The Legend of Sakura
.
.
Gaara x Sakura
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
.
KiRei Apple
Sunagakure, salah satu kerajaan yang ada dibelahan bagian negara api. Negara api seperti pemimpin dari beberapa kerajaan, seperti Sunagakure, Konohagakure, Iwagakure, Amegakure, Otogakure. Terletak dibelahan dengan berbagai situasi yang berbeda. Sunagakure adalah kerajaan angin dengan sebagian besar kelilingi gurun pasir.
Sejak digantikannya tahta kepada Raja muda dua tahun lalu, Suna sekarang memang sangat maju pesat. Mulai dari pembangunan dan keadaan perekonomian kerajaan yang sangat baik. Dan karena hal itu tidak serta-merta membuat semua orang senang, termasuk tetua kerajaan yang sebenarnya menanti jika dialah yang seharunya menggantikannya sebagaimana ia telah mengabdi puluhan tahun ini, bukan sosok pemuda dengan kutukan yang sudah menimpanya sejak lahir.
Lihat saja tingkah arogannya sekarang? Dia berjalan angkuh tanpa memberi salam hormat kepada tetua yang seharunya dia hormati sebagaimana mestinya, seperti mendiang Raja sebelumnya.
Raja muda itu sudah berdiri disingga sana, tempat kekuasaannya. Dengan jubah kebesarannya dan tak lupa topeng yang meutupi sebagian wajahnya. Rambut merah panjangnya terikat indah. Mata tajamnya terlihat mengintimidasi layaknya sang pemburu.
"Kerahkan pasukan dan perketat keamanan diperbatasan!" Dia berujar dengan lantang, menyuruh dari Mentri pertahanan yang dimiliki kerajaan untuk menambah pasukannya diperbatasan.
Sang Mentri yang sejak tadi berdiri dengan kepala menunduk kini menghadap sang Raja dan berlutut patuh.
"Baik Baginda Raja, saya segera memperketat penjagaan sesuai permintaan anda Raja."
Sang Raja muda mengangguk dan mendudukan diri di kursi singgasananya. Semua sudah berkumpul tapi--
"Kemana Ebisu?" Sang Raja mencari satu Mentri yang seharusnya hadir saat ini karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Seingatnya ia sudah memberitahu semua untuk hadir tapi kenapa beberapa dari mereka tidak ada?
Sang Kasim mendekat dan berbisik kepada sang Raja dan mendapat jawaban berupa lirikan yang membuat siapa saja mendapat lirikan itu seperti terkena serangan tanpa bersentuhan fisik, sangat mematikan.
"Saya disini Baginda Raja."
Seruan datang dari sosok Mentri yang sejak tadi dicarinya, kini datang dengan gulungan ditangannya. Ebisu, Mentri yang mengelola keuangan kerajaan atau bisa dibilang yang mengatur perekonomian kerajaan datang terlambat karena ada sesuatu hal yang memang menghambatnya tadi.
Netra dari mata Raja dibalik topeng terus mengawasi Mentrinya yang kini sudah berdiri didepannya dan menyodorkan gulungan untuknya.
"Apa itu?"
"Undangan dari Negara pengendali." Negara pengendali atau nama lain adalah Negara Api ialah yang menguasai dan mengontrol kerajaan-kerajaan di dalamnya. Negara api memiliki kuasa untuk mengatur semua kerajaan yang menjadi tutorialnya.
Sang Kasim mengambil gulungan itu dan menyerahkannya kepada sang Raja.
Sang Raja membuka dan membaca setiap tulisan yang tertera pada gulungan bertinta dan bercap emas dengan lambang api.
"Aku tidak akan kesana!" Sang Raja membuang gulungan itu sembarang dan di tangkap oleh salah satu tetua yang otomatis membaca apa isi dari gulungan itu hingga membuat sang Raja muda mereka sama sekali tidak tertarik meskipun ini adalah dari Negara yang mengatur mereka.
Para tetua berbisik dan mengintip isi gulungan itu dan berakhir dengan diskusi singkat mereka dan menyampaikan pendapat mereka untuk sang Raja muda.
"Bukan kah ini kesempatan besar untuk anda Baginda Raja?" Salah satu Tetua mengeluarkan pendapatnya karena ia heran dengan sikap sang Raja yang seolah menyepelekan hal ini.
Sang Raja meliriknya namun tidak bersuara.
"Undangan itu seperti biasa akan mempertemukan semua kerajaan dan untuk saat ini pemberitahuan mereka tentang pemilihan pendamping untuk putri sepertinya pilihan yang tepat untuk anda Baginda Raja." Salah satu tetua berujar lagi menyerukan pendapatnya.
Sang Raja masih terdiam mendengar pembicaraan tetua kerajaan yang seperti biasa, penuh dengan perhatian sekaligus memuakan untuknya.
"Kalian tau untuk menuju kesana itu bukan hal yang mudah." Sang Raja mempertegas, memaksa semua yang ada di ruangan pertemuan ini kembali mengingat hal yang bukan rahasia lagi jika untuk menuju Negara besar itu butuh perjuangan yang tidak mudah.
"Apa anda mengakui jika anda lemah Baginda Raja?" Pertanyaan dari salah satu tetua Azuma membuat mata tajam sang Raja meliriknya penuh.
Seringai nampak disudut bibir sang Raja mendengar ocehan sang tetua yang tidak lain adalah pamannya. Dari perkataanya sudah jelas bukan meremehkannya, ia sangat tahu itu. Sejak tadi ia hanya bermain-main ingin tahu apa reaksi mereka dan tentu saja semakin terlihat siapa yang terus mengancamnya. Bukan sesuatu yang jauh tapi sesuatu yang sangat jelas nampak dipelupuk matanya.
"Jelaskan apa keuntungan untukku jika datang memenuhi undangan itu?"
Semua hening dengan satu pertanyaan sang Raja. Mereka sangat tau tabiat Raja mereka. Bukan pemuda yang akan menurut apa perkataan orang tua tapi sang Raja lebih tidak terduga dengan segala tindakannya dan hal itu membuat semua sulit untuk memprediksikan.
"Jika anda berhasil mempersunting Putri dari Negara Api maka kerajaan kita semakin kuat dengan persatuan Negara penguasa Raja."
"Apa itu benar Ebisu?" Tanya Raja dengan meminta pendapat salah satu Mentrinya.
Sang Mentri yang ditunjuk mengangguk setuju. "Ya baginda Raja saya setuju dengan pendapat Tetua Suma."
"Hn." Sang Raja berdiri dan berjalan turun dari singgasana melewati puluhan Mentri dan para tetua yang mendesah pelan.
Sosok Raja Muda tidak bisa mereka remehkan nyatanya memang sulit untuk ditebak dan ditaklukan. Dia memiliki insting tajam, kecerdasan yang tidak bisa di anggap remeh dan tentunya adalah keahliannya dalam bela diri sangatlah menakjubkan. Selain terampil dengan bela diri, ia mahir menggunakan pedang dan juga panahan.
.
.
.
Angin berhembus kencang hingga menerbangkan pasir halus yang menguasai malam ini. Meskipun bulannya cerah tapi tidak mampu bersahabat dengan kedamaian malam ini. Angin terus bertiup kencang membuat semua penduduk memutuskan untuk menutup kedai dan memilih berada di dalam rumah mereka dari pada harus berurusan dengan angin yang memang sudah sering melanda di bulan-bulan tertentu.
"Kau yakin akan memenuhi undangan itu?"
Suara dari sudut ruangan membuat sang Raja yang sejak tadi berdiam dengan memandangi langit malam bereaksi dengan mengangkat tangannya, menggapai pasir yang berterbangan tertiup angin.
"Hn."
"Kau tau mereka mengincarmu."
Sang Raja nampak tenang dan berujar, "ya."
Sosok yang masih setia bersandar di sudut ruangan nampak gusar mendengar jawaban dari teman sekaligus Rajanya itu.
"Apa kau ingin mencarinya?"
Sosok itu tau ada satu tujuan sejak sang Raja masih kecil hingga detik ini, tentang kehilangan dan janjinya.
"Apa aku bisa menemukannya?" Sang Raja berujar tenang namun dari nada suaranya sang lawan bicara sangat tau jika itu adalah keputusasaan.
"Jika sang takdir sudah menggariskan itu sejak anda lahir maka anda bisa mempercayai dan mencarinya."
Sang Raja memejamkan matanya, meresapi apa yang dikatakan sahabat sekaligus pengawal pribadinya.
"Tapi..." Sang Raja menghentikan perkataannya dan menghembuskan napasnya pelan. Ingatannya akan kata-kata peramal yang meramalkan nasibnya saat kecil yang membuatnya waspada hingga kini. Bukan ia mempercayai sepenuhnya karena sebuah takdir hanya kami-sama yang menentukan, tapi terus terpikirkan bagaimana jika itu adalah kebenaran?
"Jadi mana yang akan kau pilih Raja?" Sosok yang sejak tadi bersandar dalam kegelapan melangkah perlahan mendekati sang Raja. "Seseorang yang terikat janji atau seseorang dengan takdir yang telah tertulis?"
"Aku..." Sang Raja yang hendak membuka mulut untuk menjawab memilih menarik diri dengan berdiam diri.
Angin malam yang semakin terasa dingin tidak membuat kedua orang itu beranjak. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Biarkan sang takdir yang menentukan semuanya." Sang Raja bergumam pelan dengan pikirannya yang menerawang.
To be continued
udah lama baru ke FFN lagi \\\\ kangen ohhh
oh aku SSL tapi termasuk saku cent dan anti Sasu cent hehehe yg udah kenal pasti tau.
lg kangen pair GaaSaku maaf ya Saskeyy aku pinjam dlu binimu
selamat datang kembali aku
buat yg mau mampir ke akun wattpadku boleh. @KiRei.apple19 Yoo
see yaaaa 3
Ckrg, 6nov2020
