SPECIAL

Author : Marsha And The Sheep

Naruto Masashi Kishimoto X Highschool DxD Ichie Shibumi

Genre : Supranatural, Fantasy, & Romance

Pair : Naruto X Rias


Summary : Naruto Uzumaki aku tahun dia spesial bahkan saat pertama kali aku membangkitkannya, walau selama ini aku tidak melihat potensi apapun darinya seperti Issei dan yang lain tapi aku tahu dia spesial.


Chapter 2 : Shinobi


Aku termenung menatap langit biru yang senada dengan warna mataku, tentang apa yang harus aku lakukan.

"Hoi rubah jelek menurutmu aku harus apa?" Tanyaku pada makhluk yang mendiami tubuhku tanpa mengalihkan pandanganku pada langit.

Rubah berekor sembilan itu membuka sebelah matanya. "siapa yang kau panggil rubah jelek? Aku tahu kau takut Neruto untuk memulai semuanya kembali tapi ingatlah apa yang dilakukan Iblis tomat itu kepadamu bahkan ia rela menerima kebencian terhadapmu"

Aku cukup tersentak dengan Kurama yang bahkan jarang sekali memahami perasaan manusia atau lebih tepatnya Iblis, tapi aku tak bisa mengelak kalau memang aku takut untuk memulai karena aku takut kehilangan, aku takut kejadian 5 tahun silam terulang dimana aku menyaksikan teman-temanku harus meregang nyawa.

"5 tahun menurutku waktu yang belum cukup Kurama, aku masih sering bermimpi tentang perang itu Kurama" Jelasku tapi dapat kudengar jelas bahwa dia mendecih mungkin kesal. "Menjadi Iblis ternyata tak hanya membuat fisikmu berkembang tapi otakmu juga tak berkembang Gaki"

Muncul perempatan di dahiku tak terima dengan ucapan Kurama. "Selama ini kau kira aku tidak mempelajari tentang dunia ini? Bahkan aku hampir mengetahui banyak hal tentang dunia ini, tapi aku tak tega melihat Rias seperti ini karenaku"

"Setidaknya lakukan janjimu seperti kau melakukan pada Haruno dulu, kuharap kau tidak kehilangan jalanan ninja yang selama ini kau banggakan" Kali ini aku dapat melihat Kurama bangkit dan dengan membanggakan ekornya dengan melambaikannya berusaha menarik semangatku, aku tahu itu.

Aku menatapnya menunggu dia melanjutkan kata-katanya. "Tunjukan kepadaku bahwa kau pantas menjadi orang yang ditunjuk oleh Rikudo-jiji dan layak menjadi Jinchurikiku"

Aku membuka mataku kembali, apa yang dikatakan Kurama memang benar, aku tak bisa berdiam sendiri seperti ini sementara Kingku akan menghadapi sesuatu yang mungkin menjadi penentu masa depannya, aku sudah berjanji akan selalu mendukungnya apapun keputusannya bahkan kalau dunia ini sekalipun ingin melawannya akupun akan balik melawannya.

"Kalau begitu ayo kita berangkat ke kuoh" Aku bangkit bersiap menuju masa depan yang baru untukku dan bersama rekan yang baru.

'Maaf teman-teman tapi aku masih memiliki perjalanan yang belum usai disini, aku titip Sakura-chan padamu Teme sampai aku menyusul kalian'

Special -

Aku menghirup udara yang begitu segar setelah turun dari kereta, memang ini yang menjadi daya tarik Kuoh yang harus aku akui untuk menjaga kelestarian alam mereka membatasi kendaraan yang bisa masuk atau diperjual belikan disini jadi tak heran banyak pesepeda yang berlalu lalang. Aku sengaja tidak menggunakan Hiraishin karena aku tidak ingin ada satupun yang merasakan kedatanganku bahkan Kingku sendiri.

"Entah mengapa aku merasa guguo Kurama, bahkan aku tidak mengenal satupun Peerage Rias sekarang karena ya memang aku Peerage pertamanya" Tentu saja gugup seolah aku menjadi asing disini.

Rubah sialan itu malah tertawa melihatku gugup seperti ini. "Pelan-pelan saja semua akan menjadi biasa nantinya, walau disini terlihat lebih menyegarkan daripada Tokyo tapi disini menguar berbagai Aura Gelap dan Terang, Lalu apa yang akan kau lakukan terlebih dahulu?"

Aku mengangguk kemudian mataku berbinar. "Tentu saja Ramen" Jawabku sambil melangkah kedepan kedai yang bertuliskan ramen.

"Dasar maniak ramen"

Tak kuhiraukan karena memang aku sudah lapar 8 jam perjalanan menggunakan kereta tanpa sarapan apapun tadi mengingat aku bagun kesiangan.

"Paman, Miso ramen ukuran jumbo dengan Naruto yang banyak" Pesanku layaknya masih seperti di Konoha tapi mau bagaimana lagi sudah kebiasaan bahkan waktu di Tokyo.

"Baik, mohon ditunggu" Sahutnya kemudian aku menunggu dengan tak sabar tapi kemudian entah mengapa perasaan tak siap itu kembali lagi.

"Makanan sudah sampai jadi nikmati makanannya jangan melamun terus anak muda"

Ahhhh! Terlalu lama sibuk dengan pikiranku sampai aku tak tahu bahwa makanan sudah sampai, aku menyunggingkan senyuman kepada paman itu. "Terimakasih paman"

"Sepertinya kau baru di kota Kuoh ya?"

Aku mengangguk. "Aku siswa pindahan dari Tokyo" Jawabku seperlunya yg ditanggapi anggukan. "Apa kau akan ke ke Kuoh Academy? "

Sambil menyeruput ramen aku mengangguk ya memang itu tujuanku karena sekolah Rias juga disana jadi untuk berada disampingnya aku juga harus masuk kesana.

"Ya sudah habiskan ramenmi terlebih dahulu, makanmu tidak rapi kalau sambil berbicara" Aku hanya nyengir kuda mendengarnya, kemudian dengan lahap aku memakan ramen yang menurutku cukup lezat.

Dukh!

Kenyang sudah perutku kemudian aku beranjak dari kedai sembari menaruh uang pas dimeja. "Terimakasih makanannya paman uangnya aku taruh meja"

Kemudian aku melenggang sayup-sayup aku mendengar untuk meminta kembali lagi kekedainya, mungkin bisa kupikirkan yang terpenting sekarang aku harus sesegera mungkin sampai di rumah yang sudah aku hubungi pemiliknya untuk aku sewa, baru besok aku akan ke Kuoh untuk mendaftar sebagai siswa pindahan seperti rujukan dari sekolahku yang lama.

Special –

Aku melemparkan tubuhku ke kasur yang ada dikamar ini, setelah melewati waktu yang cukup lama berbincang dengan pemilik rumah akhirnya aku bisa berbaring di kasur yang cukup empuk ini.

"Padahal kalau dengan Hiraishin lebih cepat tapi kenapa mempersulit diri sendiri"

Aku hanya tertawa. "Kau pikir akan ada waktu lagi aku menaiki kereta antar kota lagi? Pastinya aku akan menetap disini cukup lama, lagipula aku tidak ingin kedatangan mencolok macam superhero yang tiba-tiba didepan tuan putrinya berkata aku akan melindungi dari bahaya bagiku seperti itu hanya ada dalam film saja"

"Kau secepatnya harus berlatih Naruto, sudah terlalu lama kau hidup dengan kenormalanmu itu bahkan Chakramu sekarang sedikit tidak stabil karena kau jarang mengontrolnya mungkin kalau aku tidak bersamamu chakramu itu sudah awut-awutan"

Entah mengapa satu sisi ini kadang membuatku jengah Kurama menceramahiku seolah aku itu anak kecil yang harus di beritahu setiap saat tanpa menjawab apapun aku memutuskan telepatiku kemudian menuju kamar mandi untuk mandi.

5 menit tak lama untuk seorang laki-laki mandi, kemudian aku melangkah ke balkon melihat pemandangan kota Kuoh dimalam hari ya memang aku sampai di Kuoh tadi waktu sudah sore dan sedikit banyak aku merasakan adanya aktivitas supranatural dan itu membuat rads gugupku kembali.

'sudahlah lebih baik aku istirahat daripada semakin berpikir aku semakin gugup'

TBC -


Thanks for my sensei namikaze Fansboy membuatkan sebuah konsep dikala pengen menulis lagi... Oh ya memang sengaja tidak merubah fisik Naruto karena kalau dibuat rambut putih hitam atau apalah, mata sharingan rinnegan hijau kuning kelabu itu bukan Naruto... Hanya karakter lain yg dikasih nama Naruto... Naruto yg dikenal itu ya macam rambut duren, mata Saphire, terus ninja selain itu bukan Naruto...

Oh ya fict ini akan mengikuti sudut pandang Naruto...

Jaa... Nee