HipuMai pair drabble by AMEUMA
"Indirect Kiss"
Hypnosis Mic © Evil Line (yang berada dibawah pengawasan langsung dari King Record), OTOMATE, Idea Factory
Warn : menjurus kearah per-homo-an, terdapat kata kasar yang berupa umpatan, pengennya SamaJyu (emang ini nama pairnya ya?), comedy, just for fun.
Pre : Jyuto tidak akan pernah lagi mengambil sembarang rokok milik Samatoki. Kecuali lelaki yakuza itu menawarinya.
Happy Reading!
::::::
Jyuto mumet, bukan 7 keliling lagi, mungkin sudah mencapai 3000 keliling.
Kerjaan di kepolisiannya sungguh membuat fisik, raga, maupun akalnya kerja rodi.
3 hari berkutik dengan kerjaan—dan permintaan pemerintah, membuat Jyuto tak sempat merogoh candunya (dalam artian rokok). Jyuto sungguh rindu pada kepulan yang dapat membuatnya merasa tenang.
Bersyukurlah dia dapat bersenggama kembali bersama candunya lagi setelah melalui 3 hari yang panjang.
Ia pun merogoh sakunya, namun tak mendapatkan sebatang pun yang dia inginkan. Menghela nafas berat, ia pun berniat mengendarai mobilnya menuju konbini terdekat. Namun naas, seseorang menelponnya ketika ia hendak membuka pintu mobilnya.
"Ya, ada apa?" tanpa basa basi Jyuto langsung bertanya setelah melihat nama Samatoki pada panggilan tersebut.
"Oi, Jyuto. Ke rumahku, kita akan membicarakan tentang battle selanjutnya."
Helaan nafas kembali, oleh Jyuto.
"Rio sedang menuju kemari, kau juga segera," lalu dimatikan.
Helaan nafas yang kesekian kalinya, Jyuto pun sempat mengacak helaian rambutnya (yang tak teratur), menyimpan kembali ponselnya pada saku, dan mengendarai mobilnya menuju kediaman Samatoki.
Tak perlu waktu lama menapaki kediaman Samatoki bagi Jyuto. Dia pasti datang lebih dulu, dibandingkan Rio (seperti kita tahu, Rio jalan kaki dari hutan menuju kediaman Samatoki).
Ia disapa oleh anggota yakuza yang berada di pintu gerbang.
"Dimana Samatoki?" tanya Jyuto pada anggota tersebut.
"Sedang bersama Nemu-nee, mungkin akan kembali sebentar lagi," jawabnya.
Lalu Jyuto meninggalkan entitas tersebut dan duduk dibangku beranda Samatoki.
Ketika ia melihat pada meja tepat disebelah bangku yang ia duduki, terdapat bungkus rokok (yang tentunya sudah terbuka) dan sebuah pemantik. Ia pun berniat untuk mencicipi satu saja untuk menemani kesendiriannya di kala menunggu sang pemilik rumah.
Tangan berbalut sarung tangan merah itu pun mengambil kotak rokok tersebut, mengecek isinya, dan lucky, ia mendapati batang terakhir didalamnya. Tanpa pikir panjang, Jyuto pun mengambil rokok tersebut, meletakkan ujung coklatnya diantara belahan bibir, mengambil pemantik lalu menyulutkan apinya pada ujung satunya.
Seketika Jyuto menghisap dalam nikotin dalam rokok tersebut, memenuhi mulutnya.
Dan disaat kenikmatan yang candu itu sedang ia resapi, Samatoki datang sambil menggaruk tengkuknya.
"Oh, Samatoki. Aku minta rokokmu," ujar Jyuto ketika melihat sosok itu sudah dekat.
Melihat rokok terakhirnya sudah ada ditangan orang lain, mata Samatoki pun melotot hebat.
"JYUTO BRENGSEK, SIAPA YANG MENGIZINKAN KAMU UNTUK MENGHISAP ROKOKKU!?" Samatoki ngegas sambil menggebrak meja disebelah Jyuto.
"Minta satu saja tidak apa-apa, kan? Lagipula aku sudah lama tidak menghisap rokok," Jyuto membalas setelah menghisap kembali rokok itu.
"GOBLOK, TANYA DULU, SIALAN! ITU ROKOK TERAKHIRKU!"
"Iya nanti aku belikan sebagai gantinya, tak usah marah," Jyuto masih membalas dengan santai.
"TAPI. ITU. TADI. SUDAH. MASUK. MULUTKU," ujar Samatoki selanjutnya, perkata.
Jyuto otomatis tersedak asap nikotin yang biasa membuatnya candu. Ia pun terbatuk akibatnya.
"UHUK UHUK, GILA KAMU SAMATOKI! MASA ROKOK BEKAS KAMU SIMPAN LAGI DALAM KOTAK!" sekarang Jyuto ikut mengumpat.
"KAMU YANG GOBLOK, PIKIR, MASA AKU BERTEMU NEMU SAMBIL MEROKOK!" Samatoki tak mau kalah.
Ketika kedua rekannya sedang ribut, Rio pun datang dan menghampiri lelaki bermarga Iruma serta Aohitsugi tersebut.
"Apa lagi yang membuat kalian ribut?" tanya Rio—terakhir dia menyaksikan keributan Jyuto dan Samatoki sampai hampir mengeluarkan Hypnosis Mic masing-masing.
Melihat anggota terakhir mereka menengahi, Samatoki maupun Jyuto pun tak melanjutkan perdebatan mereka. Jyuto mematikan rokok yang tadi dihisapnya pada asbak.
"Kita ke ruang tengah untuk mendiskusikan battle selanjutnya," ucap Samatoki, mengalihkan topik. Dan hanya disambut oleh gumaman setuju dari Jyuto dan sebuah kata "baik" dari Rio.
Setelah kejadian ini, Jyuto pun bersumpah, tidak akan sembarang mengambil rokok milik Samatoki (kecuali lelaki yakuza tersebut menawarinya).
:::::::
Samatoki : Bagi api, dong.
Jyuto : (merogoh saku untuk mengambil pemantik)
Samatoki : (nyosor ke rokok Jyuto)
::::::::
Lagi pengen buat fanfic Hypmic, mereka terlalu banyak memberikan HINT! QwQ
Terima kasih telah membaca! :D
#AMEUMA
