tohka, bagaimana cara menulisnya?" Tanya sang gadis.
"Ahh, itu—"
Shidou kemudian melangkah mendekati papan tulis, memegang sebatang kapur, dan menulis nama Tohka.
"Hmm, jadi begitu ya" Sang gadis meniru tulisan Shido.
"..."
"Shido!"
"A-apa?"
"Tohka!"
"Eh?"
"Tohka. Namaku. Bagus sekali bukan?"
Entah kenapa tadi itu agak... membuatnya malu. Sedikit memalingkan matanya, Shido menggaruk pipinya. Namun, gadis itu—Tohka, sekali lagi menggerakkan bibirnya.
"Shido".
"To-Tohka..."
Shido memanggil nama itu, dan dengan terlihat puas ujung-ujung bibir Tohka tersungging naik.
"..."
Hatinya melonjak. Kalau ia pikir-pikir lagi, ini pertama kalinya, ia melihat senyum Tohka. Lalu, pada saat itulah,
"—...?"
"Spider Sense!" Batin Peter.
Tiba-tiba, gedung sekolah mengalami sebuah ledakan yang luar biasa dan bergetar.
"Ap-apa yang...!?"
「Shido, menunduk!」Ucap Kotori.
"Eh...?"
「Cepatlah!」
Shido dengan cepat tiarap, sementara Spiderman berdiri dengan serius.
'Gagagagagagagaga!!'
Terdengar suara yang cukup keras, menghancurkan jendela ruang kelas semuanya sekaligus.
"Ha..., konyol sekali...!"
"-Tohka!!!" Seru Shido.
"Cepatlah lari, Shido. Kalau kau ada bersamaku, kau akan terserang oleh sesamamu manusia, dan kau juga Spiderman cepatlah pergi bersamanya!"
Membentuk garis lurus dengan bibirnya, Shidou duduk di hadapan kaki Tohka.
"Huh—?"
"Eh?"
Mata Tohka terbelalak sementara Spiderman keheranan melihat tingkah Shido.
"Apa yang kau lakukan? Cepatlah—"
"Aku tahu...! Tapi sekarang ini waktunya untuk percakapan kita. Hal semacam itu, jangan khawatirkan. -Kau mau informasi mengenai dunia ini kan? Kalau itu sesuatu yang bisa kujawab, tidak peduli berapa banyakpun pertanyaan yang kau punya akan kujawab semuanya"
"...!"
Tohka memasang wajah terkejut untuk sejenak, dan kemudian duduk, menghadap Shido.
"Kau pasti bercanda kan, disaat seperti ini?" Batin Peter.
.
Dengan tubuhnya terselimuti sebuah wiring suit , Origami sedang memegang sebuah gatling gun raksasa dengan kedua tangannya.
Mempersiapkan diri lalu menekan pelatuknya, jumlah peluru yang tak terbayangkan berpencar menghantam bangunan sekolah.
「—Bagaimana? Apa Spirit itu sudah keluar?」
Dari intercom di dalam headset-nya, suara sang kapten Kusakabe Ryouko dapat terdengar.
"Saya masih belum bisa memastikannya"
Tanpa menghentikan serangan, ia membalas. Sambil menembakan senapannya, Origami membuka mata lebar-lebar dan mengamati gedung sekolah yang sedang meruntuh.
Kemudian—Origami menyipitkan matanya sedikit. Kelas 2-4, ruang kelas Origami.
Oleh karena serangan-serangan mereka, dinding luarnya sudah runtuh seluruhnya—ia melihat sosok target, sang Spirit.
Namun—
「... nn? Itu kan—」
Ryouko berkata dengan nada ragu.
Karena, di dalam ruang kelas itu, selain Spirit itu, seorang manusia, kelihatannya seorang pemuda, terdeteksi. —
Mungkin seorang murid yang terlambat menyelamatkan diri.
"Si-siapa itu. Apa dia sedang diserang—?"
Mata Origami terbuka lebar. Karena dia menyadari kalau itu teman sekelasnya, Itsuka Shido.
"-Origami?!"
"Apa yang kau lakukan, Origami!?"
「—Itu sangat berbahaya. Hindari bertindak sembarangan seorang diri」
Tanpa menghiraukan perintah Ryouko, Origami melesat pergi.
.
Sementara itu kembali lagi ketiga orang yang dari tadi berada di ruang kelas. Dan setelah menenangkan dirinya akibat serangan tadi, Shido akhirnya angkat bicara.
"Hey—Tohka"
"Ada apa?"
"Sebenarnya... kau ini makhluk apa?"
"Nu?"
"..."
"—gak tahu."
"Gak tahu? ..."
"Oh God!"
"Itu faktanya. Aku sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa mengenai itu. —Aku tidak tahu berapa lama yang lalu, tapi dulu aku tiba-tiba terlahir disana . Begitulah, Ingatanku samar-samar dan tidak jelas. Aku juga tidak tahu apa-apa mengenai makhluk macam apa aku ini" Jawab Tohka.
"Be-begitukah...?"
Tanya Shido sambil menggaruk pipinya, dan membuat Tohka mendengus "hmpf" dan menyilangkan tangannya.
"Begitulah. Aku lalu tiba-tiba terlahir di dunia ini, dan saat itu grup mecha-mecha itu sudah beterbangan di langit"
"G-grup mecha-mecha ...?"
"Maksudmu mereka yang menyerangmu pada hari itu, kan?" Tanya Spiderman.
"Tepat sekali!" Sahut Tohka.
"Ohh jadi maksudnya AST rupanya" Batin Peter.
"..."
"Hey, Tohka"
"Nn, ada apa?"
"U-uhm... jika bisa la-lain kali"
"Nn?"
"Maukah kau pergi... date denganku?"
Tohka memasang ekspresi hampa.
"Haaaaaah! kau pasti bercanda!!!!" Teriak Spiderman.
"Apa itu date?"
"I-itu..."
Entah kenapa ia merasa sangat malu, Shido memalingkan pandangan dan menggaruk pipinya.
Lalu, pada saat itu, di telinga kanannya, suara Kotori yang sedikit lebih keras dari sebelumnya masuk.
「—Shidou! AST sedang bergerak!」
"Huh...!?"
"Spider sense!"
Dalam sekejap, di luar ruang kelas yang dari tadi mengeluarkan aura berasa terbuka, Origami pun muncul.
Dalam sekejap, emosi Tohka menjadi kelam, dan dia mengulurkan tangannya ke arah sana. Lalu, tanpa buang waktu, dari mesin yang terkesan kasar di tangannya muncul sebuah pedang cahaya, dan ketika Origami menyerbu Tohka. Muncul percikan-percikan bagaikan suasana di toko las berhamburan ke sekitar mereka.
"Ku—"
"—Kasar sekali!"
Tohka berseru, melempar Origami dengan tangannya yang menghentikan pedang cahaya tersebut.
Sedikit menggertakkan giginya, Origami terlempar kebelakang. —Namun, dia segera membetulkan posturnya, dan mendarat dengan anggunnya di lantai yang penuh dengan lubang peluru.
"Tch—kau lagi" Kesal Tohka.
Origami melirik sekilas Shidou, lalu menarik nafas lega.
Namun dia segera menyiapkan senjata nya dan melemparkan pandangan dingin pada Tohka dan Spiderman.
"..."
Melihat keadaannya itu, Tohka melirik Shido, lalu menancapkan tumitnya pada lantai di bawah kakinya.
《Sandalphon!》
Sekejap itu juga, lantai ruang kelas melendung, dan dari stu tiba-tiba muncul sebuah singgasana.
"Ap..."
"The what?"
「Shidou, mundur! Biarkan Fraxinus menjemputmu segera. Kalau bisa cobalah agar kalian bertiga pergi bersama-sama!」
"Meskipun kau bilang begitu..."
Tohka menarik pedang dari belakang singgasana, dan langsung menikamkannya kepada Origami.
Deru angin dari satu ayunan tersebut, dengan mudahnya mengangkat tubuh Shido dan melemparkannya ke luar sekolah.
"Uwahhhhhhh!?"
「Nice! 」
Pada saat yang sama suara Kotori melengking, tubuh Shido terselimuti perasaan tak berbobot. Selagi merasakan sensasi melayang tersebut, Shido dipungut kembali oleh Fraxinus.
Beberapa saat kemudian muncul sekitar belasan anggota AST yang mengepung Tohka.
"Cih! mereka tidak pernah jera rupanya!" Kesal Tohka.
"Semuanya jangan gegabah, kita akan menyerangnya setelah aba-aba dari- Perintah Ryouko.
"Thwipp!!"
Sebuah jaring laba-laba menempel dimulutnya.
-
"-Mmmphh!"
"-Ahh apa? aku tidak dengar ucapanmu itu?" Ucap Spiderman.
"Spiderman! kenapa kau masih berada disini?" Tanya Tohka.
"Hei! kau pikir aku akan pergi begitu saja? tentu saja tidak, meskipun kau dapat mengalahkan mereka sendirian, setidaknya biarkan aku membantumu sedikit, lagipula menghadapi bahaya adalah hal biasa bagiku!" Balas Spiderman.
"..."
"Jadi bagaimana?" Tanya Spiderman.
"Terserah kau saja!" Balas Tohka.
"Yosh!!!" Seru Spiderman.
Play Spiderman Ps4 theme:
"Semuanya serang!!!" Perintah Ryouko yang baru saja melepas jaring dari mulutnya.
'Whooos!'
'Booom!'
Terlihat banyak peluru misil yang mengarah kepada Tohka, namun ia dengan mudahnya menghacurkan misil tersebut.
'Bang! bang!'
'Tap! tap!'
Sebagian anggota AST berusaha menebak Spiderman, namun sang laba-laba dengan mudahnya menghindari peluru tersebut.
"Apa-apan dia ini? bagaimana bisa ia menghidari peluru kita? sedangkan dia bukanlah spirits!" Kesal salah satu penembak.
"Oke biar kujelaskan sebentar, sebenarnya kalian cukup hebat dalam menembak tadi, namun kalian salah sasaran, kalian pikir peluru dapat dengan mudah mengenaiku? hahaha tentu saja tidak!" Canda Spiderman.
"Ki-kisamaaaaaa!"
"Whoaaa dia marah!" Ucap Spiderman.
'Thwipp! Thwipp! Thwipp!'
Spiderman dengan cepat menembak jaringannya untuk merebut senjata mereka.
"Wow! senjata ini lumayan berat bagi manusia normal, aku jadi penasaran bagaimana gadis biasa seperti kalian bisa membawa senjata seberat ini, iya kan Tohka?"
"Tohka!"
"Woi Tohka! dimana kau?!!" Seru Spiderman.
Ost end"Menghilang kemana dia-" Bingung Spiderman, namun ia segera menyadari kalau kini malah dirinya yang dikepung semua anggota AST.
"Great Peter! sekarang mereka semua malah mengepungku!" Batin Peter.
"Angkat tanganmu dan buka topengmu secara perlahan!!!" Perintah Ryouko.
"-Ahh! gomen tapi aku tidak ingin menunjukkan wajah tampanku kepada kalian-
'Bang!'
Sebuah tembakan mengarah ke kepala Spiderman, tapi ia hanya memiring kepalanya sedikit dan terhindar dari tembakan tersebut.
"Cih! meleset lagi!" Kesal Origami.
"Oh Origami-chan rupanya, bagaimana apa kau sehat-sehat saja?" Tanya Spiderman.
"Jangan sok akrab kau!" Kesal Origami yang kelihatannya ingin menusuk Spiderman namun ia dihentikan oleh Ryouko.
"Tahan dulu Origami!"
"Cih!"
"Baiklah siapa kau ini sebenarnya Spiderman? apa kau ini spirits?" Tanya Ryouko.
"Apa kau bercanda? apa aku terlihat seperti seseorang yang memakai gaun dan bersenjatakan pedang besar?" Balas Spiderman.
"Meskipun kau bukan spirits, kenapa kau membantunya?"
"Hmmm! entahlah mungkin karena menolong orang adalah hobiku"
"Jangan bercandaaaa!!" Teriak Origami yang dengan cepat menerjang Spiderman.
"~Haaah" Keluh Spiderman.
《Spider Sting!》Ketika Origami hampir mendekati Spiderman, dengan cepat ia melancar sebuah pukulan yang telak mengenai dagu Origami.
"-Ghakkk!" Origami terlempar beberapa meter.
"Origami!!!" Seru Ryouko.
Melihat situasi yang memungkinkan untuk kabur, Spiderman lalu mengeluarkan sebuah bom asap.
"See you again!"
'Booof!' Muncul bom asap yang menutup pandangan mereka semua.
"Uhuk-uhuk!"
"Sial dia melarikan diri"
Tidak jauh dari sana.
"~Haaah! untung aku membawa benda itu" Ucap Spiderman.
'Thwipp!'
Bersambung:.
Sandalphon!
