Interogasi Dadakan
Disclaimer: Asagiri Kafka & Harukawa Sango.
Warning: OOC parah, typo, gaje, dll.
Author tidak mengambil keuntungan apa pun dari fanfic ini, dan semata-mata dibuat demi kesenangan pribadi.
Yokohama adalah takhta dari hiruk sejak kota ini seutuhnya bangun pada pukul lima pagi, dan sekarang jarum jam sudah bergerak tujuh kali, menunjuk angka dua belas untuk terutama menyemarakkan rumah makan.
Pintu otomatis terbuka setiap menyadari pengunjung yang masuk atau keluar. Supermarket tampaknya menjadi alternatif tersendiri pada jam makan siang ini. Sesekali memang netra merah ceri itu mendapati pekerja yang hilir-mudik, untuk membeli bento box dengan harga lebih terjangkau. Memakannya di kantor atau duduk-duduk di parkiran, sementara dia–Ozaki Kouyou–cenderung sibuk membawa kantong belanjaan yang banyak.
Di tangan sebelah kiri ia membawa kantong kertas berisi jeruk, sementara di kanan adalah bahan-bahan untuk meramu pai terenak, juga sekalian membuat makan malam nanti. Kouyou bukanlah wanita lemah. Justru berjalan-jalan seorang diri ia akui, lebih leluasa dalam melihat-lihat mode dan kosmetik.
"Berapa lama pun itu pasti kutemani, kok!"
"Hahaha ... Nakahara-san, mah, Ozaki-san ke mars juga bakal ditemani."
Percakapan itu menjadi hangat yang sekilas, tetapi tinggal lebih lama dibandingkan motor yang buru-buru memelesat menembus lampu hijau, sebelum berubah merah. Nakahara Chuuya adalah keluarganya yang manis, dan Tachihara Michizo selalu lucu. Kini sudah baik-baik saja. Kouyou memang tak apa, meski–
"M-maaf! Saya buru-buru banget sekarang!"
Keteledoran seorang pria muda tanpa sengaja menabrak Kouyou. Menjadikan kantong jeruk yang ia bawa terjatuh, dan isinya berhamburan sesuka hati. Mau tak mau, Kouyou terpaksa melewatkan kesempatan untuk menyeberangi jalan. Seseorang nyaris menginjak buah yang susah payah Kouyou pilih, tetapi selamat berkat kecekatan yang tepat waktu.
"Ini, buahnya. Apa Anda baik-baik saja?"
Jeruk yang sempat bermain dengan debu disodorkan. Dibandingkan langsung menerimanya dan pulang ke Port Mafia, mata Kouyou justru menyipit yang fokus pada perawakan pemuda ini. Warna mata yang rumit. Rambut perak. Poni asimetris itu ... Kouyou sangat tahu siapa dia.
"Yo, Ane-san~ Kelihatannya sibuk banget, ya. Tangan kiri sama kanan sampai penuh begitu." Tidak. Bukan orang ini meski Kouyou juga mengenalnya. Entah kenapa remaja tanggung itu–Nakajima Atsushi namanya–diam saja usai dipelototi sedemikian rupa.
"Ya. Begitulah. Apa kau pergi makan siang? Tidak bersama teman-temanmu?"
"Ini aku makan siang bersama Atsushi-kun, kok. Dia baik banget mau mentraktirku makan kepiting, tetapi uangnya hilang," balas Dazai Osamu riang. Pupil mata Atsushi bergerak kaku ke arah Dazai. Jelas-jelas ia diabaikan terang-terangan oleh Kouyou.
"Terima kasih sudah mengambilkannya. Kalau begitu aku pergi du–", "Yakin mau langsung pergi? Ane-san harusnya menyelamati Atsushi-kun lebih dulu." Langkah Kouyou berhenti ketika Dazai memotong perpisahan tersebut. Gelagat panik dari Atsushi membuat Kouyou merasa tajam. Dazai masih cengar-cengir yang semakin membakar suasana ini.
"Menyelamatinya apa, Dazai?"
"Besok Atsushi-kun akan tunangan dengan Kyouka-chan, lho. Mengejutkan banget, bukan? Mana Kyouka-chan yang mengajak lagi."
"TU-TUNANGAN?! DAZAI-SAN INI BICARA APA?! SIAPA JUGA YANG–"
Calon mertua yang seolah-olah Kouyou perankan, lalu ceritanya esok Atsushi akan lebih belajar menimang Izumi Kyouka, dan hari ini ialah pendekatan, Atsushi membenci semua skenario itu. Punggung Atsushi didorong agar bergabung dengan Kouyou. Melalui isyarat yang jernih Dazai pun meminta agar Atsushi membantu Kouyou. Lantas seniornya yang penuh dengan sifat tidak bertanggung jawab itu langsung memutuskan pulang ke agensi.
"Aku memang membencimu, tetapi kita harus bicara sekarang juga. Jangan berani-beraninya kabur, paham?"
Hari ini akan menjadi panjang, baik untuk Atsushi maupun Kouyou. Ujungnya pun sangat gelap walau Atsushi tidak takut, sebab badai pasti berlalu, dibandingkan hitam yang selama ini masih menyelimuti Kouyou.
(Kata-kata "selama ini" tentunya lebih panjang dibandingkan hari ini, sebab untuk Kouyou ia tetap menemui kegelapannya di waktu sekarang mungkin hingga mati, sedangkan Kyouka setidaknya bisa sembuh, walau agak lama.).
Berapa kali ditawari bantuan pun Kouyou dengan tegas menolak. Orang-orang bermulut kosong yang kebetulan berdiri di sekeliling mereka mulai menggosipkan Atsushi, bahwa dia adalah anak kurang diajar dan durhaka pada orang tua.
Sejak tadi yang Kouyou perbuat hanyalah seolah-olah menancapkan taringnya pada udara di sekitar Atsushi. Mereka terus lurus, lurus, dan lurus, yang mungkinkah luar-dalam milik Atsushi hendak Kouyou interogasi di markas Port Mafia? Panas di dalam kepala Atsushi itu penat. Jadilah seribu bahasa pening tanpa sanggup mengangkat topik, meski yang se-ringan dandelion sekalipun.
"Bicaralah, diriku! Minimal kau harus bilang kalau Dazai-san hanya–"
Malah perut Atsushi yang berbicara dalam bentuk gemuruh yang berisik. Menyadari itu ia buru-buru mengarang imajinasi-imajinasi tolol, seperti hujan segera menjanjikan air melimpah, atau Kouyou diberi sugesti bahwa ia tak mendengar apa-apa, menggunakan gelombang alfa. Reaksi Kouyou justru adalah menghela napas ketika menyadarinya. Langkah sang eksekutif Port Mafia menuju sebuah kafe. Atsushi menontoni punggungnya macam bocah idiot.
"Ikut masuk denganku. Aku hanya mencari tempat yang pas untuk mengobrol."
Keramaian kafe begitu nyata juga fana. Kouyou mengambil tempat di dekat jendela yang pada kosennya pot tanaman berdiri tegap. Mengambil menu dan memesan makanan yang menurut Atsushi mahal, sedangkan ia air putih saja, tetapi Kouyou menyela dengan berkata kepada pelayan, Atsushi menginginkan yang persis.
"Tolong jangan repot-repot, Ozaki-san."
"Jika kau tidak bersamaku, aku tak peduli mau kau terlihat memalukan atau apa pun. Namun, sekarang kondisinya berbeda."
Cerita dari Dazai yang majunya selayang pandang itu bukankah secara tidak langsung meminta, supaya hati Kouyou sedikit mencipta kebaikan untuk mengisi perut Atsushi? Lama-kelamaan mereka hanya mendengarkan diam. Alunan lo-fi tak terlalu memiliki jejak dalam ingatan keduanya. Atsushi mendominasi jiwa-raganya dengan gugup, ketika Kouyou memikirkan, mengapa Dazai melakukan semua ini?
Pemuda jangkung itu adalah tanah, napas dan enigma. Mustahil Dazai semata-mata "mengemis" kasih pada Kouyou, karena rasa lapar juniornya ini kasihan sekali.
"Silakan menikmati." Pelayanan yang cepat membuat Kouyou sedikit melupakan kebingungannya. Sekilas ia tersenyum. Sedetik dua detik pula Atsushi terkejut, karena sesosok Port Mafia bisa memiliki garis lengkung yang cukup tulus.
"Kenapa melihatku terus, Bocah? Makanlah. Kau tidak pilih-pilih, 'kan?"
"Ti-tidak, kok! Selamat makan, Ozaki-san."
Siang itu Atsushi terlihat menyerupai bocah lima tahun yang baru mempelajari artinya mandiri. Pisau di tangannya masih gemetar. Memasukkan steak yang ia potong dengan kikuk saking kegembiraannya antusias, dan berakhir bahagia saat merasai potongan dagingnya yang memahami dia. Pada suapan kedua, ketiga ... Atsushi sudah tumbuh lebih dewasa. Berangkat, menuju dirinya yang lain yang semakin siap mempelajari kehidupannya.
"Pelan-pelan saja. Tidak akan ada yang merebut makananmu."
"E-eh? Maaf. Penolakanku tadi sama tindakanku berbeda jauh, ya."
"Dagingnya pasti enak, bukan?" Sewaktu menurut Kouyou biasa saja. Pisau dan garpu Atsushi masih berhenti. Mungilnya senyuman akibat terlalu lama tergagap-gagap terkembang. Ingin mengakui itu benar secara malu-malu.
"Hehehe ... biasanya aku menghemat uang dan ... menurutku steak terlalu mewah."
Kouyou langsung diam saja, seolah-olah mempersilakan Atsushi kembali melanjutkan urusannya. Kata "syukurlah" tertahan dalam dadanya. Mengingat-ingat bahwa ia mengajak remaja tanggung ini makan siang, karena bunyi perutnya mengganggu segalanya. Lagi pula pasti bukan tujuan Dazai hanya agar Kouyou tahu, Atsushi yang menyenangkan perutnya menggemaskan, walau bisa saja Kouyou tengah menjadi korban keisengan.
"Maaf, Ozaki-san. Emm ... Ozaki-san baik-baik saja?"
"Ya. Pikirkan saja makananmu sendiri, atau mungkin kau steak punyaku?" Piring miliknya Kouyou sodorkan. Gelengan yang panik Atsushi tunjukkan, sembari ia mendorong jatah Kouyou. Ujung-ujungnya dalam tiga kali menyuap Kouyou sudah selesai.
Sambil meminum jus jeruknya Kouyou lebih mencoba untuk menyambungkan perasaannya. Agar rasa yang berderai-derai ini menjadi satu tempat serta satu kenyamanan, dan kata-kata pertamanya akan kembali padanya.
Tanda tanya pertama Kouyou adalah, apa yang sekiranya Izumi Kyouka sukai dari Nakajima Atsushi? Itulah yang membuat Kouyou diam-diam menyetujui rencana misterius Dazai. Bahkan Dazai sampai-sampai menyulut api yang langsung besar dengan berkata, Kyouka-lah yang ingin mempersunting Atsushi.
Jika melihat dari yang lebih dulu bisa dilihat, yaitu ciri fisik, poni asimetris Kouyou rasa bukanlah keindahan yang diidam-idamkan wanita. Namun, netra Atsushi yang warna-warnanya unik itu dapat dijadikan pesona pangeran. Namun pula Kouyou paling tahu sekaligus sadar, Kyouka tak memedulikan wajah atau postur Atsushi.
"Hey, Bocah. Sebagai ganti atas traktiranku, jawablah pertanyaanku ini."
"Pertanyaan apa, ya? Akan kujawab sebisaku, Ozaki-san."
"Apa yang Kyouka sukai darimu? Bisa-bisa perkataan Dazai menjadi kenyataan, bahwa kalian segera bertunangan kemudian menikah."
Mungkinkah karena Atsushi itu kuat? Kyouka pun aman jika perasaannya ada di dalam Atsushi, sehingga ia menyukai Atsushi?
Bom bunuh diri yang tertanam di tubuh Kyouka sedikit-banyak pasti kian memporak-porandakannya, tetapi Atsushi mampu membatalkan kematian mereka. Dengar-dengar pula Atsushi berhasil mengalahkan Akutagawa Ryuunosuke–"anjing" Port Mafia paling kuat–walaupun tidak telak. Untuk detektif yang segalanya baru terutama dalam bertarung, Atsushi hebat bisa mengalahkan Akutagawa yang mati-matian latihan.
Kemampuan supernaturalnya pun sangat menopang Atsushi. Seharusnya itu menjadi berkah pertama yang paling Atsushi syukuri, tetapi Atsushi justru menyangkal anugerahnya. Berkat bahwa ia dapat langsung melindungi sekelilingnya, karena sedari awal kekuatannya kuat. Ditambah lagi ia tumbuh di bawah cahaya, sehingga Atsushi kekukuhan Atsushi adalah kekukuhan yang baik; menghargai serta mengakui bakatnya dibandingkan Akutagawa.
Bahwa tak perlu baginya meraba-raba hitam. Melawan kesamaran hanya untuk mendapati, dirinya sudah hilang seperti jalan keluar dari kegelapan.
"Jujur saja aku juga ... bingung. Aku sering merasa diriku tidak pantas untuk siapa pun. Masa laluku yang selalu menggangguku pasti menyebalkan, bagi semua orang."
"Dia mengakuinya. Seharusnya tidak aneh," batin Kouyou setengah kaget. Toh, dari Atsushi yang menggaruk sebelah pipinya menggunakan telunjuk saja, sudah jelas Atsushi ini lugu.
"Masa kau tidak pernah bertanya?"
"Itu memalukan, bukan?"
"Benar-benar tidak ada harapan. Padahal kau sendiri harusnya paham, Kyouka orangnya percaya diri."
Sejak Kyouka diambil oleh Atsushi, masa lalu bocah perak itu sudah Kouyou telaah sedikit demi sedikit. Kendatipun suara tak mewujudkan kata-kata, Kouyou yakin ia sangat tahu Atsushi selalu terpaku pada sosok penjaga panti yang kejam. Atsushi pun masih takut akan harimau dalam dirinya, karena dulu ia jadi mengacau gara-gara kemampuan (terkutuk) ini.
Sederhana saja bagi Kouyou, sebab ia pun sama seperti Atsushi. Jika ia memang tidak terjebak dalam masa lalunya, kenapa Kouyou tetap berpikir harapan dan terang adalah kekosongan? Berulang-ulang kali pula selalu saja menggunakan perumpamaan bunga kegelapan; menggambarkan dirinya di masa lalu yang ingin mekar di bawah cahaya, tetapi Kouyou gagal dan selamanya tinggal dalam ketidakberhasilan ini.
Anak itu memiliki masa lalu yang tidak akan menjadi masa depannya. Atsushi memetik putih dan memekarkan pelita yang beraneka rupa, karena ia menyelamatkan orang-orang menggunakan cara-cara yang berbeda-beda. Sementara dari hitam Kouyou hanya bisa merekahkan darah merah. Membunuh adalah membunuh tanpa arti lainnya, ketika darah manusia sama saja yakni merah.
Masa lalu dan masa depan Kouyou pun sama saja. Apa artinya menyerahkan Kyouka kepada Atsushi, jika Atsushi akan sama seperti Kouyou? Tak mau melihat, bahwa masa depannya tidak akan menjadi masa lalunya yang kelam lebam, dan mengambil kesempatan dari sana untuk bangkit menepis bayang-bayang buruk.
(Ada Kouyou yang juga hanya memandangi masa lalunya dari tempat yang sama, dan ia juga kuat yang malahan melampaui Atsushi. Apa bedanya mereka jika begitu? Maka benar Kyouka tidak butuh Atsushi.).
"Sekarang kuganti pertanyaanku. Apa yang kau sukai dari Kyouka?"
"Karena, ya ... Kyouka-chan itu ... manis dan cantik. Siapa pun pasti menyukai di–" Pisau untuk memotong steak Kouyou tancapkan pada meja. Matanya menyipit menandakan ia membenci jawaban Atsushi.
"Seiring umur wanita bertambah, kecantikan dan kemanisan Kyouka akan berkurang banyak. Jadi jika Kyouka tak manis serta cantik lagi, kau akan berhenti menyukainya?"
"Te-tentu saja tidak begitu, Ozaki-san!"
"Jawab pertanyaanku dengan benar jika begitu. Apa yang kau sukai dari Kyouka?"
Selanjutnya apabila Atsushi kurang memuaskan Kouyou dengan jawabannya, pisau ini akan mendarat di kepala Atsushi. Cukup lama Atsushi berpikir, atau lebih tepatnya menjaga kata-katanya supaya tidak ke mana-mana.
"Matanya, Ozaki-san."
"... matanya?" Kali ini seharusnya Kouyou boleh terkejut. Ia pun tahu netra Kyouka adalah netra yang
"Ozaki-san tahu? Saat aku menyelamatkan Kyouka-chan dari bom bunuh diri, sebelum melompat ia berkata, 'Aku tidak ingin membunuh lagi!'. Matanya bercahaya ketika Kyouka-chan mengatakannya, Ozaki-san. Untukku itu sangat indah."
Gadis itu tidak perlu berembus sebagai musim semi untuk terlihat cantik, karena hanya gugur daun yang tiada berarti pun, Atsushi merasa ia bisa mencintai Kyouka. Tak akan bingung, sekalipun Kyouka dibawa pergi oleh angin, dan Kyouka masih merupakan daun kering pun, Atsushi pasti menangkapnya sebagai daun jua. Tidak berminat mengubahnya menjadi emas.
(Daun pun terlihat seperti emas, ketika Atsushi sudah lebih dulu mencintai jatuhnya Kyouka.).
Memang benar dibandingkan Dazai, maka Atsushi kalah dalam segala-galanya, bahkan tidak akan pernah menang. Kouyou pun pasti lebih memercayai Dazai. Oleh karenanya Atsushi berusaha. Namun bukan untuk menaklukkan dan berdiri di atas Dazai, melainkan demi lebih baik lagi sebab Kyouka juga terus berdiri dan melangkah.a
"Di agensi juga Kunikida-san berkata padaku, perahuku hanya muat untuk satu orang. Makanya aku sudah memutuskannya. Akan kubawa Kyouka-chan ke dalam perahuku, dan kami mendayung bersama."
"Kenapa mendayung bersama?"
"Soalnya kupikir kami sama-sama baru memulai. Kyouka-chan baru memulai dengan cahayanya, dan aku masih belajar terlepas dari masa laluku, juga menerima harimau ini apa adanya."
Sungguh PR yang banyak dan berat, tetapi karena Kyouka mendayung di sisinya dan mereka menentukan tujuan ini bersama-sama, Atsushi percaya ia mampu selama percaya. Dengan proses ini Atsushi ingin menunjukkan kepada Kouyou, genggaman tangannya pasti matang di dalam perjuangannya yang tidak akan Atsushi buat sia-sia. Memang membutuhkan waktu, tetapi akan menjadi tugas Atsushi jua, untuk membuat Kouyou sabar menunggu.
Suatu hari nanti ketika Atsushi menghadap Kouyou lagi, ia tidak akan lagi menyuguhkan kalimat-kalimat buruk tentang dirinya sendiri sebagai kenyataan, bahwa Atsushi memang tak pantas bagi Kyouka atau lainnya. Atsushi pasti sudah siap luar-dalam. Membanggakan Kouyou juga bahwa Kyouka memiliki seseorang yang
Jawaban tersebut belum dapat melegakan Kouyou seutuhnya. Tiada yang tahu Atsushi manis di bibir saja, atau tindakannya juga memperjuangkan ucapannya. Namun, untuk sekarang mungkin cukup. Kouyou akan mengawasi Atsushi sebagai bukti, Kouyou ingin Kyouka di agensi.
"Pegang ucapanmu, Bocah. Mau bagaimanapun Kyouka sudah kuanggap seperti anakku sendiri. Berani menyakitinya, kubunuh di tempat."
"Terima kasih, Ozaki-san. Mulai sekarang Ozaki-san bisa percaya padaku, dan sebagai bayaran atas traktirannya juga, boleh aku membantu membawakan barang-barangmu sampai ke Port Mafia?"
"Diterima. Jauh lebih baik daripada kau ingin membalasku dengan mentraktirku. Setelah ini aku hanya akan mengawasimu dari jauh soalnya."
Kini keisengannya pun lebih berani mencolek Kouyou, seperti Atsushi menanyakan untuk apa semua bahan ini, atau ia gembira karena langitnya tetap cerah. Tanpa sadar gelagat Kouyou juga lebih bersahabat. Ia menceritakan akan memanggang pai jeruk dengan senang hati. Atsushi menanggapi ide tersebut bagus. Bertanya lagi, pernahkah Kouyou membuat kue atau pertama kalinya?
Sekarang Kouyou sudah mengerti tujuan Dazai. Pasti diam-diam entah di manakah itu, Dazai tersenyum menyadari rencananya berhasil, sebab Kouyou lebih bisa menerima Atsushi sebagai orang yang akan menjaga Kyouka kesayangannya.
Tamat.
A/N: Harusnya publish kemarin, tapi karena wifi-nya gangguan padahal udah nulis author note panjang2, jadi males juga. iya cuma ide selintas. aku eksekusi karena dari A ke Z lengkap, dan menurutku kouyou sama atsu punya sesuatu buat dijadiin benang merah. kouyou gak suka atsu. dari situ aku kepikiran bikin, "dazai menghubungkan mereka dan kouyou ngobrol lebih lanjut sama atsu". dan ya obrolannya seputar kyouka. ini latarnya aku ambil di s2, abis pertarungan sama guild. kouyou ama atsu juga ada interaksi sih meski ya ... cuma sebatas kouyou nanya, "lo gpp ga sama dzi?"
Thx buat yang udah baca, fav, follow, review, atau numpang lewat doang. mari bertemu di fic selanjutnya. kalo bisa di chuuatsu week/odazai fluff week.
