"Adore U"
.
Rate: T
.
Bwabwabwii
"Lo tau ga sih sekolah kita kedatengan dua murid baru sekaligus? Sama-sama dari Amerika lagi" Kata Seokmin pada Seungkwan di ruang paduan suara.
"Beneran?" Tanya Seungkwan yang sedang merapikan tripod mic-nya.
"Iya, yang satu di gedung SMP, satunya lagi di gedung SMA"
"Hem.."
.
Seungkwan baru masuk ke kelasnya dan teman-temanya sudah berisik memberitahu kalau anak baru dari Amerika itu akan masuk ke kelasnya.
"Kwan, udah denger kan kalo anak baru bakal pindah kesini?"
"Pas banget lagi kursi samping lo kosong, hoki banget lo"
"Oiya dong! Gue ngerasa kalo gue bakal cepet deket sama anak ini" kata Seungkwan penuh percaya diri.
"Yeu.. pede banget lo"
Bel berbunyi, wali kelas Seungkwan masuk kelas dengan seorang remaja tampan di belakangnya. Dan kelas menjadi ramai karenanya.
"Baiklah, hari ini kita kedatangan teman baru, silahkan perkenalkan diri"
"Ah.. halo, saya Ver- Hansol, Chwe Hansol"
"Baik Hansol.. ah kamu bisa duduk di samping Boo Seugkwan" Guru menunjuk meja di samping Seungkwan yang melihat Vernon dengan mata berbinar.
Vernon mengangguk, ia berjalan kearah bangku di sebelah Seugkwan.
"Halo, gue Seungkwan! Semoga kita cepet akrab ya dan kalo lo perlu apa-apa lo bisa langsung tanya gue" Kata Seungkwan langsung begitu Vernon duduk di sampingnya, sementara Vernon hanya mengangguk pelan.
.
.
"Yooo Joshuaa.." Jeonghan memanggil nama orang yang baru datang ke kelas itu. Wali kelas dan murid disana bingung menatap Jeonghan yang terlihat akrab dengan si anak baru.
"Yoo Jeonghan.." Balas si murid baru , Joshua.
"Sepertinya kalian sudah saling mengenal, haha.. oh ya silahkan perkenalkan namamu kepada teman-temanmu yang lain" Kata Walikelasnya.
"Ah.. Halo, Nama saya Jisoo, Hong Jisoo. Semoga kita bisa bekerja sama kedepannya" kata Joshua memperkenalkan diri.
"Kamu bisa duduk di samping Kim Yerim.."
"Jisoo duduk sama saya aja bu! Biarin aja Sungjae yang duduk sama Yerim, nanti saya yang bilang umpung dianya juga ga masuk bu" Kata Jeonghan. Gurunya menyetujui dan membiarkan Joshua duduk dengan Jeonghan.
"Hey Josh"
"Hey Han"
Joshua dan Jeonghan bertukar tos dan Joshua duduk di samping Jeonghan dengan nyaman.
"Dah lama ya, soo"
"Terakhir kita ketemu kan pas masih SD"
.
.
"Jihoon sayaaaaang.." Soonyoung berlari mengejar Jihoon yang sedang melepas sepatunya di depan loker sekolah. Jihoon menatap Soonyoung dengan wajah kesalnya.
"Apa?" sinis Jihoon.
"Eyy pagi-pagi udah galak aja nih yangbeb" Soonyoung menyentuh pipi Jihoon namun langsung di tepis oleh Jihoon sendiri. Ia lalu melepas sepatunya dan meletakkan di loker di samping loker milik Jihoon.
"Kenapa tumben pagi-pagi?" Tanya Jihoon.
"Hehehe.. gue pulang sekolah ada kegiatan" jawab Soonyoung.
"Ya terus?"
"Temenin.." Soonyoung memasang wajah memelasnya, Jihoon tersenyum kecil dan mengangguk pelan.
"Yaudah tapi.."
"Yes! Loh kok ada tapi-nya?"
"Iyalah.. dikira gratis? Toilet aja bayar"
Soonyoung mengerut, "Tapi apa cepet"
"Tapi temenin gue ke pasar malem" jawab Jihoon.
"Itu doang?" JIhoon mengangguk.
"Siap lah! Yang penting lo temenin gue latihan"
Jihoon berjalan mendahului Soonyoung menuju kelasnya.
.
.
Jeonghan mencuci wajahnya di wastafel, tidak di sangka Seungcheol keluar dari salah satu bilik toilet disana.
Seungcheol yang melihat Jeonghan sedang mencuci wajahnya memiliki ide iseng. Ia mengambil air di tangannya dan membasahi kepala Jeonghan.
Jeonghan yang menyadarinya langsung bangun dan melihat Seungcheol yang sedang tertawa karena rambut panjangnya basah. "Choi Seungcheol..."
"Iyaa Yoon Jeonghan.. kenapa? Rambutnya basah ya..? utututu kasian" Kata Seungcheol sambil tertawa.
Jeonghan membalas dengan melempar air ke wajah Seungcheol, dan Seungcheol juga membalas dengan melempar air kembali ke Jeonghan. Anehnya tidak ada yang marah atau kesal, mereka berdua hanya tertawa sambil terus bermain air.
Jeonghan kembali ke kelasnya dengan kondisi basah, membuat Joshua bingung.
"Lo abis jadi duyung?" tanyanya.
Jeonghan tertawa, "Ga lah bego, gue di basahin sama Seungcheol, yaudah gue basahin balik"
"Lo kayanya happy banget"
Jeonghan langsung menghapus senyumnya, "Ga juga"
Joshua hanya tertawa kecil melihat teman baiknya itu.
Pulang sekolah Jeonghan dan para antek-anteknya berkumpul di depan lobby sekolah. Beberapa dari mereka bersiap untuk mengikuti ekskul, dan ada juga yang mau numpang nonton orang ekskul soalnya males balik cepet.
"Shua-hyung jadi ikut padus?" Tanya Seungkwan. Joshua mengangguk, ia berhasil dihasut Jeonghan untuk masuk ke ekskul yang sama dengannya agar ia ada teman padahal dia sendiri sudah memilki banyak teman.
"Jihoon-hyung ikut latihan?" Tanya Seungkwan lagi, kali ini pada Jihoon yang sedang memainkan ponselnya.
"Oh gue enggak, ada acara jadi gue bolos ya bilangin pelatih" Jawab Jihoon.
"Ohok, acara apa nih" goda Wonwoo.
"Hao gimana?" Tanya Jeonghan.
"Oh hao ada kegiatan luar sekolah, nanti dijemput sama Jun-ge" jawab Minghao.
"Oh oke oke, lo Wonwoo?"
"Gue bete di rumah tapi harus belajar buat olim, gue belajar di taman sekolah aja sambal nuggu kalian selesai ekskul" Jawab Wonwoo.
"Serius lo, Won?" Wonwoo mengangguk.
Dari jauh, terlihat Soonyoung yang sedang berjalan berdua dengan Seokmin dan ada Jun di belakangnya.
"Beb Jiun..!" Soonyoung langsung berlari kearah Jihoon.
"Lama, hampir mau gue tinggal" kata Jihoon.
"Jangan gitu dong beb, ayo ayo" Soonyoung menarik tangan Jihoon menjauh dari sana.
"Hyung, duluan!" kata Jihoon sambil ditarik Soonyoung.
"Hyung" Seokmin memanggil Jeonghan. Ia melihat ada orang baru di samping seniornya itu. "Siapa hyung?"
"Oh.. ini anak baru, dia mau ikut padus juga" kata Jeonghan Joshua yang berdiri di sampingnya hanya mengangguk canggung.
Seokmin tersenyum lebar dan mengulurkan tanganya, "Oh.. salam kenal, gue Lee Seokmin"
Joshua mengambil uluran tangan Seokmin, menjabatnya "Hong Jisoo, tapi panggil aja Joshua biar sama kaya yang lain"
"Okay Joshua-hyung!"
"Oh! Vernon!" Seungkwan melihat Vernon yang berjalan sambil membawa brosur ekskul di tangannya. Vernon yang dipanggil Seungkwan pun mendatanginya.
"Lo lagi nyari ekskul basket?" Tanya Seungkwan langsung begitu melihat brosur di tangan Vernon. Vernon mengagguk, "Iya kayanya seru ikut basket"
"Yah gue ga bisa bantu soalnya mau padus.. hyung mau anterin Vernon ga ke tempat basket?" Tanya Seungkwan.
"Hah? Gue?" Wonwoo bukannya tidak mau mengantar Vernon hanya saja salah satu anggota dari ekskul basket itu adalah Kim Mingyu, dan Wonwoo paling anti untuk menemui anak anjing itu.
"Ga ada yang kosong selain lo hyung.. tuh gue aja udah di tinggal ama bocah padus yang lain, hao-hyung juga udah ngabur, plis ya hyung yaa.." mohon Seungkwan. Wonwoo yang dasarnya tidak ingin mendengar rayuan Seungkwan akhirnya mengangguk mengiyakan sebelum Seungkwan melakukan hal lain yang bisa membuatnya muntah.
"Ayo gue anterin ke tempat basket" Wonwoo berjalan mendahului Vernon.
Wonwoo berbicara dengan Vernon tentang sekolah selama berjalan. Vernon tidak tahu kalau Wonwoo yang memiliki tampang garang ini nyaman diajak bicara.
Sementara itu, anak-anak basket yang sedang berkumpul melihat Wonwoo dan Vernon yang berjalan berdua.
"Eh itu bukannya pacar lo ming?" Tanya Jungkook ke Mingyu yang sedang mengelap keringat di wajahnya.
"Siapa anjir gue ga punya.." Kata-katanya tergantung begitu melihat Wonwoo yang sedang berjalan dengan seorang anak baru kearah lapangan basket.
"Oh iya gue lupa lo dah putus, selera dia bagus juga ya bro dapet bule" kata Jungkook. Mingyu terdiam, masih melihat kearah Wonwoo dan Vernon.
"Awas bola!" ada bola basket yang terlempar menuju Wonwoo, namun untung Vernon langsung menangkisnya.
"Duh non! Hansol gapapa? Sakit?" Wonwoo panic mengecek tangan Vernon, dan ada bekas memerah disana.
"Eh gue ga papa kok, beneran"
"Ga, ga, ayo ikut gue ke UKS, cepet! Ntar bengkak!"
"Tapi formulirnya..?"
"Ck, nanti gue yang kasih, udah ayo!"
Wonwoo menarik Vernon ke UKS, menjauh dari lapangan basket.
"Bule sialan.."
.
.
.
.
.
