SPECIAL

Author : Marsha And The Sheep

Naruto Masashi Kishimoto X Highschool DxD Ichie Shibumi

Genre : Supranatural, Fantasy, & Romance

Pair : Naruto X Rias


Summary : Naruto Uzumaki aku tahun dia spesial bahkan saat pertama kali aku membangkitkannya, walau selama ini aku tidak melihat potensi apapun darinya seperti Issei dan yang lain tapi aku tahu dia spesial.


CHAPTER 5 : TRAINING


Aku menarik nafas pelan-pelan, matahari belum menunjukkan wujudnya tapi aku sudah memulai latihanku bukan apa hanya saja aku ingin mengembalikan performaku bahkan aku memakai Bunshin itu menaikkan intens latihanku.

'Pemandangan yang keren'

Senyumku bangga melihat banyak pohong tumbang maupun berlubang karena Rasengan, ya karena Rasengan merupakan metode pelatihan Chakra Control yang paling cepat karena untuk membuat Rasengan dibutuhkan Chakra Control yang tinggi tapi aku masih belum berani menggunakan Rasen Shuriken takut membangunkan yang lainnya.

[Rasengan]

Sekali lagi aku menghantarkan Rasengan kearah pohon didepanku dan seperti sebelumnya pohon itu langsung tumbang tak tersisa hanya menyisakan Batang pohon bawahnya saja.

"Latihan yang cukup menggerahkan" Ucapku sambil membuka kaos berlambang pusaran air yang menampilkan tubuh terlatihku semenjak masih Genin.

"Kau tidak mencoba berlatih Kyubi Chakra Mode dan Senjutsu Rikudou?"

Aku mendudukkan diriku ke rumput. "Kau tahu sendiri Kurama, aku masih sedikit kesusahan menarik senjutsu disini dan membutuhkan waktu yang cukup lama ketimbang di dunia Shinobi"

"Fufufu, pantas Buchou menjadikan Naruto-kun menjadikan Pawn Spesial karena tubuh yang benar-benar idaman" Sontak suara itu membuatku melihat kebelakang dan kudapati kehadiran Akeno disana. "Ahh.. Akeno apa aku membangunkanmu?"

Hanya gelengan yang kudapat. "Ini sudah jam setengah enam biasanya aku menyiapkan sarapan untuk semuanya dan aku juga membuatkan teh untukmu Naruto-kun"

"Dan apa yang kau lakukan sepagi ini Naruto-kun? Apa kau yang melakukan ini semua?"

Aku hanya dapat nyengir padahal baru aku ingin mencoba Mokunton tapi malah keduluan Akeno datang mana mungkin aku menunjukkannya untuk sekarang.

"Maaf Akeno" Aku hanya melihat Akeno tertawa melihatnya. "Tenang saja nanti aku akan mengurus semua ini untuk mengembalikan semua seperti semula"

Ternyata sistem Iblis benar-benar menarik, aku bangkit memakai Kaosku kembali kemudian mendekati Akeno meminum teh yang sudah siapkan untukku tadi.

"Teh yang lezat, terimakasih Akeno" Aku tak habis pikir kenapa ia sering sekala berucap fufufu "Apapun akan kulakukan untuk Naruto-kun"

Semalam saja aku sudah tahu pribadi Akeno itu seperti apa, dia memang sering menggoda tapi aku tahu ia menyimpan sebuah rahasia kelam tapi untuk sekarang aku tidak akan menanyakan dulu lebih baik aku lebih mempererat hubungan dikeluarga ini.

"Akeno seperti apa Iblis bernama Raiser itu sampai kalian dibuat panik?" Ya jujur aku ingin tahu sebagaimana orang yang akan menjadi musuhku nanti.

"Dia berasal dari keluarga Phenex yang memiliki kekuatan Abadi dan menurut cerita dia belum pernah mengalami kekalahan sama sekali makanya kami sangat khawatir terutama dia memiliki Peerage yang utuh terlebih kalau kita kalah kita akan menjadi budak Raiser juga"

Aku menghela nafas panjang. "Ternyata cukup rumit juga, entah aku mampu atau tidak memberikan tambahan kekuatan atau tidak tapi aku akan mencobanya, aku dengar bahkan Issei mampu menghancurkan gunung jadi aku tak tahu bisa atau tidak membantu"

"Bukan besar kecilnya Naruto-kun, tapi perasaan yang kita miliki untuk melindungi satu sama lain"

"Kurasa aku tak sabar nanti sparring dengan Issei, siapa tahu kita memang bisa menjadi combo yang Bagus"

Ya cukup menyenangkan bukan memiliki keluarga seperti ini, tapi dari apa yang kudengar dan pelajari tentang dunia ini Kurama mungkin menjadi salah satu yang dominan didunia mungkin mirip seperti Ouborobos Dragon sang ketiada batasan

"Kau sudah bangun Naruto?"

Rias sepertinya baru bangun terlihat dari nada bicaranya. "Aku sudah bangun daritadi bahkan sudah berlatih sebentar tadi"

"Kalau begitu bagaimana kita sarapan terlebih dahulu, agenda kita hari ini cukup banyak"

Mendengar sarapan ada sebuah yang terlintas dipikiranku. "Ramen ada kan Rias?"

Harapanku langsung sirna kala Rias menggeleng. "Aku hanya akan memberikanmu Ramen sehari sekali saja"

"Kau tega Rias" kemudian aku menatap Akeno. "Akeno ada ramen kan buatku?"

"Maaf Naruto-kun ramen tidak ada ramen hari ini"

"Kau dengan ramenmu itu Gaki" Kenapa semuanya menyebalkan pagi ini.

SPECIAL

Waktunya sparing aku dapat melihat Issei nampak bersemangat untuk melawanku tapi aku juga harus berhati-hati karena aku sendiri tidak tahu kemampuan Issei seperti apa tapi yang aku tahu dari yang lainnya ia bisa menghancurkan gunung.

"Hyaaaa" Dia berlari sambil berteriak kepadaku, tak mencerminkan bahwa dia petarung yang terlatih dengan gerakan mudah aku menghindari pukulannya.

Nampaknya Issei tak menyerah dengan semangat ia berusaha mendaratkan pukulannya tapi dimataku masih dengan mudah aku dapat menghindar dan menahan segala serangan dari Issei.

"ayolah Issei apa cuman sampai segini saja?"

Issei nampak terengah tapi sepertinya masih bersemangat. "Aku akan mengalahkanmu Senpai"

"Kau dan leluconmu Kohai"

[Boosted Gear]

[Boost]

Issei menyerangku lagi tapi aku merasa kekuatan dan kecepatannya meningkat dari yang tadi, dan waktu berlalu justru kini keadaan aku yang semakin terpojok entah kenapa kecepatannya meningkat dengan sangat drastis bahkan pukulannya juga mulai berasa sakit.

"Kenapa Senpai? Apa kau sudah menyerah?"

Harus kuakui lama-lama aku terdesak tapi bukan sifatku kalau tidak mencari celah bagaimana mengalahkannya.

"Naruto, cepatlah kau akhiri aku merasakan setiap 10 detik kekuatannya akan berganda, dan kurasa itu kekuatan dari sarung tangan kirinya"

Sekarang aku mengerti itu kemampuan dari Sacred Gearnya, aku paham kenapa Sacred Gearnya termasuk longinus yang dapat membunuh tuhan ternyata dengan menggandakan kekuatan.

"Rasakan ini Senpai"

[Dragon Shoot]

Aku melihat sarung tangan kanannya bercahaya dan menembakkan laser kearah dan sepertinya ini yang dimaksud dengan bisa menghancurkan gunung, dengan segera aku membuat segel tangan.

[Kuchiyose : Sanju Rashomon]

Duar!

Terjadi ledakan yang cukup besar saat serangan Issei dan gerbang Rashomon berbenturan tapi harus kuakui serangannya cukup kuat hingga membuat gerbang pertama jebol dan gerbang kedua Rashomon rusak parah, dan sepertinya yang lainnya terkejut dengan apa yang kulakukan.

Boft!

"Terkejut? Kupikir ketiga gerbang ku akan hancur tapi hanya gerbang pertama yang jebol" Ucapku setelah gerbang Rashomon sudah menghilang.

'Sepertinya jutsu ini akan sangat efektif untuk mengalahkan Issei'

Segera aku menggunakan Handseal yang sudah sangat ku hafal salah satu hijutsu yang aku pelajari dari ninja yang sangat ku hormati.

[Hijutsu : Sennen Goroshi]

Tak ada kesempatan untuk Issei menghindar karena saat terjadi adu pukul aku sudah memberikan segel Hiraishin, dan segel harimau langsung saja aku tusukkan ke pantat Issei dan terbanglah Issei menuju angkasa yang Indah.

"Selesai"

Kemudian aku beralih ke arah Rias dan lainnya dan nampaknya mereka yang tadinya nampak kagum melihatku menggunakan Sanju Rashomon kini nampak Sweetdrop melihatku menggunakan Sennen Goroshi kepada Issei.

"Tidak bisakah kau serius Naruto?" Rias nampaknya protes karena aku tidak serius dengan Sparing ini. "Baiklah aku akan sedikit serius"

"Itu yang kutunggu Senpai" Nampaknya Issei sudah bangkit tapi sepertinya masih kesakitan.

'Aku mengandalkan kalian dan semoga kalian bisa memberikan analisis yang bagus' Batinku kemudian membuat sebuah Hand Seal yang menjadi andalanku.

"Baiklah babak selanjutnya akan dimulai"

[Kage Bunshin No Jutsu]

10 Bunshin menurutku cukup dan nampak jelas keterkejutan di muka Issei, tapi aku tak peduli aku hanya ingin ini cepat berakhir dan aku mendapat analisisku.

"Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan kan"

Para Bunshinku mengangguk kemudian maju melawan Issei dan tugasku disini tak hanya lebih seperti mengawasi, aku hanya menjalankan apa yang Rias suruh yaitu mencari potensi dari Issei ya walau Rias belum tahu kemampuanku juga tapi dia juga tidak buta dengan yang namanya Ninja, mencari informasi adalah salah satu dari kemampuan kami.

'Bagaiamana menurutmu Kurama?'

"Dia mempunyai fisik yang masih kurang, dia tidak akan mampu bertahan dalam pertarungan jarak dekat dengan waktu yang lama kurasa tidak ada bisa mengajarkannya tentang bela diri seperti Taijutsu"

Aku masih memperhatikan Issei bagaimana dia bergerak, menyerang, dab menghindari dimataku dia tak lebih dari Konohamaru terlalu tergantung pada kecepatan dan ketahanan yang diberikan oleh Sacred Gearnya.

'Ternyata pengembangan dari Kagebunshinku benar-benar efektif sebelumnya aku yang akan menerima pengalaman mereka setelah menghilang kini aku bisa dapat menerima pengalaman mereka tanpa harus menunggu mereka menghilang' Pikirku kemudian aku menoleh kearah kelompokku yang lainnya tampaknya mereka menatap dengan gemas kearah Bunshinku dan Issei ya mau bagaimana lahi tujuanku dilatihan kali ini ada menggali potensi.

"Sepertinya kau sudah sedikit dewasa, bahkan sudah mempersulit diri dengan berpikir biasanya kau melakukan apapun tanpa berpikir"

Aku sedikit terkekeh mendengarnya. 'Bagaimanapun aku melakukan ini untuk keluarga baruku dan juga untuk Rias karena aku tahu impiannya untuk menjadi Iblis Muda terbaik dan aku sudah berjanji akan membantunya'

Aku kembali fokus kearah Issei sepertinya Bunshinku masih berdiri kokoh yang biasanya Bunshinku akan menghilang saat dipukul kini akan menghilang saat Chakranya habis atau mendapat serangan telak.

'Kurasa sudah cukup'

Tanpa aku harus berteriak Bunshinku sudah paham apa yang harus dilakukan dengan cepat mereka membentuk formasi yas sudah sangat kuhafal, mereka memberikan takle kepada Issei kemudian memukul dagu Issei.

"U"

"ZU"

"MA"

"KI"

"NA"

"RU"

"TO"

"Rendan"

Serangan beruntun itu membuat Issei tak bergerak di udara kemudian salah satu Bunshinku dengan telak menendang dengan tumitnya dengan keras membuat Issei langsung jatuh tak sadarkan diri.

"Kerja bagus" Gumamku kemudian Bunshinku menghilang, tapi aku menyisakan dua Bunshinku untuk menggotong Issei yang tak sadarkan diri.

"Bela diri yang sangat Bagus senpai"

"Bagaimana kau melakukan semua itu Naruto?"

Aku hanya menghela nafas sepertinya banyak pertanyaan nantinya. "Aku hanya melakukan apa yang biasa kulakukan"

"Tapi aku tak merasakan Demonic dalam setiap jurus yang kau gunakan Naruto-kun? Kita itu Iblis jadi tidak mungkin kamu bisa melakukan hal seperti tadi"

Aku tak menyalahkan Akeno karena memang Iblis sistemnya seperti itu tapi masih banyak hal diluar sana yang belum bisa dimengerti. "Akeno, aku pasti yakin ada Iblis yang terlahir dengan sedikit Demonic atau bahkan tidak ada tapi bukan berarti tidak ada sumber kekuatan lain contoh Keneko, aku merasakan sangat sedikit Demonic tapi dia diberkahi tubuh yang kokoh karena Senjutsu"

"Lebih baik kita istirahat dulu, akan ada waktunya kita mengetahui kemampuan Naruto" Aku memberikan senyum kepada Rias karena mungkin dia tahu bahwa aku masih belum terlalu bisa membuka diri.

Aku bisa melihat Koneko memiliki aliran Senjutsu yang harus kuakui lebih kuat dari milikku bahwa memiliki potensi untuk memasterinya, kemudian ya Rias memutuskan untuk beristirahat dulu dan ia ingin berbicara denganku empat mata sepertinya banyak yang ia ingin tanyakan padaku.

SPECIAL

Aku, Akeno, dan Rias duduk dikursi sambil melihat para Kohai sedang berlatih sesudah diberikan porsi latihan masing-masing bahkan Issei juga sudah ikut berlatih setelah dia tak terima dikalahkan dan memakss ingin latihan.

"Aku yakin Issei akan menjadi orang yang besar bagi kaum Iblis"

Ternyata ucapanku mendapat Atensi penuh dari Rias dan Akeno. "Kenapa kau bilang seperti itu Naruto?"

"Dia sangat giat berlatih, walau sekarang dia amatiran dia sudah memiliki potensi yang besar dan dengan bantuan partnernya aku yakin dia bisa menjadi sosok sentral untuk dirimu mencari tujuanmu Rias" Akeno sepertinya tertarik dengan ceritaku hingga sepertinya ia mengambil tempat duduk disebelahku.

"Tapi kau tahu dia itu sangat mesum walau dia memiliki Boosted Gear sekalipun, aku yakin dia akan berkembang tapi apakah bisa sejauh yang kau bilang Naruto-kun?" Aku menatap Akeno sepertinya dia memiliki masalah dimasa lalu hingga dia menutup akan sebuah hal yang bernama harapan. "Semangat akan membuat dirimu kuat, banyak orang yang memiliki kekuatan tapi saat dia tak memiliki semangat di saat itulah dia akan kalah"

"Tapi dengan waktu sesingkat ini apakah bisa?" Dasar Rias baru saja aku berbicara tentang semangat dia sendiri justru kehilangan semangat. "Kau lupa, kau memiliki aku Pawn Spesial milikmu yang akan menjadi perisai pertama untukmu bagi siapa saja yang ingin mengusikmu dan keluarga kita, dan aku sudah pernah bilang dulu tak akan pernah ada yang bisa melukai keluarga kita saat aku masih bernafas bahkan kalau itu Maou sendiri"

Aku berusaha membuka harapan bagi keluargaku yang lain aku masih percaya pilihan Rias tak pernah salah, aku tahu Rias seluruh keluarga disini itu diselamatkan oleh Rias dari orang yang benar-benar tertindas Rias mengambil mereka masuk kedalam keluarganya, untuk orang sebaik Rias balasan yang harus aku berikan adalah hal kecil seperti ini.

"Kita akan memenangkan pertandingan besok" Sepertinya Rias mulai yakin akan kemampuan timnya.

"Semua berkat Naruto-kun yang memberikan semangat kepada kita, dan sepertinya aku harus memberikan Naruto-kun hadiah fufufu" Sepertinya mulai lagi sifat Akeno yang satu ini, mungkin sekarang tidak apa-apa tapi takut lambat laun jadi khilaf juga.

'Ero-Sennin sialan'

Tapi satu sisi aku senang ini yang sudah aku lama impikan, dan tiga hari dari sekarang aku akan menjawab kepercayaan Rias bahwa ia tidak layak direndahkan, aku akan menurut mulut mereka yang membuat Rias tertekan selama ini.


TBC


Chapter Gaje menurutku tapi kuharap akan terbayar di Chapter depan dan Chapter depan konflik Rating Game akan dimulai tapi mulai ditengah chapter dan akan dipertimbangkan untuk diperpanjang... Ya mau gimana memang alurnya sengaja dibuat lebih lambat bahkan mungkin untuk mencari Kelompok Rias Vs Sairaog butuh puluhan Chapter mungkin... Dah cukup sampai disini dulu...

Jaa nee..