Ingat ini FemMadara Ea :v
Red Moon RE
Chapter 2
500 tahun kemudian
"Dunia yang sangat aneh, aku bisa melihat begitu banyak orang memutuskan untuk menjadikannya tempat ini rumah mereka." Dia merenung pada dirinya sendiri, berjalan menyusuri hutan. Sambil memegang daun yang jatuh dari atas dengan tangan kirinya.
'Sudah berapa lama Kaguya-Hime? Sudah 500 tahun sejak kau dan aku berdiri berhadapan, aku bertaruh. aku telah berjalan di planet ini sepanjang waktu, berharap mungkin suatu gagasanakan mengubahku ".
"Jujur saja, itu tidak lebih dari kepalsuan yang aku katakan pada diriku sendiri, aku telah menghancurkan dunia Shinobi, dan tidak ada yang bisa aku lakukan untuk memperbaikinya lagi, maafkan aku Hashirama-kun tapi sepertinya cita-cita kita gagal'.
Menghela nafas panjang, wanita cantik itu Melanjutkan berjalan menyusuri hutan, Madara kembali diam, menerima suara-suara alam memenuhi telinganya sementara dia berpikir,
'Aku melewati sekitar duapuluh tujuh dimensi ketika pertama kali menggunakan Amenominaka, namun ini adalah satu-satunya yang memiliki kehidupan. Dan aku tidak bisa kembali kedunia Shinobi, sesuatu menghalangiku untuk menuju dimensi itu , sepertinya Kaguya-Hime yang melakuakanya. Hah...Mungkin aku harus mencoba mencari yang lain lagi? Aku sudah melakukan perjalanan melalui beberapa benua dari planet ini selama tiga kali sekarang. '
Sambil mempertimbangkan lagi untuk kembali ke dimensi lain lagi, sebuah jeritan menarik perhatiannya. Keingintahuan membuat dia berjalan menuju sumber suara tersebut, Dia segera menemukan sumber suara itu terlihat gadis kecil dengan rambut hitam dengan telinga dan ekor kucing (?).
Anak itu terlihat tidak lebih dari lima tahun, gemetar ketakutan sambil membawa gerobak merah kecil. Madara melirik ke kanannya, melihat penyebab terornya.
Sesosok Monotaur dengan kapak besar di tanganya menyeringai dan berjalan ke arah gadis itu, siap untuk melakukan hal yang buruk. Baik gadis kecil maupun Minotaur itu belum melihat Madara, yang berdiri diam saat semua itu sedang berlangsung,
"anak bodoh, bahkan Yokai semuda dia tahu kalau mahkluk menjijikan itu menghuni hutan ini." Dia berpikir, setelah belajar banyak tentang mahkluk supranatural selama dia menelusuri dunia ini.
Mata lavender dibuka, Wanita itu melihat sekeliling untuk melihat apakah ada orang dewasa di sekitarnya, "Hm? Seorang anak dalam pelarian, mungkin?"
"Tolong" Dia berteriak, Mahkluk itu sekarang dalam jarak yang sangat dekat. Gadis kecil itu melepaskan pegangan dan bergerak untuk melindungi sesuatu di dalam gerobak.
Mata Madara melebar begitu dia melihat itu ada anak lain, bahkan lebih muda, yang entah bagaimana tertidur lelap dengan polosnya. "Aku bersumpah untuk tidak pernah ikut campur dengan urusan dunia lagi." Madara mengingatkan pada dirinya sendiri.
Dunianya sendiri benar-benar hancur akibat campur tanganya dan yang terburuk, dunianya sekarang dikuasai oleh Kaguya, dia bisa ada di dunia ini juga karna Jutsu terakhir Kaguya.
Yang mengejutkan Madara, tangan kirinya terangkat dan menembakkan batang chakra hitam seperti panah, menusuk tengkorak Minotaur dan membunuhnya dalam sekejap. Mahkluk itu merosot ke tanah tidak ada teriakan tidak ada darah, dan memudar menjadi kehampaan.
Madara berkedip kebingungan, memandangi telapak tangan dengan rasa ingin tahu, 'Tubuhku bergerak sendiri, betapa anehnya.' Sambil melirik ke belakang, dia melihat gadis Yokai kecil itu sedang melihat tempat di mana mayat Minotaur beberapa saat yang lalu, 'Menyelamatkan dua gadis kecil, apa yang akan dikatakan Hashirama-kun jika dia melihatku sekarang? ' batinnya sambil tersenyum. Madara menggelengkan kepalanya, memilih untuk pergi dan melanjutkan perjalanannya melewati hutan.
Satu langkah yang bisa diambil Madara sebelum dia merasakan sentuhan kecil membalut bagian pinggangnya, memandang ke bawah untuk melihat dua lengan diikatkan di pinggangnya. Melirik ke belakang dia melihat apa yang dia harapkan, gadis keci itu sekarang memeluknya.
"Terima kasih." Dia berbisik, mengencangkan cengkeramannya di pinggang Madara.
Dia mengerutkan keningnya dengan lembut, bola Gudou Damanya yang selalu melayang di belakangnya bergerak sedikit ke atas untuk memastikan dia tidak sengaja menyentuh salah satu dari mereka.
Tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan yang seperti ini, Madara dengan jelas tidak tau harus melakukan apa, "Sama-sama, Sekarang lepaskan aku, aku yakin kamu punya saudara perempuan yang harus diurus." Dia memberitahunya, berusaha selembut mungkin dengan suaranya. Namun, ini memiliki efek sebaliknya gadis itu mengencangkan cengkeramannya.
"B-bisakah NeeChan, membawa kami pulang?" Dia bertanya dengan pelan, "Aku ... aku membuat kita tersesat. Aku tidak tahu aku di mana."
'Apa aku terlihat seperti pengasuh anak?' Madara berpikir dengan kesal, Ketika gadis itu menatapnya dengan air mata berlinang, " Hah...aku sudah ikut campur dengan dunia ini, Kenapa berhenti sekarang?" Dia memutuskan, mengangguk, "baiklah, ambil saudaramu" Dia setuju, senyum puas muncul di wajah gadis itu, kemudian melepaskan Madara dan berlari kembali ke gerobak kecilnya.
"Ini yang akan kamu lakukan, bukankah begitu Hashirama-kun?'"Madara berfikir sendiri, memperhatikan anak itu mendorong gerobak dan berjalan kembali kearahnya, "Nee..apakah kamu tahu ke arah mana rumahmu?" Dia bertanya, gadis itu menggelengkan kepalanya sehingga membuat lelinga kucingnya bergerak-gerak dengan imutnya.
Mata rinnegan Madara bersinar pada jawaban itu, dia mencari-cari energi tentang dirinya. Mata yang diberkati telah lama memutuskan untuk mencari kekuatan batin manusia dan mahkluk yang dianggap Madara setara dengan chakra mereka.
Setelah beberapa saat Madara cemberut, "Tidak ada energi yang cukup untuk dilihat mataku jika ingatanku benar, maka jalur utama pulau ini adalah ke sisi timur."
"Ayo anak kecil, kita akan mulai mencari rumahmu di Arah ini." Madara memberitahunya, menunjuk ke timur dengan tongkatnya lalu berjalan ke sana. "Namaku bukan anak kecil!" Gadis kecil itu cemberut, mengejar Madara dengan gerobaknya tepat di belakang, "Namaku Kuroka" Dia memberitahunya, sekarang berjalan di samping Madara. "Senjutsu, energi alam, itulah energi yang ada padamu." Kuroka bingung dengan kata-kata Madara, tetapi menafsirkanya sebagai pujian.
"Terima kasih! Siapa nama Neechan?".
"Uchiha Madara." Ketika Kuroka memiringkan kepalanya, Madara bertanya, "Apa?"
"Madara-Neechan mengatakan energi yang ada pada Diriku, bagaimana dengan energi milik one-chan?" Kuroka bertanya, Madara tersenyum atas gadis kecil itu. Kuroka mengingatkan Madara tentang adik laki-lakinya Izuna dalam Versi perempuan tentunya. Dia berhenti sebentar sebelum tertawa kecil, 'Yah dia mirip sekali dengan Izuna'.
"Energi yang ada pada tubuhku disebut Chakra." Jawab Madara tanpa masalah.
"Aku pikir itu energi yang keren" Kuroka meyakinkannya, tersenyum lebar pada penyelamatnya. Mereka terdiam setelah itu, Madara tidak memiliki apa-apa untuk berbicara, dan Kuroka tidak yakin berbicara dengan wanita itu, Kuroka juga merasa aneh dengan Madara, yang memiliki kulit putih pucat yang memiliki bola hitam melayang di belakangnya.
Setelah beberapa lama, Kuroka bosan dengan kesunyian dan berbicara lagi, "Dari mana asal Madara-NeeChan?" Kuroka bertanya. tidak pernah menerima kenyataan dengan keabadian dia masih lebih dari enam ratus tahun. Meluangkan waktu untuk mempertimbangkan Bagaimana menjawab, Madara memutuskan untuk mengatakan.
"Oneechan dari negeri yang jauh dari sini. Tidak dicatat di peta mana pun, jadi kamu tidak akan tahu di mana itu."
Kuroka tidak terlihat senang dengan jawabanya tetapi tidak mempersalahkanya, mengalihkan pandangannya kebawah. Keheningan mulai muncul sekali lagi, Madara melirik Kuroka sebelum berkata, "Bagaimana denganmu? Apakah kamu dari pulau ini, atau kamu mengunjungi dari tempat lain?" Tanya Madara dengan tersenyum.
"Aku lahir di pulau ini," Kuroka mengatakan dengan senang, senang karena pembicaraan ini belum selesai.
"OneeChan mengerti" Madara mengangguk, geli melihat antusiasme Kuroka. Sudah lama sejak Madara terlibat dengan siapa pun, terima kasih berkat aturannya untuk tidak ikut campur dengan dunia. Jadi apa salahnya mengajak anak kecil mengobrol sebentar saja?.
Memutuskan untuk memulai pembicaraan mereka, Madara tetap memfokuskan pembicaraan, "Berapa umurmu, Kuroka?", Kuroka tersenyum gembira mendengar pertanyaan dari Madara " aku baru berulang tahun beberapa bulan yang lalu, jadi umurku 5 tahun sekarang" jawab Kuroka tersenyum sambil menunjukan lima jarinya kearah Madara.
Madara tersenyum sebelum bertanya, "Apa yang dilakukan anak lima tahun mengembara bebas di hutan ini, bolehkah OneeChan bertanya?" Senyum Kuroka turun.
Namun demikian, Kuroka juga tahu karena dia telah menyelamatkannya dan Adiknya, dia layak untuk tahu, "rumah kita, keluargaku mereka menghilang" Dia menunduk dengan sedih sambil memandang tanah."OneeChan turut berduka mendengarnya".
"Aku sudah mengembara di hutan ini untuk sementara waktu, tidak ada apapun di sini selain kita dan sering kali Mahkluk menjijikan itu"
"NeeChan sudah berkeliaran di hutan?" Kuroka bertanya, ingin mengambil percakapan "Kenapa?"
Madara mengangkat bahu sebagai jawaban, "Aku akan mengatakanya sebagai petualangan, Seluruh hidupku pindah dari satu tempat ke tempat lain, hanya untuk mencari pengalaman sekitarku."
"Tapi, bukankah NeeChan memiliki keluarga di suatu tempat dan rumah untuk kembali?" Kuroka bertanya-tanya, pikaran mudanya tidak dapat mempertimbangkan sesuatu yang berbeda dan senyum pahit muncul di bibir Madara, "Aku sudah lama tidak memiliki keluarga, Kuroka" Kenangan Izuna kembali ke pikiranya, diikuti oleh Hashirama. Bahkan Obito dan Sasuke terlintas dalam pikirannya, namun ia dengan cepat menggelengkan kepalanya
"Yah..tidak perlu dipikirkan"
Kuroka tersenyum pada Madara, dengan cara yang akan meluluhkan hati siapa pun yang melihatnya, "Kalau begitu, aku akan menjadi keluargamu, OneChan" Dia berkata dengan hangat, Madara kaget dengan permintaan itu. "Heh, kepolosan anak anak." Madara merenung, ujung bibirnya bergerak ke atas.
"OneChan menghargainya, Kuroka, tapi aku yakin kamu sudah memiliki keluarga." Dia mengingatkan gadis itu, mengangguk ke arah anak yang masih tertidur di gerobak kecil itu. "Aku tidak akan pernah memiliki terlalu banyak keluarga!" Kuroka menjawab dengan tegas.
"Entah bagaimana aku ragu Fraksimu akan sama menerimaku seperti dirimu." Madara berpikir dengan geli, Meskipun dia hanya Manusia penampilannya saja akan membuat takut kebanyakan orang. Kulit putih, rambut putih halus panjang, mata ungu aneh, ikat kepala bertanduk, dan bola hitam yang melayang di udara biasanya membuat orang dikira sebagai Dewi, seperti malaikat maut, dan banyak hal lain yang dianggap ditakuti.
Meskipun bagi anak kecil seperti Kuroka yang berhasil diselamatkan oleh dia, dia tidak bisa menjadi pahlawan. Kuroka mengangguk ke atas dan ke bawah, "Jadi kita akan kembali ke rumah, OneChan bisa bergabung dengan Fraksi kami!".
"Aku tidak ingat mengatakan itu." Madara menunjuk, sedikit tersenyum pada gadis itu. Kuroka menjulurkan lidahnya ke Arah Madara, "Sayang sekali, aku sudah memutuskanya OneChan." Dia memberitahunya, menyebabkan Madara tertawa.
"Jadi Kuroka kita akan Kemana?"
"Yosh kita akan ke Kyoto OneChan"
Bersambung :v
Dah lah itu saja :v
My waifu Kuroka-chan
