Sakura mendesah pelan dan menggenggam erat ponsel pintarnya. Wajah gadis bermahkota pink itu terlihat seperti sedang menahan air matanya. Dia sungguh merasa kesal dengan kekasihnya Sasuke yang tiba-tiba saja meminta putus dari Sakura.
"Aku benci kamu Sasuke-kun" segera Sakura beranjak dari tempat duduknya itu, sedari tadi ia menunggu di cafe langganan mereka hanya untuk mendengar keputusan sepihak dari Sasuke yang menginginkan putus dengannya.
Sepanjang perjalanan Sakura menintikkan air matanya, ia tidak peduli dengan pandangan orang menatap kearahnya. Yang terpenting saat ini bagi Sakura adalah bertemu dengan Sasuke. Dia butuh penjelasan!
Di sisi lain, pria tampan berambut model pantat ayam itu terlihat begitu tenang setelah beberapa saat yang lalu ia memutuskan kekasihnya Sakura.
Ini adalah momen yang tepat baginya dan Sakura untuk mengakhiri hubungan palsu ini. Ia sudah muak di tempeli gadis berambut gulali itu, ia ingin bebas seperti dulu, sebelum ia bertemu dengan Sakura, dan perjodohan sialan itu.
Flashback ON.
Sebelumnya, awal pertemuan Sasuke dengan Sakura adalah sebuah kesialan bagi Sasuke. Sebelum mengenal Sakura hidup Sasuke berjalan baik-baik saja, namun setelah bertemu dengan gadis itu seluruh kehidupan Sasuke berubah 180 derajat hanya dalam waktu kurang dari satu malam.
Akhh...
Gadis cantik bersurai merah jambu itu memegangi lututnya yang kesakitan akibat terjatuh. Dia adalah Haruno Sakura, siswi baru di KHS.
"Astaga Nona. Apa kau tidak apa-apa?" Tanya seorang laki-laki berambut warna kuning terang itu, sambil menjulurkan tangannya kepada Sakura berniat menolongnya. Sakura melirik kearah name tag yang melekat di sebelah kiri dada laki-laki itu. Dia adalah Naruto, Uzumaki Naruto.
"Terima kasih Uzumaki-san" balas Sakura, sambil menerima uluran tangan itu.
"Eh, dari mana kau bisa tahu namaku? Kita bahkan belum berkenalan sebelumnya"
"Ah, aku mengetahui namamu dari name tag yang terpasang di seragammu Uzumaki-san" Ucap Sakura seraya menunjuk kearah dada sebelah kiri Naruto.
Lelaki jabrik itu tertawa terpingkal-pingkal bagaimana ia bisa lupa, jika ia mengenakan name tag itu di seragamnya.
"Cih. Dasar bodoh" desis seseorang di yang bersandar di dinding dekat Naruto, pria bermata elang berjalan melenggang meninggalkan Naruto dan Sakura menuju kelasnya.
"Oi Teme, kau mau kemana?" teriak Naruto kepada Sasuke yang sudah terlihat sedikit jauh dari mereka berdua.
"Kelas" balas Sasuke singkat.
Naruto mendengus kesal dan kembali menatap Sakura. "Oh iya perkenalkan namaku Uzumaki Naruto, dan laki-laki tadi dia adalah sahabatku Teme, bukan bukan namanya Uchiha Sasuke. Dan bisa kau perkenalkan namamu Nona manis"
"Sakura. Haruno Sakura" mereka pun berkenalan secara singkat dan di akhiri dengan kepergian Naruto mengejar sahabatnya itu. "Aaa, kalau begitu Sakura-chan. Ku harap kita bisa bertemu kembali, Bye."
Bel masuk jam pelajaran pertama pun telah berbunyi, semua siswa siswi di KHS pun segera bersiap-siap menunggu guru mereka datang. Tak terkecuali di kelas 3-2.
Terlihat dua orang sejoli yang berbeda gender itu berjalan beriringan, yang satu sosok pria tampan yang berjalan dengan tegapnya sambil meneteng absensi murid di kelasnya, selanjutnya dengan gadis cantik bersurai pink tadi yang berjalan sedikit tertatih akibat kecerobohannya sendiri.
Sesampainya di kelas 3-2. Mereka pun masuk dan mempersiapkan kelas sebelum mulai belajar.
"Baiklah anak-anak, hari ini kalian kedatangan murid baru dari Korea Selatan, Sense harap kalian bisa berteman baik dengannya"
"Baik Sense"
"Haruno, silakan perkenalkan dirimu"
"Selamat pagi, perkenalkan namaku Haruno Sakura dan aku pindahan dari KorSel. Dan sebelumnya aku memang bisa menggunakan bahasa jepang karna sebelumnya aku tinggal di sini selama 10 tahun, dan baru pindah ke Korea setelah itu. Salam kenal semua"
"Haruno kau bisa duduk di sebelah Yamanaka. Yamanaka angkat tanganmu"
Sakura pun melangkah berjalan kearah gadis yang tengah mengacungkan tangannya itu. Sesampainya di tempat duduknya, pandangannya bertemu dengan sosok lelaki yang pernah berpapasan dengannya tadi di lorong.
"Uchiha Sasuke? Jadi dia?" Sakura pun menggeleng-gelengkan kepalanya, dan langsung menduduki bangku miliknya.
Gadis Yamanaka itu tersenyum cengir menatap teman barunya Sakura. Dia pun mengulurkan tangannya dan mulai berbicara dengan Sakura.
"Hai, Ino. Yamanaka Ino"
"Oh, Sakura. Haruno Sakura, salam kenal"
Tak terasa bel istirahat pun berbunyi, Ino pun memutuskan mengajak Sakura untuk ke kantin bersama, agar ia bisa mengenalkan Sakura dengan teman-teman lainnya.
"Sakura, kenalkan ini temanku Hinata dan juga Temari"
"Hai, salam kenal"
"Salam kenal kembali. Kami harap kamu bisa betah di KHS ya Sakura" balas Temari sambil menarik Sakura agar lebih dekat dengan mereka.
Jam istirahat yang di lalui oleh keempat sahabat baru itu dilewati dengan canda gurau. Banyak hal yang mereka tanyakan ke Sakura. Bahkan saling menertawakan atau mengejek satu sama lain, sungguh persahabatan yang manis.
Dan ketika bel masuk berbunyi mereka berempat pun akhirnya kembali berpisah dan melanjutkan kegiatan belajar mereka.
Sepulang sekolah Sakura di jemput oleh sopir pribadinya Juugo, dia adalah kepercayaan ayah Sakura. Ketika Sakura berada di halaman parkiran ternyata Juggo telah menunggunya disana.
"Selamat siang Nona Sakura, bagaimana hari pertama mu di KHS?"
"Hmm. Menyenangkan Juugo-san. Tapi sebelum pulang aku ingin pergi ke toko buku Izumi book. Ada beberapa buku yang ingin aku beli disana Juugo-san"
"Apapun untukmu Nona"
Setelah lebih kurang 30 menit Sakura di perjalanan. Akhirnya dia sampai di toko buku yang di tujunya, setelah keluar dari mobil Sakura langsung berlari ke toko buku.
Mengambil sebuah buku kecil itu Sakura sedikit kewalahan, sudahlah ia memegang beberapa buku di tangan kirinya, ditambah lagi buku kecil itu berada di rak paling atas, jangan salahkan postur tubuhnya lebih pendek dari rak itu.
"Ih, kok susah sih?" Sakura pun bergedumen sendiri sambil terus berusaha mengambil buku bersampul warna pink kecil itu. Dan tiba-tiba saja.
Grep.
Seseorang yang lebih tinggi darinya berhasil mengambil buku itu, Sakura pun langsung menoleh ke arah seseorang itu, dan betapa terkejutnya ia dengan seseorang itu. Dia adalah Uchiha Sasuke.
"Terima kasih" ucap Sakura sambil menerima uluran Sasuke bersama buku itu kearah Sakura.
"Hn"
Sasuke pun pergi meninggalkan Sakura yang masih mematung di tempatnya. "Apa yang dilakukan Sasuke disini? Apa dia ingin membeli buku juga?" batin Sakura bertanya.
Drittt..dritt...
"Halo Ibu"
"Sakura kau ada dimana sekarang sayang?"
"Sakura lagi di toko buku ibu"
"Bisa pulang lebih cepat nak. Soalnya nanti malam kita kedatangan tamu"
"Hm, bisa ibu. Sebentar lagi Sakura juga ingin pulang"
"Baiklah hati-hati sayang"
"Iya ibu"
Sakura bergegas dan segera membayar bukunya ke kasir. Disana ia melihat Sasuke kembali yang sedang melayani pelanggan, ternyata Sasuke bekerja di toko buku ini.
Sakura pun mengikuti antrian yang tidak terlalu panjang itu. Setelah berakhir kepadanya Sakura langsung meletakkan semua buku yang di belinya kearah Sasuke.
"Hai. Kita ketemu lagi Uchiha-san" sapa Sakura.
"Hn" balas Sasuke singkat sambil menghitung belanjaan Sakura.
"Apa ke semua perempuan kau seperti ini Uchiha-san?" tanya Sakura kepada Sasuke sambil meraut wajah menyelidik.
"Hn"
"Aish, kau menyebalkan sekali Uchiha-san" Sakura merenggut kesal.
"Kaulah yang lebih menyebalkan Haruno" balas Sasuke dan kini ia menatap datar kearah Sakura.
"Lah kok jadi aku? Bukannya kau yang dari tadi bilang Hn melulu, dan aku tidak mengerti maksudnya tahu!" nada bicara Sakura sedikit lebih tinggi dari sebelumnya dan bersidekap di dada.
"Dan kau terlalu banyak bicara!" bentak Sasuke yang sontak membuat Sakura terdiam. Ia tidak bisa lagi mengungkapkan apa-apa, di sodorkannya kartu kredit miliknya ke Sasuke dan menggenggam erat kantong plastik berisikan buku itu.
Setelah pembayaran selesai Sasuke dan Sakura saling terdiam satu Sama lain. "Ini" Sasuke pun mengembalikan kartu kredit Sakura. Sakura pun memasukan kembali kartu kreditnya ke dalam dompet miliknya dan berjalan meninggalkan Sasuke, samar-samar Sasuke mendengarkan gumaman Sakura kepadanya, dia terhanyut sebentar namun kembali merubah wajahnya datar seperti semula.
"Maaf"
TBC.
