SPECIAL

Author : Marsha And The Sheep

Naruto Masashi Kishimoto X Highschool DxD Ichie Shibumi

Genre : Supranatural, Fantasy, & Romance

Pair : Naruto X Rias


Summary : Naruto Uzumaki aku tahun dia spesial bahkan saat pertama kali aku membangkitkannya, walau selama ini aku tidak melihat potensi apapun darinya seperti Issei dan yang lain tapi aku tahu dia spesial.


CHAPTER 4 : TADAIMA


"Tadaima"

Dapat kulihat lelehan air mata dalam iris Blue Green nya yamg sudah tak menatapku selama lima tahun belakangan ini.

"Baka! Okaeri"

Ucapnya kemudian menghamburkan diri memeluk diriku, dapat kurasakan sesuatu yang kenyal namun untuk saat ini aku tidak berfokus disitu melainkan sosok didepanku ini, cukup lama pelukan ini hingga dia melepas pelukannya.

"Darimana saja kau selama ini?" Ia menatapku garang tapi aku dapat melihat ia menatapku sayang.

Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal kebiasaanku saat gugup. "Aku hanya mencari ketenangan saja selama ini, dan mungkin sudah waktunya untuk pulang"

Nampak Rias tidak puas dengan jawabanku ya tapi memang selama ini aku hanya mencari ketenangan setelah perang besar yang kuhadapi dan entah akan ada banyak pertanyaan yang akan Rias lontarkan kepadaku.

"Kau tidak berpikir aku akan percaya begitu saja kan Naru?"

Benar saja pemikiranku karena memang ya alasanku kurang masuk akal. "Aku lelah setelah bekerja dan membersihkan halaman belakang apakah tidak bisa lain waktu?"

Aku tidak mengira suasana akan secair ini padahal aku berpikir akan menjadi momen yang canggung tapi untunglah karena aku juga tidak menyukai momen canggung.

"Kau pikir aku akan melepaskanmu setelah 5 tahun menghilang tanpa kabar? Kau harus ikut aku menemui Keluarga kita yangnlain" Tatapan matanya itu mengingatkanku pada Sakura-chan dan harus mutlak aku turuti. "Bukan aku tidak mau Rias, tapi ini hari pertamaku disekolah dan mana mungkin aku meninggalkan sekolah"

"5 Tahun menghilang ternyata tak merubah sifat pemalasmu" Tungkasnya sedikit jengkel kepadaku, tapi memang aku malas.

"Rias apa yang kau lakukan disini bukankah kau sedang izin dan bersama Uzumaki-san?"

Aku memejamkan mata sejenak kenapa aku merasa kedatangan Kaichou bersama Fuku-Kaichou membuatku merasa ini akan memperunyam masalahku.

Rias mendekat kearah Kaichou. "Aku hanya sedang mengambil pakaian ganti dan tidak menyangka akan bertemu dengan Naruto"

"Kau memanggilnya dengan nama depan? Kurasa kalian sudah akrab"

"Ya tentu saja karena dia kan Peerageku" Jawaban Rias membuatku lemas dan dapar kulihat Kaichou dan Fuku-Kaichou menatap aku dan Rias secara bergantian.

"Aku tak merasakan dia itu Iblis dan tak mungkin aku salah merasakan bahwa dia itu manusia" Kaichou masih tak percaya kalau aku ini Iblis satu sisi aku juga tak pernah merasa aku ini Iblis karena aku merasa tidak ada yang berubah.

'Apa yang harus kulakukan Kurama?'

"Pikirkan saja sendiri"

Dasar Bola bulu sialan dan waktu terasa behenti kala ketiganya menatapku dengan tatapan yang mengintimidasi apakah mereka tidak tahu kalau aku tidak kuat diintimidasi oleh perempuan.

"Bisa kau jelaskan Naruto?" Tanya Rias kepadaku yang mau tak mau harus kujawab. "Untuk hidup tenang tentu saja aku harus menyamarkan auraku hingga seperti manusia normal jadi ya seperti itulah"

Aku tahu mereka mengerti penjelasanku. "Jadi bolehkah aku pulang? Aku lelah hari ini"

"Lelah? Yang lain berlatih juga lelah dan kau juga cuman meniup daun-daun kering tadi" Ada saja jawaban Rias untuk menyangkal argumenku dan dia kira meniup angin seperti itu tidak membutuhkan tenaga.

"Sona aku bisa mengandalkanmu kan soal Naruto?"

Tampak harapanku pupus saat Kaichou mengangguk. "Tentu aku akan memberikan keterangan kepada kepala sekolah"

"Aku belum setuju kenapa kalian memutuskan seenaknya lagipula ini baru hari pertamaku sekolah kan"

Bukan aku tidak mau tapi aku masih belum mempersiapkan diri berlatih keras, padahal aku berpikir kejadiannya sama saat seperti invasi Pain datang pada saat yang genting.

"Aku melakukan untuk sahabatku Uzumaki-san dan kuharap kau mengerti, bagaimanapun dia Kingmu yang harus kau lindungi dengan segenap kekuatanmu" Diam-diam aku mengehela karena memang benar apa yang dikatakan Kaichou.

Tak ada pilihan lain. "Baiklah aku akan ikut denganmu Rias tapi aku mempunyai sebuah permintaan"

"Katakan apa itu?" Sial aku melihat iris Blue Green itu berbinar entah mengapa membuatku tak rela jika harus pergi dari sisinya. "Aku ingin Ramen ukuran jumbo dengan banyak Naruto setiap hari"

Rias tampak menyetujui permintaanku paling tidak aku masih bisa makan Ramen, dan setelah perbincangan dengan Kaichou selesai kini aku berada di ruangan klub yang Rias bilang Occult Research Club ya intinya mempelajari tentang hal-hal ghaib ya walau aku tahu ini hanya sebuah kedok belaka.

"Kita akan menemui keluarga kita yang lain sekarang dan aku akan memperkenalkanmu kepada mereka karena yang mereka tahu kau hanya Peerage Spesial milikku"

Aku tersenyum mendengarnya tapi sebuah pemikiran terlintas dikepalaku. "Berapa jarak antara tempat ini dengan tempat yang lain?"

"5km kurasa" Jarak yang tidak terlalu jauh. "Bagaimana kalau kita bersepeda saja"

"Bersepeda?"

Aku mengangguk karena aku ingin lebih menikmati suasana daripada menggunakan Hiraishin atau menggunakan Teleportasi ya sudah menjadi kebiasaanku semenjak hidup normal.

"Baiklah hitung-hitung sebagai salam selamat datang untukmu"

SPECIAL

Aku mengayuh sepedaku dengan suasana yang cukup senang karena memang suasana Kuoh tidak ada duanya mengingatkanku dengan Konoha mengingat kondisi kotanya yang masih cukup asri.

"Bagaimana kabarmu selama ini? Kau bilang tak akan pergi lama tapi sampai selama ini kau pergi aku selalu menunggumu kembali bahkan saat tetua Gremory memintaku menjadikanmu Stray Devil tapi aku tetap yakin kau akan kembali" Mendengarnya aku merasakan sedikir tercubit tak mengira kalau Rias berusaha untukku dan yang kulakukan hanya membuatnya sedih.

Kurasa aku akan sedikit membuka diri kepada Rias ya mengingat bagaimanapun aku akan selalu berada disisinya. "Selama ini aku mencoba lari dari masa laluku, masa lalu yang berusaha aku sangkal bahwa aku telah gagal memenuhi tanggung jawabku aku hanya takut untuk memulai ikatan lagi kalau akhirnya hanya untuk kehilangan lagi"

Aku tahu Rias menegang mendengarnya terasa dari pegangannya yang semakin mengerat dipinggangku, dan kurasa dia tidak berniat menyela masih Setia mendengar ceritaku. "Ya mungkin rasa takutku untuk memulai kembali membuatku harus pergi untuk waktu yang cukup lama, tapi untuk sekarang aku akan mencoba membuka lembaran baru bersama keluarga baru juga dan aku harus menjadi kuat untuk melindungi keluargaku"

"Kalau daridulu kaau menceritakan padaku sudah pasti aku akan membantumu kan tidak perlu menyendiri mengasingkan diri seolah kau sendiri padahal kau tahu Naru bahwa aku yang menemukanmu, merawatmu yang terluka parah hampir meregang nyawa, tapi kenapa kau menanggung semuanya sendiri" nampak dari nada bicaranya Rias kesal, tentu saja kesal kalau saat orang yang selama ini dia mati-matian pertahankan tapi malah melakukan hal seperti yang kulakukan.

"Yang bisa kukatakan hanya maaf, aku takut aku gagal lagi cukup sudah aku merasakan kehilangan dan aku berpikir dengan tidak memiliki ikatan apapun aku tidak akan merasakan kehilangan lagi karena aku tidak memiliki ikatan"

Rias langsung turun mengingat Vila sudah didepan kami, dan kemudian ia menatapku denga tajam tapi kali ini berbeda aku dapat merasakan ia kecewa terhadapku dan entah mengapa semenjak aku menguasai chakra kurama aku menjadi lebih peka dengan perasaan negatif yang dirasakan.

"Sepertinya aku perlu waktu untuk mencerna semua ini, kau boleh beristirahat sekarang besok kita mulai kegiatan"

Aku tahu Rias belum bisa menerima pilihanku dulu yang aku sadar salah, dia melenggang menuju Vila tapi aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dan aku memutuskan untuk mengejarnya.

"Rias tunggu" Aku mengejarnya dan aku berhasil meraih tangan kirinya tak sulit untukku yang seorang shinobi mengejar seperti tadi.

"Aku sungguh minta maaf, aku janji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi dan aku akan selalu membuka diri bukankah aku pernah berjanji untuk selalu berada disisimu dan mendukung apa yang kaulakukan bahkan kalai dunia ini menolak?" Rias berbalik kepadaku dan aku dapat sedikit melihat setitik air dalam netranya. "Aku tak akan pernah menarik kata-kataku karena itu jalan ninjaku"

Rias tersenyum akupun juga ikut tersenyum melihatnya. "Aku akan memegang dan mempercayai ucapanmu Naruto tapi aku tidak akan memaafkanmu jika kau melanggarnya"

"Tentu saja kau bisa mempercayaiku" Balasku sambil menunjukan pose nice guy.

Kemudian kami berjalan beriringan masuk kedalam Vila dan setelah masuk aku melihat ada lima orang didalamnya yang sedang berada di sofa sedang bersantai ria, pandanganku terarah pada gadis loli berambut silver auranya mengingatkanku pada Matatabi.

"Neko" Tanpa sadar aku mengucapkan kata itu hingga mendapat atensi penuh dari penghuni disana.

"Ara ara, siapa pemuda tampan yang kau bawa ini Buhcou?" Gadis yang nampaknya seumuran dengan Rias ini nampak mendekat kearahku meneliti dari ujung dan saat aku melihat senyumnya aku seperti melihat Sai.

'Senyum memuakkan Sai yang sudah cukup lama tidak kulihat'

Namun acara gadis ini terhenti kala Rias bersua. "Sudahlah Akeno dia ini anggota keluarga kita? Naruto perkenalkan dirimu"

"Aku yang pertama kenapa juga harus aku yang memperkenalkan diri" Jawabku mendesah. "Baiklah, Namaku Naruto Uzumaki kelas 12D Special Pawn dari Rias"

Aku kikuk melihat atensi mereka kepadaku, memang aku salah memperkenalkan diriku, lagipula apa ada yang salah dengan caraku memperkenalkan diriku

"Senpai Pawn Spesial dari Buchou?" Tanya pemuda pirang yang hanya kubalas anggukan.

Kemudian Rias menyuruh yang lainnya berkumpul. "Sekarang giliran kalian memperkenalkan diri"

"Koneko Tojou kelas 10A Rook"

"Kiba Yuuto kelas 11B Knight"

"Asia Argento kelas 11B Bishop"

"Akeno Himejima 12A Queen"

Dapat kulihat dia seperti orang sadis menurutku, kemudian aku menatap satu-satunya orang yang belum memperkenalkan diri.

"Issei Hyodou kelas 11B Pawn manis dari Rias-Buchou 7 Pieces"

Entah mengapa ia seperti menganggapku rival, kemudian aku melihatnya seksama dan aku merasakan ada sesuatu yang ada didalam dirinya kemungkinan masih tertidur atau belum dibangkitkan secara maksimal.

"Buchou kenapa dia bisa menjadi Pawn Spesial padahal hanya berjumlah satu saja?" Tak kusangka orang didepanku ini menilai dari sebuah kuantitas.

Kulihat Rias nampak berpikir. "Sepertinya menjelaskan secara teori akan membingungkan mungkin akan lebih jelas jika nanti saatnya Rating Game tiba"

Cukup suasana yang tenang untuk ukuran sebuah keluarga baru kini kami semua sedang duduk di sofa sambil bercerita satu sama lain, aku cukup senang mereka menerimaku dengan baik walau Issei sepertinya masih tidak suka aku dengan dengan Rias dengan menunjukan muka rivalitas terhadapku.

"Bagaimana Issei apa kau sudah berhasil membangunkan Sacred Gearmu?"

Pembahasan yang menarik tapi aku lebih memilih untuk tak bereaksi dan mendengar saja lagipula aku belum terlalu paham dengan alat yang bernama Sacred Gear.

Issei menggeleng. "Aku saat latihan tanpa sengaja masuk kedalam alam bawah sadarku tapi makhluk yanh Buchou sebut Welsh Dragon belum dapat aku bangunkan"

"Jadi seperti itu, didalam tubuhnya bersemayam Sacred Gear yang memiliki jiwa Welsh Dragon yang katanya bisa membunuh tuhan sepertinya menarik"

Kini aku yang berada di Minscape hanya memandang Kurama bosan. "Sejak kapan kau menjadi seperti Madara, bukankah kau lebih senang tidur daripada mengurusi hal-hal yang merepotkan untukmu"

"Kau tahu sendiri, setelah aku berpisah dengan Bijuu yang lain aku tidak mengejek Tanuki si ekor satu lagi dan aku ingin ada yang bisa aku ejek"

Ternyata Bijuu didepanku ini bisa merasakan bosan juga ternyata. "Apakah tidak apa Kurama kalau kau dan dirimu yang satunya berpisah dimensi?"

"Setelah kehancuran yang terjadi tidak ada pilihan lagi, lagipula yang kaulakukan lima tahun ini membuatku dapat mengumpulkan Chakra hingga aku dapat kembali ke bentuk terkuatku hanya saja aku yakin teman-teman kita sudah membentuk kehidupan yang baru walau bagaimanapun Bijuu adalah penyeimbang"

Benar juga, walau perang berakhir dengan kehancuran tapi bukan berarti mereka musna masih banyak warga sipil yang bertahan dan kuharap mereka dapar melanjutkan kelangsungan dunia shinobi.

"Naruto"

"Pergilah Gaki mereka memanggilmu" Tanpa berniat menjawab akupun meninggalkan Mindscape dan kembali ke dunia nyata.

"Maaf aku ketiduran, aku cukup lelah setelah tadi paruh waktu" Alasan yang cukup masuk akal menurutku.

"Kau bisa tidur dulu kalau kau lelah" Aku hanya menggeleng. "Tidak, aku tidak apa-apa sampai dimana kita tadi"

"Besok aku memintamu sparring dengan Issei karena disatu sisi aku ingin Issei membangkitkan Sacred Gearnya aku juga ingin melihat kemampuanmu Naruto supaya aku bisa menentukan strategi apa yang akan kujalankan di Rating Game nanti"

Aku mengangguk. "Berapa lama lagi waktu Rating Gamenya?"

"Lima hari"

Bukan Rias menjawab tapi Akeno dan jawaban itu membuatku membola lima hari waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan semuanya dan sepertinya aku harus menggunakan Kage Bunshin untuk mempercepat latihan Chakra Control.

"Aku akan mengalahkanmu besok dan tak akan menyerahkan target Haremku kepadamu" Apa-apaan ini dia menargetkan Rias menjadi Haremnya dan sepertinya rivalitas akan terbentuk kembali.

Ini mengingatkanku pada Sasuke-teme tapi bedanya aku merasa yang di atas bukan seperti dulu aku yang harus mengejar tapi sadar aku terkekeh sendiri

"Apanya yang lucu Senpai?"

Aku menggeleng. "Tidak, hanya saja kalau kau ingin menargetkan Rias menjadi Haremmu kau harus bisa mengalahkanku terlebih dahulu Kohai"

Aku dapat melihat wajah Rias merona, kalau dulu aku akan mengira bahwa dia sakit seperti pertemuanku dengan Hinata dulu tapi sekarang aku mengerti sifat seorang perempuan, kurasa.

"Aku akan mengalahkanmu besok Senpai, pasti"

Aku hanya tertawa seperti biasa, menyenangkan juga memiliki keluarga seperti ini dan dengan apa yang kumiliki aku akan menjaga tawa didalam keluarga ini terjaga tak akan kubiarkan siapa saja mengusiknya bahkan kalau Tuhan sendiri.


TBC


Alurnya lambat banget hahah… tp memang autor pengennya seperti itu karena author pengen kalian merasakan bagaimana sudut pandang Naruto saja bukan hanya soal kekuatan saja, tapi keseharian juga untuk update cepet atau mgkin bakal lambat se mood aja ya… .

Jaa nee… oh ya fict ini dibuat apa adanya tanpa editing ini itu jadi kalau ada typo maklumin aja gada yang smpurna didunia ini