Disclaimer

Sekotengs (c) Lifina

Warning

Contains BL, Dom-sub relationship, DDLB (Daddy Dom Little Boy), punishment, no plot only fluff


Timeline di cerita ini adalah saat Ezra dan Raka sudah koas


Keesokan paginya, Ezra terbangun karena mendengar suara Raka sedang memasak. Ezra pun beranjak dan keluar dari kamar.

"Daddy?" panggil Ezra sambil mengucek matanya.

"Hi, little one. Selamat pagi."

"Selamat pagi, Daddy," balas Ezra sambil berjalan ke meja makan, "Daddy masak apa?" tanya Ezra saat sudah duduk.

"Daddy masak makanan yang kamu suka," jawab Raka sambil menyiapkan makanan di piring.

Raka pun menaruh sepiring spaghetti bolognaise dan juga beberapa sayuran rebus ke hadapan Ezra.

"Wah, spaghetti bolo-bolo," ucap Ezra kegirangan, "thank you so much, Daddy."

"You are very welcome, little one," balas Raka sambil menyelipkan serbet ke onesie Ezra, "oh ya, sebelum makan, kita cuci tangan dulu ya."

Raka pun mengajak Ezra ke tempat cucian piring dan membantunya mencuci tangan. Setelah mengeringkan tangan Ezra, Raka kembali mendudukkan Ezra ke meja makan. Ezra kemudian mulai makan.

"Daddy ga makan?" tanya Ezra.

"Tadi Daddy sudah makan mie."

Ezra pun menganggukkan kepalanya pelan dan kembali makan.


"Fuah, Ezra kenyang," ucap Ezra sambil menepuk perutnya.

Raka pun mengelap mulut Ezra dengan serbet, "sayurannya ga dimakan?"

"Ga mau, Ezra ga suka," jawab Ezra sambil menggeleng.

"Ezra, makan sayurannya," perintah Raka.

Ezra kembali menggelengkan kepalanya.

Raka pun mengambil garpu dan menusukkan brokoli rebus dan mendekatkannya ke mulut Ezra. Ezra kemudian menutup mulutnya dengan tangannya. Tangan kiri Raka berusaha melepaskan tangan Ezra dari mulutnya. Namun ...

Trang!

Ternyata, tangan Ezra menampik sayurannya sampai terjatuh.

"That's it, Ezra!" seru Raka, "kamu harus Daddy hukum," katanya sambil menarik tangan Ezra ke kamar.

Setelah sampai di kamar, Raka membuka onesie Ezra dan menurunkannya sampai paha Ezra. Lalu, Raka menengkurapkan Ezra di lututnya.

"Ezra so sorry, Daddy ...," ucap Ezra dengan lirih.

"I'm so sorry too, little one. Tapi, kamu harus dihukum karena perbuatanmu," kata Raka, "Daddy akan memukul pantatmu 10 kali dan kamu harus hitung. Mengerti?"

"Iya, Ezra mengerti, Daddy."

Raka pun menaikkan tangannya, kemudian memukulkannya ke pantat Ezra.

Plak!

"Aw! Sa-satu ..."

Plak!

"Du-dua ..."

Plak!

"Aw ... sakit, Daddy," ucap Ezra dengan memelas.

"Ezra, lanjutkan hitungnya. Kalau berhenti, harus ulang dari awal."

Ezra menganggukkan kepalanya, "tiga."


Plak!

"Se-sepuluh," ucap Ezra sambil menitikkan air mata.

"Good job, Ezra," ujar Raka sambil mengelus rambut Ezra, "you did a good job."

"T-thank you, Daddy."

"Kamu tunggu dulu, ya. Daddy mau menyiapkan air untuk mandi," kata Raka sambil menggeser tubuh Ezra dan keluar dari kamar.

Kalau dilihat dengan teliti, sebenarnya Ezra sedang tersenyum kecil. Apa ya yang menjadi alasannya? Yah, tentu saja karena Ezra sengaja nakal agar bisa dihukum spanking oleh Raka. Dasar masokis!

Tak lama kemudian, Raka sudah selesai menyiapkan air dan kembali ke kamar. Dia pun menggendong Ezra dan kembali menuju kamar mandi. Lalu, Raka pun mendudukkan Ezra secara perlahan di bathtub. Terlihat Ezra sedikit meringis saat pantatnya menyentuh air. Raka pun melepaskan pakaiannya dan memasuki bathtub. Raka kemudian mengelus pipi Ezra dan mengecup bibirnya.

"Good boy," kata Raka.


Setelah selesai mandi, Raka pun beranjak dari bathtub dan membantu Ezra untuk beranjak dari bathtub. Raka kemudian mengeringkan tubuh Ezra. Untuk sekarang, Raka terlihat berhati-hati saat sedang mengeringkan pantat Ezra agar tidak tertekan terlalu keras. Sebelum membungkus tubuh Ezra dengan handuk, Raka mengoleskan pantat Ezra dengan salep terlebih dahulu. Setelah selesai, Raka mengeringkan tubuhnya dan melingkarkan handuk di pinggangnya. Lalu, dia membantu Ezra menggosok gigi sambil menggosok giginya sendiri. setelah itu, Raka pun menggendong Ezra dan berjalan menuju kamar.

Sesampai mereka di kamar, Raka mendudukkan Ezra di ranjangnya.

"Ezra tunggu, ya. Daddy mau ambil baju," pinta Raka.

"Iya, Daddy."

Sambil menunggu Raka, Ezra seperti biasa menggoyangkan kakinya sambil bersenandung. Raka mengambil kaus oblong bergambar 'manusia besi' dan celana pendek untuk Ezra dan kaus oblong polos dan celana pendek untuk dirinya. Setelah mengambil baju, Raka pun mendekati Ezra dan berjongkok di hadapannya.

"Ezra, ayo berdiri dan pegang bahu Daddy agar tidak jatuh," ucap Raka.

Ezra pun menuruti kata Raka. Lalu Raka mulai memakaikan celana dalam dan celananya. Setelah itu, Ezra kembali duduk.

"Ezra, coba bilang 'hore'," kata Raka.

"Hore!" seru Ezra sambil mengangkat kedua tangannya.

Raka pun memakaikan kaus ke Ezra.

"Ezra tunggu sebentar, ya. Daddy mau pakai baju dulu," ucap Raka sambil menurunkan handuk dari pinggangnya.

Setelah selesai berpakaian, Raka menggenggam tangan Ezra dan mengajaknya ke ruang tengah. Raka pun menyalakan TV-nya.

"Ezra main sendiri dulu ya. Daddy mau membereskan meja makan," ujar Raka.

"Iya, Daddy."

Raka pun berjalan menuju dapur dan membereskan meja makan juga 'kekacauan' yang Ezra buat tadi. Setelah selesai, Raka membuka kulkasnya dan mengambil buah yang ia punya. Raka memotong buah-buah tersebut dan memasukkannya ke juicer. Lalu memasukkan jusnya ke sippy cup milik Ezra. Setelah selesai, Raka membereskan juicer-nya dan kembali ke ruang tengah.

"Ezra, ini jus untukmu," Raka memberikan sippy cup ke Ezra yang sedang bermain L*go sambil memeluk boneka beruangnya.

"Thank you, Daddy," ucap Ezra.

"You're very welcome, my prince."


Sekarang sudah menunjukkan pukul 12 siang. Terlihat Ezra sedang menonton TV karena sudah bosan dengan dengan mainannya.

Pats.

Tiba-tiba Raka mematikan TV-nya.

"Daddy!?"

"Waktunya tidur siang," ucap Raka.

"Tapi, Ezra ga ngantuk," protes Ezra.

"No, semua little boy harus tidur siang, Ezra," kata Raka, "Ezra itu little boy 'kan?"

"Iya, Daddy," jawab Ezra sambil menganggukkan kepalanya.

"Good boy," kata Raka sambil mengusap rambut Ezra sebelum menggendongnya.

Raka pun berjalan menuju kamar. Sesudah masuk kamar, Raka menidurkan Ezra di ranjang. Raka juga tidak lupa memberikan boneka beruang kesayangan Ezra. Kemudian, Raka menutupi tubuh Ezra dengan selimut. Setelah itu, Raka tiduran di sebelah Ezra dan memeluk Ezra sambil mengelus rambutnya.

Ezra pun menutup matanya dan berusaha untuk tidur.


Saat terbangun, Ezra sudah tidak melihat Raka di sebelahnya. Dia pun menyibakkan selimut dan berjalan ke luar kamar. Ezra melihat Raka sedang menonton TV.

Dengan perlahan, Ezra mendekati Raka lewat belakang dan langsung memeluknya.

"Daddy~!"

Raka pun sedikit menoleh ke Ezra, "Hi, my prince. Apa tidurmu nyenyak?" tanyanya sambil mengelus rambut Ezra.

"He-em," Ezra menjawab sambil menganggukkan kepalanya.

"Ezra mau makan?" tanya Raka lagi.

"Iya, Ezra udah laper."

Raka pun mematikan TV-nya dan menggandeng Ezra menuju dapur. Lalu, Raka membantu Ezra mencuci tangan di tempat cucian piring. Setelah itu, mereka baru ke meja makan. Raka membantu Ezra untuk duduk dan memakaikan serbet di dadanya. Kemudian, Raka mengambil sekotak makanan dan menaruhnya di hadapan Ezra.

"Wah! Oka-Oka Bento!" seru Ezra kegirangan, "thank you, Daddy."

"You are very welcome."

Raka pun membuka tutup kotak bentonya. Ezra kemudian langsung memakan coleslaw (salad) terlebih dahulu.

"Hm? Sekarang kamu jadi mau sayuran?" tanya Raka.

"Iya, karena Ezra good boy."

Raka pun terkekeh pelan mendengar perkataan Ezra.

"Daddy ga makan?" tanya Ezra.

"Tadi Daddy sudah makan waktu kamu tidur," jawab Raka.

"Oh," Ezra ber-oh-ria sambil kembali melanjutkan makannya.


"Fuah, kenyang," ucap Ezra setelah dia menghabiskan makanannya, "terima kasih, Daddy, untuk makanannya."

"Sama-sama, sayang," balas Raka sambil membereskan meja makan dan menyeka bibir Ezra menggunakan serbet.

Setelah selesai membereskan meja makan, Raka pun membantu Ezra mencuci tangannya. Setelah itu, mereka menuju ruang tengah. Seperti biasa, Ezra bermain sambil menonton kartun.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 4:30. Ezra terlihat lebih fokus di TV daripada mainannya.

Pats.

Tiba-tiba, Raka mematikan TV-nya.

"Daddy!?" Ezra ingin protes.

"No, no, tidak boleh protes," ucap Raka, "kita nanti 'kan mau pergi."

"Baik, Daddy."

"Ayo, kita mandi dulu sebelum pergi," ajak Raka.

Mereka berdua pun menuju kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi, seperti biasa, Raka membantu Ezra membuka bajunya. Kemudian, mereka berdua mandi bersama.

Selesai mandi, Raka kemudian mengeringkan rambut dan badan Ezra dan tidak lupa mengoleskan salep ke pantat Ezra. Lalu, dia membungkus Ezra dengan handuk. Setelah itu, baru dia mengeringkan rambut dan tubuhnya sendiri dan melingkarkan handuk di pinggangnya.

Seperti biasa, Raka menggendong Ezra ke kamar dan mendudukkan Ezra di ranjangnya. Sementara Raka mengambil baju, Ezra menggoyangkan kakinya dan bersenandung-ria. Raka mengambil scrub biru muda dan dalaman lengan panjang untuk Ezra dan scrub abu-abu untuk dirinya.

"Ezra, coba bilang 'hore'," pinta Raka.

"Hore!" seru Ezra sambil mengangkat kedua tangannya.

Raka kemudian memakaikan dalaman lengan panjang dan atasan scrub ke Ezra. Setelah itu, dia membantu Ezra memakai bawahan scrub.

Setelah selesai membantu Ezra, Raka kemudian memakai scrub miliknya.

"Ayo, kita makan dulu sebelum pergi," ajak Raka.

Mereka berdua pun pergi menuju dapur. Sebelum mencuci tangannya, Raka membantu Ezra mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah membantu Ezra duduk dan menyelipkan serbet di scrub Ezra, Raka memanaskan kuah soto dan mengambil nasi untuk Ezra dan dirinya.


Setelah selesai makan, Raka menyeka bibir Ezra menggunakan serbet dan membereskan meja makan. Setelah itu, Raka membantu Ezra untuk cuci tangan. Setelah selesai, baru lah dia mencuci tangannya.

"Ezra, ayo," ajak Raka sambil menggandeng Ezra.

Ezra pun mengikuti Raka menuju pintu. Sebelum mereka keluar apartemen, Raka terlebih dahulu membantu Ezra menggunakan sandal clogs-nya yang berwarna biru muda. Setelah itu, baru lah Raka memakai sandal clogs-nya yang berwarna abu-abu.

END


BONUS

"Vino! Dean! Waktunya tukeran!" seru Ezra saat baru memasuki IGD.

"Akhirnya ..." ucap Vino dan Dean bersamaan.

"Ezra, kita absen fingerprint dulu, yuk!" ajak Raka.

"Iya, Daddy!"

Hening.

Dean cengo.

Vino syok.

Dr. Erin, yang sedang minum, tersedak.

Mas Baim, yang sedang mencatat, menjatuhkan penanya.

Mbak Asri langsung berhenti memakan gorengannya.

Aki-aki yang lagi batuk-batuk tiba-tiba berhenti batuk.

Pipi Raka memerah, walaupun wajahnya terlihat datar.

'ASTAGA! AKU SALAH NGOMONG!'


Author's Note: makasih banyak ya kalau misalkan kalian masih mau membaca fanfic yang ga berakhalak macem Pipin *eh?*. Maaf buat Kak Lif kalo karakternya OOC parah. Tapi, kayaknya lucu juga ya kalo ngeliat RaZra beneran ada hubungan DDLB wkwkw /plak