DisclaimerI do not own Naruto or NARUTO Shippuden
Pagi Telah tiba.
Setelah 2 hari yang sangat kacau di Hutan Kematian,
Akhirnya Naruto, Sakura, dan Sasuke berhasil memasuki tower untuk mengikuti Ujian selanjutnya.
Sasuke dibawa oleh Kakashi sensei untuk menyegel tanda kutukan yang diterima dari Orochimaru dan kemudian Istirahat.
Sakura memutuskan untuk tidur dan istirahat sambil menunggu pagi.
Di ruang sebelah sakura ada ruang tempat Naruto berada, Naruto sangat ingin tidur sebenarnya, Tapi dia belum bisa melakukannya, Satu tangannya menekan area perutnya yang kembali terasa amat perih Semalaman akibat Serangan Orochimaru di Hutan Kematian. Akibatnya dia belum bisa tidur.
Siang Hari pun tiba,
Semua peserta yang lolos babak sebelumnya pun dipanggil untuk mengikuti Eliminasi demi mengurangi peserta di final. Banyak terjadi protes tapi tetap, keputusan sudah bulat.
Naruto pun mengalami dilema saat ini, di Satu Sisi dia ingin menunjukkan dirinya dan menang di eliminasi ini, Tapi disisi lain dia juga cukup terganggu dengan perih diperutnya yang masih cukup mengganggu. berbeda dengan normalnya para Shinobi lain seperti Sasuke, Kakashi, maupun yang lain, yang memiliki perut six spek, keras dan tangguh,
Perut Naruto Justru Sebaliknya. Bahkan perut Naruto bisa dikatakan sama seperti perut Kunoichi yang identik dengan Datar, Empuk nan lembek, dan sangat sensitive akan rasa sakit.
( Skip aja ya pertndingan lain )
Beberapa Pertandingan telah berlalu, Termasuk Sasuke yang menang telak, Sakura yang berimbang dengan Ino.
" Uhuk uhuk, Baiklah... Pertandingan Selanjutnyaa .. ". Ucap jonin bernama Hayate yang menjadi wasit kali ini.
( Hyuuga Hinata vs Uzumaki Naruto )
" Yooosshhaaa, Giliranku ". Naruto berteriak semangat. Kemudian berjalan kearah tangga sembari dengan niat menyapa Hinata yang akan menjadi lawannya.
' jadi lawanku Naruto-kun ', Batin Hinata, Sebenarnya Hinata tidak ingin melawan sesama Shinobi konoha, tapi apa boleh buat. Selain itu dia juga cukup mengagumi Naruto karena sikap semangat dan pantang menyerahnya. Sebagai seorang yang dianggap produk gagal di Klan Hyuuga, Dia melihat Naruto sebagai contoh bagaimana Hinata harus menghaadapi kelakuan yang diterimanya.
' dan jika aku harus mengalahkan Naruto, maka akanku lakukan ', tekat hati Hinata. Masih fokus dengn Pikiranya sendiri dia tidak sadar Naruto sudah ada dibelakangnya.
" Yooo, Hinata... ",
" Ooff ", " Ouch ".
Hinata secara tidak sengaja menyenggol Perut Naruto dengan Sikunya karena kaget,
" Maaf Naruto-kun, aku tidak sengaja melakukannya ", maaf Hinata dengan lembut dan sopan.
" Sudahlah, Ayo kita buktikan kemampuan kita hinata". Ucap Naruto sambil mengelus perutnya yang kembali terasa sedikit perih akibat seggolan siku Hinata tadi.
" Naruto, Hinata Apakah kalian sudah siap? ", Tanya Wasit Hayate.
" Yosh, Ayo, Jangan menahan diri Hinata atau aku akan mengalahkanmu "
' mengalahkanmu Sepertinya akan jauh lebih mudah dari yang kukira Naruto-kun ' batin Hinata. Saat menyenggol perut Naruto, Hinata bisa merasakan sikunya dengan mudah masuk ke Perut Naruto tanpa halangan otot sama sekali. Hinata tau, normalnya perut laki-laki itu keras. Bahkan dia ingat saat memukul perut kiba dan shino di sesi latihan timnya, hinata merasa seperti memukul pohon atau kayu. Berbanding terbalik dengan perut Naruto, bahkan lebih lembek dari perut Kurenai Sensei yang Hinata tau menjadi kelemahan utama senseinya itu.
" Hai, aku siap", Hinata menjawab.
" Baiklah, Pertarungan babak Selanjutnya antara Uzumaki naruto dan hyuuga hinata... HAJIMEE ".
# naruto pov #
' aku harus menyelesaikan ini dengan cepat ',
" KAGE BUNSHIN NO JUTSU "
" Ayo seraangg ... "
# normal pov #
Naruto dan beberapa bunshin spesianya menyerang Hinata secara beesamaan, pukulan, tendangan, sampai lemparan kunai naruto lakukan.
Tetapi, Dibandingkan dengan Hinata, Serangan- serangan Naruto masih ceroboh dan tidak efektif, Hinata bisa dengan mudah menghindar, menangkis, dan mengalahkan bunshin-bunshin Naruto.
Beberapa menit berlalu, Hinata dengan kemampuan berfikir tenangnnya, masih menggunakan strategi bertahan dan mengamati pola serangan Naruto. Akhirnya beberapa saat kemudian Hinata bisa melihat, bahwa ada satu Naruto yang selalu mundur saat Naruto yang lain menghilang.
# Hinata pov #
' aku mulai membaca polamu Naruto-kun ',
' aku akan melumpuhkanmu saat kau melakukan serangan berikutnya '.
" Aku maju lagi Hinataaa, KAGE BUNSHIN JO JUTSU ". Naruto mulai maju lagi.
' poff ', ' poff ', ' poff ', ' poff '.
' SEKARANG, SAATNYA ... '
# Normal pov #
poff ', ' poff ', ' poff ', ' poff'
' Cih, sial aku harus mundur lagi ', Batin Naruto setelah Bunshin- bunshinnya lenyap, tapi belum sempat Naruto mundur,
" AHHAAKKKK ", Naruto batuk mengeluarkan darah dari bibirnya, Dengan tidak berdaya Matanya melihat kearah Tangan Hinata yang sudah masuk cukup dalam di perutnya.
" Uhhekk, Uhhuk Uhhuk ", Naruto tertunduk sambil memegang Perutnya dengan kedua tangan.
# Hinata pov #
' heheh, seperti yang kuduga ', batinku.
" Menyerahlah Naruto-kun, aku tidak ingin menyakiti sesama Warga Konoha " ucapku. Sebenarnya aku cukup kasihan melihat Naruto yang begitu menderita memegangi Perutnya.
Tapi disisi Lain, ada kepuasan dan dan sedikit rasa Candu muncul di diriku.
Perut Naruto yang ternyata sangat lembek dan lemah itu, dan expresi wajahnya itu, aku ingin melakukannya lagi. Tapi aku harus menahan diri.
" Sekali lagi, tolong Menyerahlah Naruto-kun ", ucapku.
# normal pov #
" Uhhuk, A a aku ti tidak akan me menyerah ", balas naruto sambil batuk darah. Perlahan dan sangat kesulitan Naruto kembali mencoba berdiri.
" Aku tahu, itu akan menjadi Jawabanmu ", Hinata kemudian mengambil nafas dan matanya fokus kembali ke arah Perut Naruto.
" Untuk membuatmu menyerah ... "
" Aku akan menghancurkan Perutmu itu Naruto-kun ",
Sudah tidak ada yang bisa Naruto lakukan, rasa sakit yang teramat besar di Perutnya membuat anggota tubuh lain seolah ikut lumpuh.
' srrraakkk ', Hinata merobek baju Naruto yang menutupi bagian perutnya. Sekarang semua bisa melihat perut Naruto yang merah lebam.
(Gambar segel kyuubi pun tidak muncul di perutnya, selain karna efek dari segel Orochimaru, Kyuubi sendiri Ogah membantu Jinchuriki lemah, kyuubi hanya akan memastikan Naruto tidak mati karena dia juga akan mati,Jadi walau Perut Naruto hancur sekalipun selama dia tau Naruto akan selamat, dia tidak peduli. )
' Kratakkk ',
Naruto merasakan tulang punggungnya retak akibat Hinata melemparnya ke Dinding arena terdekat,
' Buggg ', " Ahhhaakkkk ", Belum sempat Naruto terjatuh dari dinding Hinata sudah kembali mendaratkan pukulannya ke dalam perut lembek Naruto. Tapi pukulan Hinata kali ini bukan pukulan juken yang menggunakan telapak tangan, Hinata menggunakan cakra dan memusatkan di kepalan tangannya.
' Buggg ', ' Buggg ', ' Buggg ',
' Buggg ',' Buggg ', ' Buggg ',
' Buggg ', ' Buggg ', ' Buggg ',
Hinata tidak membiarkan Naruto menyentuh lantai, Tangan kanan, kiri, dengkul. Secara begantian menghajar Perut Naruto mencegahnya jatuh,
' aku akan mati disini ', itulah yang ada di benak Naruto saat ini, sekarang dia tidak bisa merasakan apapun kecuali Rasa sakit di perutnya yang terus menerus bertambah seiring jumlah pukulan Hinata. Hilang sudah semua impian dan semangatnya, Naruto tau mayoritas organ di Perutnya sudah hancur lebur saat ini.
Merasa Puas, Akhirnya Hinata memutuskan untuk melakukan serangan terakhir.
Hinata menancapkan kunai-kunainya di Sisi - sisi pakaian Naruto untuk menahannya tetap di dinding, Darah mengalir di seluruh bibir bawah Naruto dan Air mata juga mengalir melalui pipi - pipinya.
Kali ini dengan gerakan Seperti tusukan, Hinata memasukkan kedua tangannya ke Perut Naruto,
Sebelum Hinata melkukan serangan penutupnya, dia melihat ke arah rekan dan temannya, dia sadar kalo apa yang dia lakukan akan mendapat seaksi negatif dari rekan timnya maupun rekan Naruto, tetapi justru sebaliknya, Kurenai sensei senyum kepadanya Kiba dan akamaru seolah telah memprediksi hal ini akan terjadi dan kemudian cuek, kemudian dia melihat kearah Sakura dan ino disampingnya, Dan Hinata dibuat tersenyum dengan expressi Sakura dan Ino yang seolah ingin di posisi Hinata saat ini, yaitu Menghacurkan Perut Naruto.
Kemudian Hinata Memutar Kedua tangannya ke arah berlawanan disini Hinata bisa merasakan kedua tangannya menghancurkan Organ-Organ Perut Naruto sepenuhya.
Sesaat sebelum Naruto memhembuskan Nafas terkhir, Kyuubi memutuskan meregenerasi beberapa organ Naruto dan Akhirnya Naruto selamat, Tapi
tetap tak sadarkan diri,
" PEMENANGNYA HYUUGA HINATA ... ",
Ujian berlanjut sejak saat itu, Hinata dan Neji berhadapan di final dengan Neji menghancurkan perut Hinata walau tak sebrutal Naruto, invasi konoha, sasuke mengalahkan gaara, Sedangkan Naruto, Masih Dirawat di rumah sakit karena Koma lebih dari dua bulan, Akhirnya Godaime Hokage Tsunade menyembuhkan Naruto dan Memerintahkan Kepala Klan Nara menghapus ingatan Naruto tentang apa yang dilakukan Hinata pada Perutnya, demi menghindari Trauma,.
