"Adore U"

.

Rate: T

.

Bwabwabwii

_

"Yoon Jeonghan"

"Choi Seungcheol"

Jeonghan berhadapan dengan Seungcheol, ia melipat tangannya didepan dada.

"Apaan lagi?"

"Gue cuma mau bilang lo lucu pake rambut panjang gitu, kaya cewek.. pfft"

Jeonghan memutar matanya bosan, "Udah banyak yang ngomong gitu ke gue, udah kebal"

"Lo ga minat motong rambut? Kaya gue, ganteng gini.. lo kalo kaya gitu jadi cantik tau ga? Kaya banci" ejek Seungcheol. Jeonghan sebenarnya sudah kebal dengan orang yang selalu mengatakan kalau rambutnya seperti perempuan.

"Lo mau ngatain gue banci kek, apa kek, lo ga punya hak diatas gue. Emang gue manjangin rambut pake duit lo? Emang gue makan pake duit lo? Lo siapa ngatur-ngatur gue"

Seungcheol jalan mendekati Jeonghan, menepuk bahunya. "Balik ke kodrat lah bro"

Jeonghan menepis tangan Seungcheol di bahunya, "Lo pikir gue apaan sih? Cowok ga boleh punya rambut panjang? Bacot bener jadi orang, kerjaannya ngurusin idup gue mulu! Urusin idup lo sendiri Choi Seungcheol!"

Jeonghan pergi dari sana dengan kesal, ia pergi ke kantin dimana teman-temannya sedang berkumpul. Ia langsung mengambil tempat dan duduk dengan marah.

"Wow.. santai.. kenapa ni?" Tanya Seungkwan yang terkejut karena Jeonghan tiba-tiba duduk dan minum minumannya.

"Hyung kenapa?" Tanya Minghao yang duduk di samping Seungkwan.

"Biasa, si Seungcot. Kerjaannya bacot banget, ngurusin idup orang mulu" Jeonghan misuh sambil mengikat rambut panjangnya.

Selanjutnya ia mengambil siomay yang tersisa di piring Wonwoo dan memakannya dengan cepat.

"Namanya juga caper.. biarin aja anak kaya gitu hyung.." kata Wonwoo menatap piringnya yang hanya tersisa saus kacang.

"Betewe, si uji mana? Ga keliatan dia.. nambah pendek?" Tanya Jeonghan melihat sekelilingnya.

"Sembarangan hyung, dia lagi ngurung diri di studio sekolah, biasa ada projek buat konser amal sekolah 3 bulan lagi" jawab Seungkwan.

"Udah mau bel masuk, ayo bubar" Wonwoo berdiri, disusul member yang lain ikut berdiri mengikuti Wonwoo.

.

.

"Jeon Wonwoo gue mau lo putus sama ka Mingyu"

Wonwoo mengangkat satu alisnya, selama sebulan ini dia terus dapet kalimat itu dari tiap cewek yang dia temuin.

"Gue ama dia udah putus, lo kalo mau ambil tu bajingan ambil aja, gue udah ga peduli" ia lanjut berjalan tanpa menghiraukan teriakan si cewek.

"Tch, goblok banget.. apa bagusnya sih si bangsat, ampe banyak yang belain" monolog Wonwoo.

Melewati gedung olahraga, ada yang menariknya diam-diam kedalam gedung.

"Anjing! Siapa yang-- Mingyu?" Bingung Wonwoo. Ternyata yang tadi narik tangannya itu Mingyu. "Apa lagi?"

Mingyu menggaruk tengkuknya, "Hyung.. aku cuma mau tanya.. kamu beneran gabisa nerima aku lagi..?"

Wonwoo tertawa sarkas, ia menepuk kepala yang lebih muda. "Denger ya, cukup sekali aja gue lo begoin. Kalo ini masih nyangkut taruhan ga guna lo itu, mending lo pergi jauh-jauh.. gua udah gamau urusan sama lo lagi.. gara-gara lo gue diteror cewek satu sekolah.. gara-gara lo harga diri gue diinjek-injek.. ga ada fungsinya juga lo ngomong kaya gini ke gue"

"T-tapi hyung.. aku--"

"Gausah pake aku kamu, geli"

"Tapi hyung-- gue ga bisa.. gue udah terlanjur suka-- bukan, gua udah terlanjur cinta sama lo hyung, dari kita cuma pura-pura pacaran sampe lo mutusin gue.. bahkan sampe sekarang hyung.. gue masih nyimpen rasa buat lo.." jelas Mingyu.

"Banyak cewek di luar sana yang mau jadi cewek lo Ming, ga harus gue yang cowok.. nyerah aja oke..?" Wonwoo pergi lebih dulu dari Mingyu.

.

.

"Jihuuuuuuuunn.. Jihun sayaaaang" Soonyoung mendobrak pintu studio sekolahnya.

"Bacot monyong!" Balas Jihoon yang masih asik di depan komputernya.

"Aduh galak banget si sayangnya unyong" Soonyong berjalan masuk, meletakkan roti dan susu yang ia bawa.

"Thanks" kata Jihoon melirik roti di sampingnya.

"Lo bakal tampil?" Tanya Soonyong duduk di sofa. Jihoon mengangguk, dia memainkan beberapa nada di keyboardnya, menulis nadanya di buku, dan kembali berkutat dengan layarnya.

"Lo juga tampil?" Tanya Jihoon.

"Iya, couple dance sama Chungha" jawab Soonyoung sambil memainkan ponselnya. Jihoon menggumam pelan.

"Hmm.."

"Gue yang bikin remixnya btw, lu mau lagu apa?" Jihoon memutar kursinya, menghadap Soonyoung.

"Hmm.. apa ya? Senorita?" Jawab Soonyoung asal.

"Senorita? Kenapa--" Soonyoung menarik tangan Jihoon, menempatkannya pada posisi pasangan tarinya. "Suka? Mungkin?"

Jihoon mendorong Soonyoung kasar sampai Soonyoung terhempas ke sofa. Ia berjalan ke kursinya dan kembali menyibukan diri di komputernya. "K-kalo lo ga ada perlu lo bisa pergi!"

"Oke oke gue pergi.. jangan kangeen~" Soonyoung keluar dari studio, setelah menutup pintu ia menyender di depan pintu itu, tersenyum sendiri. Jihoon, berusaha menghilangkan rona merah dan detak jantungnya yang berdetak kencang. "Goblok! Apa yang lo harapin sih, Jihoon? Soonyoung jelas ga suka sama lo bego!"

.

.

"Gege!"

"Gege!"

"Gege ga denger??!"

Junhui melepas headsetnya, merasa ada yang memanggilnya. Ia melihat sekeliling, dan menemukan seorang pemuda manis dengan kacamata bulat lucu membingkai kedua matanya.

"HaoHao! Kenapa?"

Minghao mengerucutkan bibirnya, ia melipat tangannya di depan dada. "Gege ga denger ya hao panggil dari tadi?"

Junhui menggeleng, "Sorry, gege pake headset tadi, kenapa hao?"

"Mama ngundang gege sama keluarga gege buat makan malem di rumah hao hari ini! Gege dateng ya" kata Minghao dengan semangat. Junhui tersenyum, ia mengusak rambut teman kecilnya itu. "Iya, gege pasti dateng kok nanti malem.. kamu dandan yang cakep jangan lupa"

"Hao gausah dandan udah ganteng kok" kata Minghao. Junhui tertawa, "Hahaha.. iya iya kamu ganteng kok"

"Hao suka gege deh.." kata Minghao.

'Sial! Jadi yang nembak hao duluan ini? Mana harga diri gue anjeeeng?!' batin Junhui panik.

"E-eh.. gege juga suka kok sama Hao.." kata Junhui. Minghao tertawa, "Kita temenan terus ya ge! Hehehe"

'Asuu cuma dianggep temen lagi'

.

.

"Seungkwan!" Jeonghan berlari kearah Seungkwan yang sedang membersihkan kaca.

"Eh? Hyung? Napa?" Tanya Seungkwan heran. Untuk apa Jeonghan yang dari gedung SMA bersusah payah berlari ke gedung SMP. Apalagi Jeonghan termasuk kaum rebahan.

"Hahh.. hahh.. itu.. dia.. bakal.. balik ke.. korea.. hahhh.." kata Jeonghan yang masih terengah.

"Hah? Siapa hyung? Ngomong yang jelas dong!" Omel Seungkwan.

"Dia bakal balik ke Korea kwan!" Kata Jeonghan setelah minum air dari Seungkwan.

"Siapa?"

"Jisoo!"

"Jisoo-hyung?!"

"Iya!"

"Kapan dia kesini?!"

"Gatau, dia ga bilang kapan tapi dia bilang dia bakal pindah ke sekolah kita"

Seungkwan sama Jeonghan duduk di kelas Seungkwan yang sudah sepi. "Mau gue panggil yang lain?" Tanya Jeonghan.

"Oh boleh tuh, biar ga sepi banget" kata Seungkwan.

Jeonghan memberikan ponselnya ke Seungkwan, "Lo aja deh yg nelpon, gue pengen kencing" Jeonghan pergi ke luar kelas.

Begitu akan masuk ke toilet, ada yang menghalanginya.

"Oh? Ini Yoon Jeonghan yang sok cantik itu kan?"

.

.


TBC?

First ff Seventeen omaigat wkwk

Kritik dan saran sangat di terima!