LOVE IN THE CRUEL WORLD
Cast :
Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Lee Taeyong, Jung Jaehyun, and other.
Summary :
Dunia ini terlalu kejam untuk kisah cinta mereka berdua. Tak terhitung sudah berapa air mata dan rasa sakit yang harus mereka terima demi hidup bersama orang yang dicintai.
'...Bila waktu berlalu akankah kau mengingatku dalam jejak yang samar-samar...' -Baekhyun-
'...Aku rela kehilangan semua yang kini kumiliki asalkan kau kembali padaku seperti dulu...' -Chanyeol-
Let's Check out!
.
.
.
Baekhyun menyandarkan tubuhnya di sebuah kursi usang, sesekali wanita itu meregangkan kedua tangannya yang terasa pegal.
Kedai sangat ramai hari ini, pengunjung hampir tidak berhenti datang dari semenjak pagi tadi hingga hampir tutup membuat Baekhyun hampir tidak dapat beristirahat. Tapi meski begitu Baekhyun bersyukur karena pendapatan kedainya hari ini lebih banyak dibanding kemarin dan dapat digunakannya untuk menutupi sebagian tagihan yang semakin membengkak.
Memikirkan itu membuat Baekhyun sedikit lega, jika seperti ini bebannya akan sedikit berkurang dan Baekhyun tak perlu menahan malu lagi karena rentenir sialan itu tidak akan datang ke kedainya dan membuat kekacauan seperti bulan lalu. Mungkin malam ini dia bisa tidur nyenyak bahkan diatas kursi usang ini jika tidak...
"Eonnie!" suara panggilan menyapa pendengarannya.
Baekhyun membuka kembali matanya yang sempat terpejam untuk menatap seorang gadis yang baru saja memanggilnya. Dia Lee Taeyong yang sudah dianggapnya seperti adik kandungnya sendiri.
"Taeyong-ah? Kau mau kemana?" tanya Baekhyun begitu melihat penampilan Taeyong sekarang. Gadis itu mengenakan dress berwarna putih sepanjang lutut dan merias wajahnya, seperti akan pergi ke suatu tempat.
"Di jam segini?" lanjut Baekhyun setelah melirik jam yang menunjukan jam 10.
Taeyong mengulum senyumnya sebelum mengambil tempat untuk duduk disamping Baekhyun "Aku akan berkencan!" serunya dengan wajah berbinar.
"Pacarmu sudah pulang? Apakah tidak terlalu malam?" Baekhyun memastikan karena seminggu yang lalu Taeyong memberitahunya bahwa pacarnya akan pergi ke Paris untuk perjalanan bisnis bersama keluarganya.
"Iya dia sudah pulang dan akan mengajaku berkencan, tadi siang dia terlalu sibuk jadi baru sempat menemuiku sekarang. Eonnie mengizinkanku pergi kan?"
Sebenarnya Baekhyun ingin sekali mencegah Taeyong untuk pergi tapi dia tak tega untuk merusak binar kebahagiaan di wajah cantik si gadis Lee.
"Baiklah kau boleh pergi tapi cepatlah pulang"
"Yeayy! Terimakasih eonnie!" pekiknya sebelum memeluk Baekhyun selama dua detik sebelum melepasnya.
Gadis itu bangkit dari duduknya dan meraih sepasang sneaker dan memakainya dengan cepat.
"Aku akan segera pulang eonnie" ujarnya dengan senyum yang tak luntur "...dan untukmu eonnie berhentilah meminum itu dan cepat tidur" kata Taeyong lagi sambil melirik cangkir kopi di atas meja yang masih mengepulkan asap tipis.
Baekhyun tertawa lalu mendorong pelan gadis Lee itu hingga pintu depan "Jangan banyak bicara lihatlah" Baekhyun menyingkap gorden dan menunjukan pada Taeyong seorang pemuda yang berdiri bersandar di kap mobilnya. Jung Jaehyun, pacar Taeyong.
Taeyong mengulum senyum sebelum membuka pintu dan berlari kecil menghamiri Jaehyun. Dari balik kaca jendela Baekhyun dapat melihat bahwa keduanya sempat berpelukan sebelum masuk ke dalam mobil.
Tak dipungkiri Baekhyun sangat senang melihatnya. Sejauh ini Baekhyun merasa bahwa Jaehyun mencintai Taeyong dengan tulus, terlihat jelas dari bagaimana pemuda itu menatap dan memperlakukan adiknya. Meski pemuda Jung itu berasal dari keluarga berada tapi dia tetap tidak segan mengunjungi tempat tinggal mereka di daerah pinggiran ini.
"Semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu Taeyong-ah" Baekhyun bergumam sambil memperhatikan mobil yang dikendarai Jaehyun menjauhi rumahnya.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini Baekhyun kembali ke rutinitasnya. Membereskan dan mempersiapkan kedainya sebelum buka.
Baekhyun reflek menghentikan langkahnya saat melihat bahwa pintu depannya sudah terbuka lebar dan dari tempatnya kini berdiri Baekhyun dapat melihat Taeyong yang sedang mengelap salah satu meja.
"Eoh Eonnie!"
"Taeyong? Kau disini? Kapan pulang?"
"Tadi malam, aku meminta Jaehyun mengantarku kesini"
Baekhyun hanya mengangguk dua kali dan tak ambil pusing dengan penjelasan singkat adiknya itu dan memilih untuk memulai pekerjaannya.
.
.
.
.
.
Taeyong berubah dan Baekhyun menyadari betul hal itu. Gadis itu tidak pernah lagi terlihat tersenyum dan sering kali melupakan makanya hingga kini tubuhnya bertambah kurus.
Berkali-kali Baekhyun menanyakan keadaannya atau mungkin masalahnya tapi dengan cepat si gadis Lee akan mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Baekhyun tentu saja tidak mempercayainya, karena tentunya gadis itu menyembunyikan sesuatu darinya.
Baekhyun mencoba mencari tahu dengan menghubungi teman-teman kuliahnya namun tak ada satupun dari mereka yang mengetahui masalah apa yang kini dimiliki Taeyong.
Baekhyun khawatir, tentu saja. Dia berpikir bahwa masalah yang kini dimiliki Taeyong cukup serius hingga gadis itu bahkan tak ingin menceritakannya pada siapapun termasuk dirinya dan Chittapon -teman dekatnya-.
Harapan terakhir Baekhyun tentu saja Jaehyun. Pemuda Jung yang juga kekasih dari Taeyong itu pasti tahu sesuatu tentang perubahan yang terjadi pada Taeyong sejak tiga bulan terakhirnya ini.
Namun harapan terakhir itu sirna saat Baekhyun mendapati bahwa nomor ponsel Jaehyun sudah tidak bisa dihubungi. Dan lagi pemuda itu juga tidak pernah menemui Taeyong sejak saat itu membuat Baekhyun berpikir bahwa mungkin perubahan dari adiknya itu ada hubungannya dengan Jaehyun.
Puncaknya adalah ketika Baekhyun yang saat itu tengah menyiapkan beberapa mangkuk ramen untuk pembeli mendapat panggilan telepon dari Taeyong yang hari ini tidak diizinkannya membantu di kedai karena kondisi kesehatannya yang memburuk.
Tidak ingin membuat Taeyong menunggu, Baekhyun segera mematikan kompor sebelum akhirnya mengangkat panggilannya.
"Yeobose-"
"Eonnie maafkan aku" suara Taeyong terdengar tersendat seperti menahan tangis di seberang sana membuat Baekhyun mencelos. Sesuatu yang buruk pasti terjadi padanya.
"Taeyong-ah kau kenapa?" Baekhyun bertanya dengan panik.
Terdengar suara isakan pilu di seberang sana sebelum suara Taeyong kembali terdengar "...maafkan aku eonnie jika aku belum bisa membuatmu bangga kepadaku" Taeyong menangis lagi disana.
"Taeyong katakan padaku apa yang terjadi?!" Baekhyun berteriak frustasi hingga melupakan pelanggan yang sedang menunggu pesanannya atau lebih buruknya akan pergi dari kedainya. Namun Baekhyun tak peduli, kini dia terlalu mengkhawatirkan Taeyong.
"Taeyong, Lee Taeyong jawab aku?!" teriaknya lagi saat suara tangisan Taeyong terdengar makin kencang.
"...Eonnie jika nanti eonnie bertemu dengan Jaehyun katakan bahwa aku masih mencintainya, sangat mencintainya.." dan setelahnya sambungan terputus.
Baekhyun segera melepas apronnya. Dan berlari keluar dapur. Pikirannya berkecamuk sekarang, bayangan hal-hal buruk tak berhenti berputar di otaknya.
"Baek kau mau kemana?" Yunhyeong -salah satu pegawainya- menghadangnya.
"Aku harus pulang Yun, sesuatu yang buruk sedang terjadi pada Taeyong!"
"Astaga! kalau begitu cepatlah pergi, urusan kedai serahkan saja padaku dan Junhoe"
Baekhyun tersenyum kecil lalu meraih bahu Yunhyeong "Terimakasih Yun aku berhutang padamu" setelah mengatakan itu Baekhyun segera berlari keluar kedai menyisakan Yunhyeong.
"Semoga Taeyong baik-baik saja" gumam gadis bermarga Song itu.
.
.
.
.
.
.
Kamar Taeyong sangat berantakan begitu Baekhyun sampai di rumah. Buku, vas bunga, laptop, dan barang-barang lainnya sudah tergeletak di atas lantai bergabung dengan beberapa lembar foto yang tak lain foto kebersamaan Jaehyun dan Taeyong selain itu ada juga sebuah amplop putih berukuran sedang yang di dalamnya terdapat sebuah undangan.
Undangan pernikahan Jung Jaehyun dengan Park Sooyoung.
Baekhyun mencelos. Kini semuanya menjadi jelas. Mengapa Taeyong berubah belakangan ini adalah karena gadis itu patah hati. Kekasihnya akan menikah dengan gadis lain dan tentu saja hal itu sangat menghancurkannya.
Baekhyun melempar undangan itu ke lantai dan berlanjut mencari Taeyong yang kini tidak ada di kamarnya.
"Taeyong!" Baekhyun mencarinya ke seluruh penjuru rumah, di dapur, ruang tamu bahkan di balkon tapi Taeyong tidak ada. Namun saat Baekhyun melewati kamar mandi yang pintunya tertutup rapat.
"Taeyong kau di dalam?"
Namun tidak ada jawaban selain suara gemercik air dari dalam sana. Baekhyun mencoba membuka pintu itu tapi sayangnya benda kayu itu terkunci rapat.
"Taeyong! Apa yang kau lakukan di dalam sana!" Baekhyun berteriak lagi sambil mencoba membuka pintu.
"TAEYONG! BUKA PINTUNYA!" Baekhyun berteriak lagi kali ini makin kencang namun tetap saja tak ada sahutan apapun dari dalam sana.
Baekhyun bergegas mencari sebuah kapak dan menghancurkan pintu kamar mandi itu dalam beberapa kali tebas. Wanita itu segera berhamburan ke dalam.
Baekhyun membeku, tubuhnya tak dapat bergerak sedikitpun melihat pemandangan di depannya.
Disana air masih mengalir deras dari shower dan keran yang dibiarkan terbuka lalu ada Taeyong yang terkapar di lantai kamar mandi dengan wajah pucat pasi.
Dari tangannya mengalir darah dari luka sayatan di bagian nadinya, darah itu bahkan mengotori baju putih yang dikenakan gadis itu dan juga membuat air yang membasahi lantai kamar mandi itu berubah warna.
Tak jauh dari sana Baekhyun dapat melihat sebilah pisau dapur yang juga berlumuran darah.
Dan detik selanjutnya Baekhyun tak dapat menahan pekikannya "LEE TAEYONG!"
Tidak sedikitpun terbersit dalam benak Baekhyun bahwa dia akan mendapati Taeyong dalam kondisi seburuk ini.
TBC
Hai Reader-nim aku kembali. Aku cuma mau sedikit curhat kalo sebenernya selama masa hiatusku kemarin aku berniat buat berenti nulis. Alesannya? ya aku sedih aja sama berita buruk yang menghampiri EXO di tahun ini terutama Chen dan Chanyeol. Aku memang bukan Exo-L garis keras yang selalu ada bersama mereka tapi aku sayang sama mereka dan sedih saat mereka dapat banyak ujaran kebencian yang dari netijen apalagi Chen. I know dia salah tapi kan dia udah bertanggung jawab dan sejak awal pacarnya juga ga keberatan akan hal itu dan lagi anaknya yang baru lahir juga dikatain anak haram padahal dia ga tau apa-apa, maksudnya gini kenapa dia harus menanggung kebencian karena kesalahan orang tuanya? itu ga adil banget menurutku.
Next, skandal CY yang katanya pernah mengencani 10 perempuan. Itu hoax, jelas banget tapi anehnya banyak sekali kaum netijen terutama dari fandom sebelah (ga akan kusebut) terus memojokan CY. Aku pribadi percaya CY bukan orang kaya gitu dan skandal yang dibuat untuk menjatuhkan CY itu sangat tidak terpuji.
Cukup aku kehilangan Seungri dan Hanbin yang sekarang ini sudah terbukti tidak bersalah meski sebenernya aku masih sedih karena mereka berdua menerima banyak caci maki atas kesalahan yang mereka perbuat.
Mungkin beberapa dari kalian akan anggap aku lebay karena curhatan di atas tapi sumpah deh aku begini karena sayang sama mereka dan respect banget sama mereka.
Dan pada akhirnya aku lebih milih buat kembali nulis cerita baru. Karena file ceritaku yang masih on going udah aku hapus (itu kesalahanku) dan mungkin aku bakalan ngelanjutin cerita" itu nanti. So nikmatin cerita baru ini aja dulu ya soalnya aku pake genre yang aga beda dari cerita" ku sebelumnya.
Semoga kalian suka.
Tetap jaga kesehatan kalian yeorobun. Aku cinta kalian.
See you next time
-Mulberry Time-
