Disclaimer:

Saya tidak memiliki Date a Live ataupun Spiderman, semuanya kembali kepada pemiliknya masing-masing.

.


Chapter 4: Date Dadakan dan Amarah Tohka

Keesokan harinya setelah kejadian Shido memberi nama kepada sang Spirits, Tohka.

Shido kini sedang berada di tempat pertama kali ia bertemu dengan Tohka, kemudian terlihat ia sedang melamun memikirkan sesuatu.

"...do..."

Terdengar seperti suara seseorang sedang memanggil namanya dari arah belakang.

"...i, do..."

"..." Shido masih mengabaikan panggilan tersebut.

"Hey, Shido..."

"... jangan abaikan aku!"

"Eh?"

Shido kemudian berbalik dan melihat sosok yang tidak ia duga.

"Eeeehhhhhhh! Tohkaaa!" Teriak Shido.

"Sadar juga akhirnya, ba~ka ba~ka" Ucap Tohka dengan nada sedikit kesal.

"A-apa yang kau lakukan, Tohka...?"

"... nu? Apanya yang apa?"

"Maksudku, kenapa kau ada di tempat seperti ini...!?"

"Bukannya kau yang mengajakku, Shido? Itu lho... date"

"Ap—"

Bahu Shido gemetaran mendengar pernyataan santainya.

"K-kau ingat...?"

"Hm? Apa, kau pikir aku idiot atau apa?"

"Bukan, bukan itu maksudku..."

"—Hmmf, terserah. Yang penting Shido, ayo cepat kita mulai date itu. Date! date! date! date!!!"

"Oke aku mengerti! aku mengerti, jadi berhenti mengulang kata itu!" Protes Shido.

"Eh, kenapa? …...ah, Shido, jangan bilang kau memanfaatkan kalau aku tidak tahu artinya, lalu mengajariku kata yang tidak sopan dan mesum, iya kan?" Tanya Tohka dengan pipi memerah.

"Ti-tidak, tidak! itu hanya kata yang normal di pakai orang-orang kok!" Balas Shido berbohong.

"Eh?!" Terdengar suara seseorang di belakang Shido.

"Nu?"

Shido pun berbalik dan terlihat seorang laki-laki yang seusia dengan dirinya, berambut coklat dan bermata hijau, sementara ia memakai jaket oranye, dalaman kaos abu-abu dan bercelana jeans hitam yang ternyata adalah Peter Parker.

"... Shido, siapa dia? Musuh? Apa perlu kubunuh?"

"Jangan Tohka, jangan, dia itu temanku!" Ucap Shido.

"Oh Shido rupanya dan-"

Ucapan Peter terhenti setelah ia melihat sosok yang sedang bersama Shido.

"Chotto matte, kenapa ada Tohka di sini dan kenapa peringatan spacequakenya tidak berbunyi?" Batin Peter.

Tohka terus menerus menatap Peter dengan tajam.

"Geheek! dia menatapku!"

Peter kemudian berjalan perlahan mendekati mereka.

"Apa kamu temannya Shido?" Tanya Peter.

"...ya" Balas Tohka.

"Begitu ya, perkenalkan namaku Peter Pater, aku teman sekelas Shido!" Ucap Peter.

"Ho" Balas Tohka datar.

"..."

"~Haaah, kelihatannya aku hanya menjadi pengganggu bagi kalian berdua saja, kalau begitu aku pergi dulu ya!" Ucap Peter berjalan pergi.

"Tunggu Pete-" Ucap Shido.

"Kuharap date kalian berjalan lancar!!!" Seru Peter.

.


Play Date A Live Op by Sweet ARMS:

(Daremo ga utsumuku machi (Dead or alive)

(Kawaita kaze fukinuketeku) Terlihat Shido sedang memandang kota, Peter diatap gedung, dan wajah serius Tohka.

(Hikari motometa hitomi (Dead or Alive) Kotori berjalan tersenyum.

(Utsuru no wa zetsubou dake) Origami menatap langit.

(Dare ni mo todokanai sakebi) Yoshino berdiri dibawah hujan.

(Sagasu sono te de tomete) Kurumi sedang duduk tiba-tiba berbalik menyeringai dan dimata kirinya terlihat seperti jarum jam dan Spiderman sedang berayun.

(Nanimo kamo kowareta sekai de) Tohka mengayukan pedangnya kearah Origami dan Spiderman menembak beberapa jaringnya.

(Riyuu mo wakaranai mama ni) Pedang Tohka dan Origami saling beradu.

(Fureta yasashisa ga mada kowakute) Tohka berdiri diantara reruntuhan bangunan, Origami sedang memegang dadanya, dan Kotori sedang menggegam tangan.

(Ana no aita kokoro no sukima Umete kureru hito wa kimi na no?) Origami sedang menghadapi Yoshinon, Tohka bersama Spiderman menghadapi Kurumi, lalu Tohka mengalih pandangan ke arah Shido.

(Erande Date A Live) Adegan pertemuan pertama kali antara Tohka dan Shido ditambah Spiderman.

(Wow Date A Live Wow Date A Live) Latar kemudian berubah menjadi kota Tenguu.

.


"Tohka... sebenarnya apa yang terjadi setelah kejadian kemarin?"

"Biasa saja kok. Mereka mengayunkan pedang yang tidak membelah apapun, menembakkan meriam yang tidak mengenai apapun. Dan Spiderman yang berusaha membantuku. Lalu pada akhirnya, tubuhku menghilang dengan sendirinya"

"... menghilang katamu?" Tanya Shido kebingungan.

"Cuma berpindah dari dunia ini ke suatu ruang lain"

"Hah?...tempat seperti apa itu?"

"Aku tidak tahu pasti"

Shido terdiam mendengarnya.

"Ketika berada disana, aku berada dalam kondisi layaknya tidur dan hanya ruang gelap saja, dan 'biasanya' juga aku cuma dikirim secara tidak beraturan dan berakhir secara acak. Yah, kurasa seperti dibangunkan tiba-tiba" Ungkap Tohka.

Tunggu dulu ada yang janggal dengan perkataan Tohka.

"... apa maksudmu 'biasanya'? Apa hari ini berbeda?"

"Hmph, ma-mana aku tahu"

"Jawab yang jujur. Bisa jadi itu sesuatu yang sangat penting tau!" Shido terus mendesak.

Akan tetapi entah mengapa, pipi Tohka sedikit bersipu kemerah-mudaan, dan tatapannya tajam.

"Kau memaksa sekali!"

"Tidak, tapi-"

Shido mulai berbicara, namun Tohka menyentak tanah dengan satu kaki. Dan aspal yang diinjaknya langsung mencuat naik, dan kilatan cahaya memancar darinya.

'-Crakk!'

"Astaganaga!!"

"~Mulai lagi" Batin Shido

"—Ayo, cepat beritahu apa arti date"

Tohka berkata dengan tidak sabar.

"...muu"

"... date ialah...ketika seorang lelaki dan gadis pergi keluar dan mencari kesenangan bersama-sama... menurutku begitu"

"Cuma itu?"

Ucap Tohka sembari menganga mendengar ucapan Shido.

"... y-yah... iya... kurang lebih seperti itu"

"Begitu ya"

"H-hey, Tohka—"

"Apa, Shido? Bukannya kita akan bersenang-senang?"

"To-Tohka! Pakaianmu itu tidak beres...!"

"Apa?"

Mata Tohka terbelalak karena ucapan Shido tersebut.

"Memangnya apa yang salah dengan Astral Dress-ku?

"Pakaianmu itu terlalu mencolok kau tau...! bahkan AST dapat menyadarinya!"

"Jadi pakaian seperti apa yang bagus? Beritahu itu saja"

"Eh? Ah..."

Lalu Shidou membuka handphonenya dan menujukkan gambar Origami kepada Tohka.

"-Perempuan itu! Ucap Tohka marah.

"Tenang Tohka, aku cuma ingin kamu melihat pakaiannya, jadi abaikan saja orangnya!"

"...hmmf"

Bibir Tohka terkatup rapat karena ucapan Shido.

"... baiklah aku mengerti"

Tohka kemudian menjentikkan jarinya. Dan setelah beberapa detik, terlihat ia memakai seragam Raizen High School yang sama dikenakan oleh Origami.

"Ap... ap-apaan ini?" Heran Shido.

"Aku cuma melepas AstralDress-ku dan membuat pakaian baru"

Ucap Tohka dengan bangga, sambil melipat tangan, dan berkata 'hmmf'.

"Kenapa kau tidak melakukannya dari tadi siala- sih?"

"Yang penting, kita sekarang mau kemana?"

"So-soal itu-"

Shido menyentuh telinga kanannya untuk meminta bantuan. Lalu, ia akhirnya sadar. Sekarang ini, ia tidak memasang intercom di telinganya.

"Ahh! F*ck!!" Batin Shido.

"Ada apa, Shido?"

"...ah bukan apa-apa!"

Mereka lalu meninggalkan gang tesebut dan memasuki jalan besar di mana terbaris berbagai toko-toko di sisinya, Tohka mengernyitkan alis dan dengan gugup memandang ke sekitarnya.

"... a-apa-apaan orang sebanyak ini. Apa mereka sedang merencanakan perang besar-besaran!?"

Lalu, di ujung jari-jemari kedua tangannya, muncul bola cahaya kecil dan Shido buru-buru menghentikannya.

"Seperti yang kubilang tadi! Tidak ada yang mengincar nyawamu di sini!"

"...benarkah?"

"Percaya saja padaku!"

Ucap Shido, lalu Tohka dengan seksama memandang ke sekeliling lagi, untuk saat ini memadamkan bola-bola cahaya itu.

"Huh...? Hey Shido, bau apa ini?"

"...bau?"

"Ahh, mungkin dari arah sana"

Sembari mengatakan ini, ia menunjuk ke sebuah toko roti di sebelah kanan.

"Hohoo"

"Nu, kenapa?"

"Mau masuk?"

'Guurururu!'

Terdengar suara perut Tohka yang keroncongan.

"Kalau Shido mau aku tidak akan menolak untuk masuk!"

Dengan sangat girang, Tohka merespon, dan membuka pintu toko roti tersebut.

"Selamat tinggal uang!" Batin Shido mengeluh.

.


Bersembunyi di balik bayang-bayang dinding, Origami menatap dengan seksama pasangan lelaki-gadis yang sedang berbicara di depan toko roti, dan tanpa mengubah ekspresinya sekalipun ia menghela nafas perlahan.

"—Spirits"

Diam-diam ia berbisik.

Namun, kalau dia Spirits peringatan spacequake seharusnya sudah berbunyi seperti hari sebelumnya, dan sebuah perintah juga seharusnya sudah tersampaikan pada Origami. Ia lalu mengeluarkan handphone-nya dari tas dan membukanya. Tidak ada pesan.

Jadi, gadis itu ternyata bukanlah seorang Spirits, namun hanya seseorang yang memiliki kemiripan saja.

"... tidak mungkin seperti itu"

Mustahil bagi Origami salah mengenali wajah sang Spirits yang telah dilawannya . Origami menekan beberapa tombol di handphone-nya, dan menghubungi sebuah nomor.

"—AST, Sersan Kepala Tobiichi. A-0613"

Ia mengucapkan jabatan dan kode ID-nya. lalu berkata langsung pada intinya.

"Kirimi saya satu mesin observasi"

"-Eh! Origami?" Ucap Peter yang kebetulan lewat.

"Peter Parker?" Balas Origami.

"Apa yang sedang kau lakukan? dan kenapa kau bertindak seperti sedang mengamati sesuatu?" Heran Peter.

"Bukan urusanmu"

"Biar kutebak pasti dia sedang mengawasi Shido dan Tohka, kan?" Pikir Peter.

"..."

"~Dah lah, berbicara dengan seseorang sepertimu hanya buang-buang waktu, lebih baik aku pulang saja " Kesal Peter.

.


Waktu telah menunjukkan pukul 6 sore.

Di taman yang diwarnai oleh senja, hanya Shido dan Tohka terlihat sedang menikmati pemandangan.

"Ohh, pemandangan yang menakjubkan!"

Sejak beberapa saat yang lalu, Tohka sedang bersandar di pembatas besi dan memandang jalanan kota Tenguu yang diwarnai senja.

"Enak sekali, date ini. Aku benar-benar, uhm, menikmatinya"

"Eh ada apa? wajahmu memerah, Shido"

"... ahh! paling cuma gara-gara matahari senja" Balas Shido.

"Benarkah?"

Tohka membungkuk ke arah Shido, dan seraya melirik keatas, menatapnya.

"Sudah kuduga, merah kan. Apa itu semacam penyakit?"

"B... i-itu, bukan ini cuma hal biasa.."

"Ada begitu banyak manusia yang tidak menolakku. Yang tidak mencela keberadaanku. —Tapi grup mecha-mecha itu... err, apa sebutannya. A...?"

"AST!"

"Ya, mereka. Kelihatannya lebih realistis jika semua orang di jalan adalah bawahan mereka, dan mereka semua bekerja sama untuk menipuku"

"Hey hey...kalau begitu, aku juga sebuah pion AST?"

Tanya Shido dan Tohka dengan bersemangat menggelengkan kepalanya.

"Tidak, Shido pasti uhm...seseorang yang keluarganya disekap dan diancam!."

"Eh! apa-apaan itu?"

"... jangan membuatku berpikir kalau kau ini musuh" Kesal Tohka.

"Eh?" Heran Shido.

"Bukan apa-apa"

"Lalu bagaimana dengan Spiderman? apa dia juga orang jahat? bukannya ia sudah pernah mencoba menolongmu?" Tanya Shido.

"Entahlah aku juga bingung dengan orang aneh itu, kurasa ia tidak berada di pihak manapun" Jawab Tohka.

"Prrrt! bwahahaha orang aneh kau bilang!" Tawa Shido lepas.

"Apanya yang lucu?" Kesal Tohka.

"Ah! bukan apa-apa" Balas Shido.

"Gomen Pete!" Batin Shido.

...

"Orang-orang itu—pemikiran AST itu, kupikir aku sedikit mengerti sekarang"

"Ehh..?"

Shido menyipitkan mata sambil bertanya-tanya, di saat Tohka memasang ekspresi yang sedikit sedih.

"Setiap kali... aku datang ke dunia ini, aku selalu saja menghancurkan sebagian dari hal yang begitu mengagumkan"

"T-tapi, itu tidak ada hubungannya dengan kemauanmu sendiri kan...!?" Ucap Shido.

"... nn. Kemunculanku, akibat dari itu, aku tidak bisa mengendalikannya"

"Kalau begitu—"

"Tapi bagi penduduk dunia ini, kehancuran yang terjadi tidak bisa berubah. Alasan mengapa AST mencoba membunuhku, aku akhirnya...mengerti sekarang!"

Shido tidak dapat langsung menjawabnya.

"Shido. Lebih baik kalau—aku tidak pernah ada, rupanya"

"Tidak...begitu!"

"Maksudku... tidak ada spacequake hari ini kan! Pasti ada sesuatu yang berbeda dari biasanya...! Kalau kita bisa mencari tahu apa itu...!"

Akan tetapi, Tohka perlahan menggelengkan kepalanya.

"Meskipun kita menemukan jalan semacam itu, itu tidak merubah fakta bahwa aku dikirim ke sini di waktu yang tidak beraturan"

"Dan kau tahu, ada banyak hal yang tidak kuketahui"

"Hal semacam itu, aku akan mengajarimu semuanya!" Jawab Shido dengan spontan.

"Aku perlu tempat tidur, dan makanan"

"Aku... akan usahakan sesuatu untuk itu!"

"Hal-hal yang tidak diduga bisa saja terjadi"

"Kalau memang terjadi maka akan kucoba berpikir mengenai hal itu!"

Untuk sejenak, Tohka terdiam, lalu membuka bibirnya sambil berbicara terbata-bata.

"... benar-benar tidak apa-apa, kalau aku terus hidup?"

"Ya!"

"Tidak apa-apa bagiku untuk tinggal di dunia ini?"

"Ya aku sangat yakin 1000%!!!!"

"... yang akan mengatakan itu cuma Shido, cuma kau. Jangankan AST, bahkan manusia yang lainnya, mereka pastinya tidak akan menerima makhluk berbahaya sepertiku di tempat tinggal mereka"

"PERSETAN dengan semua ituuu!!!!" Teriak Shido.

"Jabat tanganku! Untuk sekarang ini begini saja tidak apa-apa...!"

Tohka menunduk, dan untuk beberapa saat terdiam, seolah seperti sedang berpikir, ia lalu pelan-pelan mengangkat muka, perlahan mengulurkan tangannya.

"Shido-"

《You Got Mail!》

Sebuah pesan masuk ke ponsel Shido.

"-Tunggu sebentar Tohka" Ucap Shido yang kemudian membuka ponselnya dan membaca isinya.

"Yo! kelihatannya date kalian berdua lancar-lancar saja!"

Isi pesan tersebut dengan sebuah foto Spiderman sedang duduk di atas pohon tidak jauh dari tempat dirinya dan Tohka.

Shido sedikit tersenyum melihat pesan tersebut, lalu ia menyimpan kembali ponselnya dan menoleh ke Tohka.

Tapi entah mengapa tiba-tiba ia merasakan hawa yang sangat dingin.

"Tohka!"

Tanpa sadar ia menyebut nama tersebut.

Dengan cepat ia mendorong Tohka. Tohka yang ramping tidak dapat menahan dorongan tiba-tiba itu, lalu ia terguling kebelakang. Namun...

"Akhhh!"

"Ap—apa yang kau lakukan!"

"Shido!"

Ucap Tohka terpaku.

.


"Ah—"

Lewat penglihatannya yang diperkuat oleh territory, Origami mendengar suaranya ini keluar dari tenggorokannya saat ia melihat sosok Shido yang tumbang.

Beberapa detik sebelumnya.

Origami telah mengaktifkan Realizer pada senjatanya dan menambahkan lapisan serangan pada peluru khusus yang terisi, membidik dengan sempurna dan menekan pelatuknya.

Tidak ada kemungkinan untuk meleset.

—Kalau saja Shido tidak mendorong Spirits itu jauh-jauh. Peluru yang Origami tembak alih-alih mengenai Spirits, malah menembus dengan sempurna ke tubuh Shido.

Dan kali ini, ia tidak dapat bersuara. ia dapat merasakan jarinya, jari yang menekan pelatuknya bergetar tak karuan.

"S...S..Shido.." Ucap Origami terbata-bata.

"—Origami!"

Suara Ryouko mengembalikan kesadarannya.

"Kau boleh menyesal nanti! Aku akan memarahimu habis-habisan nanti! Tapi sekarang ini—"

"Pikirkan caranya supaya kau tidak mati...!"

.


"Shido..?"

Tohka memanggil namanya namun tidak ada jawaban sama sekali dari Shido.

Terlihat di dada Shido terdapat sebuah lubang besar, bahkan melebihi tangan terbuka lebar Tohka.

"Shi—, do"

'-Thwipp!'

Beberapa saat kemudian terlihat Spiderman baru sampai ke tempat Shido dan Tohka berada.

"-Shido!"

"Tohka! apa yang sedang terja-"

"Shi..do.. woi! Shido bertahanlah kawan!"

Spiderman kemudian memeriksa denyut nadi Shido, namun tidak ada reaksi apapun yang menandakan Shido telah tewas terbunuh.

"No! no! noooo! seharusnya semuanya tidak berakhir seperti ini!!!" Teriak Spiderman.

...

"U, wa, aa, aaa—"

Lalu, Tohka melepas jaket seragam yang dipakainya, dan dengan lembut menutupi mayat Shido. Sambil terhuyung, Tohka berdiri, dan menengadahkan kepalanya ke langit.

—Ahh, ternyata.

Tidak mungkin. Rupanya memang tidak mungkin. Untuk sesaat, Tohka pikir tidak apa-apa baginya untuk tinggal di dunia ini. Kalau ada Shido, mungkin apapun juga dapat teratasi, begitu pikirnya.

Namun.

Ahh, namun,

Ternyata emang tidak mungkin.

Dunia ini memang memilih untuk menolak Tohka rupanya. Dan penolakan itu terjadi dengan cara terendah, cara terburuk yang dapat dibayangkan dirinya.

《Adonai Melek!》

Lalu tubuh Tohka di kelilingi semacam aura angin yang cukup deras dan ketika angin tersebut menghilang, kini pakaian Tohka berubah menjadi gaun Astral Dress miliknya.

'Booooom!'

Tohka lalu menyentak tanah dan muncul semacam singgasana, mendarat di sandaran tangan singgasana tersebut dan menarik pedang dari sisi belakangnya.

"aaaaa!"

Suara Tohka bergemetar.

"aaaaaaaaaaaaaaa!"

Langit seolah bergoncang.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA—!"

"Berani-beraninya kau berani-beraninya kau berani-beraninya kau berani-beraninya kau berani-beraninya kau berani-beraninya kau!"

Tohka menaruh kekuatan pada tangan yang memegang pedang, dan melampaui ruang di hadapan matanya.

"Teleportasi?!!!" Spiderman terkejut atas apa yang ia lihat.

Tanpa memberikan kesempatan bahkan untuk mengedipkan mata sekalipun, Tohka kini telah berpindah ke bukit yang ia lihat.

Di depannya kini terlihat seorang wanita dengan mata terbelalak kaget, dan seorang gadis dengan ekspresi datar. Dan di saat bersamaan ia melihat wajah yang sangat dibencinya, dan Tohka pun meraung.

《Sandalphon!》

《Halvanhelev!》

Saat itu juga, retakan menjalar ke seluruh singgasana di mana Tohka tadinya berpijak, dan berhamburan menjadi potongan-potongan kecil. Lalu pecahan singgasana tersebut menyatu dengan pedang yang dipegang Tohka, dan memperbesar lebih lanjut lagi siluetnya. Dengan panjang melebihi 10 meter, pedang yang teramat sangat besar bagi manusia biasa.

Namun, Tohka begitu saja dengan enteng menggetarkannya sekali, lalu mengayunkannya ke arah dua perempuan tersebut. Cahaya yang berkilatan di mata pedang bertambah kuat, dan seketika itu juga menghancurkan daratan di bawahnya, memanjang dari jalur tebasan pedang tersebut.

Lalu pada momen berikutnya, sebuah ledakan terlihat menghancurkan daerah sekitarnya.

"Kau..., monster!!!"

Wanita yang tinggi berteriak, dan mengayunkan sesuatu yang terlihat seperti pedang yang terkesan kasar kepada Tohka.

Tetapi tidak mungkin benda seperti itu bisa mengenai Tohka, selama ia mengenakan Astral Dress-nya. Hanya dengan mengarahkan pandangannya, ia menghancurkan serangan itu.

"Mustahil—"

Wajah sang wanita diwarnai keputusasaan.

Namun tanpa peduli,Tohka memandang kearah gadis satu lagi.

"—Ah, ah. Kau, kau rupanya"

Perlahan bibirnya terbuka.

"Sahabatku, teman terbaikku, Shido, yang membunuhnya, adalah kau!"

Tohka memandang rendah gadis tersebut dengan mata yang diwarnai kegelapan.

.


—Ia tidak mengerti.

Sambil menepuk perutnya berkali-kali, Shido mengernyitkan alisnya.

Ada lubang besar di blazer dan kemeja yang dikenakannya, dan dasinya pun setengah robek. Tapi sekarang ini Shido tidak peduli dengan penampilannya yang memalukan.

Ada hal lain yang mengganggunya.

"Kenapa aku masih hidup-

"Aaaaaaa!!"

'Plaaak!'

Sebuah tamparan mengenai pipi Shido.

"Itai!!"

"Eh Spiderman? kenapa kau memukulku?" Tanya Shido.

"Apanya yang kenapa? bukankah kau tadi sudah tewas? jadi kukira kau ini hantu, dasar sialan!" Balas Spiderman.

"Hei aku masih hidup tau... tapi aku juga bingung kenapa bisa selamat setelah terkena serangan tadi" Ucap Shido sambil memegang dagunya.

"Sudahlah, kita bahas itu nanti, sekarang ini kita sedang dalam masalah, Tohka sedang mengamuk kau lihat!" Ucap Spiderman.

"Baiklah ayo kita kesan-

"What the?.."

"Nuahhh...!"

"Tunggu dulu!!" Seru Shido.

Shido merasakan tubuhnya menjadi tak berbobot dan melayang. Ini bukanlah pertama kalinya ia merasakan perasaan ini. Ini adalah sistem perpindahan Fraxinus.

"Kau urus saja urusanmu disana, soal Tohka biar aku yang mengatasinya sementara" Ucap Spiderman.

"Tapi!" Balas Shido.

"Hei! jangan remehkan aku, lagipula aku tidak akan mati semudah itu, jadi serahkan saja padaku okeee!!!" Seru Spiderman berayun pergi.

'Thwipp!'

"Semoga kau beruntung kawan" Batin Shido yang tubuhnya kini telah melayang ke udara.

.


Sepuluh anggota AST yang hadir semuanya telah ikut dalam pertarungan, namun jangankan melukai sang Spirit, mereka bahkan tidak dapat berharap untuk mendekatinya.

"Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh—!"

Sambil meneriakkan sebuah raungan bagaikan tangisan bercampur air mata, Tohka mengayunkan pedangnya yang besar sekali ke bawah.

Origami mengaktifkan thruster-nya, memutar tubuhnya dan melarikan diri ke langit, menghindari serangan tersebut.

Namun—gelombang udara yang ditimbulkan tekanan pedang Tohka menembus territory-nya dan menghantam langsung tubuh Origami.

"Guh—"

Sedetik saja, ia teledor.

"—AAAAAAAAAAAAAAHH!"

Tohka meraung.

Lalu dengan segenap kekuatannya dia memutar bahunya dan pedang tersebut membelah angin, sekali lagi terayun ke arah Origami.

「—Origami!!!!」

Ryouko berteriak. Tapi—sudah terlambat.

Pedang Tohka menyentuh territory Origami. Lalu tubuh Origami terlontar dari langit ke permukaan tanah.

"Aa—"

「Origami!!!」

Suara Ryouko terdengar dari kejauhan. Di penglihatannya yang kabur, terlihat Tohka yang berdiri di langit adalah satu-satunya hal yang dapat ia lihat dengan sangat jelas.

"—Berakhir sudah"

Sang Spirits mengangkat pedang itu, dan terdiam, lalu muncul partikel cahaya yang tak terhitung jumlahnya, semuanya memancarkan sinar hitam, dan berkumpul di mata pedang tersebut seperti tersedot ke arahnya.

Meski tanpa penjelasan apapun, ia dapat mengerti. Bahwa di balik satu serangan ini adalah kekuatan penuh sang Spirits.

Kalau ia menerima ini dalam kondisinya sekarang, tanpa territory-nya, maka tidak diragukan lagi ia akan mati. Oleh karena itu ia arus melarikan diri entah bagaimana pun caranya.

Namun, karena tubuhnya terasa sakit, ia bahkan tidak dapat menggerakannya.

Ryouko dan semua anggota AST lainnya juga sudah tidak bisa bertarung lagi. Jadi tidak ada lagi keberadaan apapun yang dapat menghentikan sang Spirits. Kini dirinya hanya bisa menanti pedang tersebut sampai memancarkan sinar kelam.

Sang Spirits menaruh kekuatan pada tangan yang memegang pedang tersebut.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa-"

Tohka melancarkan serangan terakhir kepada Origami.

'Booooooom!'

Setelah serangan mematikan dari Tohka tersebut muncul sebuah lubang raksasa akibat serangannya tersebut.

"Usai sudah!"

Ucap Tohka yang kemudian terbang menjauh, namun ia tiba-tiba berhenti sejenak dan tanpa sengaja melihat Origami yang ternyata masih hidup dan terlihat dirinya sedang digendong oleh seseorang, ya siapa lagi kalau bukan Spiderman.

"-Nyaris saja, ngomong-ngomong apa kau tidak apa-apa Origami-chan?" Tanya Spiderman.

"Spider..man? ba..ba.bagaimana bisa?" Bingung Origami dengan terbata-bata.

"Lupakan masalah itu dulu, sekarang pegangan yang erat!" Perintah Spiderman.

'Thwipp!'

'Thwipp!'

Spiderman terus berayun membawa Origami menjauh lokasi kejadian, dan setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai ke tempat Ryouko dan beberapa anggota AST lainnya.

"Origami!!!!" Seru Ryouko setelah ia melihat bawahannya tersebut masih selamat.

"Hah Spiderman?" Heran Ryouko melihat sosok yang menggendong Origami.

Melihat hal tersebut Ryouko dan semua anggota AST yang hadir menodongkan senjata mereka ke arah Spiderman.

"Whoaa! bisakah kalian semua turunkan senjata berbahaya itu? aku baru saja menolong rekan kalian!!" Seru Spiderman.

...

"Kalian semua turunkan senjata kalian!" Perintah Ryouko yang kemudian semua anggota AST menurunkan senjata mereka.

"Kau bisa kesana sekarang Origami-chan" Ucap Spiderman.

Origami kemudian berjalan mendekati Ryouko, Namun...

'Plaakkk!'

"Bakayaroooo!" Kesal Ryouko sembari menjitak kepala Origami.

"Oww itu pasti menyakitkan!" Ucap Spiderman.

...

"Hmm...kelihatannya tugasku di sini sudah selesai!" Ucap Spiderman.

"Hey mau kemana kau?!!!" Seru Ryouko.

"Oh aku masih punya urusan dengan sang Spirits, dan ingin berbincang santai dengannya!"

"Apa kau gilaaa? kau ingin menemui dan berbincang santai, setelah semua perbuatannya tadi?" Heran Ryouko.

"Hmm... begitu ya, jadi bagaimana kau saja yang kesana?" Balas Spiderman.

Mendengar ucapan Spiderman barusan wajah Ryouko tiba-tiba memucat.

"Jadi apa keputusanmu?"

"..."

Ryouko terdiam tidak menjawab.

"~Haah nope!"

'Thwipp!'

.


Beberapa saat kemudian terlihat Spiderman berdiri di hadapan Tohka yang menatap tajam ke dirinya.

"Kenapa...kenapa kau menolongnya tadi?!!" Geram Tohka.

"Itu hal yang harus kulakuan Tohka! dan aku tidak akan membiarkanmu menjadi monster seperti tadi!!" Balas Spiderman.

"Monster? ahh aku mengerti sekarang, ternyata kau sama saja seperti manusia yang lainnyaaaaa!!!" Teriak Tohka sembari mengayunkan pedangnya.

"Oh sh*t!!!

Play Spider-Man: Shattered Dimensions Kraven - Thrill of the Hunt Bgm:

'Booooom!'

Terjadi ledakan yang cukup besar di area perbukitan sekitar akibat serangan Tohka. Namun untungnya Spiderman dengan cepat menghindari serangan tersebut.

"Whoooa hampir saja!" Ucap Spiderman sembari mengelus dadanya.

"Haaaaaaa-!" Teriak Tohka.

'Thwipp!'

"Hmmphh!"

"Hei! bisakah kau tidak teriak sebentar saja?"

Namun Tohka dengan mudahnya menghancurkan jaring tersebut dan menyerang secara membabi-buta ke arah Spiderman.

"Kau sama saja seperti merekaaaaaa! hanya menganggapku seperti monsterrr!!!"

"Hei bagaimana orang-orang tidak menganggapmu monster! jika kau melakukan hal bar-bar seperti itu, dan juga kau pikir Shido akan senang dengan hal ini, Hah?!!!!"

"Memangnya kau tau apa soal Shido? laba-laba sialan!!!!!"

'Boooom!'

Serangan demi serangan di lancarkan oleh Tohka, tapi tetap saja hal tersebut tidak dapat mengenai Spiderman yang dengan susah payahnya menghindar.

"Aku tau apa soal Shido kau bilang? jujur saja apa kau sangat yakin Shido sudah mati? dengar ucapanku ya...sebenarnya Shido masih hidup!"

Mata Tohka terbelalak sesaat sebelum akhirnya berubah menjadi tatapan benci.

"Bicara apa kau ini? kau sendiri juga sudah melihat Shido mati, kan? dasar sialannn!!" Geram Tohka terbang menuju Spiderman.

Tohka dengan jarak yang sangat dekat dengan Spiderman, dan berusaha ingin menghabisi sang manusia laba-laba. Namun...

《Crawler...ASSAULT!!!》

Spider-Man melesat ke depan dan melepaskan berbagai pukulan secara cepat dan sebelum akhirnya menendang Tohka yang membuat dirinya mundur beberapa meter.

'Buuuuaak!'

"Havin' fun yet?!"

Bgm end:

"Ki.kisamaaaa!!!" Tohka mengangkat pedangnya dan bersiap mengeluarkan serangan seperti yang ia lakukan terhadap Origami sebelumnya.

"-Baiklah aku menyerah!" Ucap Spiderman sambil mengangkat kedua tangannya.

"Apa yang kau lakukan?"

"Aku bilang aku menyerah, dan yeah sebelum kau menyerang dengan kekuatan maha dahsyatmu itu, bisakah kau menengok keatas sebentar saja?" Ucap Spiderman.

"Kau pikir aku bodoh, hah?" Balas sang Spirit.

"Terserah! tapi bisakah kau lakukan yang minta tadi, sebentar saja?"

...

Tohka perlahan mengangkat kepalanya kelangit dan saat itulah.

"TooohkaaaaaaaaaaAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaa!!!"

"Shido..?"

"Heh! great timing dude!"

Play Date A Live Op Instrumental Version:

Shido lalu menaruh tangannya di kedua bahu Tohka. Dengan bantuan Tohka yang berdiri di udara, ia akhirnya dapat berhenti.

"Y-Yo... Tohka"

"Shido... ini, benar-benar, kau...?"

"Aah... yeah, begitulah"

"Shido, Shido, Shido...!"

"Mmm, ap—"

Pedang milik Tohka memancarkan sinar hitam murni yang mengubah daerah sekitarnya menjadi kegelapan.

"A—apa-apaan ini..."

"...! Ah tidak...! Kekuatannya—"

"To-Tohka, apa yang—"

"Aku tidak bisa lagi mengendalikan Halvanhelev..! Kita harus melepaskannya ke suatu tempat...!"

"Suatu tempat? apa maksudmu?"

Tanpa mengatakan apapun, Tohka memandang ke arah tanah.

"Woi!!! di sini masih ada orang tau!!!" Teriak Spiderman.

"...! Tohka, kau...! J-jangan lepaskan ke sana!"

"L-lalu beritahu aku apa yang harus kulakukan! Ini sudah mencapai batas!!"

"... Tohka. E-erm, tenang dan dengarkan aku ya"

"Kenapa! Sekarang bukan saatnya—"

"Mengenai itu! Sepertinya... masih ada cara... untuk mengatasinya!"

"Apa yang kau bilang!? Apa yang harus kulakukan!?"

"A-aahh. Ehm—"

"Cepatlah!!!"

Shido memantapkan diri dan membuka mulutnya.

"I-itu, ehm...! Tohka! C-cium, aku...!"

"—Apa!?"

Tohka mengernyit.

"Ma-maaf, lupakan saja. Coba kita pikirkan cara—"

"Apa itu cium!?"

"Ha...?"

"Cepat beritahu aku!"

"... ci-ciuman itu err, ketika dua bibir bertemu—"

Belum selesai ia menjelaskan, secara spontan Tohka mendorong bibir merah mudanya ke bibir Shido.

Sesaat kemudian.

Muncul retakan-retakan pada pedang Tohka yang menjulang ke angkasa, yang kemudian remuk, menghilang ke udara.

Di ikuti dengan lapisan cahaya yang membentuk bagian dalam gaun yang membungkus tubuh Tohka begitu juga dengan roknya menghilang, menyerupai ledakan.

"Ap—"

Tohka berteriak kebingungan

Tapi lebih terkejut lagi Shido.

"What the?.."

Ucap Spiderman keheranan.

—Tubuh Tohka melemas, terjatuh ke tanah.

Dalam kesadaran Shido yang menipis, meski sedikit ragu-ragu, ia memeluk Tohka sebelum tubuhnya jatuh. Dengan kepala di bawah, bibir dan tubuh menyatu, keduanya turun. Dan AstralDress Tohka berubah menjadi partikel cahaya.

Shido perlahan jatuh sambil menyangga Tohka dengan tubuhnya di bawah, mereka lalu mendarat di tanah, dan tetap menyatu satu sama lain seperti itu untuk sementara waktu.

"Fwaah...!"

Bibir Tohka lepas darinya.

"Ma..., ma-ma-ma-ma-ma-ma-maaf Tohka! Aku diberitahu kalau cuma ini jalan satu-satunya...!"

"..."

AstralDress yang di kenakan Tohka hancur menjadi potongan serpihan, dan memperlihatkan Tohka dalam keadaan setengah telanjang yang bisa membuat malu orang yang melihatnya.

"T-t-t-tidak Tohka, aku cuma—"

"-Whooooa! apa-apaan ini!!" Seru Spiderman.

"J-jangan lihat, bodoh...dan kau kenapa kau kemari, hah?!" Kesal Tohka meski wajahnya memerah.

"Ahhh!" Spiderman berpura-pura melihat ke arah lain.

"Ma-maaf...!"

Dengan gugupnya, Shido menutup mata.

"Begitu saja tidak cukup! Kau mengintip, ya kan!?"

"Ka-kalau begitu apa yang harus kulakukan...!"

Ucap Shido yang kemudian tubuhnya terasa hangat.

"... sekarang, kau tidak bisa melihatnya!"

"A-aahh..."

"... Shido"

Mulut Tohka samar-samar bersuara.

"Ada apa?"

"Kau mau... mengajakku nge- date lagi..kan?"

"Baiklah. Kalau untuk itu, aku akan mengajakmu kapanpun kau mau"

Shido mengiyakan dengan sepenuh hati.

"-Ehem! kelihatannya aku jadi pengganggu acara kalian berdua saja, baiklah sampai jumpa!"

'Klik!'

'Klik!'

"Eh? kenapa ini?" Heran Spiderman yang lalu membuka sarung tangan dan melihat isi web shooter miliknya.

"~Haah! sudah habis rupanya"

Ia lalu mencari cadangan dan menemukan persediaan terakhir.

"Kelihatannya ini yang terakhir, lebih baik daripada tidak ada sama sekali!"

Spiderman kemudian mengisi web shooternya, walaupun hanya untuk tangan kanannya saja.

'Thwipp!'

"Baiklah sampai jumpa!" Seru Spiderman berayun pergi.

"Orang yang aneh!" Ucap Tohka.

"-Meskipun begitu, ia adalah orang yang baik dan tidak pilih-pilih dalam menolong orang banyak!" Ucap Shido dengan senyum diwajahnya.

"Shido" Ucap Tohka.

Ost end

.

Sementara itu di Fraxinus.

"Hmmm...kelihatannya Tuan Ksatria kita telah berhasil menaklukan sang Putri, tapi...Spiderman siapa kau ini sebenarnya?" Ucap Kotori dengan wajah serius.

Bersambung:


Halvanhelev!