Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.

Warning: oneshot drabble, IwaOi + UshiTen, slight MatsuHana.

.

.

Mitos tentang Kesabaran

by Fei Mei

.


.

"Eh, Oikawa-kun," panggil Tendo menghampirinya ketika mereka baru saja menyelesaikan tiga set latih tanding antara SMA Shiratorizawa dengan SMA Aoba Johsai. "Iwaizumi itu kasar banget, kok kamu betah masih sama pacaran sama dia?"

Oikawa yang tadinya bingung kenapa temannya Ushiwaka ini menghampirinya, langsung memasang wajah sok genit. "Aku kan, sayang Iwa-chan, wajar dong~aduh!" Yak, botol minum melayang ke kepala si Setter. "Sakit, Iwa-chan!"

Hanamaki yang memang dari awal duduk di dekat kaptennya ikut merespon. "Tuh, kasar banget, padahal sama pacar sendiri."

"Hmmm." Oikawa mengusap pelan bagian kepalanya yang barusan kena timpuk, lalu tersenyum tulus. "Tapi aku tahu dia sayang aku, kok, apalagi kami saling kenal sejak kecil, jadi aku udah terbiasa sabar menghadapinya."

"Sabar?" ejek Hanamaki. "Orang sabar itu buktinya punya pantat yang lebar. Pantatmu, tuh, tepos banget tahu!"

"Makki jahat, ah!" cibir Oikawa.

Hanamaki menoleh pada Tendo dan menyengir. "Kamu juga sama aja. Ushijima otaknya hanya berisi voli, lho, airhead banget kalau menyangkut hal pacaran. Sesabar itu, pantatmu sama aja teposnya, Tendo!"

Yang diejek nomor dua mendengus. Mungkin karena mengejek Tendo dan Oikawa tampak asyik, Matsukawa datang dan menyeletuk. "Kalau gak sabar, Tendo gak bakal dapet 'jatah' malam hari di ranjang dari Ushijima, kan?"

Tendo cemberut, lalu pacarnya datang. "Jatah?" tanya Ushijima dengan tampang bingung. "Tentu aku akan kasih jatah ke Tendo tiap malam."

BRUH, TIAP MALAM, WOI.

"Wah—"

"—Enggak, tunggu," Tendo menghentikan ucapan kagum Hanamaki dan Matsukawa dengan agak lelah. "Wakatoshi-kun, silakan jelaskan maksudmu tentang 'jatah'."

Ushijima mengerjap. "Mm, yah, sudah pasti kuberi jatah, kan? Tidak mungkin tiap malam aku membiarkanmu tidur di lantai karena aku mengambil jatah semua permukaan ranjang?"

... yaelah, ternyata jatah porsi ranjang.

Hanamaki menyenggol lengan Tendo. "Tuh, kok bisa sabar sih, menghadapi jenis begituan?

"Hebatnya lagi, kalian udah sabar begitu aja, pantatnya masih tepos," timpal Matsukawa.

Oikawa jelas langsung cemberut gara-gara daritadi dibilang tepos. "Orang sabar itu pantatnya lebar, bukan berisi! Pantatku dan Tendo ini walau tepos tapi lebar, cek aja sendiri pakai penggaris!"

Iwaizumi pun turut menghampiri mereka. "Hooo, saking teposnya, bisa diukur pakai penggaris yang rata, ya, Pantat-Tepos-Kawa?"

"Iwa-chan jahat aaah!" rengek Oikawa, lalu mendengus. "Lagian, kalau masalah berisi apa enggaknya pantat disangkutpautin dengan perkataan 'orang sabar pantatnya lebar', pantat Bokuto dan Akaashi dari Fukurodani itu ketuker, dong?"

"Iya juga, sih—aduh, Wakatoshi-kun, jangan main pegang di depan yang lain dong, ah!" celetuk Tendo spontan karena pacarnya meraba pantat.

"Anjrit, Ushijima kalau sange gak kenal tempat gitu apa gimana?" tanya Hanamaki kaget.

"Erm, enggak, aku cuman penasaran," ujar Ushijima. "Pantatmu rata begini, apa karena aku sering terlalu kasar, ya?"

"Hooo, bisa jadi!" sahut Matsukawa lalu tertawa lepas.

Hanamaki yang masih berusaha menahan tawa pun ikut menimpali. "Jadi Ushijima dan Iwaizumi coblos Tendo dan Oikawa terlalu keras berkali-kali dari belakang, makanya mereka jadi tepos begitu!"

Ushijima, dengan polosnya, menatap duo Seijoh itu dengan bingung. " … kalau coblos berkali-kali, bukannya surat suaranya tidak sah, ya?"

" …"

" …"

" …"

" …"

Iwaizumi menarik teman-teman setimnya bangkit. "Udah lah, pulang, yuk."

.


.

Selesai

.


.

A/N: Itu Matsu-Hana frontal banget yak wkwkwk. Jadi beberapa hari lalu karena sering nonton berbagai video HQtext, Fei kepikiran bahwa pantat Oikawa tepos karena Iwaizumi sering terlalu kasar, kemudian inget juga bahwa banyak yang bilang Tendo kok bisa sabar banget hadapin Ushijima (di canon sekalipun), makanya jadilah fict ini.

Review?