Disclaimer:

Saya tidak memiliki Date a Live ataupun Spiderman, semuanya kembali kepada pemiliknya masing-masing.

.


Chapter 5: Gadis Hujan

Beberapa hari kemudian.

"Oh, Shido … Eh? Apa yang terjadi padamu bung?"

Saat itu pagi terlihat Shido yang menyeret kakinya yang berat ke ruang kelas, dipanggil dengan suara bingung oleh Peter.

Baik muka ataupun tangan Shido, hampir seluruh tubuhnya terbalut perban, di tambah lagi langkahnya yang begitu sempoyongan sampai kelihatannya ia dapat terjatuh.

"... aah, bukan hal penting"

"~Haah jangan bohong, sini biar kubantu" Ucap Peter berusaha membantu Shido berjalan.

"Terima kasih"

Setelah dibantu oleh Peter ke mejanya, Shido lalu menaruh tas di bangkunya dan Peter duduk di belakang.

"..."

"O-oh... Tobiichi, selamat pagi"

"Selamat pagi"

Origami menjawab dengan suara monoton.

"Kamu kenapa?" Tanya Origami.

"... uh, ti-tidak bukan apa-apa, abaikan saja"

"Oh" Balas Origami datar.

Pintu ruang kelas lalu menggeser terbuka, dan Tohka masuk. Tentu saja, karena Tohka sekarang ini tinggal di kediaman keluarga Itsuka, rutenya menuju sekolah sama persis dengan rute Shido. Namun, akan terlihat mencurigakan jika mereka pergi ke sekolah bersama, maka dari itu Tohka berangkat sedikit lebih telat dari Shido.

"..."

Tohka sambil terdiam duduk di bangkunya di samping kanan tempat duduk Shidou dan tanpa melihat ke arahnya.

"... err, mengenai... tadi pagi, maaf ya. Badanmu tidak kenapa-apa, kan?"

Sepertinya dia masih merasa gelisah mengenai kejadian yang menimpa Shido pagi tadi. Shido lalu menggaruk pipi sambil tersenyum pahit.

"I, iya... Jangan khawatir..."

"Muu..."

Tohka mengangguk kecil. Dan akhirnya— Shido tersadar akan sesuatu.

"... ah!"

Beberapa teman sekelas sedang mendengarkan percakapan mereka dan memberi pandangan tertarik.

Namun, kelihatannya Tohka belum menyadari hal itu.

"Ta-tapi itu salahmu juga. Kau... tiba-tiba begitu... aku terkejut!"

Berkat kata-kata Tohka, semuanya yang mendengarnya terdiam.

"To-Tohka... kita bicarakan ini nanti saja ya...?

"Nu? Memang kenapa?

Tohka menghadap Shido sambil memiringkan kepala, dan akhirnya menyadari pandangan-pandangan yang mengarah kepada mereka.

"... eh?"

Tohka terdiam sementara keringat mulai mengalir di pipinya. Dia mengingat penjelasan di rumah kemarin, bahwa fakta bahwa Shido dan Tohka tinggal bersama adalah rahasia.

"I-ini bukan seperti yang kalian bayangkan! Aku dan Shido tidak tinggal bersama kok!?"

"——!?"

Seisi kelas mengernyit bersamaan.

"Bo-bodoh..."

Shido bergumam pelan kemudian dengan sengaja berbicara dengan suara keras.

"A-aaah! Pagi tadi ketika berangkat sekolah kami tidak sengaja bertubrukan! Ka-kau tidak apa-apa, Tohka!?"

"Mu...? E-Mhmm, tidak apa-apa!"

"Heee! jadi kalian saling bertubrukan ya?" Ucap Peter nada bercanda.

"Ahh! Pete jangan membuat orang lain salah paham" Balas Shido.

"Iya! iya maaf!"

… yah, meskipun begitu, masih ada satu orang di samping kiri Shido yang belum puas... seorang siswi memberikan tatapan yang dapat membuat siapapun merinding, siapa lagi kalau bukan Origami.

"..."

Keringat membasahi wajah Shido.

"Ekhh!"

Peter sedikit terkejut melihatnya.

.

Bel jam pelajaran keempat berbunyi dan bergema di seluruh bangunan, menandakan mulainya istirahat makan siang.

Dan dengan waktu bersamaan,

"Shido! Waktunya makan siang!"

Di tempat duduk Shido di kiri-kanannya, Meja-meja merapat dari kedua sisi.

Dan tentu saja, di sisi kanannya Tohka, dan di sisi kiri Oigami.

"... nuu... apa maumu? Kau mengganggu"

"Seharusnya saya yang bilang begitu"

Dari kanan-kiri Shido, kedua sisi bertukar pandangan tajam.

"A-aaah... tenanglah. Tidak apa-apa kan kalau kita makan bersama? Iya kan...?"

Sementara Shido berkata, dengan enggan, Tohka dan Origami duduk terdiam. Setelah itu keduanya mengambil bento mereka dari dalam tas masing-masing.

Shido mengikuti, mengambil bento-nya sendiri, dan menaruhnya di atas meja.

Sementara dibelakang mereka terlihat Peter sedang memakan Sandwich.

"Hmm mereka mulai lagi, tapi apakah dengan begini keadaan akan aman tidak ya?" Pikir Peter.

Dan, pada saat itulah.

'UUUUUuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!'

.


Play Date A Live Op by Sweet ARMS:

(Daremo ga utsumuku machi (Dead or alive)

(Kawaita kaze fukinuketeku) Terlihat Shido sedang memandang kota, Peter diatap gedung, dan wajah serius Tohka.

(Hikari motometa hitomi (Dead or Alive) Kotori berjalan tersenyum.

(Utsuru no wa zetsubou dake) Origami menatap langit.

(Dare ni mo todokanai sakebi) Yoshino berdiri dibawah hujan.

(Sagasu sono te de tomete) Kurumi sedang duduk tiba-tiba berbalik menyeringai dan dimata kirinya terlihat seperti jarum jam dan Spiderman sedang berayun.

(Nanimo kamo kowareta sekai de) Tohka mengayukan pedangnya kearah Origami dan Spiderman menembak beberapa jaringnya.

(Riyuu mo wakaranai mama ni) Pedang Tohka dan Origami saling beradu.

(Fureta yasashisa ga mada kowakute) Tohka berdiri diantara reruntuhan bangunan, Origami sedang memegang dadanya, dan Kotori sedang menggegam tangan.

(Ana no aita kokoro no sukima Umete kureru hito wa kimi na no?) Origami sedang menghadapi Yoshinon, Tohka bersama Spiderman menghadapi Kurumi, lalu Tohka mengalih pandangan ke arah Shido.

(Erande Date A Live) Adegan pertemuan pertama kali antara Tohka dan Shido ditambah Spiderman.

(Wow Date A Live Wow Date A Live) Latar kemudian berubah menjadi kota Tenguu.

.


Bunyi alarm kencang berkumandang di seluruh kota. Dan seketika itu juga, ruang kelas yang ramai selama istirahat makan siang, tiba-tiba hening.

Saat itu, Origami menunjukan ekspresi ragu-ragu, sebelum kemudian beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan ruang kelas dengan cepat, begitu juga dengan Peter.

"Eh?" Ucap Shido bingung.

"... semuanya, kalian dengar bunyi peringatannya kan. Segera berevakuasi ke shelter bawah tanah secepatnya!"

Guru Fisika dengan jubah putih, Reine mengacungkan jari me arah koridor. Dan setelah para murid menelan ludah, mereka keluar menuju koridor satu demi satu.

"Nu? Shido, kemana mereka pergi?"

Tohka bertanya seraya memandang teman-teman sekelas lainnya dan memiringkan kepala.

"A-aah... ke shelter. Ada satu di bawah sekolah ini"

" Shelter…?"

"Ya. Untuk sekarang ini, kita tinggalkan saja penjelasannya untuk lain kali. Ayo kita pergi juga, Tohka!"

"Nu-Nuu"

"Ce-cepat, Itsuka-kun Yatogami-san Murasame-sensei juga! T-tolong jangan diam berdiri di sana!"

Guru homeroom Shido Okamine Tamae, alias Tama-chan, menyentakkan bahu-bahu kecilnya seraya berkata dengan terburu-buru. Meski ucapannya agak membingungkan.

"...hmm, kalau kita tertangkap kita akan berakhir pada situasi yang menjengkelkan. Ayo pergi"

Reine membuat isyarat dengan matanya dan mengarahkan langkahnya menuju pintu masuk.

"Uh, ah, sebentar—"

Meskipun agak mengkhawatirkan, tidak ada jalan lain. Shido mengerang pelan dan menggaruk kepala. Ia lalu menarik tangan Tohka dan menaruhnya di tangan Tama-chan.

"Sensei, aku serahkan Tohka pada pengawasanmu!"

"Fue? Eh? Ah, i-iya, tentu saja"

Tohka dengan segera dipercayakan pada Tama-chan, yang mana matanya berputar-putar karena terkejut, sambil mengatakan "Bagaimanapun juga, Sa-saya ini seorang guru!"

"Shido...?"

Tohka mengernyit penuh kekhawatiran.

"Tohka, dengar. Berevakuasilah bersama sensei menuju shelter!"

"Tapi Shido? Apa yang mau Shido lakukan?"

"Ah... aku, ada hal penting yang harus kulakukan. Pergilah tanpaku, Oke?"

"...! Ah! Shi - Shido!"

"Itsuka-kun! Murasame-sensei juga!? Kalian berdua mau pergi ke mana!?"

Selagi mendengar suara penuh rasa khawatir dari pasangan yang tertinggal di belakang, Shido dan Reine berlari keluar dari gedung sekolah.

.


Peter yang sudah berganti kostum Spiderman berayun mencari sumber Spacequake.

"Baiklah kali ini bukan ulah Tohka, jadi seperti apa wujud Spirits kali ini? hmm aku jadi penasaran"

'Twipp!!'

Setelah beberapa saat berayun ia pun sampai ketempat yang diperkirakan tempat sang Spirits berada.

"Ahh sial AST sudah duluan!" Kesal Spiderman.

Ia lalu memfokuskan pandangannya kearah pertempuran tersebut.

Telihat seorang gadis dengan tangan kiri yang memakai boneka. Dia memutar tubuhnya untuk meloloskan diri dari para anggota AST yang menahan gerakan mereka, kemudian meloncat ke arah langit dan pergi memasuki bangunan.

"Tunggu dulu...bukankah itu hanya seorang gadis kecil!!!" Geram Spiderman.

...

"Oke tenang Pete! tenang! meski dia hanya seorang gadis kecil ia tetap saja Spirits" Ucap Spiderman berusaha menenangkan diri.

"Baiklah!!"

'Thwipp!'

.

Spiderman lalu perlahan memasuki bangunan tersebut. Dan, saat itulah.

["—Kamu, kamu datang untuk membully Yoshinon jugaaa...?"]

"…Hah!?"

Di atas sana, sang Spirits sedang melayang dengan posisi terbalik seolah melawan hukum gravitasi.

["Jangaaan. Yoshinon adalah gadis baik hati yang tidak pernah melakukan hal-hal yang naka— Eh, nng?"]

Tiba-tiba, tubuh terbalik sang gadis berputar di udara dan membetulkan posisi tubuhnya, sebelum mendarat di lantai dan berdiri.

"Ha-hai" Sapa Spiderman terbata-bata.

["OYaa? Kirain siapa, kamu si Onii-san mesum itu bukan?"]

"Hah mesum?" Heran Spiderman.

"-Eh?" Ucap Seseorang di belakang dirinya.

"Shido?... ho jadi rupanya kau si mesum itu ya?" Ucap Spiderman dengan ekspresi datar yang dapat terlihat dari topengnya.

Dengan segera, dari telinga Shido terdengar suara Kotori.

「Tunggu sebentar kenapa ada Spiderman disitu?Cih..lupakan itu sejenak! Shido ikuti arahkan!」

...

Shido terlihat sedang serius mendengar perintah dari Kotori.

"... eh? Apa-apaan itu..."

Shido bergumam, dan bokongnya menghantam lantai.

["Uun? Kenapa?"]

Dengan cekatan boneka itu memiringkan kepala.

Shido segera bangkit berdiri di tempat, mencari sebuah kursi di tempat pajangan terdekat, ia menaruh satu kaki di atasnya.

"Heh……, entahlah. Karena saya, adalah seorang pengembara yang numpang lewat saja..."

'Whuuush!'

"Eh apa maksudmu?" Ucap Spiderman sambil memiringkan kepala.

Setelah dengan berlagak angkuh berkata demikian, Shido pun mengacak rambutnya.

… sejujurnya, tadi itu cukup memalukan.

Boneka yang dikendalikan sang Spirits, dengan mulut menganga lebar, hanya terdiam.

...

"... o-oi, Kotori. Kita harus berbuat apa dengan suasana begini...?"

Dan, setelah Shido berbisik tidak senang pada Kotori.

[Fu... …, Ha-ahahahahahaha!]

Si boneka menggeleng kepala sambil tertawa.

["Aaapaa, Onii-san ternyata jenaka juga rupanya? Ah-ha-ha,sekarang sudah tidak ada lagi yang melakukan itu"]

"Ha, Haha... syukurlah kalau kau menyukainya."

Shido mengikuti si boneka tertawa datar. Zaman sekarang sudah tidak ada lagi yang menggunakan kata [jenaka, pikirnya, namun ia menahan diri dan tidak mengatakannya.

「Apa kubilang?」

"... iya iya, maaf!"

Kotori dengan bangga menjawab dengan suara kecil, dan Shido mengembalikan pandangannya pada sang Spirits

Seolah menyamai gerakannya, pandangan si boneka bertemu dengan Shido.

[Yaah, tapi sayang sekali Onii-san yang mesum, kita bertemu lagi di tempat yang aneh begini—. Ah-ha-ha, Yoshinon menyambut orang-orang seperti Onii-san— Sepertinya, semua orang tidak menyukai Yoshinon— Jika Yoshinon meninggalkan tempat ini, mereka mungkin akan mulai menyerang lagi—]

Setelah berkata demikian, sekali lagi dia mulai tertawa.

「Tidak disangka, dia Spirits yang ceria sekali」

Dari telinga kanannya, Shido mendengar kata-kata yang sama dengan yang ia pikirkan. Ternyata, Kotori juga berpikir sama.

Dan, dibalik kata-kata tersebut, terdapat satu kata yang menarik perhatiannya. Ia sedikit membuka mulut.

"Hey... Yoshinon itu siapa?"

Ketika Shido bertanya, boneka itu membuat ekspresi terkejut, kemudian membuka mulutnya lebar-lebar.

[Aah, maaf ! Tidak disangka, Yoshinon sampai lupa memperkenalkan diri! Nama Yoshinon adalah Yoshinon.Lucu kan? Lucu kan?]

"Aah, ya… nama yang bagus"

Tertekan oleh si boneka yang bersemangat, ia mengangguk.

Ketika itu, dari telinga kanannya ia mendengar suara Kotori yang bertanya- tanya.

「—Yoshinon, huh? Hmmm, Spirit ini berbeda dari Tohka— dia punya informasi mengenai namanya sendiri.」

"Ah..."

Setelah dia bilang begitu, sepertinya benar— Tohka, dia tadinya tidak punya nama sendiri.

[Tohka, adalah nama yang diberikan oleh Shido.

Pikirannya tiba-tiba disela, si boneka mendekati wajahnya.

[Hm jadi? Siapa nama Onii-san?]

"Ah... Aa—Namaku Shido. Itsuka Shido!"

[Shido huh? —Nama yang kereeen. Tapi, masih kalah dengan Yoshinon~]

"Oh, ya... terima kasih. Err... Yoshinon?"

[Haihai— ada apa ini? —Karena inilah Yoshinon terkesan, Shido-kun memanggil nama orang yang baru saja dikenal, memiliki jiwa petualang, juga melakukan percakapan yang cerdas—]

Setelah membalas dengan senyum datar kepada si boneka yang membuat gerakan- gerakan berlebihan dengan membuka tangannya lebar-lebar, Shido lanjut berkata.

"Bukan, ini bukan hal yang benar-benar penting, tapi, errr... Yoshinon yang kubicarakan ini— bukan boneka itu tapi namamu kan?"

Dengan kalimat itu ia mengarahkan pandangannya melewati si boneka, di baliknya—— sang gadis bermata biru.

[……]

Dengan demikian, boneka yang sampai barusan terus mengoceh dengan riang, tiba- tiba terdiam.

Mengikuti kejadian itu, dari intercom di telinga kanannya, bunyi peringatan berkumandang.

「—Uh, Shido, nilai mood-nya tiba-tiba menurun. Apa sebenarnya yang baru saja kau ucapkan?」

"Eh...? Tidak, aku cuma, bertanya kenapa dia tidak bicara melainkan menggunakan suara perut..."

Ketika Shido dengan blak-blakan menyuarakan pertanyaan tersebut, boneka itu bergoyang mendekati wajahnya.

[—Yoshinon tidak mengerti yang Shido-kun katakan… Apa itu suara perut?]

Nada bicaranya tetap tenang. Ngomong- ngomong, mimik muka boneka itu tidak berubah sama sekali.

Akan tetapi, ia merasakan aura yang luar biasa kuat, Shido menarik langkah mundur.

"Ti-tidak… Mengenai itu."

「Shido. Nanti saja kau pikirkan alasannya. Kau perlu memperbaiki mood Spirit itu sekarang juga.」

Sebuah arahan dilontarkan oleh Kotori. Shidou menggerakan bibirnya sambil menghindari kontak mata.

"I—Iya kau benar! Yoshinon adalah Yoshinon. Iyaa…Haha…ha."

Setelah itu.

[Uun, kau ini—, Shido kun orang yang jahil ya—]

Suasana menakutkan sebelumnya lenyap bagaikan kebohongan belaka, suara si boneka berkumandang dengan laras tinggi.

"... a-apa-apaan tadi barusan?"

「Gak tahu… yah, tidak peduli seramah apapun dirinya, lawanmu adalah seorang Spirits. Melengahkan pertahanan adalah ide yang buruk.」

Setelah Shido memberi anggukan kecil, ia mengembalikan pandangannya pada [Yoshinon].

[Lalu kamu siapa?] Ucap si boneka kearah Spiderman.

"Aku? hmmm temanmu yang ramah Spiderman!"

[Spiderman? nama yang aneh!]

"~Haah sudah dua kali aku disebut seperti itu" Ucap Spiderman dengan nada sedih.

[Hahaha maaaf-maaf aku tidak sengaja]

"Muhaha tidak, aku cuma bercanda kok!!" Balas Spiderman.

[Jadi Spider-san kamu ini kenapa memakai topeng?]

"Untuk menyembunyikan identitasku"

[Kenapa?]

"Dia ini seorang superhero" Sindir Shido.

"Terserah kau saja Shido" Balas Spiderman.

[Superhero? apa itu?]

"Hmm bisa dibilang sosok yang menolong orang banyak!"

[Wow!]

"Mungkin jika dilihat orang-orang itu hal yang mudah dan menyenangkan, tapi sebenarnya tidak seperti itu, aku harus membagi waktu sebagai orang normal maupun superhero itu sendiri!"

[Oh!]

"Melawan penjahat, rampok dan berbagai macam kejahatan di tengah kota, dan bukan itu saja, terkadang aku tidak tidur semalaman, ketabrak drone ketika sedang berayun, kostumku sobek dan yang lebih parah ketika aku sedang memakan burger di atas gedung...ehh tau-taunya kejatuhan tai burung!"

"Buset tai burung!" Batin Shido.

[Hahaha kamu ngelawak!]

"Oh ya aku juga membuat lelucon ketika melawan penjahat" Ucap Spiderman.

「—Apa? jadi dia ini hanya seorang badut!」Kesal Kotori.

"~Haah" Shido menghela nafas.

.


Beberapa saat kemudian.

Sang Spirits yang merupakan seorang gadis berambut biru, dengan wajah penuh fitur menawan, ada di sana tepat di depannya.

—Dan di daerah sekitar bibirnya, terasakan sebuah sensasi yang sangat lembut.

"——Umh!?"

"-Ehem!" Ucap Spiderman.

Setelah beberapa detik, ia mengerti situasi di mana ia berada sekarang ini.

「... wow, kerja yang bagus, Shido」

Meskipun Kotori berpikir seperti itu, perkembangan seperti ini tidak diduganya. Dia bersuara terkejut.

Tentu saja. Karena sekarang ini Shido dengan gadis yang terjatuh dari atas, ia baru saja berhasil berciuman dengan sempurna.

Sambil terdiam, [Yoshinon] bangkit berdiri. Dan saat itulah, bibir mereka akhirnya terpisah.

Tanpa diduga… mereka telah berciuman.

Tapi dengan begini, kekuatan [Yoshinon] pasti sudah tersegel.

Namun… ia bertanya-tanya, dibandingkan dengan bulan lalu, saat ia berciuman dengan Tohka, kali ini tidak ada sensasi hangat yang mengalir ke dalam tubuhnya, dan sekali lagi dari sisi lain intercom, suara peringatan yang kencang bergaung.

"Ap...?"

Shido menyahut sembari mengangkat alis

"Mestinya kekuatannya sudah tersegel, bukan?"

Tapi suara barusan, ketika suasana hati Spirit sedang tumbang, suara semacam itu akan berbunyi saat bahaya sedang mendatangi Shido.

Artinya, sekarang ini [Yoshinon]—

[Aw aw.… maaf, maaf, Shido-kun. Yoshinon ceroboh—]

Tapi ketika menggerakan bonekanya, dengan tenang dia berbicara.

"Eh...?"

Ternganga, ia pun membuka mata lebar-lebar pada [Yoshinon, yang tidak menunjukkan tanda-tanda amarah.

Kalau begitu, maka suara peringatan yang sampai ke telinganya barusan itu apa?

「—Shido, kondisi gawat darurat… dan kemungkinan besar, situasi terburuk yang mungkin terjadi!!」

Kemudian Kotori berkata dengan suara panik, tidak seperti biasanya.

"Huh...? Apa yang...?"

"Spider Sense!"

'Tap! tap!'

Dari belakang, terdengar suara kaki melangkah dengan mantap di lantai, bahu Shido dan Spiderman gemetar.

Dengan takut-takut, mereka membalikkan kepala untuk melihat kebelakang.

Di sana wajah yang tak terduga.

"To-Tohka…?"

"~Hah sudah kuduga"

"—Shido?!!"

Mengaburkan proses berpikir Shido, tubuh Tohka sempoyongan, dan sembari terhuyung dia bersuara.

Ia heran kenapa— padahal Tohka cuma memanggil namanya, itu membuatnya menggigil.

"… barusan, apa yang kau lakukan?"

"… eh? A-apa maksudmu…?"

"-Oh itu tadi bukan apa-apa kok, cuma salah paham saja" Ucap Spiderman.

"Spiderman?" Heran Tohka.

"—Shido! Ka-kau padahal sudah membuatku begitu khawatir…"

"Eh…?"

"Kenapa kau malah bermesraan dengan seorang gadiiiiiiisss!!??"

'DON—!!'

'Brak!'

Tohka berteriak, dan di saat kakinya menghantam tanah, di daerah di sekitar ia berdiri hancur membentuk sebuah kawah kecil dan retakan menyebar keluar dari pusat getaran.

"Oh tidak jangan lagi!!" Protes Spiderman

Melihat situasi sekarang ini, Shido terbelalak dan menggigil ketakutan.

Seorang gadis SMA biasa, tidak mungkin dapat merusak lantai hanya dengan menghentakkan kaki.

Dan tentu saja meskipun Tohka bukanlah seorang gadis SMA biasa… seharusnya kekuatan Spirits-nya sedang tersegel— Dengan logika itu, dalam situasi ini kekuatan yang diperlihatkannya barusan seharusnya hanyalah kekuatan fisiknya.

"Ke-kenapa bisa begini, Kotori…?"

Setelah ia bertanya, Kotori menjawab sambil mengeluh lewat intercom .

「Maka dari itu… inilah yang sudah kami coba beritahukan kepadamu. Terdapat sebuah koneksi yang melintas antara Shido dan Tohka, dan jika kondisi mental Tohka menjadi tidak stabil, kami takutkan sebagian kekuatannya akan kembali padanya.」

"H-huh? Apa maksudmu dengan itu, kau bilang kondisi mental Tohka sekarang tidak stabil?"

「Ya. Maka dari itu, sebelum situasi memburuk, kau perlu mengatasi mood Tohka bagaimanapun caranya.」

"Bi-biarpun kau bilang begitu apa yang harus kulakukan—"

"... Shido. Hal penting yang harus dilakukan yang kau bilang tadi, adalah untuk menemui anak ini di sini?" Tanya Tohka.

"Ah, bukan, itu…"

Yah tapi, meskipun kata-kata itu tidak salah, haruskah Shido menjawab dengan "iya", Shido ragu-ragu apakah harus memberitahu Tohka tujuannya yang sebenarnya atau tidak.

Dan, saat itu.

[… iyaah, hiyaah…begitu rupanya…]

[Yoshinon] yang dari tadi memberi pandangan kosong pada Tohka sejak kemunculannya, membuka suara berlaras tingginya.

Bagaimana bisa, di muka si boneka kelinci, muncul sebuah senyuman iseng seperti itu.

[Onee-san? Err—]

"… aku Tohka!"

Ketika si boneka berkata, Tohka membalas dengan nada yang menakutkan.

[Kalau begitu Tohka-chan~ Yoshinon bersimpati padamu tapi, kelihatannya Shido-kun sudah tidak tertarik denganmu.]

"Haaaaah?!" Seru Spiderman.

"Ap—?"

Tohka dan Shido terkesima secara bersamaan, menghadap si boneka.

[Hmm begini, bagaimana ya bilangnya? Mendengar percakapan kalian, sepertinya dia sudah ingkar janji pada Tohka dan datang untuk menemui Yoshinon? Bukankah itu inti dari cerita ini?]

"… uh!"

"Oi oi oi! jangan memperparah suasana" Ucap Spiderman.

Bahu Tohka tersentak, sembari dia memasang wajah yang kelihatannya dapat menangis kapanpun juga.

"Ka-kau,apa yang kau bica—mguhhhh!?"

Ketika Shido mengangkat suara terhadap pernyataan si boneka— Tohka menahan mulutnya dengan kedua tangan.

"Bisakah kau diam sebentar, Shido?"

Sambil melampiaskan tekanan yang membuatnya tidak mampu menyetujui ataupun menolak.

Boneka itu terlihat menikmatinya dan dengan nada bicara [Yah mau bagaimana lagi, lanjut berbicara.

[Iiyaah—, nee, maaf, tapi mungkin ini salah Yoshinon~karena penampilannya terlalu menawan~]

"Gu-Gugu…"

[Yoshinon tidak bermaksud menjelek-jelekan Tohka-chan, kamu tahu? Tapii~Shido-kun tidak bisa disalahkan untuk meninggalkan Tohka-chan dan mengejar-ngejar Yoshinon~]

"U-Ugahhh!!"

Untuk beberapa lama, selagi Tohka masih menggenggam muka Shido dan menahan-nahan bahunya yang gemetar, setelah mencapai batasnya dia berteriak.

Akhirnya, dia menarik tangan dari muka Shido.

"Be-berisik! Diam diam diam! Tidak mungkin! Hal seperti itu tidak mungkin!"

[Eehh—, biarpun kamu bilang tidak mungkin. Ayo ayo, bagaimana kalau Shido-kun mengatakannya dengan jelas, bahwa Tohka-chan sudah menjadi anak yang tidak diinginkan.]

"Ayolah hentikan itu!" Ucap Spiderman.

Dengan segera, Tohka tiba-tiba menggenggam kerah boneka itu.

Dan tentu saja karena boneka itu berukuran kecil, dengan mudahnya dia terlepas dari tangan sang gadis, kemudian boneka itu diangkatnya ke udara.

Pada sang gadis dari mana bonekanya telah dirampas, matanya mulai berputar-putar.

Pada saat berikutnya bola matanya mengedip, mukanya putih memucat, bersama dengan keringat muncul di wajahnya. Tambah lagi kelihatan sekali bahwa tarikan nafasnya menjadi lebih berat, dan jari-jarinya*trik trik* mulai kejang.

"Yo-Yoshinon……?"

Shido, selagi ia mengusap pipinya yang masih kesakitan, memandang khawatir pada [Yoshinon] yang menunjukkan perubahan yang cepat tersebut.

Namun, kelihatannya Tohka tidak menyadari kondisi [Yoshinon]. Perhatiannya tertuju pada boneka yang digenggamnya dengan kedua tangan, bagaikan mata pisau dia memandang tajam, dan mendekatkan muka pada boneka itu.

"Aku…Aku bukan anak yang tidak diinginkan! … Shido bilang… Shido bilang aku… Dia bilang aku boleh hidup di sini! Kalau kau menghinaku lagi aku tidak akan memaafkanmu! Hey! Cepat bilang sesuatu!?"

Mungkin mengira kalau boneka itulah yang bersuara, dia menggenggam leher boneka itu dan mengguncang-guncangnya.

"Hei cukup!"

Melihat situasi tersebut, [Yoshinon] mulai melepas jeritan samar-samar.

Seakan kelakuannya yang tenang sampai barusan hanya bohong belaka, seluruh tubuhnya gemetar seperti seekor anjing chihuahua.

Kemudian [Yoshinon,memasang kembali hood jaket untuk menutupi matanya seolah mencoba agar dirinya tidak terlihat, dengan gugup menarik pelan kemeja Tohka.

"Nu. A-apa?Jangan mengangguku. Sekarang ini aku sedang berbicara pada orang di sini."

"—tolong…, kemba, li...kan…"

Mencoba merebut kembali boneka yang Tohka angkat tinggi dengan kedua tangannya, [Yoshinon] melompat- lompat.

Ngomong-ngomong, ini mungkin pertama kalinya semenjak kemarin ia mendengar suara aslinya.

"Hey Tohka cepat kembalikan boneka itu! masa kau marah ama anak kecil!!" Kesal Spiderman.

Namun Tohka tidak menghirau ucapan Spiderman.

「—Apa yang kau lakukan, Shido? Kondisi mental Yoshinon semakin memburuk. Cepat hentikan dia!」

Dari telinga kanannya, terdengar suara Kotori Sembari menggaruk pipi, Shido berbicara takut-takut dengan suara gemetar.

"He-hei... Tohka. Err… itu... maukah kau mengembalikan itu kepadanya?"

"… uh!"

"Hah yang benar saja?" Kesal Spiderman karena hanya ucapan Shido yang digubris olehnya.

Setelah itu Tohka, mendengar kata-kata Shido, membuka matanya lebar-lebar karena terkejut.

"Shido… ternyata… kau lebih memilih gadis ini daripada aku..."

"Ha...huh? Bukan, bukan itu maksudku—"

Dan, di saat bersamaan.

Sementara ia berpikir, [Yoshinon] tiba-tiba mengangkat tangannya, kemudian mengayunkannya ke bawah.

Dalam sekejap, menerobos lantai yang hancur dan sebuah boneka raksasa muncul di tempat itu.

"Ap…!?"

"What the!!!"

Seluruh tubuhnya sekitar 3 meter panjangnya, singkatnya itu adalah sebuah boneka plushie sebesar boneka kain besar. Bagian terluar tubuhnya terbuat dari bahan keemasan yang halus, dengan pola-pola keputihan tergambar di sana-sini.

Juga pada bagian yang kelihatannya merupakan kepalanya, telinga-telinga kelinci dapat terlihat.

"Bo-boneka…!?"

"—A... ini—!?"

Shido dan Tohka, bersahutan di waktu bersamaan.

"Besar sekali!!!" Teriak Spiderman.

[Yoshinon] berpegangan pada punggung boneka yang muncul tepat dibawah kakinya sendiri, dan pada dua lubang di punggungnya dia masukan kedua tangan ke dalamnya.

Momen berikutnya— mata boneka itu menyala merah, sambil menggerakkan badannya yang lamban dan bergemetar

'GuooOOOOOOOOoooooo!'

Dia meraung pelan, dan bersama dengan itu, asap putih mulai keluar dari badan boneka itu.

"Dingin…!?"

"Damn!!!"

Shido menarik kaki tanpa berpikir dan Spideman melompat menjauh.

Asap itu, sama halnya dengan nitrogen cair, adalah zat bertemperatur negatif.

「—Manifestasi 'Angel' pada timing semacam ini…!? Shido, gawat, larilah!」

"Ha...huh…!? A-apa itu Angel !!"

Mendadak teriakan Kotori bergema di telinga kanannya, Shido lalu menyahut keras tanpa berpikir.

「Kau sudah pernah menyaksikannya sendiri kan! Perisai absolut yang melindungi para Spirit , dan bersama dengan Astral Dress menjadi tombak terkuat! Hal yang membuat mereka mendapat sebutan 'perwujudan keajaiban, Sandalphon' milik Tohka!」

Mendengar nama itu, Shido mendelik terkejut.

Bulan lalu. Benda yang bermanifestasi ketika Tohka masih memiliki kekuatan Spirit-nya, sebuah singgasana raksasa dan sebuah pedang.

Melihat adegan ini, dapat ditarik kesimpulan yang cukup sederhana.

Singkatnya— walaupun mereka telah berciuman. ia tidak berhasil menyegel kekuatan Spirit .

Dengan demikian, ketika pikiran itu terlintas, [Yoshinon] menarik tangannya, (Zadkiel) boneka itu— dengan raungan pelan, membungkukkan badan.

Kemudian kaca jendela bangunan mulai pecah, satu demi satu, membiarkan air hujan masuk dan mendarat di interior lantai pertokoan.

Tidak— lebih tepatnya, kenyataannya sedikit berbeda.

Bukan pecahnya jendela yang menyebabkan hujan masuk, lebih tepat kalau dikatakan tetesan hujan dari luar yang menerpa kaca jendela dengan kekuatan dahsyat memaksa masuk ke dalam.

"Hii…!?"

Shido membuka mata lebar-lebar dalam kekagetan, dan selagi kakinya masih gemetar, ia menatap boneka yang menjulang di hadapannya. Dan boneka itu memutar wajah menghadap Tohka.

"…! Tohka!"

Shido segera berteriak dan menarik tangan Tohka, dan sembari memeluk tubuhnya mereka jatuh ke lantai.

"Ap… Shido!?"

Suara Tohka menggema di telinganya. Namun, pada saat bersamaan dia berbicara, di tempat Tohka berdiri beberapa saat yang lalu, sejumlah besar benda-benda menyerupai peluru melintas.

Peluru-peluru itu dengan kejam menyerbu rak-rak pertokoan di sekitar mereka, sebelum berubah menjadi cairan transparan dan mengalir ke lantai.

"Hu-hujan…!?"

"Hah hujan?"

Dari luar jendela yang pecah, tetesan hujan yang mengeras bagaikan batu-batu es, mengabaikan gravitasi dan meluncur pada Tohka.

Dan— di sana (Zadkiel) dikendarai [Yoshinon] mulai bergerak.

"… uh"

'Thwipp!!

"Oh please! stopppp!!!!!"

Untuk melindungi Tohka, segera ia membalikkan punggung menghadap .

Akan tetapi, menghentak lantai, melakukan manuver tajam yang tidak cocok dengan siluetnya yang bergerak dengan pelan, dia melewati tempat di mana Tohka berada tadi, dan begitu saja dia melompat keluar lewat jendela yang pecah bersamaan dengan Spiderman.

Pada pertengahan saat melakukan manuver ini— boneka yang jatuh ke lantai dari tangan Tohka, ditelannya lewat bagian mulut .

Tidak lama kemudian, Shido membalikkan badan dan pandangannya dari [Yoshinon, ia sedikit membuka mulut.

"Su-sudah aman… kan?"

「…ya. Sinyalnya sudah menghilang sepenuhnya. Kau agak gegabah juga ya, Shido?」

Dari telinga kanannya, ia mendengar suara itu.

"Yaah… tapi kenapa tadi dia tiba-tiba—"

Selagi ia masih tengah berbicara—

"Sudah cukup, cepat menjauh dariku…!"

Mukanya didorong dan Shido berguling di lantai dari tempat itu.

"Nuwaah...!?"

Tidak perlu bertanya alasannya. Barusan itu Tohka yang tadi di pelukan Shidou.

Mukanya memerah selagi dia menggertakan giginya, memasang ekspresi layaknya seorang anak manja, kemudian dengan bahu gemetar marah, bangkit berdiri.

"To-Tohka…?"

"…! Jangan sentuh aku!"

"Aaw…"

Shido mengerut tanpa berpikir, dan saat ia menarik tangannya, seketika itu Tohka memasang ekspresi terkejut.

Namun segera setelahnya

"mumumu…"

Tohka memalingkan muka.

"Ke-kenapa denganmu, Tohka…?"

"Diam! Jangan bicara denganku! Da-daripada aku, anak itu lebih penting kan…!"

"H-huh…? Apa yang kau bicara—"

Waktu Shido bersuara terperangah, Tohka mulai menginjak-injak lantai penuh frustasi.

"U-U-U-UUuuuuu———!!"

"Tungg… uwaah…!?"

Bersama dengan setiap injakan, muncul retakan baru di lantai, yang akhirnya ambruk.

Shido yang tidak lagi dapat menjaga keseimbangan, terguling masuk ke dalam lubang itu.

.


Ditempat lain.

「—Kepada seluruh pasukan AST, ada gerakan dari si Spirit dan lanjutkan serangan sesuai pertimbangan kalian saat target terlihat」

Dalam gendang telinganya, sekujur tubuh Origami yang terbalut wiring suit , mendengar panggilan komunikasi masuk itu.

"—Dimengerti!"

Seraya menjawab, Origami membetulkan postur menembaknya dengan kedua tangan menggenggam Anti-Spirit Gatling Gun.

Hujan yang mulai turun di saat Spirit muncul, yang dari tadi memantul di permukaan territory pribadinya, tidak mempengaruhi persiapan mereka di luar bangunan, sembari ia tetap memandang sinyal Spirit yang ditampilkan secara langsung di retinanya.

Seketika itu.

'GON!'

Bersama dengan suara itu, Spirit itu meledakkan dinding bangunan membuat sebuah lubang, kemudian awan debu membumbung.

Bersamaan dengan semua itu, sinyalnya menyala di layar retina.

「—Tembak!」

Dengan gema komando kapten Ryouko, Origami dan yang lainnya menarik pelatuk bersamaan.

Suara reruntuhan yang dahsyat bergaung ketika bangunan itu dilubangi dengan ratusan peluru, dan awan debu yang mengerikan menjulang ke udara.

"…"

Origami, masih menyandarkan jarinya ke pelatuk, menyipitkan mata.

Berkat Territory-nya yang memberikan penglihatan superhuman yang diperkuat, ia mendapati sebuah bayangan yang bergerak dengan kecepatan tinggi di tengah-tengah awan debu itu.

Origami sambil tetap terdiam mengeluarkan perintah dari dalam pikirannya.

Seolah merespon keinginannya, misil-misil kecil yang terletak di kompartemen perlengkapan di bagian kakinya menyala, dari kaki kiri dan kanan, masing-masing terisi sepuluh peluru, homing missile diluncurkan menuju Spirit.

'Thwip!'

'Thwip!'

"—!?"

Beberapa buah jaring tiba-tiba muncul menghentikan missile tersebut.

"Hei! hei! tahan tembakan kalian!!!" Seru Spiderman.

Jari pelatuk Origami berkedut.

"Spider...man"

Secara tiba-tiba tubuh boneka raksasa Spirit itu menghilang.

「Dia… ?」

Bisikan seseorang, terkirim dan terdengar oleh seluruh anggota AST.

Ketika Spirit kembali ke sisi lain, yang mereka sebut dengan 'dimensi lain'—hal ini mereka klasifikasikan sebagai 'lost'.

Meskipun AST bertujuan memusnahkan para Spirit lewat kekuatan militer, sulit bukan main untuk betul-betul mengalahkan seorang Spirit dengan kemampuan bertarungnya yang hebat; biasanya ketika kondisi 'Lost' ini terpenuhi, operasi tersebut dianggap sukses.

Kemudian, awan-awan mulai melayang menjauh dan cahaya matahari menyinari turun.

Hujan yang menerpa Territory berhenti dengan segera.

「—Seluruh personil, kembali ke pangkalan! dan kali ini kita abaikan saja serangga pengganggu itu!」

"…"

Mendengar suara Ryouko, Origami menurunkan moncong senapannya, dan mematikan sistem senjatanya.

Namun, pada saat ia mengikuti punggung Ryouko dan kembali ke pangkalan—

"…?"

Lewat penglihatan yang diperkuat Territory-nya, ia melihat sesuatu yang ganjil, kemudian ia menurunkan ketinggian terbangnya untuk memeriksa sesuatu.

"Hei Origami-chan benda itu kan milik-

'Bwhooooos!'

Origami langsung terbang tanpa mengatakan apa pun.

"Ahh sial! semuanya semakin parah!" Keluh Spiderman.

.

Bersambung


Shuwa Shuwa

Doridori~min yeah!