SPECIAL
Author : Marsha And The Sheep
Naruto Masashi Kishimoto X Highschool DxD Ichie Shibumi
Genre : Supranatural, Fantasy, & Romance
Pair : Naruto X Rias
Summary : Naruto Uzumaki aku tahun dia spesial bahkan saat pertama kali aku membangkitkannya, walau selama ini aku tidak melihat potensi apapun darinya seperti Issei dan yang lain tapi aku tahu dia spesial.
Note : Point Of View Naruto sudah kelar, dan chapter ini akan dimulai dari sudut pandang orang ketiga.
CHAPTER 6 : UZUMAKI NARUTO
Seminggu terlewat tanpa berasa kelompok Rias sudah siap untuk menghadapi Rating game, kedua kelompok sudah bersiap untuk berhadapan satu sama lain.
"Kalian sudah siap?" Rias bertanya pada Peeragenya yang dijawab dengan penuh semangat, kemudian pandangan Rias tertuju pada Naruto dan juga Kiba. "Sesuai rencana kita"
"Ada sudah siao Rias-Ojousama?" Tanya wanita bersurai silver yang tak lain adalah Grayfia pengadil dalam pertandingan ini sekaligus Queen dari Maou Lucifer.
Rias mengangguk. "Kami sangat siap" Grayfia tersenyum kecil mendengarnya kemudian ia melirik kecil kearah Naruto.
'Pawn Spesial ya'
"Baiklah karena kedua kelompok sudah siap maka dalam lima menit akan segera di transfer ke tempat Rating Game, semoga berhasil" Ujarnya kemudian menghilang dalam lingkaran sihir.
Sedangkan diposisi Naruto sendiri ia sedang mempersiapkan perlengkapannya mulai dari Kunai, Shuriken dan tak lupa Katana pemberian dari sang sahabat walau ia tidak terlalu mahir tapi untuk berjaga jika diperlukan.
"Apakah kita akan menari?"
Naruto memutar bola matanya bosan melihat tingkah Kurama. 'Lama-lama kau seperti Madara, dasar Bola Bulu'
"Jangan samakan aku dengan Uchiha gila perang itu Gaki"
Naruto memilih mengabaikannya kemudian setelah merasa persiapannya sudah selesai ia berkumpul kembali pada keluarganya.
"Aku akan membagikan alat berkomunikasi pada kalian agar memudahkan kita saling memberitahu kondisi masing-masing dengan optimal dan memberi tahu segalanya kepada Buchou dan untuk rencana awal masing-masing sudah dibagikan sesuai tugasnya tapi strateginya bersifat flexibel dan bisa berubah sesuai keadaan" Akeno mulai menjelaskan apa yang harus dilakukan karena bagaimanapun juga ini pertama kali bagi mereka di Rating Game.
"Pertandingan akan segera dimulai, kedua tim harap bersiap di Gate yang sudah disiapkan"
Sepertinya waktu Rating Game sudah tiba Rias dan kelompoknya sudah masuk ke Portal yang akan mengirim mereka ke Rating Game tapi kemudiah wajah mereka sedikit kebingungan karena mereka tak pindah tempat sama sekali.
"Apakah terjadi kesalahan Buchou?" Pertanyaan Issei hanya dibalas gelengan oleh Rias. "Tidak, Arena Rating Game adalah Kuoh Academy sendiri walau di Dimensi yang berbeda"
"Pertandingan sudah dapat dimulai Rias-Ojousama berada di Ruangan Occult Reserach Club dan Riser-sama berada di sekolah, siapa yang berhasil menyingkirkan semua Peerage atau melumpuhkan King berarti pemenangnya, diperbolehkan menggunakan senjata ataupun Familiar"
Rating Game sudah dimulai dan artinya nasib mereka ditentukan dalam pertandingan kali ini. Naruto sudah merasa sangat siap sekaligus ini untuk perenggangan otot yang sudah lama tidak bertarung melawan musuh.
"Akeno dan Asia aku mohon disini dulu sembari aku membuka segel yang menahan kekuatan Pawn milik Issei" Kemudian Netra Rias teralihkan kepada Naruto. "Naruto tolong ulur waktu sebentar tapi berhati-hatilah, Kiba dan Koneko akan mecari titik lokasi keberadaan Peerage Riser"
Mereka semua mengangguk kemudian Naruto menghilang dalam kilatan kuning, mereka sudah beberapa kali melihat cara Naruto pergi dan tetap saja mereka masih kagum dengan itu. Sedangkan yang diluar arena tepatnya ditempat Maou Lucifer yang merasa mungkin ini menjadi pertandingan tanpa harapan kini membuatnya sedikit tertarik.
"Aku ingin melihat kenapa Rias sangat bersikekeh untuk mempertahankan Naruto Uzumaki dalam Peeragenya padahal sudah menghilang beberapa tahun" Sang Maou Lucifer menoleh ke orang sebelahnya. "Dia selalu membanggakan Naruto Uzumaki sebagai Peerage Spesialnya bahkan saat dia punya Pawn yang memiliki Sacred Gear Boosted Gear dia tetap membanggakan Pawn satunya itu"
'Aku harap kau tidak mengecewakan kepercayaan adikku'
Kembali ke arena pertarungan Naruto nampak memejamkan matanya sesaat dan ketika ia membuka matanya ia sudah tahu keberadaan Riser dan seluruh bidaknya, tidak sulit bagi dirinya untuk menemukan lokasi mereka.
"Ayo kita mulai" Gumamnya kemudian membuat handseal.
[Suiton : Kirigakure No Jutsu]
Seketika arena Rating Game menjadi tertutupi oleh kabut, kemudian Naruto mengeluarkan 10 buah kunai bercabang tiga yang memiliki Fuin di pegangannya yang tak lain adalah Kunai Hiraishin.
"Ayo lakukan dengan cepat seperti Tousan melakukan ini pada Ninja Iwakagure"
Sring!
Naruto menghilang kemudian kini ia berada di di ruang olahraga berhadapan dengan empat Pawn dari Raiser.
"Sepertinya kita bertemu musuh pertama kita Ni" Dipandangan Naruto mereka tak lebih seperti dua pasang kembar Identik. "Bagaimana kalau kita bersenang-senang?" Ucap gadis yang dipanggil Ni sambil mengangkat sarung tinjunya.
"Maaf tapi aku tidak ada waktu untuk bermain-main dengan kalian" Ucapnya kemudian melempar tiga kunai kearah mereka.
Sring!
Dalam sekian detik Naruto sudah berada dibelakang mereka kemudian berjalan meninggalkan gedung sedangkan dibelakangnya nampak keempat gadis tadi sudah bercahaya kemudian menghilang dalam arena Rating Game.
"Ile, Nel, Ni, Dan Li Empat Pawn dari Riser-sama sudah gugur"
Semua yang mendengarnya terkejut karena pertandingan baru dimulai beberapa saat dan dari pihak Raiser sudah kehilangan empat Pawn, bahkan Rias terkejut mendengarnya karena yang saat ini maju hanyalah Naruto.
"Fufufu, sepertinya Naruto-kun sudah memulai pestanya lebih dulu" Akeno memasang wajah sadisticnya, sedangkan Rias sendiri hanya diam masih menyelsaikan pembukaan segel tapi dalam hati ia sangat senang dengan apa yang dilakukan Naruto.
"Akeno, Yuuto, Koneko bantulah Naruto digaris depan" Perintah Rias kepada Peeragenya yang serentak mengangguk kemudian keluar dari ruangan untuk maju ke lini depan.
'Isabela dan Xuelan Dua Rook dari Riser sama sudah gugur'
'Selalu cepat seperti biasanya Naruto'
Sedangkan ditempat Riser dia merasa sangat marah karena Peeragenya dengan mudah padahal di Rating Game sebelum-sebelumnya mereka sangat dominan.
"Apa yang sebenarnya terjadi Ravel? Kita melawan amatiran dan kita sudah didesak?" Riser nampak jengah saat tahu Peeragenya di habisi satu persatu. "Naruto Uzumaki? Kita tak memiliki data apapun tentang dirinya bahkan profil lawan yang diberikan oleh Grayfia tidak memberikan keterangan apapun"
"Aku akan turun langsung untuk menghadapi Iblis rendahan itu" Riser mulai bangkit dari singgasananya. "Ayo Ravel Yebeluna kita tunjukan perbedaan kekuatan kita pada Iblis rendahan itu"
Sedangkan diposisi Kiba dan Issei nampaknya ia sedang terdesak menghadapi Knight dan Pawn Riser tapi mereka sudah mengalahkan satu Bishop dan dua pawn walau harus kehilangan Koneko, dan nampaknya sekarang Kiba yang kelihatannya hampir tak sanggup melanjutkan pertandingan.
"Bertahanlah Kiba, kita akan mengalahkan mereka" Ucap Issei sambil menunjuk kearah Peerage Raiser yang tersisa, sedangkan Kiba sendiri sudah kehabisan Stamina. "Aku sudah mencapai batas setelah menggunakan Sacres Gear, tadi sepertinya adalah serangan terakhirku"
"Knight dari Rias-ojosama sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan lagi"
Issei memejamkan matanya merasa pening saat Kiba sudah ditransfer keluar dari arena padahal didepannya masih ada empat Peerage Riser, kemudian kedua Pawn menyerang kearah Issei belum sampai setengah jalan kedua Pawn itu sudah tumbang.
"Dua Pawn Riser-sama telah tumbang"
"Butuh bantuan Kohai?" Issei mendongak dan dilihatnya Naruto berdiri didepannya yang memasukkan tangannya kedalam kantong. "Kau jangan sok keren Senpai aku hanya mengumpulkan tenaga"
Naruto yang mendengarnya hanya memutar matanya bosan. "Terserah dirimu, kita selesaikan dia dulu dan setelahnya kita menyusul Rias"
Naruto memegang pundak Issei seketika itu Issei dapat merasakan energi asing yang mengalir pada dirinya.
"Kau bisa mengatasi mereka berdua kan? Tunjukan ikatan kalian" Issei yang mengerti kemudian bangkit sambil menunjukkan Bosted Gearnya. "Ayo kita lakukan Ddraig"
"Mungkin, ini baru awal tapi aku akan membantumu tapi akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama"
[Explosion]
[Boost] [Boost] [Boost]
[Boost] [boost]
Gerakan Issei sudah sangat terlatih untuk menghindari tebasan pedang dan juga pukulan Peerage Raiser ditambah dengan kecepatan dan kekuatan yang meningkat setiao sepuluh detik membuat musuh semakin lama tidak bisa bertahan.
Trank!
Issei menahan dua katanan itu menggunakan sarung tangannya dan dalam sekejap Issei berada dibelakang kedua sambil mengarahkan Bosted Gearnya.
[Dragon Shoot]
Telak serangan Issei langsung mengenai kedua Knight Riser, tapi Issei terlambat menyadari kalau dua pawn Riser yang tersisa sudah bersiap memberikan serangan terkuat mereka.
[Rasengan]
Naruto yang berteleport ke atas punggung keduanya langsung menghantarkan Rasengan yang membuat mereka langsung tersungkur, kemudian tubuh mereka mulai di transfer ke luar arena.
"Dua Knight dan Dua Pawn Riser-sama sudah dikalahkan"
Issei yang mendengarnya semangatnya langsung membara. "Ayo Senpai kita beri pelajaran kepada Iblis burung itu"
"Queen dari Rias-Ojousama tak bisa melanjutkan pertandingan"
Tanpa menunggu apa-apa lagi Naruto dan Rias segera menuju ketempat Rias dan yang lainnya, tak butuh lama untuk Naruto dan Issei sampai disana dan saat sampai disana ia terkejut melihat keadaan yang sudah hancur lebur dan juga kondisi Rias yang nampaknya terluka cukup parah sedangkan Asia masih berusaha memulihkan Rias.
"Sepertinya Rias dan kelompoknya sudah sangar terdesak Sirzech" Sirzech sang Maou Lucifer dalam hati tak bisa mengelak mungkin rencana B harus ia lakukan. "Sepertinya, tapi aku tidak ingin menghakimi sebuah pertandingan sebelum pertandingan itu berakhir"
"Tapi Peerage Rias yang bernama Naruto Uzumaki sangat memiliki potensi menjadi High Class Devil dengan kecepatan dan timing yang tepat menghadapi lawan Sir-tan" Serafall ikut menimpali pertandingan ini dan Sirzech sepertinya setuju. 'Syukurlah kau memiliki Peerage yang bisa menjadi pembeda, itulah yang diperlukan sebagai pewaris'
"Aku juga tak menyangka dengan kecepatan yang dia miliki" Ucapnya menimpali Serafall.
Naruto sendiri memandang keatas dengan pandangan jengah itu mengingatkannya waktu pertama kali ia melihat Obito dulu saat mengendalikan Jichuriki dan juga Bijuu.
"Issei persiapkan seperti waktu latihan, aku akan memberikan pelajaran pada mereka dulu dan Asia mohon bantuannya" Issei dan Asia hanya mengangguk, tanpa berniat membalas lagi Naruto berjalan mendekat kearah ketiganya.
"Jadi kau Iblis rendahan yang berhasil mengalahkan mayoritas Peerageku? Tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku yang seorang Phenex sejati" Sombong itulah yang Naruto tangkap, dan sombong adalah salah satu sifat yang ia benci.
Wush!
Naruto melemparkan Kunai peledak tapi Riser hanya menatap remeh Kunai yang bahkan tak akan bisa mulukainya.
[Kibaku Kunai : Tajuu Kage Bunshin No Jutsu]
[Katsu]
Ledakab yang lumayan besar tercipta karena ledakan beruntun dari kunai-kunai yang melesak bahkan tak akan sempat bagi mereka untuk menghindari, tapi tanpa memberi mereka waktu Naruto dengan segera membuat Handseal.
[Futon : Renkudan]
Sebuah Bola angin berukuran sama dengan Bijuu dama dihembaskan yang langsung mengenai ketiganya yang nampak tak akan menyangka mendapat serangan beruntun dan saat bola Angin itu menghantam badai Angin langsung tercipta.
"Kau menggunakan serangan Shukaku ternyata, dan kurasa serangan Rakun itu cukup untuk melumpuhkan mereka"
'Ini masih belum sekuat miliki Shukaku tapi aku cukup puas dengan hasilnya Kurama' Balas Naruto.
Tapi ternyata salah Riser dan Perempuan Pirang dibelakangnya bisa bangkit lagi tapi tidak dengan perempuan satunya yang yang kini jatuh dari ketinggian dengan tubuh yang tersayat-sayat
"Queen dari Riser-sama sudah tak bisa melanjutkan pertandingannya"
Rias sendiri tak percaya melihat apa Yang terjadi didepannya tadi serangan Yang benar-benar hebat, Riser sendiri menatap amarah kepada Naruto.
Swush!
Riser membentangkan sayap apinya yang ukurannya jauh lebih besar daripada yang tadi tapi nampaknya Naruto tak terintimidasi sama sekali, sebenarnya ia bisa saja mengalahkan Iblis sombong didepannya tapi bukan Naruto kalau tidak memberikan pembelajaran dalam setiap hal dan ia juga ingin memberikan panggung juga kepada Issei.
[Suiton : Cho Suiryuudan No Jutsu]
Naga air ukuran raksasa kini berdiri sejajar dengan Riser dengan mata kuning menyala memberikan janji bahwa siapa saja yang terkena akan menghadapi masalah besar.
"Sial" Riser yang merasa bahaya akan datang melesat ke udara menghindari serangan naga air itu tapi percuma karena naga air itu mengejar Riser walau dengan gerakan manuver apapun yang dia lakukan.
"Aku sudah siap Senpai" Teriak Issei kemudian Sarung tangan kirinya berpendar terang menunjukan kekuatannya yang sudah siap.
[Welsh Dragon Balance Breaker : Boosted Gear Scail Mail]
Naruto cukup terhibur melihat perubahan Isseo yang kini menggunakan Armor merah khas seperti Welsh Dragon. "Majulah Issei!" Kemudian pandangannya terarah pada Ravel.
Ravel yang dipandangi masih dalam posisinya menatap santai. "Aku tidak ikut dalam pertarungan dab hanya membuat strategi untuk Kakakku saja"
"Lalu kau tega melihat kakakmu seperti itu?" Tunjuk Naruto yang melihat Riser dilahap naga air kemudian dihajar habis-habisan oleh Issei.
Ravel menatap kakaknya cemas. "Aku yakin dia tidak akan apa-apa karena kami dari Clan Phenex memiliki Regenerasi yang luar biasa"
"Aku akui itu iya tapi itu tidak akan berlaku saat dia tidak memiliki Demonic"
Riser nampaknya kualahan menghadapi serangan beruntun dari Issei nampaknya ia sudah tak bisa bertahan lebih lama lagi, sedangkan ditempat Issei dia hanya memiliki waktu 10 detik lagi untuk menggunakan Balance Breakernya karena batas waktu yang mampu ia jalin bersama Ddraig untuk saat ini.
[Boost]
Pukulan penuh tenaga ia hantamkan ke wajah Riser yang membuat empunya terlempar puluhan meter dan Armor yang melindunginya langsung menghilang.
"Akhirnya kita menang" Ravel hanya tertawa mendengar seruan semangat dari Issei. "Aku suka semangatmu Hyodou-kun tapi pengadil tidak mengumumkan bahwa Riser-Niisama sudah kalah kan"
Benar saja Riser keluar dari kebulan debu dengan kondisi bugar bahkan tanpa luka sedikitpun. "Kekuatan yang merepotkan, aku tak menyangka Iblis rendahan sepertimu bisa melakukan Balance Breaker tapi aku ini abadi dan tidak bisa dikalahkan"
"Dan kau" Riser menunjuk kearah Naruto. "Kau akan membayar atas apa yang kau lakukan padaku"
Naruto hanya memutar bola matanya bosan, kemudian ia menoleh kearah Rias. "Rias Asia kalian bersantailah saja biar aku dan Issei yang akan memberikan pelajaran pada Iblis sombong satu ini"
Sring!
Duar!
Riser tak sempat mengelak karena dengan telaknya Naruto menghantarkan pukulannya yang berlapis Chakra warisan dari Tsunade, tak hanya Riser yang terkena dampak dari serangannya tapi tenah disekitarnya juga retak dan hancur.
"Sepertinya kau memiliki Regenerasi yang luar biasa, bagaimana kalau aku mencoba ini"
[Futon : Rasen Shuriken]
Ditelinga Raiser suaranya seperti mesin jet yang siap menghancurkan siapa aja yang berniat menghalanginya, dan Riser siap menghadapi serangan itu lagipula dia adalah abadi.
"Serangan seperti itu tak ada gunanya karena aku adalah abadi"
Duar!
Efek dari ledakan Rasenshuriken sangatlah besar hingga menimbulkan gelombang kejut yang membuat peserta yang tersisa harus berlindung agar tidak terseret efek kejutnya.
"Kita lihat tentang apa yang kau sebut keabadian" Ucap Naruto sambil melihat kubangan besar yang didalamnya terdapat Riser yang tergeletak tak berdaya kemudian ia masuk mendekati Riser.
"Apa yang kau lakukan pada tubuhku Iblis rendahan" Riser meluapkan amarahnya bagaimanapun saat ini kondisinya sangat tak baik karena ia tak bisa meregenerasi dan ia juga tak bisa mengeluarkan Demonicnya.
Naruto memandang Riser dari atas. "Kesombonganmu yang mengalahkan dirimu, kau tidak tahu apa yang kau hadapi dan dengan sombongnya kau menerima seranganku dan mengatakan dirimu abadi"
"Apa yang kau lakukan pada tubuhku Iblis rendahan" Riser tak bergeming pada pertanyaannya. "Itu hanya serangan elemen angin yang berbentuk jarum berukuran sangat kecil yang akan menghancurkan setiap sel yang ada didalam tubuhmu dan menutup aliran Demonicmu yang artinya regenerasimu tak akan berguna"
Riser terdiam dalam hati ia mengakuinya bahwa ia dengan bodohnya menghadapi sesuatu tanpa tahu apa yang didepannya tapi egonya lebih kuat hingga kenyataan menyadarkannya sekarang.
Naruto memberikan senyum kepada Riser. "Kau memiliki potensi kuat dan aku berharap di pertandingan berikutnya kau sudah berubah" Setelah itu sinar mulai memenuhi sekitar tapi Riser memberikan senyum tipisnya pada Naruto.
Naruto membuka matanya setelah silau mata tadi membuat dirinya harus memejamkan matanya dan dirinya berada ditempat yang asing tapi aura disini tidak asing karena dulu dia pernah berada disini walau hanya sebentar saja.
"Kau hebat Senpai" Naruto menoleh dan didapatinya Issei yang memberikan pujian padanya. "Semua berkat kerja sama tim lagipula aku tidak menyangka kau dapat menahan Balance Breaker selama ini"
Issei menggosok hidungnya mengingatkan Naruto akan Konohamaru. "Tentu saja aku tidak akan membuat kesan yang buruk dalam debutku"
"Dimana Rias dan yang lainnya Issei?"
Issei menunjuk ruangan sebelah yang ternyata mereka sedang pemulihan diruangan sebelah. "Kau tak apa Rias?" Rias mendongak dan ia mendapati Naruto yang berdiri dengan bugar walau bajunya sepertinya koyak disana-sini.
Bug!
Rias memeluk Naruto dan dapat Naruto rasakan disana ada lelehan air mati, tapi tak seperti dulu ia tahu arti dari tangisan itu yaitu tangisan terimakasih.
"Sudahlah jangan menangis lagipula kita sudah menang, tidak lucu kan kalau kemenangan kita dihiasi tangisan oleh Kingnya kan" Ucapnya sambil menghapus lelehan air mati Rias
Sedangkan Rias yang diperlakukan seperti itu hanya memerah merona namun sebuah tawa menginterupsi keduanya, dan setelah dilihat siapa empunya adalah Sirzech Gremory atau sekarang Lucifer.
"Aku senang melihat adikku yang manis ini bisa merona seperti itu, sungguh pemandangan yang langka" Rias hanya merengut kesal karena mendengar ucapan dadi kakaknya itu. "Niisama menganggu saja"
Sirzech tertawa. "Aku minta maaf tapi Tousama dan Kaasama ingin bertemu denganmu setelah ini dan tentu pahlawanmu itu Rias" Naruto yang merasa dirinya yang dibilang pahlawan hanya menunjuk dirinya sendiri. "Saya Lucifer-sama?"
"Tentu saja kau kira siapa lagi dan untuk Issei aku dapat pesan dari kawan lama sepertinya dia tertarik untuk melatihmu" Naruto dan Issei yang merasa dirinya disebut hanya mengangguk hormat.
Rias sendiri juga mengikuti omongan dari kakaknya. "Setelah semua ini selesai aku akan menemui Kaasama dan Tousama"
Setelah itu Sirzech pamit meninggalkan Rias dan Peeragenya tapi ia melirik kearah Naruto, pemuda ini membuat dirinya penasaran tanpa ada Demonic dia dapat membuat macam-macam sihir yang menakjubkan.
SPECIAL
Naruto saat ini tengah berdiri di balkon lantai dua keluarga Gremory sembari menunggu Rias yang tadi meninggalkannya karena ada urusan, dan teman-teman yang lainnya sedang dalam masa pemulihan kecuali Issei katanya ada pesan dan kawan lama Lucifer.
"Sepertinya kau sedang senang Gaki"
Naruto mengangguk. "Aku cukup senang dengan hasil yang diraih ini walau harus kuakui sepertinya kita harus berlatih lebih keras lagi"
"Dunia ini adalah dunia yang diidamkan oleh Jiji dimana warga sipil tak akan pernah merasakan aktifitas yang memiliki kekuatan sebuah tembok yang membatasi keduanya sehingga orang yang tidak tahu menahu tidak akan pernah terkena imbas" Sepertinya biasa Kurama akan bercerita tentang orang yang dia anggap Ayah orang yang menciptakannya.
"Tapi aku ataupun kau tahu bahwa tidak ada dunia yang tanpa peperangan jikalaupun mereka tidak merasakan supranatural tapi manusia biasa masih tetap saja menimbulkan konflik"
Link antara keduanya terputus kala Naruto menyadari kehadiran lain dan ternyata Rias beserta orang tuanya yang sontak langsung membuat Naruto menunduk hormat bagaimanapun mereka adalah orang tua Kingnya.
"Jadi dia yang selama ini diceritakan oleh Rias, seleramu Bagus"
"Kaasama" Pekik Rias dengan wajah memerah bak kepiting rebus.
Sedangkan sang ayah sendiri tak menanggapinya dan memilih mendekati Naruto. "Berikan Tousama kesempatan berbicara empat mata dengan Naruto Uzumaki sebentar" Rias dan sang Ibu hanya mengangguk kemudian Naruto dan ayah Rias mengambil tempat yang sedikit lebih jauh.
"Namaku Zeoticus Gremory aku yakin kai sudah tahu" Naruto hanya mengangguk. "Kembalinya dirimu meleset dari apa yang aku perkirakan dan membuatku rencanaku dan Sirzech berantakan tapi masih ada sisi baiknya"
"Maafkan saya Gremory-sama"
Zeoticus hanya menggeleng. "Tidak yang kaulakukan justru lebih baik, tapi yang harus perlu kau tahu bahwa sebuah pernikahan seorang Iblis tak pernah bisa dibatalkan sistemnya semacam siapa yang kuat dia yang memiliki dan kau berhasil merebut Rias dan Riser walau sebenarnya Rias juga tidak menyetujui perjodohan dengan Riser" Zeoticus mengakhiri kalimatnya dengan tertawa sedangkan Naruto sendiri sepertinya tak menganggap ini seperti lelucon, ia merasa akan ada masalah untuknya.
"Jadi apa inti dari semua pembicaraan ini Gremory-sama?"
"Aku sangat suka dengan orang yang langsung ke titik poinnya, jadi kau akan menggantikan posisi Riser menjadi calon tunangan dari Rias" Naruto membola mendengarnya ia akan menyela tapi Zeoticus langsung menyelanya. "Ini bukan keputusan yanh bisa kau pilih Naruto tapi Yondai Maou dan Para tetua yang akan memutuskan karena kelangsungan pimpinan pilar Underworld ditangan mereka"
Naruto memijat keningnya pusing tak akan mengira akan menjadi runyam seperti ini. "Dan apakah yang akan terjadi jika aku menolak atau tidak layak?"
"Disinilah masalahnya bukan kau yang akan menerima konsekuensinya tapi Rias, dia akan dijodohkan dengan pilar lain dan harus menerima karena tidak akan ada kesempatan kedua atau diasingkan menjadi pilihan keduanya tak akan ada Rating Game lagi" Naruto langsung mengepalkan tangannya erat. 'Tidak ada bedanya disini dan disana Tetua memang memuakkan tak heran jika Tsunade-Bachan selalu dibuat naik pitam'
"Baik aku akan menerimanya dan mencoba menjadi yang layak untuk Rias" Ucap Naruto yang dibalas anggukan senyum oleh Zeoticus. "Aku percayakan Rias padamu, tapi kau tenang saja keputusan ini tak akan diambil dalam waktu dekat mungkin bisa beberapa bulan kedepan atau bahkan tahun"
"Baiklah kurasa cukup sampai disini dan informasi saja Rias belum tahu soal hal ini" Jeda Zeoticus sambil menengok kebelakang. "Sepertinya mereka sudah tidak sabar, jadi aku percaya padamu Naruto"
Setelah itu Zeoticus memilih untuk mundur dan memanggil istri dan putrinya itu, sedangkan Naruto sendiri nampak bingung tapi tidak mungkin ia menolak apalagi harus Rias yang menerima konsekuensinya jadi sepertinya mulai sekarang ia harus menjadi orang yang layak untuk Rias.
"Apa yang Tousama bicarakan dengan Naruto sampai selama ini?" Tanya Rias menatap tajam pada ayahnya itu.
"Tidak aku hanya menanyakan soal pertandingan tadi dan kemungkinan potensi dirinya untuk menjadi High Class Devil" Bohong Zeoticus tidak mungkin dia membicarakan dengan Rias setidaknya untuk sekarang.
"Apa benar Naruto?" Naruto mengangguk. "Gremory-sama hanya menanyakan tentang apa yang terjadi di tengah Ranting Game tadi"
Setelah itu mereka berbincang ringan tapi lebih didominasi dengan pujian kepada Naruto yang dapat memberikan pelajaran kepada Riser entah dari Fisik maupun Psikis, tapi ditengah pembicaraan Kurama mengatakan sesuatu yang sepertinya terjadi hal serius.
"Setelah ini temui aku Naruto, ada hal penting yang harus aku bicarakan"
Kedengaran serius dan ia mengangguk sembari masih dalam pembicaraan keluarga Gremory. 'Baiklah, sepertinya ada sesuatu yang terjadi ya Kurama'
TBC
Balik lagi dengan Fanfic gaje yang banyak Flamenya... Tapi selalu aku inget kata Namikaze Fansboy kalau Flame itu hanya ibarat satu butir pasir didalam satu kantong beras dan tidak akan merubah fakta bahwa itu tak akan berubah hahahaha...
Mungkin fanfic ini akan kubuat jadi Weekly dan lebih mengembangkan cerita karena takutnya bosen aja kalau lewat sudut pandang Naruto aja... Apalagi untuk Flamer yang otaknya dangkal
