Misunderstand by Nakashima Asuka 1704

BoBoiBoy milik Animonsta Studios/Monsta. Tidak ada pengambilan keuntungan atas pembuatan fanfiksi ini.

Pair: Halilintar x Yaya

Warning: Drabble, Marriage life!AU, maybe OOC, no super power, bahasa tidak baku, dll.

.

.

.

Mentari pagi mulai menyinari bumi, memancarkan kehangatannya. Kicauan burung-burung mewarnai cakrawala.

Halilintar berjongkok di depan pintu utama ruang tamu, dengan tenang mengikat tali sepatunya. Ia bersiap untuk berangkat kerja. Sementara istrinya, Yaya, berdiri di belakangnya.

"Semua sudah beres, 'kan? Ada yang ketinggalan?" tanya Yaya.

"Kurasa nggak ada," sahut Halilintar dengan jemari merapikan sepatunya.

"Oh ya, hari ini aku pulang lebih cepat."

Sang suami bangkit dan mengambil tasnya.

"Hmm, okelah kalo begitu." jawab Yaya seraya mengangguk.

Tanpa sengaja, iris cokelat madunya menangkap sesuatu di atas meja ruang tamu. Bibir Yaya mengukir senyum tertahan.

Apanya yang 'nggak ada'? Barang sepenting ini aja belum dimasukkin ke kantong. Dasar pelupa, batin Yaya.

Perempuan itu segera mengambil benda tersebut dan menyembunyikannya di balik punggung.

"Hmm, kayaknya ada sesuatu yang ketinggalan deh, Lin." ujar Yaya dengan senyum penuh makna.

Halilintar memiringkan kepalanya sedikit. Manik merahnya memancarkan sinar kebingungan.

"Emangnya ada?"

Yaya mengangguk.

"Ini penting banget, Lin. Masa' lupa, sih?" lanjut wanita itu, meyakinkan suaminya.

Hening sejenak.

Yaya mengembuskan napas. "Ya udahlah—"

Cup.

Gerutuan Yaya terpotong ketika tiba-tiba saja sebuah bibir lembut menyentuh bibirnya yang berpulas lipbalm. Hanya beberapa detik, karena Halilintar sudah menjauhkan wajahnya.

Yaya kehabisan kata-kata. Pipinya memanas, sementara ia dapat mendengarkan irama jantungnya yang bertalu-talu.

Halilintar sendiri tidak menyangka ia akan bertindak impulsif. Pandangan teralihkan dengan wajah yang memerah sampai ke telinga.

Sang istri bergumam memecah keheningan, "Maksudku ini, sih," Ia membuka kedua tangannya yang menyembunyikan sesuatu dari belakang punggungnya.

"Kunci motor. Tapi ... makasih, Sayang."

Yaya tersenyum bahagia dengan hati yang berbunga-bunga. Suaminya mengambil kunci motor yang dimaksud dengan pandangan mengerti. Ngomong-ngomong, wajah keduanya masih didominasi rona merah.

"Kalo begitu ... aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Halilintar beranjak keluar dari pintu utama setelah Yaya mencium tangannya.

.

.

.

FIN.

A/N:

Halo, Asuka di sini~ Apa kabar? Semoga pembaca sehat selalu. uwu

Drabble ini adalah fic pertamaku yang menggunakan marriage life!AU dengan OTP kesayanganku di fandom ini. Semoga drabble ini dapat memuaskan pembaca yang juga membutuhkan asupan HaliYa, ya.

Terakhir, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membaca. Silakan tinggalkan review bila ada kritik, saran, atau tanggapan terhadap fic ini~

Nakashima Asuka 1704

19 November 2020