Disclaimer:
Saya tidak memiliki Date a Live ataupun Spiderman, semuanya kembali kepada pemiliknya masing-masing.
.
Chapter 4.5: Hah? Seorang murid baru?
Tiga hari telah berlalu sejak kejadian Shido mencium Tohka, sambil melamunkan hal tersebut terlihat wajah Shido tersipu malu.
"-Rupanya kau masih memikirkan hal itu, ya?" Ucap Peter yang membuat lamunan Shido buyar.
"Pe-peter?"
"~Haah! jadi bagaimana keadaanmu setelah kejadian hari itu?"
"Hmmm...mereka bilang kalau keadaan tubuhku baik-baik saja, dan ya sebenarnya aku belum bertemu Tohka sejak kejadian tersebut" Jawab Shido.
"Baguslah kalau semuanya baik-baik saja" Ucap Peter.
.
Lalu, saat itu juga pintu ruangan kelas terbuka dengan suara berderak dan memperlihatkan Origami yang berbalut perban.
Diiringi tatapan-tatapan dari seisi kelas yang tertuju pada Origami, dia berjalan menuju arah Shido dengan langkah-langkah tak beraturan sampai tiba tepat mereka berdua.
"Tobiichi, syukurlah kau bai-"
Origami tiba-tiba membungkuk.
"T-Tobiichi...!?"
Seisi kelas pun ribut, dan semua mata tertuju kepada mereka bertiga.
"—Maaf. Meskipun itu bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan sebuah permintaan maaf saja"
"..."
"A-aku memaafkanmu, karena itu angkat kepalamu..."
Origami kemudian menegakkan diri. Tapi momen berikutnya, dia menggenggam ujung dasi Shido.
"-Jangan selingkuh"
"Hah a-apa?" Bingung Peter.
Lalu, sang dewi penyelamat pun tiba.
"Selamat pagiii, semuanyaaa!! Homeroom dimulai!!!"
Setelah membuka pintu, ibu guru Tama-chan melangkah masuk ke ruangan kelas.
"...T-Tobiichi-san, kamu sedang apa?"
Origami hanya diam melihat Tamae sekilas, kemudian melepaskan tangan dari dasi Shido dan kembali ke tempat duduknya.
"-Oh iya, sebelum kita mengambil absensi hari ini, saya punya kejutan! —Ayo masuk!"
Setelah mengatakan itu, dia memanggil ke arah pintu yang baru saja dimasukinya.
"Mm"
Lalu—menjawabnya, suara seperti itu terdengar.
"Ap..."
"—"
Dan pada saat bersamaan rahang Shido, Peter dan Origami menganga.
"—Mulai hari ini aku pindah ke kelas ini, namaku Yatogami Tohka. Salam kenal, mohon bantuannya ya"
Memakai seragam sekolah, Tohka masuk dengan senyum raksasa di wajahnya.
Tohka lalu mengambil sebatang kapur, dan dengan tulisan tangan seadanya menulis ia "Tohka" di papan tulis. Dia lalu mengangguk pada dirinya sendiri seakan terlihat puas.
"Ke... kau, kenapa kau..." Ucap Shido.
"Nu?"
Tohka berputar menghadapi sumber suara tersebut.
"Ooh, Shido! Aku merindukanmu!!!!!!"
Dia lalu memanggil nama Shido dengan suara kencang, dan berjingkrak ke samping bangku Shido.
Mata Peter terbelalak akibat melihat pemandangan di depannya.
"What The Fu-
.
Bersambung
