Disclaimer
Sekotengs (c) Lifina
Warning
Contains BL, Dom-sub relationship, DDLB (Daddy Dom Little Boy), no plot only fluff
Timeline di cerita ini adalah saat Ezra dan Raka sudah koas
"… Ra!"
"… Zra!"
"Ezra!"
Ezra tiba-tiba tersadar dari lamunannya setelah mendengar namanya dipanggil Raka.
"Eh, ada apa, Raka?" tanya Ezra.
"Ga ada apa-apa. Aku cuma manggilkamu karena kamu melamun aja dari tadi," jawab Raka.
Raka menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah Ezra.
"Kamu ada masalah apa?" tanya Raka.
"E-eh … Aku ga ada masalah apa-apa, kok," bantah Ezra.
Raka kemudian mengusap-usap rambut Ezra, "kamu ngomong yang jujur, dong. Kalo kamu ga ada masalah, pasti kamu ga mungkin melamun kayak tadi."
Ezra pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya, "Raka, sejujurnya, aku lagi jenuh jadi orang dewasa. Aku rasanya mau jadi anak kecil lagi," jawab Ezra sambil menunduk.
"Hm, begitu ya?" ucap Raka, "Gimana kalo nanti Hari Senin kamu nginap di apartemenku? Mumpung Hari Selasa pagi kita ga ada jadwal jaga."
"Hm? Memangnya mau ngapain?" tanya Ezra.
"Katanya kamu 'kan kangen jadi anak kecil," ujar Raka, "kita 'kan sudah tidak melakukan 'itu' sejak kita jadi koas."
Ezra yang mendengar perkataan Raka, pipinya langsung memerah, "Jadi, kita mau melakukannya lagi?"
"Iya, mumpung kita ada waktu."
Hari Senin sore …
"Ezra! Raka! Ayo operan jaga!" seru seorang koas berambut merah yang ga berakhlak bernama Vino.
"Wah! Asik! Raka, ayo kita buruan pulang, sebelum ada wabah pasien," ucap Ezra sambil menarik tangan Raka.
"Eh, oke," kata Raka sambil mengikuti Ezra.
"Tuh bocah ngapa dah? Kok semangat banget?" kata Vino yang kebingungan.
'Hadeh, pasti mau berbuat mesum,' batin Dean.
Cklek.
Raka membuka pintu apartemennya. Kemudian, Raka memasukinya diikuti oleh Ezra. Saat Ezra mau membuka sepatunya, Raka langsung mencegahnya.
"Jangan. Biar Daddy yang lakukan," kata Raka sambil menarik tali sepatu Ezra dan melepaskannya dari kaki Ezra.
Pipi Ezra pun memerah, "Iya, Daddy."
Setelah melepas sepatu, Raka juga melepaskan kaus kaki dari kaki Ezra. Lalu, Raka melepas sepatu dan kaus kakinya sendiri. Kemudian, Raka menggenggam tangan Ezra dan menuju ruang tangah.
"Ezra tunggu di sini, ya. Daddy mau ambil mainan kamu," ujar Raka ke Ezra sambil mengusap rambutnya.
"Iya, Daddy," kata Ezra yang langsung duduk.
Raka pun masuk ke kamarnya. Tak lama kemudian, Raka membawa sebuah kotak.
"Kamu tunggu sambil main dulu, ya. Daddy mau menyiapkan air untuk mandi," ucap Raka sambil menaruh kotak yang ia bawa di dekat Ezra.
Ezra kemudian menganggukkan kepalanya, "baik, Daddy."
Sementara Raka menyiapkan air di kamar mandi, Ezra membuka kotak yang ada di dekatnya dan mengeluarkan boneka beruang, buku mewarnai, dan pensil warna. Sambil memeluk boneka beruangnya, Ezra mulai mewarnai gambar di buku mewarnainya. Ezra terlihat sedang bersenandung dengan senang.
Belum selesai Ezra mewarnai, Raka sudah selesai menyiapkan air.
"Ezra, ayo mandi," ajak Raka.
"Sebentar lagi, Daddy. Ezra belum selesai mewarnai."
"Ezra. Ayo. Mandi," ajak Raka sekali lagi dengan nada yang lebih tegas.
Tiba-tiba, Ezra langsung merasa merinding mendengarnya. Dengan bibir yang monyong, Ezra pun berdiri dan menggenggam tangan Raka. Kemudian mereka berdua menuju kamar mandi.
"Ezra, Mr. Teddy-nya taruh dulu, ya," kata Raka.
"Ga mau. Ezra takut Mr. Teddy hilang."
Raka pun menepuk kepala Ezra, "ga akan hilang."
"Daddy janji?" tanya Ezra.
"Iya, Daddy berjanji," jawab Raka.
Ezra pun menyerahkan boneka beruangnya ke Raka. Raka kemudian menaruhnya di dekat wastafel. Lalu Raka, membuka kancing kemeja Ezra dan melepaskan kemejanya.
"Ezra, coba bilang 'hore!'," pinta Raka.
"Hore!" seru Ezra sambil mengangkat kedua tangannya.
Raka pun melepaskan kaus dalam Ezra. Setelah itu, dia membuka kancing dan resleting celana Ezra. Kemudian, Raka menurunkan celana Ezra sekaligus celana dalamnya. Lalu, Raka menggendong Ezra dan mendudukkan Ezra dengan pelan ke bathtub. Setelah itu, Raka duduk di sebuah kursi pendek.
"Daddy?" panggil Ezra.
"Ya? kenapa, sayang?"
"Mr. Kwek-Kwek dan mainanku yang lain di mana?" tanya Ezra.
"Oh iya, Daddy hampir saja lupa."
Raka pun mengambil sebuah kotak dan membuka kotak tersebut. Lalu, Raka mengeluarkan isinya dan menaruhnya di bathtub.
"Yeay, Mr. Kwek-Kwek!" ujar Ezra kegirangan sambil mengambil bebek karet dan memainkannya.
Raka tersenyum kecil saat melihat Ezra. Dia pun mengambil air dengan gayung dan menyiram kepala Ezra.
"Daddy ga mandi?" tanya Ezra.
"Nanti saja," jawab Raka.
"Tapi, Ezra 'kan mau mandi bareng Daddy," ucap Ezra sambil menggembungkan pipinya.
"Ya sudah, Daddy mandi sekarang ya," kata Raka sambil beranjak.
Raka pun melepaskan kemeja dari tubuhnya. Kemudian, dia menurunkan celana dan celana dalamnya. Setelah itu, Raka memasuki bathtub. Terlihat wajah Ezra yang memerah.
"Kenapa wajahmu memerah, hm?" tanya Raka sambil mengelus rambut Ezra.
"Daddy keren," jawab Ezra.
Raka pun terkekeh pelan. Dia kembali menyirami kepala Ezra. Kemudian, dia mengambil shampoo K*domo wangi bluberi dan menuangkannya sedikit ke tangannya.
"Ezra, tutup matamu, ya," ujar Raka.
Ezra pun mengangguk pelan dan menutup matanya. Lalu, Raka mulai menggosokkan tangannya di rambut Ezra. Lalu, Raka kembali menyiram kepala Ezra.
"Sekarang boleh buka mata," ucap Raka.
Ezra pun membuka matanya dan tersenyum malu-malu. Raka pun tersenyum kecil dan mengecup bibir Ezra. Lalu, dia sekarang mengambil sabun merk M*ster K*d dengan gambar 'manusia besi' di botolnya. Raka menuangkan sedikit isinya ke spons mandi. Sementara Ezra sedang bermain dengan mainannya, Raka menggosokkan spons ke tubuh Ezra.
"Ezra, balik tubuhmu," ujar Raka.
"Iya, Daddy," kata Ezra sambil membalikkan tubuhnya.
Saat Raka melihat punggung Ezra, Raka rasanya ingin mencium dan membuat beberapa kissmark di sana. Namun, mereka sudah sepakat kalau untuk hari ini dan besok tidak ada sexual activities. Jadi, Raka hanya dapat menahan hasratnya dan kembali menggosok tubuh Ezra.
Setelah selesai mandi, Raka beranjak dari bathtub. Kemudian, Raka membantu Ezra untuk beranjak dari bathtub. Raka mengambil sebuah handuk dan mengeringkan Ezra. Setelah selesai, Raka membungkus tubuh Ezra dengan handuk dan menyerahkan boneka beruang ke Ezra. Lalu, Raka mengambil handuk lagi dan mengeringkan tubuhnya. Setelah selesai, Raka melingkarkan handuk di pinggangnya. Lalu, Raka menggendong Ezra dan jalan menuju kamar tidurnya. Setelah memasuki kamar tidurnya, Raka mendudukkan Ezra di ranjangnya.
"Ezra tunggu dulu, ya. Daddy mau ambil baju dulu," pinta Raka.
"Iya, Daddy," jawab Ezra.
Raka pun berjalan menuju lemarinya. Sembari menunggu Raka, Ezra menggoyangkan kakinya sambil bersenandung-ria. Tak lama, Raka mengambil onesie dinosaurus untuk Ezra dan kaus tanpa lengan dan celana pendek untuknya. Raka pun mendekati Ezra.
"Ezra, ayo berdiri. Pegang bahu Daddy biar ga jatuh," pinta Raka sambil berjongkok depan Ezra.
Ezra pun mengangguk pelan dan menuruti Raka.
"Ayo, masukkan kakimu ke lubang yang ini," kata Raka.
Ezra pun menuruti perkataan Raka.
"Nah, sekarang, masukkan kaki satunya ke lubang yang lain."
Ezra kembali menuruti Raka. Raka kemudian menaikkan onesie-nya dan meminta Ezra memasukkan tangannya ke lubang yang atas. Setelah itu, Raka mengancingkan onesie-nye.
"Ezra tunggu, ya. Daddy mau pakai baju dulu."
"Iya, Daddy."
Raka pun melepaskan handuk dari pinggangnya. Kemudian, dia memakai kaus dan celananya. Setelah selesai, Raka melirik jam weker yang ada di meja belajarnya. Masih pukul 8 malam, masih ada waktu 1 jam sebelum jam tidur Ezra.
"Ezra mau nonton kartun?" tanya Raka.
"Iya, Ezra mau," jawab Ezra.
Raka menggenggam tangan Ezra dan berjalan menuju ruang tengah. Sesampai mereka di ruang tengah, Raka menyalakan TV dan mengatur salurannya ke channel Di*ney.
"Ezra tunggu dulu, ya. Daddy mau bikin susu untuk Ezra," kata Raka sambil mengusap rambut Ezra.
"Iya, Daddy," jawab Ezra sambil mendudukkan dirinya ke sofa.
Raka pun berjalan menuju dapur. Sesampainya di sana, Raka langsung mengambil susu bubuk dan sebuah dot. Lalu, Raka mulai memanaskan air. Sambil menunggu air masak, Raka menuangkan beberapa scoop susu bubuk ke dot. Setelah itu, Raka menuangkan air hangat-hangat ke dalam dot dan mengocoknya. Setelah larut semua, Raka menutup dotnya dan kembali ke ruang tengah.
"Ezra, ini susumu," katanya sambil duduk di sebelah Ezra.
"Yeay, thank you, Daddy," ucap Ezra sambil mengambil dotnya dan mencium pipi Raka.
Raka pun memeluk Ezra dan matanya terfokus di TV.
"Um, Daddy ..."
"Ya?" tanya Raka.
"Ezra ga bisa buka tutup dodotnya," ucap Ezra.
"Lalu?" tanya Raka.
"Daddy bisa bukain?"
"Kamu harus bilang apa?" tanya Raka.
"Um ... Daddy, can you please open my dodot?"
Raka tersenyum kecil saat mendengar Ezra, "good boy," katanya sambil mengelus rambut Ezra.
Raka pun mengambil dot dari tangan Ezra dan melepaskan tutupnya. Kemudian, dia menyerahkan ke Ezra.
"Thank you, Daddy," ucap Ezra sambio mengambil dotnya.
"You are welcome, my little boy," balas Raka.
Ezra pun tidur di pangkuan Raka sambil menonton dan menyedot susunya. Sementara, Raka mengelus kepala Ezra sambil membaca buku.
Ezra sebenarnya mampu membuka tutup dotnya sendiri. Namun, sekarang mereka sedang bermain peran. Ezra sedang menjadi little boy, sementara Raka sedang menjadi Daddy. Peran Raka di sini adalah menjadi caretaker dari Ezra yang sedang memainkan peran jadi anak kecil.
Setelah 1 jam menonton, Raka pun mematikan TV-nya.
"Daddy!?" Ezra ingin protes.
"No, little one. Kamu sudah harus tidur," ucap Raka.
"Tapi, Daddy, episode ini belum selesai," protes Ezra.
"Ezra, are you a little boy or a big boy?" tanya Raka.
"Ezra is little boy, Daddy," jawab Ezra.
"Does little boy sleep late?" tanya Raka.
"No," jawab Ezra sambil menggelengkan kepalanya.
"Jadi, sekarang tidur ya," pinta Raka.
"Iya, Daddy."
"Good boy," ucap Raka sebelum menggendong Ezra.
Sebelum memasuki kamar, Raka menaruh dot milik Ezra di tempat cucian piring terlebih dahulu. Setelah memasuki kamar tidur, Raka menidurkan Ezra di ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Lalu, dia tiduran di sebelah Ezra dan memeluknya.
"Night-night, little one," ucap Raka sambil mencium kening Ezra.
"Night-night, Daddy," balas Ezra yang kemudian menutup matanya.
Raka kemudian juga menutup matanya sambil terus mengelus rambut Ezra.
TBC
Author's Note: tadinya, fanfic yang ini mau dijadiin 1 chapter aja. Berhubung jadinya panjang banget, saya bagi 2 chapter.
