Disclaimer: Hanya sebatas karangan yang menggunakan karakter pinjaman. Cerita hanya teruntuk orang dewasa!
Kejadian ini berawal dari kunjungan seorang teman ibuku. Ia seumuran ibu, begitulah ibu memperkenalkannya padaku. Seorang sahabat dekat yang telah terjalin begitu lama dari masa smp.
Namanya Venelana Gremory, ibu dari dua anak yang salah satunya seumuran denganku. Ia menyuruhku memanggilnya tante Lana, tentu dengan nada yang sedikit sensual.
Tante Lana memiliki tubuh yang montok, aku lebih fokus menatap pantatnya dari belakang saat ia dan ibuku memasak berdua di dapur. Biasanya aku sama sekali tidak tahan menunggu ibu memasak, itu hal yang biasa bukan bagi bocah sepertiku?
Oh, aku lupa memperkenalkan diri. Naruto Uzumaki ialah namaku, umur masih duabelas tahun, jadi masih bisa dibilang bocah, namun masa-masa ini aku telah mulai menanjaki masa pubertas.
—Pantat tante Lana lah idamanku!
Sembari menunggu mereka memasak, aku pura-pura mengerjakan pr di dapur. Ketika tante Lana melangkah atau memotong sesuatu, pantatnya bergoyang, tentu titit kecilku mulai membengkak saat berfantasi sendiri.
"Lana-chan, aku mau mengangkat jemuran dulu, tolong lanjutin ya-!" Kebetulan siang itu lagi mendung, ibu pun buru-buru pergi membereskan baju yang masih terjemur di luar, meninggalkan sisanya pada tante Lana.
Sepergian ibu, aku hanya fokus menatap pantat kenyal tersebut, hingga tak menyadari bahwa tante Lana telah menoleh padaku dengan senyuman sensual di bibir.
"~Ara, tampaknya Naru-kun tertarik dengan pantat tante ya!" Aku terlonjak kaget. Mencoba mencari alasan namun kegugupan ku semakin memperparah keadaan.
Tante Lana kemudian menghampiriku, aku yang gugup mencoba pura-pura sibuk menulis sesuatu di kertas, itu hanyalah tindakan spontan dariku.
"Hei, Naru-kun. Mau mencoba memegang pantat tante?" Tante berbisik lirih di telingaku, saat ia berdiri di sisiku dengan memegang sandaran kursi yang aku duduki.
"Jika kau penasaran, tante ijinin kok~!"
—Dan dengan begitu tanganku di letakkan ke pantatnya.
[06-11-2020]
