SAKURA

Naruto belongs to Masashi kishimoto

a sasusaku's fanfiction by

Haruno.ren

Warning!

typo bertebaran,gaje,aneh

HAPPY READING

summary: apa jadinya jika Sakura, gadis suram yang selalu di bully bertemu dengan Sasuke si pangeran sekolah?/ repost/bahaya lo main di situ kalau ada setan lewat gimana? /

Chapter 3 : Rumah

What doesn't kill you

Makes you wish you were dead

Got a hole in my soul growing deeper and deeper

And I can't take

One more moment of this silence

The loneliness is haunting me

And the weight of the world's getting harder to hold up

- Drown-

.

.

.

Normal pov

" Sakura, kenapa keluar dari UKS? eh, tunggu.. ada apa denganmu?!" terdengar suara baritone yang tidak asing lagi, ya siapa lagi kalau bukan Sasuke.

Sakura menatapnya tajam, bajingan satu ini benar-benar! batinya.

" hei, ada apa? wajahmu terluka? siapa yang melakukannya?"kata Sasuke sambil berjalan mendekati Sakura, tanganya bergerak dan membelai rambut gulali Sakura.

" Jauhkan tangan kotormu dari rambutku!" teriak Sakura sambil menangkis tangan Sasuke,

" hei ada apa?" tanyanya.

" aku sudah bilang padamu jangan dekat-dekat denganku, aku tidak butuh kau Uchiha?! kau hanya menambah masalahku, kau bilang pada mereka kalau aku adalah pacarmu,hah?! siapa yang memberikanmu hak untuk mengatakan itu, aku membencimu Uchiha Sasuke!" teriak Sakura,wajahnya memerah dia benar-benar melampiaskan kemarahannya kepada Sasuke.

" aku tidak suka di dekati oleh mereka, maka dari itu, aku bilang pada mereka kalau kau adalah pacarku. mungkin suatu hari bisa saja apa yang kukatakan pada mereka akan terwujud,kan?"kata sasuke.

PLAAK!!

tangan Sakura menampar pipi Sasuke dengan sangat keras.

" Aku membencimu Sasuke!! kau egois, apa kau tidak berfikir apa yang akan mereka lakukan setelah mendengar yang kau katakan! kau hanya memikirkan dirimu sendiri, Aku muak denganmu, aku ulangi sekali lagi jangan dekat-dekat denganku, kau membawa masalah untukku" kata Sakura lalu berjalan menjauh dari Sasuke, menuju pintu keluar sekolah.

Sasuke masih terpaku menatap kepergian Sakura.

" kau jahat sekali ya, Sasuke-chan" kata seorang gadis yang baru saja keluar dari UKS.

" hinata, apa yang kau lakukan di UKS, apa kau tadi bersama Sakura?" tanya sasuke.

" ya, aku melihatnya babakbelur di toilet dan membawanya ke UKS untuk mengobati lukanyasekarang aku tau kenapa Sakura-chan bisa babakbelur seperti itu" kata hinata sambil menatap Sasuke.

" karna aku. benar kan?" kata sasuke.

" sepertinya begitu, sasuke-chan kenapa kau jadi jahat begitu sih. Sakura terluka karnamu, dia bukan gadis yang bisa kau mainkan sesukamu, saat aku melihat matanya terdapat penderitaan disana yang Sakura-chan tutupi, walau di luar terlihat kuat tapi sebenarnya dia sangat rapuh. kau harus cepat-cepat meminta maaf padanya sasuke, rasanya, aku juga sakit melihatnya seperti itu, walau aku bukan siapa-siapanya" kata Hinata.

" dia sudah membenciku, bagaimana caranya aku meminta maaf padanya" kata Sasuke.

" aku tidak tau, pokoknya kau harus minta maaf padanya" kata Hinata.

" hn" kata sasuke lalu berjalan menjauhi Hinata.

" kenapa diam saja, mau pulang kapan?" tanya sasuke sambil menengok ke arah Hinata, Hinata langsung berjalan mengikuti Sasuke.

" Tante mikoto masak apa ya hari ini, Sasuke-chan, hari ini aku makan di rumahmu ya, orang tuaku pulang terlambat, dan aku malas masak sendiri" kata Hinata.

" terserah dan berhenti memanggilku dengan tambahan -chan. menjengkelkan" kata Sasuke.

" kau mulai dingin pada teman kecilmu ini ya, lagi pula dulu kau sangat suka ku panggil begitu, kenapa sekarang berubah?" kekeh Hinata .

" berisik" kata Sasuke.

sakura melangkah masuk ke sebuah kedai ramen yang sedang ramai pelanggan.

" maaf aku terlambat" kata sakura.

" Ah Sakura Dari mana saja?! cepat ke belakang, banyak mangkok kotor yang menunggu untuk di bersihkan!" kata seorang pelayan di sana.

" baik" kata sakura, dia berjalan ke tempat cuci piring,memakai celemeknya, menggulung seragamnya dan mulai mencuci mangkok-mangkok kotor.

ya, inilah salah satu pekerjaan part time yang sakura kerjakan, dia bekerja menjadi tukang cuci piring di kedai ramen tak jauh dari rumahnya. salah satu? ya, sakura memiliki 2 pekerjaan part time lain yang dia kerjakan selain mencuci piring di kedai ramen yaitu bekerja di sebuah supermarket dan menjadi badut binatang di sebuah taman bermain. ya, mau tidak mau dia harus mengerjakannya, walau begitu,tetap saja kerja tidak kerja orang tuanya tetap akan memukulinya.

jam dinding menunjukkan pukul 5 sore, saat nya kedai tutup. sakura mencuci tangannya yang penuh dengan sabun.

" sakura,sudah selesai?" tanya seorang wanita.

" ya!" kata sakura sambil melepas celemeknya.

" terimakasih atas kerja kerasnya, ini gajimu untuk bulan ini, aku juga memberikan bonus untukmu karna sudah bekerja keras" katanya sambil memberi sakura sebuah amplop putih.

" terima kasih, Sizune-san saya pulang dulu" kata Sakura.

" ya, hati-hati di jalan, besok tolong jangan telat lagi ya" kata Sizune.

" baik" kata Sakura sambil menyaut tasnya dan berjalan keluar kedai. dia membuka amplop yang di berikan Sizune. terdapat 400 ribu di dalamnya. Sakura mengambil setengahnya dan menaruhnya di dalam kaos kakinya. lalu berjalan pulang ke 'rumah'nya.

"tadaima" kata sakura sambil melepas sepatunya dan masuk ke rumahnya.

" hei, mana uang mu, hari ini gajian bukan?" tanya seorang pria tua yang berdiri di depanya. sakura langsung memberikan amplop putih yang ada di tangannya.

" hanya segini! apa kau mengambil uangnya?!" kata pria itu.

" tidak, aku tidak mengambilnya. jika kau ingin uang yang lebih banyak seharusnya kau bekerja " kata sakura.

" beraninya kau!" kata pria itu sambil menampar Sakura.

" kau harus bekerja lagi, jadilah anak baik hasilkan uang yang banyak untuk orang tuamu ini" kata pria itu.

" kau tau, aku sudah tidak punya orang tua, mereka sudah mati, kau sudah mati, kau hanya seorang pria brengsek yang tinggal di rumahku dengan seorang wanita jalang!" kata Sakura.

"kurang ajar kau sakura!" kata pria itu sambil menghantamkan tubuh Sakura ke dinding lalu menendang sakura yang sudah terkapar di lantai.

" hinami! ayo pergi, aku sudah dapat uangnya, ayo ke bar lagi" teriak pria itu, seorang wanita keluar dari kamar dan menghampiri pria itu. lalu mereka melangkah keluar rumah dan menghilang.

Sakura bangkit, berjalan menuju kamarnya yang ada di atas. memegangi perutnya yang tadi ditendang, hampir setiap bulan dia di perlakukan seperti itu, sampai ia terbiasa dengan rasa sakit yang ia rasakan. sesampai kamar, ia mengunci pintunya. mengganti bajunya dan mengambil uang yang ada di kaos kakinya dan menaruhnya di dalam tas. membaringkan tubuhnya diatas kasur,memejamkan matanya dan mulai jatuh tertidur.

sudah lama aku tidak merasa bahagia, apa aku akan seperti ini selama hidupku?

-tbc-

A/N:

jangan lupa reviewnyaa ren-chan tunggu

arigatou