SAKURA

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

A Sasusaku's fanfiction by

Warning!

Typo bertebaran,gaje,aneh, kadang gak baku

HAPPY READING

summary: apa jadinya jika Sakura, gadis suram yang selalu di bully bertemu dengan Sasuke si pangeran sekolah?/ repost/bahaya lo main di situ kalau ada setan lewat gimana? /

Chapter 4: Kau tak sendiri!

'Cause You Know That I Can't Do This On My Own

-DROWN-

SAKURA POV

"sakura, maaf, ibu tidak bisa menemanimu sampai kau dewasa. Jadi, dengarkan ibu, jadilah gadis yang kuat, jangan bergantung pada orang lain,carilah teman yang bisa menerimamu apa adanya, ingat,kau tidak sendirian, ibu yakin banyak orang yang ada untukmu dan mereka akan membuatmu bahagia walau tak ada ibu di sisimu, jadi jangan sedih, sakura!" kata ibu, sambil mengelus kepalaku dengan tangan penuh lukanya

Hah..hah.. hah..

Aku terbangun dari tidurku, mimpi itu lagi kataku. Kepalaku terasa pusing ,tubuhku berkeringat dan jantungku berdetak kencang. Hampir setiap hari aku memimpikannya, memimpikan saat-saat terakhir ibuku. Aku bangun dan menyenderkan tubuhku ke dinding. Kau salah ibu, tanpamu aku sendirian kataku dalam hati sambil melirikkan mataku ke arah jam yang ada di atas meja yang menunjukkan jam 04.30, ku usap wajahku dan baru sadar kalau plester yang di tempelkan Hinata belum ku lepas, " sepertinya kita akan berteman baik mulai dari sekarang" aku jadi teringat kata-kata Hinata saat itu. apa dia bisa ku percaya sebagai seorang teman? Kataku dalam hati lalu menyopot plester itu, melemparnya ke tong sampah dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.

Setelah mandi, aku memakai seragamku, memakai Jaketku, dan mengikat rambutku yang sudah sedikit kusut karna jarang ku sisir, ku tatap wajahku di cermin, masih ada luka memar di wajahku. Ku ambil masker berwarna putih lalu memakainya di wajahku. Setelah selesai berpakaian, aku berjalan menuju meja belajarku, aku memasukkan buku-bukuku kedalam tas, lalu berjalan keluar kamar.

Aku berjalan cepat menuju rak sepatu, cepat-cepat memakai sepatuku dan melangkah ke luar rumah menuju sebuah supermarket dekat rumah, aku membeli sebuah roti dan botol air mineral, aku tidak mau makan di kantin, mungkin aku akan bertemu dia lagi.

aku mulai berjalan lagi menuju sekolah, sambil memikirkan apa yang akan terjadi lagi denganku, dan aku yakin itu akan menjadi salah satu hal yang menyakitkan. Saat aku berjalan di koridor sekolah, beberapa anak menatapku dengan tatapan sinis, yah, aku sudah biasa dengan itu, beberapa ada yang membicarakan hal buruk tentangku dengan suara yang keras, bahkan aku sendiri bisa mendengarnya.

" itu dia si aneh!" terdengar suara Karin, dia bersandar di tembok tak jauh dariku bersama beberapa temannya. Dia lagi , kenapa pagi-pagi sudah bertemu dengannya sih, aku memang sedang tidak beruntung hari ini kataku dalam hati.

" hei, masih berani masuk sekolah, hah?!" katanya sambil berjalan mendekatiku Bersama teman-temannya.

" untuk apa aku takut masuk sekolah" kataku sambil menatapnya.

" ohh, masih kurang ajar ya, yang kemarin apa belum cukup hah?! Masih mau lagi?" katanya padaku sambil mengangkat tangannya, siap menamparku.

" untuk apa aku jaga sikapku padamu. Kau bukan siapa-siapa" kataku sambil menahan tangannya, saat tangannya maju hendak menamparku, lalu berjalan cepat meninggalkannya.

" awas saja kau!"teriaknya.

Aku melewati hari-hariku di sekolah, seperti biasanya. Duduk di pojok kelas, tidak ada yang menyapa atau mendekatiku, aku benar-benar sendiri. Mereka selalu begiytu, menganggapku seperti angin, aku memang tidak berharga, dan aku sudah terbiasa seperti ini.

" baik, pelajaran kita sampai di sini dulu, selamat siap hati-hati di jalan" kata guru sambil berjalan keluar

Aku membereskan buku-buku ku, lalu berjalan keluar kelas. hari ini aku ijin kerja saja lah, aku ingin bertemu ibu kataku dalam hati.

" hei, urusan kita belum selesai!" terdengar suara Karin dari kejauhan Bersama dengan teman-temannya. Sudah waktunya menghajarku, rupanya kataku dalam hati.

" urusan yang mana? Aku tidak punya urusan dengan kalian" kataku, sambil berjalan pergi.

GRAB…

" sudah karin bilang, urusan kita belum selesai!" kata Ino sambil menarik tanganku, menggenggamnya dengan erat lalu menyeretku. Sial! Kataku dalam hati.

Mereka membawaku ke taman belakang sekolah lalu mendorongku ke tembok seperti biasa.

" apa?" kataku

" he, 'apa' katamu, kau.. bagaimana kau bisa dekat dengan Hinata,hah?" kata Krin.

" kemarin Sasuke, sekarang Hinata, tujuanmu orang-orang kaya yang terkenal di sekolah ya sekarang? Kau menjijikkan!" kata Ino sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

" apa maksudmu?" tanyaku.

"tadi, Hinata datang menemui kami, dia mengancam kami untuk tidak menggaggu ' teman'nya ini lagi, cih, aku muak dengan jalang sepertimu!" kata Shion. Hinata, melakukan itu untukku? Kataku dalam hati

PLAAKK…

Satu tamparan mendarat di pipiku, ahh sakit sekali…luka yang kemarin belum sembuh, dia sudah menamparku lagi. Kataku dalam hati.

" orang yang menjijikkan sepertimu lebih baik mati saja!" teriak Karin sambil menendang perutku, tepat di tempat ayahku menendangku. Aku terjatuh, bagian tubuhku terasa nyeri. Teman-temannya tak tinggal diam, mereka ikut menendang dan menginjak-injak tubuhku. Sakit…sakit…sakit…sakit… aku tak tahan lagi kata ku dalam hati.

" selamat tinggal Jalang!" kata Karin sambil menginjak kepalaku, wajahku terasa perih, sekujur tubuhku terasa nyeri, mataku rasanya tidak bisa membuka. Apa aku akan mati disini? Kataku dalam hati.

" HEI, APA YANG KALIAN LAKUKAN!" terdengar teriakan seorang pria.

" sa-sasuke-kun ehh, Hinata juga" kata Karin sambil menurunkan kakinya dari kepalaku. Sasuke? Hinata? Kataku dalam hati.

" sakura-chan, kau tidak apa-apa?" terdengar suara Hinata di dekatku, aku membuka mataku perlahan, aku menatap wajahnya dia tampak khawatir, di tak jauh di sampingnya terdapat Sasuke yang sedang menatap Karin, Shion, dan Ino yang terlihat ketakutan.

" aku tanya sekali lagi, apa yang kalian lakukan?" kata Sasuke.

" aku hanya, memberi pelajaran padanya" kata Karin sambil menunjukku.

" pelajaran apa, hah?!" kata Sasuke. Karin diam membatu, mereka tidak berani menjawab sasuke.

" kenapa? Kalian bisu ya? Awas saja jika kalian melakukan ini lagi pada Sakura. Aku akan adukan hal ini pada Kepala Sekolah, Mengerti?" kata Sasuke.

" cih, menyebalkan!" kata Karin, lalu berjalan menjauh.

" kau tidak apa-apa Sakura?" tanya Sasuke.

" aku baik-baik saja" kataku sambil mendudukkan diriku lalu melepas maskerku yang masih terpasang sedari tadi.

" kau mimisan Sakura-chan, wajahmu juga terluka, kita harus mengobati lukamu, ini ambil sapu taganku" kata Hinata sambil memberikan Saputangan bergambar bunga lavender kepadaku, aku mengambil saputangan itu, lalu menempelkannya di hidungku.

" mereka itu, keterlaluan sekali ya" kata Sasuke.

" kenapa kalian sangat baik pada sampah sepertiku" kataku, air mataku menetes.

" ehh, Sakura-chan bukan sampah" kata Hinata.

"aku Sampah, aku hanya orang miskin, aku anak piatu yang memiliki ayah yang-"

" itu orang tuamu, bukan dirimu, kau bukan sampah. Dan jika ada orang yang merendahkanmu, kau harus melawannya" kata Sasuke.

" aku tak bisa" kataku.

" kenapa?" tanya Hinata.

" aku hanya orang yang lemah, aku hanya bersikap kuat saja, tapi aku tidak bisa menanganinya, aku memang tidak berguna! Aku selalu sendiri, lebih baik aku mati!" kataku, air mataku mengalir deras di pipiku yang penuh luka.

" jangan bilang seperti itu, ada kami kok, kami akan selalu membantumu walau kau tidak memintanya, kau tidak sendirian. Kau teman kami!" Kata Hinata sambil tersenyum padaku.

" benar, aku akan selalu melindungimu, jadi tenang saja" kata Sasuke.

Teman? Kataku dalam hati.

" terima kasih" kataku, tangis ku semakin meledak.

" sama-sama sakura-chan" kata Hinata.

Yah, mungkin aku memang butuuh seorang teman

Tiba-tiba, rasa nyeri menyeruak di perutku naik ke tenggorokanku, rasanya muall….

HOEKK….

Aku memuntahkan banyak darah.. rasanya sakit sekali.

" Sakura-chan!" kata Hinata panik.

Penglihatanku mulai mengabur, setelah itu yang kulihat hanya kegelapan.

-TBC-

a/n;

haiiiii minnaaaaaaaa I'm back…..

kenapa ren-chan repost fict ini? ya, soalnya ada salah satu kakak kesayangan ren-chan ( kak sava) yang ngasih pencerahan ke ren-chan makasih kak….

Yah mungkin ren-chan bakal jarang banget up fict ini, gomennee….TvT soalnya masih ada 2 fict yang harus di lanjut yaitu Akhir Senja sm Senpai I Love You (after story)….

Oh ya, jangan lupa follow ig ren-chan Nasywa_puput…. Add juga line ren-chan yaa… id nya

Sekian dari Ren-chan… kurang lebihnya mohon maaf…

REVIEWNYA JANGAN LUPA YAAA… REN-CHAN TUNGGU!

arigatou