"Ayah pu—"

Bruk!

"Yayahh!"

Gumpalan daging menggemaskan yang berpiyama keroppi itu memeluk kakinya dengan erat.

"Aduh aduh. Anak Ayah yan paling ganteng~" digendong nya gumpalan menggemaskan itu ke lengan sembari membubuhi kecupan kupu yang membuat si kecil terkekeh senang.

"Yayahh!"

"Hehehehe. Anak ayah udah wangi~ gak bau acem..." perut tummy si kecil diusak gemas oleh pria itu, membuat pekikan senang makin bertambah.

"Selamat dateng kakak. Makasih atas kerja kerasnya ya..." sosok menggemaskan yang lain datang, mengambil alih tas kerja yang masih ditenteng oleh tangan kiri pria itu. Tak lupa membubuhi kecupan kupu di pipi kanannya.

"Terimakasih kembali sayanggg." kecupan dahi dan pipi diberikan oleh pria itu. Membuat Jungkook tersenyum kecil akibat perlakuan manis dari suami tampannya.

"Mau apa mandi dulu?"

"Makan dululah."

"Oke. Tunggu depan tv ya."

"Iya yang."

Usai mengunci pintu, Taehyung membawa anak semata wayangnya kedepan tv.

Crayon dan kertas gambar berserakan diatas karpet itu. Sudah dipastikan jika pelakunya adalah si balita menggemaskan ini.

"Yayahh. Liat!" si gembul yang sudah diturunkan dari gendongan sang ayah secara aktif berjalan mengambil buku gambar untuk diserahkan pada pria itu.

"Jihoon, gamball."

"Wahh bagus banget. Pinter sekali sih anak ayah. Sini kasih cium dulu~"

Kecupan kembali diberi, lagi-lagi membuat si kecil terkekeh senang.

"Kak... Jangan sering buat Jihoon ketawa, nanti tengah malem ngigo sambil nangis." Jungkook datang dengan membawa dua piring yang isiannya berbeda. Botol tupperware abu tanggung terapit diantara ketiak dan lengannya.

"Hoonie mau mam pudding nak?"

"Mauuu!"

"Suapi Yayah tapi ya?"

"Huum."

"Crayon sama buku gambarnya dibereskan dulu, nanti baru boleh mam pudding."

Jihoon langsung bangun dari acara rebahannya. Merapikan sedikit baju dan tatanan rambutnya, Kemudian menuruti petuah sang mama. Usai melaksanakan perintah, balita itupun duduk bersila membelakangi Yayahnya. Mata bundar miliknya terfokus pada acara talk show yang sedang berlangsung. Di jam seperti ini, memang jarang ada serial kartun.

Taehyung mengambil puding dari tangan si manis. Lantas memotong puding kotak itu menjadi kecil-kecil untuk disuapkan pada mulut mini milik balitanya.

Disisi lain, Jungkook meletakkan tupperware tanggung yang berisi air putih itu tak jauh dari jangkauannya, lantas menyuapi Taehyung dengan sepiring nasi beserta lauk pauknya.

"Tadi Aku jenguk kak Jimin." awal Jungkook memulai perbincangan hangat diantara keduanya.

"Terus?"

"Kayanya dia lagi marahan sama kak Yoongi."

"Loh kok gitu."

"Gak tau. Tadi kan kutanya, 'kak Yoongi mana?' terus malah dijawab 'Yoongi asu'."

Taehyung terkekeh lucu saat mendengarnya, dalam otak si tampan, sudah dapat menebak seperti apa raut muka sohibnya itu. Yang pasti penuh dengan kekesalan.

"Mereka itu ribut terus. Dikit-dikit marahan. Tapi kalo udah ketemu face to face marahnya ilang. Balik romantis lagi

Pasangan unik emang."

"Kamu gaada tanya ke kak Yoongi, ada masalah apa gitu?"

"Gak ah. Urusan rumah tangga orang. Gak mau ikut campur. Tau sendiri kan, Kak Yoongi gak suka rumah tangganya di kepoin." Taehyung mengangguk saja, tangannya dengan aktif menyuapkan potongan pudding ke mulut kecil balitanya.

Cerita kemudian berlanjut dengan topik yang berbeda, "Tadi aku ada bilang samaa karyawanku." kini Taehyung yang mengawali perbincangan, seusai menyuapkan pudding ke mulut kecil Jihoon.

"Bilang apa?"

"Soal kita."

Jungkook memproses sebentar, lantas mengangguk pelan, kemudian melanjutkan suapannya untuk Tehyung. "Terus?"

"Kayanya mereka mulai jadi fans kamu deh."

"Kok gitu?"

"Ya kagum aja sama kamu."

"Apa yang dikagumi coba?"

"Banyak lah, salah satunya sikap kamu."

"Dih."

"Serius ih."

"Yaaa." keacuhan Jungkook membuat senyum hangat itu terbit. Merasa gemas dengan respon sang istri yang terlihat biasa saja, malah terkesan tak tertarik. Tak ada rona di pipi karena malu akibat diidolakan.

"Tadi ngapain aja?"

"Gak ngapa-ngapain. Habis bersih-bersih, Aku ngajakin Jihoon main ke taman kota sama belajar gambar. Gitu aja." cerita berlanjut mengenai keseharian mereka, ada kendala apa saja yang di hadapi dan sebagainya. Hingga tanpa terasa nasi dan pudding yang dibawakan Jungkook habis tanpa sisa.

"Siniin piringnyanya. Hoonie mau susu? Mama buatin ya kalo mau."

"Mauu!" punggung si kecil disandarkan pada dada sang ayah. Jihoon terlihat bermanja dengan Taehyung tanpa perduli bau keringat dan parfum mint yang bercampur menjadi satu.

Disisi lain, Taehyung mengecupi pipi gemuk anak semata wayangnya, sesekali menggigit kecil saking gemasnya. Jihoon tak keberatan. Ia diam saja dengan mata yang terfokus pada acara tv didepan sana. "Hoonie wangiiiii. Yayah suka." katanya tanpa memberhentikan kecupan-kecupannya.

"Kak.. Mandi dulu sana, aku mau ngeloni Jihoon dulu." Jihoon yang mendengar suara si mama refleks menoleh. Menatap senang botol susu yang berada di genggaman Jungkook.

"Sini sayang."

Tanpa pikir dua kali, ia angkat tubuh gempalnya untuk mendatangai sang ibu. Menjulurkan dua tangan dengan maksud minta gendongan.

"Cucuuu." pekiknya senang ketika mendapatkan apa yang Ia mau.

"Bobok ya. Jihoonie udah ngantuk kan?"

"Hmmm. Honnie mau bobok!" Kecupan sayang mendarat tepat di dadi si kecil. Jungkook melangkahkan kaki menuju kekamar. "Kak, minta tolong matiin lampunya ya." ujarnya terkahir kali sebelum benar-benar pergi dari ruang keluarga itu.

.

.

.

Tangan si kecil memainkan jari jemari sang mama. Botol susu kosong tak ada isi. Matanya sayup-sayup mulai menutup. Dalam 5 detik setelahnya balita itupun tidur pulas mengarungi pulau mimpi.

Senyuman kecil Jungkook terbit, merasa gemas dengan ekspresi polos balitanya. Dikecup pelan pipi gempal itu, kemudian diletakannya botol kosong yang tadi menjadi wadah susu si balita.

"Jihoon udah bobok?" Taehyung datang setelah membersihkan diri. Celana tidur berbahan satin warna biru dikenakannya. Dada bidang, bisep, torso, dan perut kencang diumbar secara terbuka.

"Udah."

Ayah satu balita itu mengusak rambut arang miliknya yang terlihat sedikit panjang. "Besok sebelum berangkat, potong rambut aku bentar ya. Udah agak panjangan ini." pimta Taehyung sembari merebahkan diri disamping Jungkook.

"Oke." jawab si manis usai memblokade titik-titik yang memungkinkan balitanya untuk jatuh menggunakan guling dan bantal.

"Sini peluk." Jungkook menurut saja. Masuk kedalam pelukan hangat Taehyung tanpa space. Aroma mint dari sabun merasuk dalam penciumannya, membuat pikiran sekaligus hatinya tenang.

"Besok aku ada meeting. Doakan lancar ya."

"Iya, semangat sayangnya akuu. Hehehe."

Taehyung terkekeh gemas sembari mengecupi sayang pipi gemuk si manis.

"Mau dibuatin bekal?"

"Boleh."

"Masakan apa?"

"Hmmm. Terserah sih, apa aja boleh."

"Oke."

Taehyung mengecup ubun-ubun Jungkook, pelukannya mengerat. Rasa letih yang sempat mendera tubuh tan miliknya perlahan menguap. Jungkook memang healing terbaik untuk menghilangkan rasa letihnya.

Malam kian larut. Pengantin yang sudah menikah 3 tahun lalu itupun perlahan terlelap, mencharge sejenak tubuh dan pikiran guna menghadapi hari esok lagi.