Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.
Warning: oneshot ficlet.
.
.
Tahun Ajaran Baru
by Fei Mei
.
.
Kenma mengerang sebal sambil berbalik badan. Dengan malas tangannya mencoba menggapai telepon pintar di atas nakas, mengecek siapa yang berani-beraninya mengganggu tidur nyenyaknya. Mulutnya manyun saat melihat bahwa Kuroo-lah yang mengirimi pesan, sebagaimana yang selalu kaptennya lakukan tiap pagi.
.
Dari Kuroo
BANGUUUNN!
Jangan sampai terlambat di hari pertama tahun ajaran baru!
.
Ingin mendumel, tapi Kenma paham juga bahwa ia harus segera berpisah dari ranjang yang gaya gravitasinya begitu besar. Jadi ia pun bangkit dan mengambil handuk untuk mandi.
Usai membersihkan diri, ia segera mengenakan seragam lengkap yang telah ia gantung dari semalam. Diambilnya tas sekolah dan beranjak keluar kamar. Sang ibu menyapanya dengan riang sambil meletakkan sarapan di atas meja makan, dan langsung disantap Kenma tanpa mengatakan apa-apa kecuali 'hm' ringan sebagai respon akan sapaan ibunya. Selesai sarapan, ia mengecek lagi isi tasnya sebelum akhirnya keluar rumah.
Pada pukul enam lewat dua puluh pagi, Kenma telah tiba di pertigaan tempat biasa ia dan Kuroo bertemu untuk jalan bareng ke sekolah. Biasanya begitu yang lebih muda tiba, kapten tim voli putra SMA Nekoma itu telah menunggunya. Tetapi hari ini berbeda, entah kenapa Kenma tidak menemukan sahabatnya disana. Dibilang Kuroo kesiangan, sepertinya tidak mungkin, karena tadi anak itulah yang membangunkan Kenma pagi-pagi.
'Apa jangan-jangan dia sakit lalu absen?' pikir Kenma.
Walau sakit, biasanya Kuroo akan memaksakan diri untuk tetap pergi sekolah. Dan kalau dia sampai terpaksa absen, kakak kelasnya itu akan tetap mengirim pesan pada Kenma untuk membangunkannya di pagi hari. Tetapi, kalau memang tidak masuk, biasanya Kuroo memberitahunya untuk jangan menunggu dan langsung pergi sekolah saja.
Lalu Kenma berpikir bahwa mungkin ada sesuatu di kediaman Kuroo yang membuat anak itu keluar lebih lama dari biasanya. Jadi Kenma mengambil PSP dari saku dan memainkannya sembari menunggu.
Sudah lewat lima menit, tidak ada tanda kedatangan Kuroo, dan Kenma masih menunggu.
Sepuluh menit, lima belas menit, dan Kenma mulai cemas. Sudah bolak-balik ia mengecek ponsel untuk melihat kalau-kalau Kuroo memberi kabar, tapi nihil. Kelas memang baru akan dimulai jam sembilan kurang lima belas menit, tapi seorang Kuroo Tetsuro tidak akan mau melewatkan latihan pagi di gym. Jadi Kenma memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. Ia tidak mau menghubungi Kuroo, takutnya pemuda itu malah semakin terhambat gara-gara harus merespon panggilan Kenma.
Pukul tujuh tepat, Kenma sudah gelisah. Ia tidak ingin berpikir macam-macam, tapi rasanya sangat aneh jika sudah jam segini dan temannya belum muncul tanpa kabar. Kenma menukar PSP dengan ponsel. Terserah, deh, kalau nantinya malah menganggu Kuroo yang mungkin sedang siap-siap, setidaknya Kenma ingin kabar agar tidak cemas.
'Dasar Kuroo!' dengus Kenma sambil menyalakan layar ponselnya dan mencari nama Kuroo di daftar kontak. 'Dia sendiri lho, yang bangunin aku, sekarang malah dia yang telat! Entar tahu rasa deh dia kalau sampai telat upacara awal tahun ajaran—'
—oh.
Kenma menghentikan jentikan jari pada ponselnya. Ia ingat sekarang.
Tahun ajaran baru. Tahun ini Kenma kelas tiga. Kuroo setahun lebih tua darinya. Jadi jika sekarang ia kelas tiga, berarti temannya itu …
'Oh iya, Kuroo sudah bukan anak SMA lagi.'
Jadi Kenma mengantungi ponselnya.
Sejak hari itu, Kenma pergi ke sekolah tanpa Kuroo bersamanya.
.
.
Selesai
.
.
A/N: Fei ketik ini kemarin, dan memang baru pengen diunggah hari ini. Tapi ada dua hal yang baru Fei sadari ketika sedang edit di document manager:
Satu, ternyata hari ini Kuroo ultah. Pas banget, padahal kemarin-kemarin udah nyari ide buat ultahnya dan gak dapet lalu nyerah.
Dua, Fei gak ngeh bahwa ternyata fict Fei udah nyentuh 300 biji, mungkin karena belakangan ini unggah fict tiap hari (makasih HQ).
Review?
