Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.
Warning: oneshot ficlet, timeskip!BokuAka.
.
.
tempat untuk pulang
by Fei Mei
.
.
Sejak lulus SMA, Bokuto berusaha untuk jangan lagi terjebak mood swing apalagi terjun ke emo mode. Ia sadar, bahwa selama dua tahun terakhirnya di SMA, Akaashi-lah yang berhasil membuat mood-nya menjadi lebih baik. Maka dari itu, ketika ia lulus sekolah, Bokuto belajar mengendalikan emosi dan perasaannya lebih baik karena tahu tidak mungkin tiba-tiba Setter kesayangannya muncul di hadapannya.
Setelah beberapa tahun mampu menarik dirinya sendiri keluar dari emo mode, Bokuto terjebak lagi. Dan ia tidak yakin Akaashi bisa membuat perasaannya lebih baik, sebab pemuda cantik itulah penyebab kegalauannya.
Belakangan ini sang kekasih selalu pulang di atas jam delapan malam. Oke, itu belum terlalu larut, tapi Bokuto kesepian karena Akaashi keluar rumah dari jam tujuh pagi dan tidak kembali sampai malam. Mereka masih berkirim pesan, dan Bokuto juga ada menelepon saking kangennya. Tapi tetap saja, ia merindukan kehadiran pacarnya saat ia sendiri ada di rumah—biasanya Bokuto sibuk latihan voli, jadi ketika senggang itulah ia merasa sepi.
Malam ini, entah sudah keberapa kalinya Bokuto melirik jam dinding sambil memeluk bantal. Ia cemberut, dan mungkin sebenarnya Akaashi menyadari raut muka hampir paten selama beberapa hari ini. Bokuto pun tidak bisa melarang Akaashi pergi, karena toh, kekasihnya itu kerja dan bukan keluyuran. Masalahnya, orang yang harus diurusnya itu lhooo: UDEL TENMA. Eh, salah, UDAI Tenma. Cowok. Sudah Bokuto ditinggal terus, Akaashi malah harus kerja menjadi editor Udai.
Ini malam Minggu padahal, dan dalam hati Bokuto sangat ingin menghabiskan waktu berdua dengan pacarnya di ranjang. Tapi sekarang sudah jam sembilan lewat, kasihan Akaashi kalau masih harus meladeni mantan kaptennya.
Cklek.
Mata dan hati Bokuto mendadak segar. Segera ia melompat dari ranjang dan keluar kamar, setengah berlari mendapati Akaashi yang sedang mau melepas sepatu.
"Akaashiii~" raung Bokuto, langsung melemparkan dirinya pada yang baru pulang.
"B-Bokuto-san, ehm, aku pulang," gumam Akaashi lembut, agak kaget karena kekasihnya mendadak memeluknya. "Maaf, aku pulang malam lagi."
Yang lebih tua cemberut tapi mengangguk juga dalam pelukannya. "Aku sampai mikir jelek melulu, tahu, mikir sebenarnya pacarmu itu aku atau Udai."
Akaashi tersenyum pahit sambil menepuk pelan punggung Bokuto. "Aku benar-benar minta maaf, Bokuto-san."
Bokuto melepas pelukannya, membiarkan wajah cemberutnya terlihat. "Saking kamu selalu pulang malam, aku jadi kepikiran bahwa mungkin suatu saat kamu gak bakal pulang kesini demi temenin Udai."
Dengan lembut Akaashi membelai pipi kekasihnya. "Bokuto-san, sampai tengah malam pun, aku akan pulang kesini."
Mata Bokuto perlahan berbinar. "Sungguhan?"
Akaashi tersenyum lembut. "Tentu saja. Aku akan selalu pulang ke tempat Bokuto-san, karena Bokuto-san adalah rumahku."
"A-Akaashiiiii!" Bokuto terharu kemudian memeluk pacarnya lebih erat dari yang sebelumnya.
"Bokuto-san, aku minta libur untuk besok," tutur Akaashi, masih tersenyum. "Jadi, besok mau kencan?"
Bokuto mengerjap, tampak berpikir dengan serius sampai ia mendapat ide. "Mau, tapi kencannya di ranjang aja."
…
…
"Bokuto-san, lusanya aku balik kerja, loh."
"Biarin, aku mau rondenya sebanyak berapa kali kamu pulang malem belakangan ini."
… ampun.
.
.
Selesai
.
.
A/N: Nyaris mau bikin pairing lain, tapi Fei kepikiran tentang UDEL Tenma yang Fei plesetin dari Udai, wkwkwk, jadinya begini deh.
Review?
