Disclaimer : Naruto Masahi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : New Author, many-typo, languange is not standard and harsh
...
-
...
[The Story Begins]
Naruto Pov
Dimana ini...
Kenapa semuanya hancur? Mayat mayat bergeletakan disini semua.
Api semakin berkobar disini yang terus menghalangi pandanganku, asap hitam terus membubul ke atas dan mulai masuk kedalam saluran nafasku.
Aku tak ingat apapun, yang ku ingat aku disiksa oleh seorang ilmuan, tubuhku di buat menjadi sebuah cobaan olehnya. Tubuhku disuntik oleh cairan aneh yang ada di dalam suntikan itu, suntikan demi suntikan terus ku alami hingga saat itu namun penyiksaan ini berakhir saat ledakan sesuatu pada lab yaitu sebuah kecelakaan yang membuat seluruh ruangan lab meledak seketika, aku tidak tahu apa kecelakaan itu hingga membuat seluruh ruangan lab meledak.
Tapi kecelakaan itu membuat seluruh orang disini mati, yah mati semua. Kecuali aku yang selamat, entah dari keberuntungan atau dari Tuhan yang membuatku selamat dari tragedi itu. Tapi keaadanku sedang lemah dan tak berdaya, bahkan untuk berdiri saja tidak bisa.
Apakah aku akan mati disini?
Apa ini artinya aku akan mati, bersama orang orang disini?
Lagipula apa yang kuharapkan dari sini? Keluarga? Harta? Tahta? Atau wanita? Bagiku itu semua omong kosong belaka apakah harta dan tahta bisa di bawa ke surga jika kita mati, tidak bukan. Lalu wanita, entahlah aku tidak mengerti tentang wanita, bahkan selera wanita yang ingin menjadi pendamping ku di masa depan aku tidak tahu, aku tidak tahu tipe para wanita yang ada dunia ini, sungguh aku tak mengerti tentang itu hal itu semua.
Namun dalam benakku, apakah aku akan mati disini? Kehidupan ini sudah tak berarti lagi bagiku.
"Ah ... Apa kau akan pasrah jika kau mati bocah?"
Aku terkejut saat suara berat nan serak mengiang di kepalaku... Apakah aku harus menjawab suara itu? Jika aku hidup apa yang harus kupertaruhkan di sana? Tapi jika aku di kasih kesempatan kedua dan selamat dari bencana ini, maka akan ucapkan yah aku ingin hidup, tapi bagaimana?!
"Grrr ... Bocah aku akan menyelamatkanmu dari ini semua, karena aku tidak ingin kehilangan host-ku begitu saja, tidak. Jika aku sudah bangun dan aku juga baru kembali dari tempat yang sangat jauh, aku tidak akan kehilangan host-ku begitu saja camkan itu" suara itu mengiang di kepalaku kembali. Aku ingin sekali membalas perkataan nya atau tidak berteriak kencang bahwa aku ingin hidup jika aku benar benar di kasih kesempatan untuk memulai hidup baruku, namun apa daya hal itu semua karena seluruh tubuhku sudah lemas dan satu kata saja aku tidak bisa di ucapkan.
"Dengar kau akan selamat, sebagai eksistensi yang baru, kau akan menjadi peran yang penting di masa depan nanti, setelah ini kau selamat aku akan mengajarimu bagaimana dunia tidak hanya hitam dan putih saja, aku akan mengajarimu tentang kehidupan, nak..."
Suara misterius itu menjeda ucapannya.
"...Dan setelah itu tunjukkan aku pada Albion dan Ddraig bahwa aku sudah kembali setelah melawan makhluk makhluk yang kuat, nak..."
Setelah mendengar itu suara itu, mataku berkunang kunang dan semua penghilatan ku disini terasa memudar...
Naruto Pov Of
...
-
...
Sepuluh tahun kemudian,
Terlihat ada seorang pemuda berambut putih sedang melayang, pemuda memiliki iris biru safir cerah, memakai jubah hitam tanpa hoodie, di belakang jubahnya terdapat ada gambar bulan purnama, celana hitam panjang, memakai sebuah kalung berlian ungu di lehernya dan lensa kacamata di kedua matanya seperti lensa kacamata plus.
Sementara di sisi pemuda putih itu, ada juga seorang pemuda berambut sama seperti yang tadi dengan gaya rambut jambul, memakai jubah hitam tanpa hoodie dengan gambar bunga di belakangnya, memegang sebuah katana. Memiliki sebuah sayap putih di kedua punggungnya yang bisa membuatnya melayang bersama pemuda di sebelahnya ini.
"Kau yakin jika Wyvern disini, Mitsunari?" ujar pemuda berambut putih berkacamata itu.
Tampak di depan mereka ada sebuah gua besar dan gelap, di dalam sana banyak sekali lendir lendir yang aneh dan para kelalawar hinggap di atas sedang tidur.
"Yah, Lord Naruto, aku yakin naga Wyvern ada disini, dia suka tempat gua gua untuk tidur setelah menggangu desa kecil dan memakan manusia yang ada berada disana, Lord Naruto" jawab seorang pemuda berambut putih jambul itu dengan penuh hormat.
"Hmm... Kau ada benarnya juga, dia adalah salah satu naga jahat yang suka menggangu makhluk lain" ujar seorang pemuda bernama Naruto, sambil membenarkan lensa kacamatanya.
GROOOOAAAAAAARRRRRRRRRRRR
Sebuah auman sangat nyaring di dalam gua sana, membuat para kelalawar yang tadi sedang tidur terbangun saat mendengar auman tadi, para burung pun tampak bertebangan pergi bersama kelalawar saat mendengar auman tadi.
Sementara kedua pemuda berambut putih itu biasa biasa saja setelah mendengar auman keras dalam gua tadi, Naruto hanya tersenyum tipis di sudut bibirnya, Mitsunari hanya terdiam sambil mengeratkan peganganya kepada katana miliknya.
Tak lama kemudia seekor naga Eropa keluar dari gua gelap itu, naga itu bewarna merah dengan menatap marah ke arah Naruto dan Mitsunari.
"Grrrr... Manusia rendahan, berani sekali kalian menggangu tidurku," ujar naga merah itu dengan geraman khas naga.
Mitsunari yang ingin menyerang sosok naga Wyvern itu di tahan oleh Naruto, dengan tangan kanannya sambil menatap santai naga Wyvern itu.
"Oh, sungguh mengejutkan sekali kau bisa berbicara, apalagi mengerti dengan bahasa kami" ujar Naruto dengan santai.
Wyvern yang mendengar Naruto tadi sudah naik pitam. "Grrr... Bedebah kau manusia, rasakan ini... Groooaaarrr"
Wyvern menyemburkan api dari mulutnya dengan skala besar yang mengarah ke Naruto dan Mitsunari, Mitsunari yang melihat itu membuka gangang katananya berniat untuk membelah api itu.
SLASH
WUUUSSSHHH
Dengan ajaibnya api berskala besar itu terbelah menjadi dua saat Mitsunari membelahnya dengan katana miliknya.
"Huh, sepertinya kau memiliki anggota yang hebat yah, kid" suara misterius mengiang di kepala Naruto.
"Heh, para anggotaku adalah ras yang akan punah, mutan. Ras yang membantu manusia dari Great War" ujar Naruto membalas suara itu.
"Bukankah kau juga salah satu dari mereka juga, kawan"
"Yah, kau benar aku juga salah satu dari mereka, Scissor"
Scissor, sosok yang sedang berbicara dengan Naruto, dia adalah naga ungu dengan corak putih, seputih salju di setiap inci di tubuhnya, dia juga naga surgawi sama seperti Ddraig dan Albion, yang terkenal akan rival mereka. Tapi, Scissor tidak terkenal karena dia menghilang bagaikan di telan oleh bumi.
"Biarkan aku saja yang melawan kadal busuk ini, Mitsunari" ujar Naruto menahan kembali Mitsunari yang akan menyerang Wyvern, dengan tangan kanannya.
SRUT TRAK
"Ha'i, Lord Naruto" ujar Mitsunari dengan patuh sambil menyarungkan kembali katana miliknya.
GRAAAOOOOOOOORRRRRRR
Auman dari Wyvern yang menyerang Naruto dengan cakar miliknya hingga membuat seperti tebasan pedang.
Sring
Sebuah lingkaran sihir muncul di samping Naruto, lingkaran sihir itu memunculkan sebuah benda benda logam, lalu Naruto mengarahkan benda logam itu semua menjadi sebuah perisai pelindung sehingga cakaran Wyvern pun tidak bisa menembus perisai itu.
'Kekuatan apa itu? Baru kali ini aku melihat kekuatan seperti itu' batin Wyvern setelah melihat Naruto yang bisa memanupilasi logam logam itu.
Naruto mengerahkan logam logam itu ke atas mengarah ke Wyvern, logan logam itu seketika berubah menjadi sebuah tombak raksasa hitam yang akan siap menusuk jantung lawan.
Wuussh
Naruto melesatkan tombak raksasanya ke arah Wyvern dengan kecepatan yang tinggi, Wyvern melihat itu membulatkan matanya.
JLEB
GRAAAOOOORRRRRRRRRRRRR
Suara raungan kesakitan dari Wyvern setelah sayap kirinya tertusuk oleh tombak hitam raksasa itu, dia meringis kesakitan setelahnya meski dia mempunyai sisik dan kulit tebal, tapi semua itu percuma saja, dia akan tetap kesakitan karena sisik dan kulitnya tidak sekuat seperti Two Heanvely Dragon, Five Dragon King, dan dua naga yang paling di takuti Ouroboros Dragon sang naga tak terbatas dan Great Red Apocalypse sang naga impian.
Tampak Naruto membuat lingkaran sihir lagi bewarna putih terang, lingkaran sihir itu mengeluarkan logam logam panjang dengan jumlah cukup banyak. Naruto mengarahkan tangan kanannya kembali ke arah logam logam panjang itu.
Sebenarnya ini adalah Naruto dari kekuatan mutannya, sebuah kekuatan yang di anugrahkan kepada manusia dengan beberapa kekuatan unik, sama halnya dengan sacred gear yang di anugrahkan kepada manusia, namun berbeda. Mereka menyebutnya dengan mutan, ras yang akan punah karena membantu para manusia dari Great War. Nama mutan Naruto adalah Magneto.
Kemampuan yang bisa memanupilasi logam dan menarik logam di sekitarnya, bahkan Naruto memanupilasi logam logam itu sesuai imijinasinya atau keinginannya sendiri.
"Wow," takjub Mitsunari saat melihat Naruto membuat logam logam itu menjadi sebuah senjata yang sangat besar dan panjang, contohnya tombak, pedang dan anak panah.
WUUUSSHHH
WUUUSSHHH
SEEENNNGGGHH
Naruto melesatkan seluruh serangannya ke arah Wyvern, naga yang sangat terkenal di Inggris. Walaupun dirinya tahu bahwa ini adalah wilayah kekuasaannya dari pihakTenshi.
JLEB JLEB JLEB JLEB
GROOOAAAAAARRRRRRRRR
Serangan Naruto lagi lagi menancap di beberapa bagian tubuh Wyvern, membuat naga itu meraung kesakitan sehingga tanah berguncang layaknya gempa. Kini tubuh Wyvern benar sudah tertancap semua oleh logam logam yang berbentuk berbagai senjata itu.
"Hohoho, lihatlah kadal kecil sedang tertusuk oleh jarum, uhhh. Sangat menyedihkan sekali" ujar Naruto dengan nada penuh ejekan.
"Grrrr...Bedebah...Kau...Manusia" ujar Wyvern dengan lemah.
"Heh, ini rekor terbaru untuk mengalahkan seekor naga lagi" ujar Naruto sambil melihat jam tangannya yang berada di lengan kananya. "Mitsunari sisanya kuserahkan padamu, jadikan sisiknya itu menjadi senjata yang kuat, untuk tanduk dan taringnya jadikan juga senjata, tapi sisa sisiknya aku ingin jadikan kalung berlian lagi" lanjutnya pada Mitsunari.
"Ha'i, Lord Naruto!" Mitsunari mengganguk pelan sambil membuka katana dari gangangnya.
Sring
[TELEPORT IGNITER]
Tiba tiba sebuah Orb putih muncul di dada Naruto, dan Orb pun mengeluarkan suara mekanik membuat tubuh Naruto bercahaya bewarna putih lalu menghilang dari sana dengan ajaibnya, meninggalkan Mitsunari dan Wyvern.
"Jangan, tolong jangan ambil tanduk dan taringku" ujar Wyvern dengan memohon.
"Kau tahu taring dan tanduk adalah simbol dari kesejatian naga, tapi simbol ini akan kuhancurkan dengan katana kebangganku, Wyvern-san," ujar Mitsunari dengan seringai tipis sambil menganyunkan katananya.
SLASH
GROOOOOAAAAAARRRRRRRRRRRR
Suara raungan kesakitan dari naga Wyvern setelah tanduk di kepalanya di tebas oleh katana Mitsunari, tanah bergetar dan gemuruh petir mulai terjadi saat raungan kesakitan dan ketakutan dari Wyvern.
...
-
...
Heaven
Di suatu tempat bernuansa putih disana ada beberapa orang, tapi rata rata dari mereka memiliki rambut pirang dengan baju serba putih.
GROOOAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR
"Ini raungan naga ketakutan" ujar salah satu dari mereka dengan pelan.
"Kau benar Uriel-kun, auranya seperti Wyvern. Naga yang hidup di hutan Inggris, tapi kenapa auranya mengecil yah" ujar seorang wanita cantik berambut pirang cerah.
"Mungkin saja ada yang membunuhnya?" ujar seorang pria tampan berambut pirang.
"Apakah kita harus mengeceknya, Michael?" ujar pria bernama Uriel.
"Sebaiknya, biarkan pasukan kita saja yang memeriksanya" ujar pria bernama Michael.
"Baiklah jika begitu, Michael" balas Uriel.
...
-
...
Seoul
Di tempat negara Korea selatan, tepatnya ibukota Korea selatan, Seoul. Tapi di salah satu bangunan gedung, jika kita masuk lebih dalamnya lagi disana ada sebuah cahaya putih terang disana.
Cahaya putih itu mengeluarkan seorang pemuda berambut putih memakai lensa kacamata plus, pemuda itu adalah Naruto yang kini sedang berjalan menuju markasnya organisasinya, yang bernama Revolusioner Force. Terlihat di dalam markas ada beberapa orang sedang bersantai.
"Shit,perempuan Kpop cantik cantik yah, namun. Sayangnya tidak bisa di miliki, sial jiwa jombloku memberontak soal ini" ujar seorang pria berambut coklat jabrik, memakai jubah hitam tanpa hoodie dengan gambar serigala di belakangnya, yang sedang membaca majalah tentang Kpop di Korea.
"Heh, kau selalu menghayal Kiba" ujar seorang pria berambut hitam, dengan memakai kalung salib dan jubah hitam hoodie dengan di belakangnya bergambar salib juga di belakangnya.
"Shut up, Gray!" ujar Kiba dengan kesal.
"Geez, You guys are always making a fuss" ujar seorang pria berambut kuning memakai topi hitam, jubah hitam tanpa hoodie dengan gambar matahari.
"Yo, Sabo, Kiba, Gray" sapa Naruto ramah pada anggotanya.
"L-lord Naruto!" mereka terkaget saat pemimpin mereka sudah ada di depan mereka, Kiba yang tadinya membaca majalah tentang Kpop harus meletakkan majalahnya dan menunduk hormat kepada Naruto.
"Membaca majalah lagi eh, Kiba!" ujar Naruto dengan terkekeh pelan.
"Y-yah, seperti anda yang lihat Lord Naruto" ujar Kiba dengan gugup sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Emm, Lord Naruto dimana Mitsunari?" tanya Sabo.
"Ah, dia sedang mengurusi sisa sisa dari Wyvern," jawab Naruto.
"Souka" Sabo hanya mengganguk mengerti saja.
"So, ada berita apa hari ini, Gray?" ujar Naruto pada Gray atau Gray Fullbuster nama panjangnya.
"Berita hari ini adalah Ophis sang naga tak terbatas sedang mengumpulkan orang orang kuat untuk mengalahkan Great Red, sampai sampai dewa berbagai Mitologi ikut bergabung ke Chaos Brigade, sepertinya dia sangat berambisi untuk mengalahkan Great Red" ujar Gray kepada pemimpinnya.
"Interesting" seringai Naruto di sudut bibirnya. "Lalu ada berita apa lagi?" tanya Naruto pada Gray.
"Red Dragon Emperor kini berada di naungan iblis, lebih tepatnya clan Gremory. Rias Gremory adik dari Sirzechs Lucifer, sementara White Dragon Emperor berada di Chaos Brigade" jawab Gray.
"Ah, kedua naga bodoh itu selalu memetingkan rival mereka, sepertinya pihak iblis beruntung memiliki Red Dragon untuk mengkuatkan Fraksi mereka" ujar Naruto sambil memegang dagunya.
Setelah itu mereka terdiam beberapa menit, sebelum Naruto membenarkan kacamatanya yang agak sedikit melorot kebawah lalu menatap mereka dengan serius.
"Oh yah, ada sesuatu yang harus kutunjukkan pada kalian semua" ujar Naruto kepada anggotanya.
"Kalau boleh tahu apa itu, Lord Naruto?" tanya Gray sambil bersedekap dada.
"Sebaiknya kalian ikuti aku," balas Naruto berjalan mendahului mereka.
"Ha'i" tanpa banyak tanya lagi, Kiba, Sabo dan Gray menyusul Naruto.
Mereka di buat bingung setelah Naruto berjalan ke sebuah ruangan garasi, tampak Naruto membuka pintu garasi itu dan setelah mereka melihat semua garasi itu, Sabo, Gray dan Kiba benar benar terkejut bahwa isi dari garasi besar itu adalah robot robot tempur.
"Lord Naruto, bukankah ini robot robot tempur?" ujar Kiba masih terkejut apa yang dilihat di depannya.
"Yah, kau benar Kiba. Ini semua adalah robot robot tempur yang berbagai macam" jawab Naruto dengan tersenyum tipis.
"Tapi dimana anda mendapatkan ini semua, Lord Naruto?" tanya Gray.
"Aku mencurinya di setiap Negara yang kekuatan militernya sudah berkembang maju, contohnya saja dari Amerika serikat, Rusia, China, India, bukan hanya itu saja aku mencuri robot ini juga dari Jepang yang teknologinya sudah canggih, aku memang sengaja mencuri robot dari setiap Negara karena ingin mengkuatkan Revolusioner Force dari serangan berbagai Fraksi" jawab Naruto.
"Dan aku juga sudah merancang ulang kembali robot robot ini dengan kekuatan Magneto-ku, aku juga merancang racun mematikan yang berbahaya dari salah satu senjatanya" lanjut Naruto membuat ke-3 anggotanya berdecak kagum.
"Waah, itu benar benar hebat Lord Naruto, dan ini juga sangat mengutungkan bagi kita jika ada serangan pasukan Fraksi lain" ujar Kiba dengan mata berbinar binar.
"Yah, aku setuju dengan Kiba. Ini sangat mengutungkan jika kita terkena serangan pasukan kita bisa menggunakan robot robot tempur ini, apalagi kita sudah membuat kekacauan dari berbagai Fraksi" ujar Gray membenarkan pendapat Kiba.
"Hmm... Kau ada benarnya juga, maka dari itulah kita selalu berpindah pindah markas ke setiap Negara untuk menghindari makhluk supernatural" ujar Naruto dengan memejamkan iris safirnya.
"Mungkin saja kita akan terkenal karena membuat masalah beberapa waktu silam, para Fraksi pasti penasaran dengan kita yang katanya seorang manusia biasa memiliki kekuatan unik tanpa Sacred Gear ataupun Magic" ujar Sabo mengingat masalalunya dari memory ingatannya.
"Oh yah, Sabo jika Mitsunari sudah datang bawa seluruh senjata senjatanya ke ruanganku" ujar Naruto berjalan keluar dari sana.
"Memangnya anda mau kemana?" tanya Sabo.
"Mengurusi beberapa iblis yang ada disini" jawab Naruto santai.
Lalu Naruto pun terus berjalan keluar meninggalkan mereka yang sedang kebingungan, tampak Gray menatap Sabo dengan iris onyx nya.
"Apakah yang Lord Naruto maksud itu adalah Sairorg Bael dan peeragenya, yang sedang berada disini" ujar Gray pada Sabo.
"Entahlah aku juga tidak tahu" ujar Sabo cuek sambil mengangkat kedua bahunya.
...
-
...
Di sebuah tempat labotarium, terdapat ada seorang pria berambut hitam dengan poni pirang, di mulutnya ada sebuah rokok yang terus di hisapnya, pria itu sedang membaca sebuah kertas dokumen.
"Fuuuhhh" asap rokok keluar dari mulut pria itu, tampak wajah pria itu sedang kusam setelah membaca dokumen itu.
"Azazel!" seorang pemuda berambut putih datang ke pria itu yang bernama Azazel.
"Oh, ada apa Vali?" ujar Azazel karena melihat muridnya sekaligus pemegang Sacred Gear Divine Dividing.
"Seharusnya aku yang bilang begitu, wajahmu sedang terlihat khawatir dan gelisah" ujar pemuda bernama Vali.
"Haah, aku gelisah karena masalah terus berdatangan, kini Kokabiel yang sedang memberontak dariku dan ada sebuah organisasi merepotkan yang di kabarkan oleh Fraksi lain" ujar Azazel menghembuskan nafasnya dengan kasar.
'Organisasi? Apakah itu Chaos Brigade yang sedang bergerak? Tapi itu tidak mungkin, Ophis akan bergerak sesudah mengumpulkan orang orang yang kuat' batin Vali.
"Memangnya apa nama dari organisasi itu, Azazel?" tanya Vali.
"Revolusioner Force itulah nama dari organisasi itu, organisasi yang anggota seluruh manusia memiliki kekuatan unik, menurut kabar pemimpin dari organisasi memiliki Sacred Gear Longinus, namun aku tak tahu Longinus mana yang dia miliki, dan nama pemimpin organisasi itu adalah Kazara Lord" ujar Azazel menghembuskan asap rokoknya.
'Kazara Lord? Nama yang aneh' batin Vali.
"Lalu apa yang membuat mu khawatir dengan organisasi itu? Bukankah mereka hanya manusia saja" ujar Vali dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Meskipun mereka manusia, mereka tidak bisa di remehkan. Kau tahu Joker dari Michael?" ujar Azazel sambil memejamkan iris matanya.
"Maksudmu Dulio Gesualdo pemilik Sacred Gear Zenith Tempest, sekaligus Joker dari Michael pemimpin Fraksi Tenshin" balas Vali sambil bersedekap dada.
Azazel membuka iris matanya. "Yah, aku mendengar kabar dari Michael bahwa Jokernya itu diserang orang yang bernama Kazara Lord, dengan anggota organisasinya. Kazara Lord itu menyerang Dulio karena ingin menantang duel satu lawan satu dengannya, tapi Dulio menolak dan setelah itu Kazara Lord menyerang Dulio, sementara pasukan Exorcist yang dibawa oleh Dulio melawan anggota Revolusioner Force, singkat cerita Dulio kalah telak pada saat itu, dan pasukan Dulio mati semua oleh Revolusioner Force. Sementara Dulio sekarat setelah melawan orang bernama Kazara Lord" jelasnya.
Vali yang mendengar itu terkejut bukan main karena Joker dari Michael itu kalah dengan keadaan sekarat, tampak senyuman khas maniac dari Vali keluar dari bibirnya.
'Hooo, menarik sekali aku ingin tahu siapa Kazara Lord itu' batin Vali.
"Jangan gegabah Vali, orang yang bernama Kazara itu bukan orang biasa. Buktinya dia mengalahkan pemilik dari Zenith Tempest, sekaligus Joker dari pemimpin Tenshi, itu membuktikan bahwa kekuatannya sekuat Longinus ataupun lebih" ujar Albion yang mendengar batin Vali.
'Aku tidak peduli Albion, tujuanku hidup adalah melawan orang orang yang kuat. Kau tahu darahku langsung mendidih setelah mendengar tadi' balas Vali.
"Seterah kau saja Vali, aku hanya memperingatkan mu supaya kau tidak cepat mati, tapi jika kau mati aku akan berpindah lagi ke manusia lainnya" ujar Albion sambil menghembuskan nafasnya pasrah, sementara Vali hanya mengabaikan partnernya itu.
"Azazel, apa kau tahu ciri ciri orang yang bernama Kazara itu?" tanya Vali.
"Menurut Michael yang mendengar dari Dulio sekaligus, orang yang bernama Kazara itu memiliki rambut putih sepertimu, tapi putihnya lebih dominan cerah. Dia sering memakai jubah hitam tanpa hoodie dan di belakangnya ada gambar seperti bulan purnama, memakai kacamata hitam dan bermata biru safir cerah, itulah yang di katakan Dulio pada Michael saat dia sudah sadar dari komanya selama 3 bulan" jawab Azazel.
"Memangnya kenapa bertanya seperti itu Vali? Apa jangan jangan kau ingin bertarung dengannya?" lanjut Azazel dengan pandangan curiga ke arah Vali.
"Heh, kau tahu saja apa yang ada pikiranku. Azazel" ujar Vali dengan senyuman maniac.
"Kau jangan gila Vali, seorang seperti Dulio saja di buat sekarat olehnya, apalagi dirimu Vali" ujar Azazel menatap serius Vali.
"Heh, seterah kau saja Azazel, saat aku bertemu dengan orang bernama Kazara itu, aku ingin sekali bertarung dengannya, darahku sudah mendidih setelah mendengar tadi" ujar Vali berjalan keluar labotarium.
Azazel yang mendengar dan melihat kepergian Vali hanya menghela nafas saja, dia tahu bahwa muridnya itu juga kuat bahkan memiliki julukan Hakuryuukou terkuat sepanjang masa, tapi lawannya adalah orang yang membuat Dulio sekarat, dia tidak ingin terkena masalah merepotkan lagi.
"Haaahh, kuharap bocah itu tidak membuatku repot nanti" ujar Azazel menghela nafas, sambil merapihkan kertas dokumen yang agak berantakan di meja kerjanya.
...
-
...
Sairorg Bael tidak mengerti sekarang.
Dia tidak mengerti karena orang orang yang sedang berjalan menghilang dan mobil yang berjalan di jalanan tiba tiba menghilang juga seperti orang orang tadi.
"Sairorg-sama!"
Sairorg mengalihkan pandangannya ke arah kebelakang, Sairorg bisa melihat peeragenya yang mendekat pada dirinya, terlihat Queennya mendekat pada Sairorg.
"Sairorg-sama, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa semua orang disini menghilang? Padahal aku sedang membeli album baru Kpop" ujar Kuisha kesal, terlihat dia mengembungkan pipinya yang membuatnya semakin imut.
"Aku juga tidak tahu Kuisha, mengapa orang orang di sekitar sini menghilang begitu saja" ujar Sairorg dengan serius sambil melihat sekitarnya.
Plok plok plok plok plok
Suara tepukan tangan terdengar jelas di telinga iblis mereka, Sairorg dan para peeregenya mengalihkan pandangannya kebelakang terlihat disana ada seorang pemuda berambut putih, memakai kacamata berjenis plus bewarna hitam dan memakai jubah hitam tanpa hoodie, mereka terkejut bahwa sosok pemuda bisa terbang melayang tanpa sayap.
"Halo minna-san, senang sekali kita bisa berjumpa disini~" ujar sosok pemuda itu dengan santai.
Sosok pemuda itu adalah Naruto, pemuda itu tersenyum tipis melihat Sairorg Bael dan para peeregenya, terlihat semburat tipis dari Kuisha Abaddon dan Courina Andrealphus setelah melihat wajah Naruto yang terbilang tampan, Courina memalingkan wajahnya setelah melihat senyuman dari pemuda perak itu, apalagi dia memakai kacamata membuatnya semakin tampan.
"Kalian pasti bingung kan, kenapa orang orang disini menghilang" ujar Naruto kepada mereka, mereka tidak menjawab namun hanya mengganguk pelan.
"Karena kalian ada di dimensi buatanku, dimensi ku ini berbeda dari dimensi buatan lainnya, dimensi buatanku ini bisa mengcopy tempat ini semua atau tempat lain juga" lanjut Naruto.
"Kau siapa dan kenapa kau melakukan ini semua pada kami?" ujar Sairorg dengan waspada karena kekuatan yang ada di tubuh Naruto besar dan tidak main main.
"Hmm~ kalian bisa panggil aku Kazara Lord" jawab Naruto dengan nada santainya.
"Kazara Lord? Nama macam apa itu, dasar orang aneh" ujar Courina dengan pedas sambil memandang tajam Naruto.
"Wow, wow jangan marah begitu dong nona manis, nanti cantiknya ilang lho~" ujar Naruto dengan sedikit candaan.
Terlihat Courina mengepalkan kedua tangannya dengan erat tapi berbeda dengan wajahnya memerah setelah dibilang manis oleh pemuda perak itu, tampak Kuisha berkeringat di belakang kepalanya setelah melihat kelakuan sahabatnya itu yang bisa di bilang tsundere tingkat akut.
"Dan mengapa melakukan ini semua? Karena aku ingin duel dengan Sairorg Bael, One By One dan gunakan lah Nemean, karena aku ingin tahu seberapa kekuatan singa Nemean itu yang katanya bisa mengguncang seluruh dunia" ujar Naruto dengan seringai di sudut bibirnya.
"Cih, sombong sekali k-"
"Hentikan Ladora, orang yang ada di depan bukanlah orang biasa, buktinya dia bisa membuat dimensi buatan tanpa kita sadari dan apalagi dia bisa terbang tanpa sayap" ujar Sairorg menghentikan aksi salah satu peeragenya yang akan menyerang Naruto.
"Umm, Sairorg-sama benar. Walaupun dia hanya seorang manusia tapi aku bisa merasakan kekuatan lain di tubuh pemuda itu" ujar Kuisha memandang serius ke arah Naruto.
"So, apa kau menerima tantanganku Sairorg Bael?" ujar Naruto dengan seringai khasnya.
"Baiklah, aku terima tantangan mu, Nemean ayo" ujar Sairorg kepada seorang pria yang seperti memakai topeng, dia adalah Nemean pion dari Sairorg.
"Ha'i Sairorg-sama" Nemean hanya mengganguk saja.
Whuss Taps!
Naruto mendarat mulus ke arah permukaan tanah, tampak seringai masih ada di wajah pemuda perak itu.
"Saa te~ tinggal rencana selanjutnya" ujar Naruto sambil mengarahkan tangan kanannya ke atas.
DUMMMM DUUMMM DUMMM DUMMM
Tiba tiba sebuah pilar logam mengurungi peerage Sairorg, setelah itu pilar pilar logam itu membentuk sel penjara dengan sendirinya. Sairorg dan Nemean yang melihat itu sontak terkejut.
"Hey apa maksudnya ini?" ujar salah satu peerage Sairorg.
"Kenapa kau megurung peerage-ku, bukankah kau mengajak ku berduel satu lawan satu" ujar Sairorg menatap tajam Naruto, terlihat aura Touki muncul di tubuhnya sementara Nemean hanya terdiam saja.
"Ahh~ aku hanya tidak ingin mereka menggangu duel kita, maka dari itu aku mengurung mereka, kau tenang saja Sairorg Bael aku tidak akan menyakiti mereka, percayalah padaku" ujar Naruto dengan nada santainya.
"Hey, pemuda brengsek cepat lepaskan aku, supaya aku bisa memberi pelajaran kepadamu" ujar Corina dengan nada membentak, terlihat dia membuat sebuah lingkaran sihir tapi lingkaran sihir itu memudar lalu menghilang, sontak Corina dan yang lainnya terkejut melihat itu.
"K-kenapa aku tidak bisa menggunakan sihir dan 'mana' ku" ujar Corina terkejut.
"Hmm~ sel itu sudah ku atifkan pengekang 'mana', so. Kalian tidak akan bisa menggunakan sihir kalian" ujar Naruto membuat mereka terkejut lagi.
"Kuso, kesini kau uban biarkan aku menghajar kepala mu itu" ujar Corina marah menunjuk ke wajah Naruto ala Anime.
"Ahh, kau selalu saja marah nona manis dan cantik, jangan marah marah begitu nanti cepat tua lho~" ujar Naruto dengan senyuman tipisnya.
Blussh
Corina yang mendengar itu memerah sempurna, perempuan atau wanita itu karena dia seperti tipe tipe Onee-san yang tadinya marah marah sambil menunjuk wajah Naruto, langsung tersipu malu setelah mendengar tadi.
"Ahh~ kau kira aku akan senang dengan kata kata manismu itu, pemuda brengsek" ujar Corina dengan kata kata kasarnya, tapi terlihat dia masih tersipu malu sambil memegang kedua pipinya yang membuat orang lainnya berkeringat di belakang kepala mereka.
"Yare yare~" Naruto hanya tersenyum tipis melihat itu, rasanya menyenangkan sekali jika menggoda perempuan iblis itu yang mempunyai sifat tsundere.
"Kau dan gombalan recehanmu itu, kid" ujar Scissor yang melihat Corina tersipu malu melalui mata Naruto.
"Walaupun ini recehan, tapi ini ampuh untuk seorang wanita dari berbagai ras lho~" ujar Naruto sambil tertawa kecil.
Setelah sadar Sairorg dan Nemean memandang Naruto dengan tajam, tampak aura Touki muncul di tubuh Sairorg, sementara Nemean sudah mengganti wujudnya menjadi singa bewarna emas cerah.
'Kau siap untuk menghajar seseorang, kawan?' ujar Naruto pada Scissor melalui telepati.
"Tentu saja, ayo kita hajar kucing itu habis habisan" balas Scissor dengan seringai tipis.
...
-
...
Heaven
"Bagaimana, apakah kau sudah mengecek naga Wyvern itu?" tanya Uriel pada pemimpin pasukan.
"Maaf Uriel-sama, saya sudah mencari naga Wyvern di hutan dan gua Inggris tapi dia tidak ada, tapi saya menemukan ini saat berada di gua yang sering di tempati oleh Wyvern" jawab pemimpin pasukan itu memberikan sebuah seperti sisa logam bewarna perak.
"Tunggu, bukankah logam yang menempel dari luka Dulio-kun beberapa waktu silam" ujar Michael mengambil sisa logam itu.
"Apa kau yakin jika benda logam itu adalah luka yang di alami oleh Dulio di bagian tubuhnya?" tanya Uriel memastikan.
"Yah, aku ingat sekali logam ini, logam inilah yang menempel di luka bagian tubuh Dulio-kun, meskipun bentuk logam Dulio-kun yang menempel di bagian tubuhnya berbentuk jarum dan pisau, tapi. Ini sama percis dengan logam di luka bagian tubuh Dulio-kun" jawab Michael.
"Begitu yah, berarti orang yang menyerang Wyvern adalah orang yang menyerang Dulio pada saat itu" ujar Uriel memegang dagunya.
"Yah, nama dari orang itu adalah Kazara Lord dan anggotanya yang bernama Revolusioner Force" ujar Michael sambil memejamkan iris matanya.
Dia begitu mengingat bahwa Dulio di serang oleh orang itu, meskipun dia tidak ada disana tapi saat Dulio kembali ke Gereja, pemilik dari Zenith Tempest itu memiliki luka yang sangat parah dan orang orang yang di bawanya tewas oleh orang orang Revolusioner Force, dia tidak tahu organisasi apa itu, tapi. Jika di beginikan terus eksistensinya akan benar benar bahaya di masa yang akan datang.
...
...
TBC
Halo minna-san, salam kenal.
Nyoba buat fic karena gabut, terispirasi oleh film X-men, aku mengubah Sabo, Kiba dan Gray menjadi mutan, oh yah Mitsunari juga yang menjadi mutan jenis Angel seperti Warren, sementara Naruto mutan Magneto.
Sudah segitu saja yang saya sampaikan, karena saya tidak pandai berkata kata seperti Author yang sudah senior dan terampil.
