p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strongSerangga v Mamalia/strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strongA BLEACH fanfiction made by Rizuki/strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal""Kau tahu apa yang kemudian aku sesali dalam hidupku selama ribuan tahun?" Nnoitra yang sedang meminum teh hangat di rumah Nel sambil menatapi hutan Hueco Mundo tiba-tiba saja menanyakan sesuatu yang tidak wajar. Seorang pria yang bertambah umurnya hari ini itu memang suka sekali membuat orang lain tidak habis pikir dengan tindakannya. Nel tentu saja bukan salah satu pengecualian. Tapi Nel yang dasarnya memang tidak benyak bicara hanya merespon seadanya./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Hm?" Nel mendekat pada pria itu, duduk di sebelahnya dan ikut memandangi hutan Hueco Mundo./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Aku tidak bisa cukup kuat untuk membuat kita tidak terikat dengan Shinigami macam Aizen."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Kau menyesalinya sekarang? Dia memberikanmu kekuatan yang selalu kau inginkan."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Yang bahkan tidak cukup untuk mengalahkanmu? Cuih!" Nnoitra meludahi lantai dan membuat Nel memukul bagian belakang kepala pria itu sekuat tenaga./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Jangan berpikir dengan kau meludahi lantai rumahku, kenyataan akan berubah, Nnoitra."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Jadi kau benar-benar berpikir bahwa kau lebih kuat dariku? Kau hanya seekor kambing gunung, Nel-"/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Centaur, Nnoitra Gilga. Sudah kubilang berkali-kali padamu."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""HA?! Benarkah? Kau lebih terlihat seperti kambing-"/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Apa kau sekarang sedang berusaha menegaskan bahwa kau memang tidak cukup pantas dibandingkan aku?" Alis Nnoitra menukik tajam. Ia tak senang, tentu saja, dengan ucapan Nel. Terlebih wanita itu kemudian span style="mso-spacerun: yes;" /spandengan santainya malah meminum kopinya tanpa rasa bersalah./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Apa yang ingin coba kau katakan?"/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Hm? Kau benar-benar punya masalah dengan mentalmu ya, Nnoitra. Kudengar Belalang Sembah adalah hewan yang agresif. Tapi lihat dirimu. Tidak pernah puas dengan seberapa 'kecil' dirimu." Nel beranjak dari duduknya sambil membawa serta cangkirnya yang telah tandas isinya. Niat hati, ingin mengisi ulang, tapi Nnoitra lebih dulu mengunci pergerakannya dengan sebuah pelukan dari belakang. Pria tinggi itu kemudian berbisik di telinganya,/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Belalang Sembah biasanya mati setelah berhubungan dengan pasangannya. Tapi aku masih berdiri sampai sekarang. Bukankah aku lebih dari sekadar 'kuat'?" Neliel mendengus geli./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Dasar Serangga."/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal""Happy belate birthday, Maniac Praying Mantis." -Satu kecupan untuk si kurus tinggi layaknya pohon Pinang./p
p class="MsoNormal""Thanks for the 'meal', Big Goat." -Nnoitra, tidak tahu terima kasih./p
p style="text-align: center;"strongSerangga v Mamalia : I/strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strongA BLEACH fanfiction made by Rizuki/strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal""Kau tahu apa yang kemudian aku sesali dalam hidupku selama ribuan tahun?" Nnoitra yang sedang meminum teh hangat di rumah Nel sambil menatapi hutan Hueco Mundo tiba-tiba saja menanyakan sesuatu yang tidak wajar. Seorang pria yang bertambah umurnya hari ini itu memang suka sekali membuat orang lain tidak habis pikir dengan tindakannya. Nel tentu saja bukan salah satu pengecualian. Tapi Nel yang dasarnya memang tidak benyak bicara hanya merespon seadanya./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Hm?" Nel mendekat pada pria itu, duduk di sebelahnya dan ikut memandangi hutan Hueco Mundo./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Aku tidak bisa cukup kuat untuk membuat kita tidak terikat dengan Shinigami macam Aizen."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Kau menyesalinya sekarang? Dia memberikanmu kekuatan yang selalu kau inginkan."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Yang bahkan tidak cukup untuk mengalahkanmu? Cuih!" Nnoitra meludahi lantai dan membuat Nel memukul bagian belakang kepala pria itu sekuat tenaga./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Jangan berpikir dengan kau meludahi lantai rumahku, kenyataan akan berubah, Nnoitra."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Jadi kau benar-benar berpikir bahwa kau lebih kuat dariku? Kau hanya seekor kambing gunung, Nel-"/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Centaur, Nnoitra Gilga. Sudah kubilang berkali-kali padamu."/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""HA?! Benarkah? Kau lebih terlihat seperti kambing-"/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Apa kau sekarang sedang berusaha menegaskan bahwa kau memang tidak cukup pantas dibandingkan aku?" Alis Nnoitra menukik tajam. Ia tak senang, tentu saja, dengan ucapan Nel. Terlebih wanita itu kemudian span style="mso-spacerun: yes;" /spandengan santainya malah meminum kopinya tanpa rasa bersalah./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Apa yang ingin coba kau katakan?"/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Hm? Kau benar-benar punya masalah dengan mentalmu ya, Nnoitra. Kudengar Belalang Sembah adalah hewan yang agresif. Tapi lihat dirimu. Tidak pernah puas dengan seberapa 'kecil' dirimu." Nel beranjak dari duduknya sambil membawa serta cangkirnya yang telah tandas isinya. Niat hati, ingin mengisi ulang, tapi Nnoitra lebih dulu mengunci pergerakannya dengan sebuah pelukan dari belakang. Pria tinggi itu kemudian berbisik di telinganya,/p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Belalang Sembah biasanya mati setelah berhubungan dengan pasangannya. Tapi aku masih berdiri sampai sekarang. Bukankah aku lebih dari sekadar 'kuat'?" Neliel mendengus geli./p
p class="MsoNormal" /p
p class="MsoNormal""Dasar Serangga."/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;"strong./strong/p
p class="MsoNormal""Happy belate birthday, Maniac Praying Mantis." -Satu kecupan untuk si kurus tinggi layaknya pohon Pinang./p
p class="MsoNormal""Thanks for the 'meal', Big Goat." -Nnoitra, tidak tahu terima kasih./p
p style="text-align: center;"strongSerangga v Mamalia : I/strong/p
