SPECIAL

Author : Marsha And The Sheep

Naruto Masashi Kishimoto X Highschool DxD Ichie Shibumi

Genre : Supranatural, Fantasy, & Romance

Pair : Naruto X Rias


Summary : Naruto Uzumaki aku tahun dia spesial bahkan saat pertama kali aku membangkitkannya, walau selama ini aku tidak melihat potensi apapun darinya seperti Issei dan yang lain tapi aku tahu dia spesial.


CHAPTER 3 : KUOH ACADEMY


Aku mematut diriku dengan seragam Kuoh Academy sambil memutar tubuh kekanan kekiri untuk memastikan bahwa apa yang kukenakan ini sudah cukup memuaskan dan tampan menurutku, diam-diam aku tersenyum beberapa bulan lalu dia pernah datang ke Kuoh iseng untuk melihat keadaan Kingnya.

"kau sudah cukup rapi jadi jangan bergoyang didepan cermin itu membuatku geli"

Aku hanya dapat menghela mendengar keluhan dari Kurama. "Ya anggap saja ini untuk mengurangi perasaan gugupku ini"

"Terserah dirimu, dan aku akan tidur jangan ganggu kalau tidak ada hal yang penting"

"Dasar Bola bulu pemalas"

Tanpa ingin memperpanjang perdebatan dengan Kurama aku langsung memakai perlengkapan sekolah tak lupa tas punggung yang menurutku merepotkan mungkin nanti bisa aku taruh diloker saja.

"Tenang, jangan gugup Naruto ini hari pertamamu sekolah di Kuoh" Aku menyemangati diriku sendiri kemudian mengambil langkah, belum sampe depan perkarangan aku sudah bertemu dengan pemilik rumah yang kusewan.

"Wah rajinnya Uzumaki-kun langsung berangkat sekolah"

Aku memamerkan senyum lima jariku. "Lagipula aku juga tidak ada kegiatan lebih baik aku sekolah, aku berangkat dulu Baasan"

Tanpa menunggu jawaban aku langsung bergegas menuju ke Kuoh Academy, diperjalanan langkah perlangkah aku memantabkan diri bahwa ini waktunya yang tempat untukku memunculkan diri, terlebih aku baru beberapa kebelakangan menyadari bahwa aku sudah tidak memiliki kontrak dengn Myobokuzan tapi bukan berarti aku tidak bisa menggunakan Senjutsu tapi harus menyesuaikan dengan dunia ini.

'Yosh! Aku harus berlatih lebih keras nanti untuk mengembalikan performaku terlebih aku juga tidak mengetahui kemampuanku mumpuni atau tidak disini'

Seperjalanan aku memperhatikan kota Kecil ini namun memiliki ciri khas sendiri daripada kota lain, sedikit banyak aku mengerti kenapa banyak makhluk supranatural berkeliaran di kota ini walau Fraksi Iblis lebih banyak berkeliaran di kota ini.

Mungkin selama ini aku hidup dalam ketenangan karena aku menyamarkan aura Iblisku menggunakan chakra yang bahkan sampai Rias saja tak bisa melacak keberadaanku.

'Kurama, ini hanya aku yang merasakan atau memang semakin kita mendekat ke Kuoh Academy aura disini semakin pekat?'

"Aku juga merasakannya kemungkinan disinilah biasanya terjadi konflik antar Fraksi dan aku juga merasakan aura-aura lain mungkin Sacred Gear"

Aku mengangguk. 'Sepertinya disini banyak orang kuat, auranya mengingatkanku para Moryou'

Tanpa terasa aku sudah sampai di gerbang pintu Kuoh yang langsung membuatku menganga lebar tak hanya banyak gedung yang bisa dibilang besar tapi banyak sekali gadis-gadis cantik disini tapi aku dapat menyembunyikan dalam wajah polosku tak seperti Ero-Sennin yang selalu blak-blakan bila masalah wanita.

Tanpa sadar aku tertawa sebentar mengingat kenangan bersama Ero-Sennin, aku harus melangkah kedepan dan Kuoh Academy adalah langkah awal tapi baru beberapa langkah kemudian terhenti teringat aku harus mencari ruangan kepala sekolah.

"Ada yang bisa kubantu sepertinya kau sedang kebingungan?"

Aku melonjak kaget, siapa yang tidak kaget kalau tiba-tiba ada suara tepat dibelakangmu. "Aahhh... Maaf bila mengagetkanmu"

Aku hanya menggeleng tapi wajahnya sama sekali tak mencerminkan ucapannya mengingatkanku pada Sasuke-teme. "Tidak apa-apa, aku siswa pindahan dari Tokyo dan ini adalah hari pertamaku masuk sekolah, aku bermaksud mencari ruangan kepala sekolah anooo... "

"Sona Sitri, panggil saja Sona-Kaichou aku ketua Osis disini"

"Aku Naruto Uzumaki, siswa pindahan dari Tokyo"

Ternyata dia ketua Osis syukurlah aku dapat dengan cepat menemukan ruangan kepala sekolah, tapi tunggu sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ya aku berusaha mengingatnya tapi seperti sudah lama terkubur jadi perlu tenaga ekstra untul mencapainya.

"Baka! Dia itu dari keluarga Sitri sahabat dari Iblis Tomat itu" Suara Kurama akhirnya memecahkan apa yang aku sedang pikirkan.

"Ahhhh... Benar juga"

Sona-Kaichou menoleh padaku. "Apanya yang benar juga?"

Sial Kurama.

"Maksudku, bisakah Kaichou membantuku ke ruangan kepala sekolah soalnya aku tidak tahu dimana ruangan kepala sekolah"

Dia mengangguk. "Ikuti aku!"

Entah mengapa aku merasa gadis didepanku ini renkarnasi dari Sasuke-teme, mana rambutnya hitam pula sama apa dia juga memiliki mata sakti sampai tatapan setajam itu, tapi sisi lain harusnya Kaichou tahu soal Rias tapi untuk sekarang aku tidak akan bertanya dulu biarlah semua terjawab jika sudah waktunya saja.

"Ruangan kepala sekolah ada disana, diujung koridor kau bisa belok kekanan nanti ada tulisan ruangan kepala sekolah kau bisa kesana"

Aku mengangguk memamerkan senyum lima jari andalanku. "Terimakasih Kaichou"

Dia hanya mengangguk pelan kemudian berlalu dan aku semakin yakin bahwa dia renkarnasi dari Teme, tatapan matanya itu membuatku ingin menghantarkan Rasengan.

"Lebih baik aku segera masuk kedalam ruangan kepala sekolah agar cepat selesai urusan dan aku bisa mulai pembelajarannya"

SPECIAL

Ternyata aku masuk kedalam kelas 12D, tidak buruk juga karena menurut informasi kelas A &B itu untuk orang berpengaruh dan pintar dan kelas itu adalah kelas Rias juga dan untuk C sayangnya aku bukan termasuk orang yang pintar yang bisa ke kelas itu jadi ya untuk orang yang cukup bisa berpikir tidak buruklah karena masih ada E dan F.

'oi Bola bulu apakah kau bisa merasakan keberadaan Rias disini?' Tanyaku pada Kurama mengingat aku tidak merasakan hawa keberadaan Rias disini lebih tepatnya di sekolah ini.

"Sayangnya tidak"

'Pastikan hidungmu tidak salah mencium Kurama'

Aku terkikik pelan saat Kurama menggerang. "Kau pikir aku Anjing? Aku ini rubah bodoh, dan aku sudah cukup hafal dengan aura Iblis tomat itu kalaupun berubah tidak akan sederastis itu"

"Tapi sepertinya Iblis tomat itu tak berada disini" Aku hanya mengangguk menanggapi ucapan Kurama, tak terasa aku sudah sampai didepan kelas 12D langsung tanpa menunggu aku memasuki ruangan itu dan sepertinya sistem belajar mengajar sudah berjalan.

"Pagi Sensei, saya murid baru di kelas ini sesuai arahan kepala sekolah" Ucapku kemudian memberikan selebaran kertas yang tadi diberikan oleh kepala sekolah.

Guru wanita paruh baya itu menerimanya kemudian membaca sekilas. "Oh, siswa pindahan dari Tokyo ya" Jedanya. "Baiklah perkenalkan dirimu"

Aku mengikuti perintah guru itu yang bernama Homoka terlihat jelas dari name tagnya. "Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki, pindahan dari Tokyo mohon bantuannya semua"

Diluar ekspetasiku kelas ini cukup tenang walau di wajah mereka tercetak antusias akan kedatanganku tapi mereka tetap menaruh hormat kepada guru tanpa harus beteriak, ya salah satu yang berbeda antara Tokyo dan Kuoh.

"Baiklah kau bisa memilih tempat dimanapun kau suka" Hanya anggukan yang kuberikan kemudian berjalan menuju ke meja paling pojok dan mengikuti pelajaran Sensei, ya pelajaran fisika yang lumayan kubenci.

Tak terasa denting jam berlalu dan sudah menunjukan waktu untuk istirahat. 'Waktunya memakan ramen'

Aku ingin tertawa waktu Kurama diam-diam mendecih tapi mau bagaimana lagi Ramen itu seperti salah satu yang penting untukku, ternyata sepanjang koridor banyak sekali siswa atau siswi yang bergerombol sepertinya mereka membentuk sebuah kelompok dan karena semangat berlari aku berpapasan dengan Kaichou yang sepertinya bersama anggota Osis.

"Apa kau tidak bisa membaca peraturan Uzumaki-san?" Bodohnya aku lupa kalau di Kuoh Academy tidak boleh berlari di koridor.

Yang kulakukan hanya bisa cengengesan. "Maaf Kaichou aku hanya ingin cepat sampai di kantin aku sudah lapar"

Sepertinya ia tidak peduli dengan alasanku karena melihat wajahnya yang nampak kurang bersahabat. "Aturan tetap aturan yang harus tetap ditegakkan, walau kau siswa baru hukuman akan tetap berlaku tidak pandang bulu"

Aku langsung memandanginya jengah karena ia berceloteh tentang aturan, aku selalu menjunjung tinggi aturan seperti mana yang Kakashi-sensei terapkan dan aturan didunia ini ada beberapa yang tidak sesuai prinsipku.

"habis sekolah kau tunggu dibelakang sekolah aku punya hukuman untukmu"

Aku menggeram melihatnya berlalu rasanya ingin sekali aku menghantarkan rasengan kearahnya, bahkan saat Kaichou memberikan hukuman dia seperti tidak tertarik akan hal ini.

"Dasar merepotkan Teme" Gumamku kemudian berlalu, tapi hendak berjalan tapi insting shinobiku berkata aku harus menunduk dan tepat sebuah pukulan melayang kearahku.

"Hoy, untuk apa pukulan itu?"

Pemuda berambut pirang pucat itu memandangku sengit entah kenapa. "Beraninya kau mengatakan Kaichou Teme"

Aku menepuk jidat lupa kalau sepertinya mereka Iblis sama sepertiku yang otomatis sensor Indra mereka menjadi peka, sepertinya aku punya ide untuk melewati masalah ini.

"Jangan asal menuduh, darimana kau tahu aku berkata seperti itu sedangkan jarak kita lumayan jauh?" Tepat seperti dugaanku wajahnya langsung berubah panik karena manusia normal tak akan dapat mendengar gumamanku dari jarak sejauh itu.

"Sudahlah Saji tidak penting mengurusi hal seperti ini, lebih baik kita lanjut patroli kita"

Terlihat pemuda bernama Saji ini mengangguk menuruti perintah Kaichounya, dia berjalan melewatiku dengan pandangan yang masih tajam kepadaku ya kurasa sepulanh sekolah mereka akan membalas apa yang terjadi kali ini.

SPECIAL

Aku berada di belakang sekolah menunggu hukuman yang mungkin akan kuterima tapi Saji tadi membuatku sedikit jengah mungkin memberikan sedikit pelajaran orang seperti dia itu adalah hal yang Bagus, kadang aku heran padahal Kaichou pribadi yang keras tapi sepertinya belum cukup untuk pembelajaran saji.

"kenapa kau malah pusing memikirkan urusan yang bukan urusanmu?"

Aku terkekeh pelan. "Entah mengapa ia mengingatkanku pada Konohamaru, ya dia harus diajari lebih keras lagi untuk menjadi pribadi lebih kuat"

"Terserah, sepertinya kelompok Sitri itu sudah berada dibelakangmu dan melihatmu"

Aku membalik tubuh dan benar saat ini Kaichou dan anggotanya sudah berada didepanku, entah mengapa pandangan mereka mengulitiku dan yang membuatku tidak habis pikir untuk apa kelompok Iblis seperti mereka sibuk mengurusi satu siswa antah berantah.

"Jadi kau sudah tahu alasanmu kami memanggilmu kebelakang sekolah kan?"

Aku mengangguk. "Karena berlari di koridor aku sudah tahu itu" Ya aku ingin semuanya ini cepat berakhir.

"Kau mengatakan Kaichou Teme padahal yang Kaichou lakukan untuk menertibkan kondisi sekolah ini untuk suasana sekolah yang lebih kondusif, untuk anak baru sepertimu kurasa kaki harus memberikan pelajaran untuk menghormati aturan dan menjaga lisan" Kali ini gadis bernama Tsubaki terlihat dari name rag yang berbicara.

Aku sudah jengah dengan semua ini, bukan aku yang harus belajar tapi mereka yang harus belajar sepertinya aku akan memberikan pelajaran pada mereka. 'Memancing sedikit tidak masalah' Pikirku.

"Sudah jelaskan apa yang ku jawab tadi di Koridor Kaichou, bagaimana mungkin aku berkata seperti kalian mendengar apa yang aku ucapkan" Aku menjawab dengan santai ya karena memang bukan hal yang penting menurutku.

"Kau masih mengelak padahal sudah ketangkap basah"

Aku menghela nafas panjang berdebat seperti ini tidak akan ada ujungnya. "Baiklah aku mengakui, lalu apa yang ingin kalian lakukan terhadapku?"

Terlihat jelas senyum kemenangan di wajah Saji entah mengapa untuk apa senyum itu padahal ia tidak memenangkan apapun dariku.

"Aku ingin kau membersihkan seluruh halaman belakang ini sampai bersih tanpa ada daun berserakan" Bola mataku melirik ke halaman yang bisa dibilang cukup luas entah mengapa membuatku malah.

'Nanti akan kugunakan ekor Kurama untuk membereskan ini semua dalam sekali libas'

"baik akan kukerjakan nanti setelah selesai Paruh waktu, untuk sekarang aku harus paruh waktu aku sendiri di kota ini jadi kuharap kalian mengerti"

Kulihat Kaichou mengangguk. "Baiklah terserah kapan kau lakukan tapi besok harus bersih"

Kemudian mereka meninggalkan ku disini sendiri, ya jarak Kuoh Academy dengan halaman belakang lumayan jauh karena letaknya di belakang gedung tua yang kurasa bergaya eropa jadi akan cukup aman aku menggunakan satu dua jutsu untuk menyelsaikan pekerjaanku dengan Kekai tentunya.

'Lebih baik aku melakukan pekerjaanku terlebih dahulu' Pikirku kemudian melangkah pergi, ya karena memang aku ada pekerjaan walau sebenarnya bukan paruh waktu melainkan seperti serabutan melakukan apa yang bisa kulakukan.

"Oi Gaki kenapa kau tidak jadi memberikan mereka pelajaran?"

"Itu hanya pekerjaan yang merepotkan"

SPECIAL

Disinilah aku sekarang kembali ke halaman belakang Kuoh Academy untuk menyelsaikan hukumanku sebenarnya aku sudah cukup lelah bekerja tadi tapi tak ada pilihan lain daripada harus berselisih paham terus dengangan Kaichou dan anggotanya.

"Sepertinya tidak ada orang sama sekali disini, aku terlalu lelah untuk membuat Kekai kurasa ini aman"

Dengab segera aku membuat Handseal kemudian mengucap sebuah jutsu yang memiliki rank C

[Futon : Daitoppa]

Aku menarik nafas sejenak kemudian dari mulutku keluar angin bersekala cukup besar yang mengangkat seluruh daun kering hingga tak tersisa.

'Sepertinya sudah cukup, untuk yang sudah lama tidak menggunakan Chakra Control ini hasil yang cukup memuaskan'

"Sepertinya kau harus berlatih, Chakra Controlmu sedikit berantakan"

"Setidaknya ini cukup untuk sekarang, mulai besok aku akan berlatih"

Sepertinya urusanku disini sudah selesai hendak meninggalkan tempat tapi suara yang familiar memasuki Indra pendengaranku, dan aku tidak mungkin salah.

"Na-.. Naruto"

Aku berbalik dan wajah itu sama terkejutnya denganku, tak akan menyangka secepat ini pertemuanku, rasanya aku ingin meninggalkan tempat ini, tapi kemudian aku tersadar bahwa ini adalah tempatku untuk pulang.

"Tadaima"


TBC


Update se mood aja hehe... Alurnya memang sengaja dibuat agak lambat nanti akan naik sesuai keperluan jalan cerita hehe...

Jaa nee