Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.
Warning: oneshot ficlet, slight KageHina
.
.
Deg-degan dekat Kageyama
by Fei Mei
.
.
Latihan untuk hari itu sudah selesai dan mereka sudah dipersilakan pulang, tetapi Hinata malah menghampiri Kageyama dan berjongkok di samping Setter-nya yang masih membereskan tasnya di lantai. Tidak ada yang begitu memedulikan hal ini, tentu saja, karena mungkin saja Si Cebol hanya ingin mengatakan suatu hal ringan seperti—
"Kageyama, kalau deket kamu, aku jadi deg-degan gitu."
BRUH.
Yang diajak ngomong langsung tersedak ludah sendiri, sedangkan orang-orang yang masih di gym merasa jantung mereka habis melompat keluar dari tempatnya.
Tidak, kalimat yang dilontarkan Hinata barusan jelas-jelas bukan hal ringan atau bodoh seperti biasanya. Tapi, masa iya si Middle Blocker yang pendek itu menyatakan perasaan pada si nomor sembilan tidak secara privat?
"B—bicara apa kamu, Boke!?" bentak Kageyama dengan wajah merah padam. Ia tidak begitu memikirkan tentang perasaan khusus apa pun di luar yang berhubungan dengan voli, tapi kalau 'ditembak' oleh rekan tim sendiri, saat ada orang lain pula, jelas membuatnya malu!
Hinata mengerucutkan mulut, lalu memainkan kedua jari telunjuknya dengan gugup dan agak salah tingkah. "Kayak sekarang ini … hatiku deg-degan banget."
"Ya sudah kalau gitu jangan deket-deket! Sana! Hus! Hus!" usir Kageyama.
Si Setter buru-buru bangun membawa tasnya, tapi tidak bisa melangkah pergi karena Hinata juga sudah berdiri dan menarik lengannya agar tidak kabur.
"Tapi aku harus kasihtahu kamu sesuatu!" sembur Hinata.
Nah lho, Hinata beneran mau tembak! Atau begitulah kira-kira pikiran para penonton disana.
Wajah Kageyama masih merona. "Kirim pesan aja! Atau telepon!"
"Enggak bisaaa~!" rengek Hinata. "Ibuku bilang, aku harus ngasihtahu langsung ke kamu!"
Nah lho, mamanya Hinata aja nge-ship KageHina!
"Jangan disini!" tolak Kageyama.
"Aku udah ngumpulin keberanian seharian ini, kalau pindah tempat sekarang takutnya keberanianku hilang!"
"Si Kacamata masih disini, Boke!"
"Gak apa-apa!"
"Akunya yang kenapa-kenapa!"
"Percaya, deh, gapapa!"
"Uuuhh—" Kageyama bingung mau alasan apa lagi, dan Hinata masih tetap memegang erat tangannya agar tidak bisa kemana-mana. Akhirnya, yang lebih tinggi menyerah. "Y-yaudah, apaan?"
Hinata melonggarkan tangannya pada si rekan, kembali gugup. "Erm, aku mau ngasihtahu kamu. I-itu, anu, aku—a-aku—"
TEMBAK! TEMBAK! TEM—
"Aku gak sengaja muntah di jersey-mu kemarin!"
—…bak?
Kageyama mengerjap, rona merah pada wajahnya lenyap sempurna. "Hah?"
"K-kemarin kayaknya aku salah makan, terus muntah, gak sengaja kena jersey-mu," tutur Hinata. "Erm, buru-buru kusembunyikan untuk kubawa pulang dan kucuci." Hinata merogoh isi tasnya, disodorkannya sesuatu dalam kantung plastik pada temannya. "Sori, Kageyama, aku merasa bersalah banget. Ini, sudah kucuci bersih."
Lah, jadi antiklimaks begini, sih.
"BOKE, HINATA! BOKE! KUKIRA JERSEY-KU HILANG!"
Kembalikan debaran jantung kami yang yang udah ngarep banget saat nontonin kalian, woi!
.
.
Selesai
.
.
A/N: AKHIRNYA BIKIN KAGEHINA /bukan. Wkwkwk. Jadi Fei keinget lucu-lucuan jadul tentang orang yang deg-degan banget saat mau SMSin seseorang, kirain karena suka eh ternyata karena ongkos SMSnya mahal. Dari situ, Fei langsung kepikiran fict ini. Sempet pengen bikin di fandom lain, tapi entah kenapa gak ada yang cocok, mungkin karena Fei pengen Kageyama ngatain Hinata.
Review?
