Aku teringat sebuah kalimat yang pernah diucapkan oleh orang yang paling kusayangi. Sebuah kalimat yang setiap saat membuatku merasakan ketenangan walaupun harus menjalani hal-hal mengerikan setiap hari.
"Tidak apa-apa..., pelan-pelan saja. Selama kau bisa tersenyum, kau pasti bisa bahagia."
Kata-kata indah yang diucapkan oleh Kakek-ku. Disaat aku dikucilkan oleh orang-orang bahkan keluargaku sendiri, hanya kakek yang satu-satunya peduli padaku.
Aku memiliki penampilan yang bisa terbilang sangat tidak enak dipandang. Wajah yang dipenuhi jerawat serta tubuh yang gendut seperti babi, ditambah dengan tinggi badanku yang sangat pendek, membuat orang-orang jijik melihat ku. Bahkan saat menyentuh mereka sedikit saja, mereka akan memasang wajah jijik sambil melihat area yang ku pegang seperti melihat sebuah kotoran.
Tapi walaupun begitu aku tetep merasakan kebahagiaan, karena ada satu orang yang peduli padaku. Orang yang menyayangi ku dengan tulus, bahkan bisa membuatku semangat untuk menjalani hidup ini.
Namun...
"Jii-san?.."
Seorang pria tua dengan rambut putih panjang terbaring dengan mata tertutup diatas futon sederhana. Wajah keriputnya tidak menunjukan tanda kehidupan sedikitpun membuat pemuda gendut yang berdiri di samping futon tersebut meneteskan air mata. Menjatuhkan tubuhnya, pemuda itu hanya bisa menangis untuk melampiaskan emosi yang sedang ia rasakan, mencoba melepaskan kepergian dari sosok orang yang paling di sayanginya.
.
.
.
.
.
Chapter 1 : Awal.
My Adventure.
Disclaimer : Cuma meminjam.
Rate : M!
Summry : Uzumaki Naruto, sosok pemuda yang memiliki penampilan jelek dan gendut yang mirip babi tiba-tiba menemukan ruangan misterius di dalam rumah peninggalan kakeknya. Berbagai hal mengejutkan dialami Naruto saat menemukan ruangan itu. Sebenarnya apa yang ada disana?
.
.
.
.
Brukk!!
Seorang pemuda yang memiliki penampilan seperti preman memukul dengan sangat keras tubuh gendut dari pemeran utama kita. Terlihat bekas pukulan tercetak di pipi berlemak nya dengan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Memegangi pipinya dengan pelan, Naruto, menatap pemuda yang memukulnya dengan keras sambil menahan tangisannya. Sedangkan pelaku pemukulan hanya mengeluarkan ekspresi senang dengan bibir yang menyeringai.
"Jangan mengatakan tidak punya uang dengan ekspresi seperti pengemis sialan! Kalau kau tidak punya uang bagaimana kami bisa berbelanja, hah?!!"
Dia adalah Raiser Phenex, seorang anak dari sebuah keluarga kaya raya. Ditambah dengan fakta bahwa dia juga termasuk dalam sebuah gang berandalan bermaslaah yang sering melakukan tindakan kriminal kecil, Black Snake. Dia adalah penguasa di sekolah ini dan orang yang sering membully-nya karena penampilannya yang jelek, alasan yang tidak masuk akal bukan?
"Kalau begitu bagaimana dengan menjadikan tubuh babi-mu ini sebagai objek kekesalan ku, brengsek!!."
Duakkh!
Dengan kesal Raiser menendang keras perut Naruto menyebabkan Naruto merintih kesakitan sambil memegang perutnya, tidak berhenti begitu saja Raiser kembali menendang area tubuh lainnya dengan bertubi-tubi. Para siswa yang melihat perbuatan Raiser dari kejauhan hanya bisa terdiam menyaksikan, tidak ada niat membantu sedikitpun dalam benak mereka. Itu adalah hal lumrah, mereka hanya akan bersimpati kepada orang yang memiliki paras tampan dan cantik, dan akan bersikap tidak peduli sedikitpun kepada kebalikanya.
Saat Raiser asik-asiknya menendang tubuh Naruto, dua orang siswa yang memiliki seragam SMP tiba-tiba mendekati mereka. Mereka berdua memiliki wajah yang sangat tampan dan cantik walau masih berada di SMP. Dengan langkah angkuh mereka berjalan mendekati Raiser yang sedang bersenang-senang dengan Naruto. Sepertinya itu menarik? itulah yang dipikirkan salah satu dari mereka.
"Heh.., coba lihat siapa ini, bukannya ini kakak ku yang jelek?"
Saat sudah sampai di dekat Raiser dan Naruto salah satu dari 2 orang tadi berucap menghina Naruto. Dia adalah pemuda yang memiliki rambut merah yang sangat indah dengan bola mata biru, penampilannya yang sangat tampan membuat gadis-gadis SMA di sekitar mereka merona, walaupun fakta mengatakan pemuda itu masih SMP.
"Ne Raiser-senpai, bolehkan kami ikut juga?" ucap Menma kembali.
"Heh? Apa yang kalian lakukan disini Menma, Karin? Apa kalian mau membantu babi ini?"
Berhenti sebentar Raiser menatap Menma, pemuda berambut merah tadi, dan seorang gadis cantik berambut merah yang sama dengan kacamata di wajahnya yang bernama Karin.
"Membantu? Untuk apa membantu orang yang bahkan lebih jelek daripada babi itu sendiri?"
"Hahahaha begitu?..."
Balasan Karin membuat Raiser tertawa terbahak-bahak begitupun dengan Menma, dan beberapa murid yang melihat mereka dari kejauhan serta mendengar percakapan mereka ikut tertawa. Yah, fakta Naruto yang merupakan siswa gendut dan jelek mirip babi di sekolah ini sudah menjadi hal hal biasa untuk dijadikan targer bully ataupun hal-hal lainnya, jadi tidak mengherankan hal itu membuat mereka ikut serta dalam hal ini. Selama ada kesenangan kenapa tidak?
Mendengar suara familiar dari orang orang yang dikenalnya, Naruto berusaha mendongak untuk melihat. Dilihatnya Menma dan Karin, untuk sesaat Naruto merasakan rasa lega karena tendangan Raiser berhenti karena kedatangan mereka, walaupun fakta bahwa mereka berdua juga menghinanya. Yah, itu lebih baik daripada tubuh yang babak belur.
"M-menma, K-karin..,"
Dan tanpa disadari Naruto bergumam menyebut nama mereka berdua. Mereka sangat beruntung terlahir dengan tubuh, bakat, dan paras yang sangat baik, mereka berdua selalu dimanja oleh ayah dan ibu yang merupakan orangtua Naruto juga. Berbeda dengan dirinya yang setiap hari harus hidup tanpa kasih sayang ibu dan ayah, kadang Naruto iri dengan mereka berdua karena mendapatkan kasih sayang yang dia tidak pernah dapatkan, tapi semua itu tidak apa-apa, itu dikarenakan dia pernah merasakan kasih sayang dari sosok kakeknya walaupun itu hanya sementara.
Raiser yang mendengar gumaman Naruto menghentikan tawanya lalu mengeluarkan ekspresi marah. "Siapa yang menyuruhmu untuk berbicara babi brengsek!!"
Bukhhh!
Dengan keras Raiser kembali menendang Naruto membuat tubuh gendut itu kembali tersungkur, tidak hanya itu Raiser juga menginjak-injak kepala Naruto seperti menginjak-injak rumput.
Menma dan Karin hanya mengeluarkan ekspresi senang melihat kakak mereka kembali di buat babak belur. Sedangkan Naruto hanya bisa pasrah sambil memejamkan matanya, berusaha agar semua ini berakhir tanpa harus terlibat masalah lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Eh? Aku dipecat?"
Naruto dengan wajah babak belur hanya mengeluarkan ekspresi terkejut saat dirinya mendengar ucapan seorang pria di depannya. Pria yang memakai pakaian koki itu mengangguk sambil menatap Naruto dengan sedikit errr jijik.
"Ya, begitulah."
"T-tapi kenapa?" tanya Naruto.
"Lihatlah penampilan mu itu, dengan wajah babak belur ditambah wajah yang jelek masih ingin bekerja disini? Aku tidak mau para pelanggan ku kabur saat melihat mu."
Jadi begitu, karena dia babak belur dan jelek ya, jadi karena itu dia dipecat. Sekarang bagaimana? Dirinya sekarang tidak bisa hidup tanpa kerja sembilan, beberapa hari yang lalu dia diusir dari rumah orangtuanya karena beberapa alasan, dan sekarang dia tinggal di rumah sederhana di pinggir kota, bekas rumah kakeknya.
"Dan bukan hanya itu, lihat kesana."
Naruto mengedarkan pandangannya ke arah pria itu menunjuk dan melihat 3 orang dengan kaos hitam dan jubah merah sedang berdiri sambil tersenyum. Naruto membelakan matanya sedikit, mereka adalah anggota Black Snake, dan juga merupakan teman dari Raiser.
Ternyata ulah mereka. Menghela nafas Naruto kemudian membungkukan badannya lalu pergi dari situ dengan wajah menunduk. Sedangkan 3 orang anggota Black Snake yang menatap kepergian Naruto berteriak dengan keras dan mengejeknya.
"BABI GENDUT LEBIH BAIK BERTERNAK BABI SAJA."
"AKU TAHU TEMPAT PETERNAKAN BABI YANG DEKAT DARI SINI."
"OH TIDAK! APA KAU MARAH? HAHHAHAHA..."
Biarkan saja, itu hal yang biasa yang sering dia dengar. Ucapan mereka tidak lebih hanya ingin membuatnya merasakan kesedihan yang lebih mendalam. Dia sudah sering mendengar ejekan-ejekan itu, dari keluarga ataupun teman-teman sekolahnya. Hal itu membuat hati Naruto sedikit bisa bertahan dari rasa sakit saat mendengar nya.
Dalam langkahnya Naruto teringat dengan perkataan ayah dan ibunya beberapa hari yang lalu, saat dimana dirinya diusir dari rumah tepat setelah sang kakek meninggal lebih dari sebulan.
'Apa? Pak tua itu mewariskan rumahnya kepada bocah jelek itu?'.
'Mau bagaimana lagi, dia benar-benar menyayanginya, jadi dia mewariskan rumah itu padanya".
'Ck, orang tua itu.., tapi baguslah, jadi kita tidak akan mengurusnya lagi. Biarkan dia tinggal sendiri disana'.
'Kheh, ide yang bagus'.
Tes!
Air mata terjatuh dari pelupuk mata Naruto, sekarang dia tinggal sendiri, orang tuanya tidak menginginkan nya bahkan sekarang dipecat dari pekerjaannya, bagaimana caranya dia bisa membeli kebutuhan internal nya? Hal itu terus di renungkan Naruto dan sekarang dirinya sudah jauh dari mantan tempatnya bekerja, sekarang dirinya berada di salah satu toko kue yang baru buka, kebetulan juga toko kue ini dekat dengan zebra cross jadi bisa membuat Naruto melihat-lihat kue itu walau dari jauh.
"A-aku bilang tidak mau.."
"Heh, ayolah Ojou-san, kami akan membuatmu merasakan kesenangan kok."
"Iya benar, sayang sekali kalau benda disana tidak di sentuh."
Larut dalam kesedihannya Naruto tanpa sengaja mendengar sebuah suara di sebelah kanannya, melihat apa yang terjadi, terlihat seorang gadis cantik dengan rambut Crimson yang indah serta lekuk tubuh yang sangat indah untuk gadis seusianya sedang digoda oleh 2 orang pria yang memakai kaos hitam dengan jaket merah. Mereka adalah anggota Black Snake lagi, dan sekarang mereka sedang menggoda seorang gadis cantik yang nampak sangat ketakutan.
Dapat dilihat oleh Naruto orang-orang disekitar hanya bisa diam melihat apa yang terjadi disana tanpa berniat membantu sedikitpun.
"S-seseorang tolong dia..."
Nihil, tidak ada yang merespon, mereka hanya pura-pura tidak melihat dan mendengar apa yang terjadi. Melihat tidak ada yang merespon dan hanya bisa melihat dari kejauhan, Naruto tiba-tiba teringat tentang dirinya, teringat tentang orang-orang yang tidak mau membantu dan menolongnya saat di bully atau siksa.
"Ayolah Ojou-san, cuma malam ini aja kok."
"K-kumohon lepaskan.."
Salah satu dari pria itu memegang tangan si gadis dan mencengkram nya, gadis itu tampak berusaha melepaskan nya tapi pria yang satu lagi memegang pundak gadis tersebut berusaha membuatnya berhenti memberontak. Tampak wajah gadis itu ketakutan dan dua pria lainnya hanya bisa tertawa mesum.
Naruto menatap dalam diam, gadis itu sama dengan dirinya. Mereka berdua sama saat berada dalam hal ini, tidak ada yang peduli pada dirimu saat kalian dalam bahaya. Dia ingin menghentikan mereka, tapi apa yang bisa dilakukan? Dirinya tidak bisa apa-apa.
Dan dalam kebimbangan itu, sebuah suara melintas dari pikirannya, suara dari sosok orang yang disayanginya.
'Bantulah orang yang membutuhkan bantuan, Naru. Buatlah lingkaran pertemanan yang mana bisa membuatmu dianggap ada dan dipercaya oleh mereka.'
"Tolong, polisi!!"
Dan Naruto memantapkan tekadnya. Dengan suara keras dia berteriak memanggil polisi. Gadis dan 2 pria itu mengalihkan pandangan mereka ke arah Naruto, ekspresi kesal diperlihatkan keduanya dan ekspresi ketakutan masih di wajah gadis cantik tersebut.
"Apa masalahmu brengsek!! Jangan ikut campur dalam masalah orang lain!!"
"Dasar babi gendut!!"
Melepaskan cengkraman nya dari si gadis salah satu pria itu kemudian melangkah kearah Naruto dan memukul dengan keras pipi kirinya, meringis kesakitan saat menerima pukulan tersebut Naruto hanya bisa melihat pria itu kembali akan melayangkan pukulan kepadanya. Tapi sebelum pukulan itu mengenainya para polisi tiba ditempat tepat waktu, mendecih kesal kedua pria itu kemudian pergi dari sana untuk kejaran mengindari polisi.
"Awas saja kau babi gendut, urusan kita belum selesai!"
Dan hanya teriakan ancaman tersebutlah yang tersisa dari kedua pria tadi. Naruto menunduk sambil memegang pipi kirinya yang terasa panas dan sakit. Sedangkan gadis yang tadi dia selamatkan hanya bisa terdiam dengan tubuhnya yang bergetar ketakutan, terguncang atas apa yang dialaminya beberapa saat lalu.
Menatap Naruto, gadis itu kemudian melangkah lalu berjongkok menyamakan posisi dengan Naruto yang masih terduduk memegangi pipinya. Dengan suara yang bergetar gadis itu kemudian bersuara membuat Naruto terkejut.
"A-ano, apa kau tidak apa-apa? tenang saja ambulan akan datang sebentar lagi."
"E-ehh ini tidak apa-apa, tidak perlu memanggil ambulan."
"T-tapi lukamu?"
"Tidak masalah, aku pergi dulu."
Dengan cepat Naruto berlari menjauhi gadis itu, melihat Naruto yang pergi gadis itu hanya bisa terkejut. Dirinya menatap punggung Naruto kemudian berteriak mengucapkan sesuatu.
"Jangan pergi, aku akan membalas perbuatanmu."
Tapi sepertinya suara gadis itu tidak terdengar oleh Naruto, berlari dan terus berlari Naruto kalut akan dunianya sendiri.
"Aku tidak boleh dekat dengan siapapun, bahkan untuk seorang gadis, aku tidak mau membuat mereka memandang jijik diriku."
.
.
.
.
.
.
.
Terlihat Naruto sedang menatap dirinya di depan cermin yang sangat besar, dirinya melihat sosok gendut dan jelek dari penampilannya. Air mata mengalir dari pelupuk mata pemuda itu. Dia putus asa, dan sedih tentang apa yang dialaminya.
Hinaan dan tatapan mereka, dia sudah lelah tentang itu semua. Kenapa? kenapa cuma dirinya yang berbeda? kenapa penampilannya berbeda dari kedua adiknya dan orangtuanya? kenapa?
Ini adalah hal yang sering dilakukan Naruto, merenung sambil menatap sosok dirinya di depan cermin. Dia sudah melakukan ini dari dulu, bahkan sebelum pindah ke rumah ini. Menangis dan putus asa merupakan hal yang sering terjadi padanya apabila sedang merenung seperti ini.
"A-aku, tidak tahan lagi.." gumamnya sedih. Ya dia tahu, semula dia berbuat baik agar diperhatikan, tapi bukannya membuat mereka senang malah kebencian mereka kepada dirinya semakin besar. Usaha yang sering Naruto lakukan tidak pernah membuahkan hasil, dan pernah berpikir untuk menyerah saja.
Tapi kata-kata kakeknya selalu terngiang-ngiang di dalam kepalanya, berusaha menyemangatinya entah dalam kondisi apapun.
'Tidak apa-apa, jangan terburu-buru, pelan-pelan saja Naru. Selama kau bisa tersenyum kau pasti bisa bahagia.'
Air mata terjatuh dari mata Naruto kembali saat mengingat kata-kata kakeknya dulu. Kemudian dengan frustasi Naruto melempar sebuah ember besi ke cermin tersebut membuatnya pecah dan menghasilkan suara yang keras di malam hari. Mendengar suara cermin yang pecah, tangisan Naruto semakin keras dan keras. Hal itu terus terjadi sampai 20 menit berlalu, saat tangisannya berhenti, Naruto menghapus air matanya kemudian melihat kearah cermin yang dia hancurkan barusan, dan betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah ruangan dibalik cermin tadi.
Membelakan matanya Naruto hanya bisa terkejut melihat apa yang ada disana, karena penasaran Naruto lalu dengan hati-hati melangkah masuk kedalam ruangan itu.
Saat sudah memasuki ruangan, Naruto melihat berbagai jenis barang dan peti yang berdebu di berbagai sudut ruangan serta koleksi barang-barang aneh lainnya yang tergantung di dindingnya. Naruto hanya bisa terkagum melihat itu semua melupakan rasa sedihnya yang tadi meluap.
"Apa ini barang-barang milik kakek? Sugoi, banyak sekali, dan aneh. Aku tidak tahu kakek ternyata memiliki ruangan rahasia disini."
Naruto terus menyelusuri ruangan itu dan melihat-lihat berbagai koleksi barang aneh dan antik yang dia asumsikan milik kakeknya, ini membuat Naruto seperti berada di pameran barang antik dan bersejarah di Museum. Terus melangkah semakin dalam tanpa sadar Naruto berhenti di ujung ruangan, disana terdapat sebuah pintu besar yang sepertinya tergabung dengan dinding. Ukiran pintu tersebut yang mirip seperti monster membuat Naruto sedikit ketakutan, kenapa dengan pintu ini?
"Pintu apa ini? Apakah ada ruangan lain di dalamnya?" tanya Naruto.
Mengamati dengan wajah bloon sambil memiringkan kepalanya Naruto memikirkan apakah di balik pintu itu ada ruangan lain. Tapi mengingat tentang cermin yang dia hancurkan beberapa saat yang lalu terdapat ruangan di baliknya membuat Naruto berspekulasi bahwa ada ruangan lain juga di balik pintu ini.
"Yosh, sepertinya harus melihat apa yang ada di dalam."
Menyentuh permukaan pintu itu dengan hati-hati, Naruto dengan perlahan kemudian menarik gagangnya yang seperti mulut monster secara perlahan. Saat pintu terbuka, Naruto melihat sebuah ruangan yang sangat berbeda dengan ruangan disini. Disana terdapat kasur dan berbagai peti namun memiliki warna emas berkilauan, senjata senjata aneh seperti tombak, pedang, panah dan lainnya terpajang di dinding.
"Sangat berbeda dengan ruangan ini." gumam Naruto. Mengangkat bahunya Naruto kemudian secara perlahan memasuki ruangan lain itu.
Ding!
"Heh?"
[ Selamat kamu mendapatkan title : Master Pintu ]
[ Selamat kamu mendapatkan title : Master Rumah ]
[ Selamat kamu mendapatkan title : Orang pertama di dunia lain ]
[ Selamat kamu mendapatkan title : Orang dari dunia lain ]
Tiba-tiba sebuah suara menggema di dalam kepala Naruto di susul dengan sebuah layar yang tiba-tiba muncul di depannya. Apa ini? Ada apa ini? Apa yang terjadi? Dan suara apa tadi itu? Berbagai pertanyaan bergelut di dalam kepala pemuda itu membuat nya merasakan kebingungan sendiri.
Melangkah dengan langkah pelan Naruto kemudian sampai di dalam tepat di tengah-tengah ruangan itu, dapat Naruto lihat ternyata luas ruangan ini jauh lebih luas dari yang terlihat dari luar. Entah kenapa sebuah perasaan aneh muncul di dalam hati Naruto, sebuah perasaan yang menyampaikan betapa hangatnya dan terasa familiar dengan ruangan ini.
Ding!
Suara tadi kembali terdengar membuat Naruto sukses mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara tersebut, dan terlihat sebuah status tertulis di layar hologram yang tiba-tiba muncul di depannya.
[ Pintu ke Dunia lain.
User : Uzumaki Naruto.
Ability : Konvensi uang, Teleportasi, Pemilik Rumah, Kontrol masuk ]
Konvensi uang : Kemampuan yang dapat membuat anda mengubah benda apapun menjadi uang.
Teleportasi : Sebuah kemampuan yang bisa membuat pengguna memasuki pintu ke dunia lain.
Pemilik Rumah : Menjadikan Anda sebagai pemilik rumah ini dan membuat anda secara otomatis menjadi pemilik barang-barang disini.
Kontrol masuk : Membuat hanya anda yang bisa masuk kesini, dan tidak membiarkan orang lain masuk tanpa seijin anda.
Melihat status di depannya pemeran utama kita hanya bisa terdiam, bingung untuk mengekspresikan perasaannya, bukankah ini seperti di Isekai? Seperti komik dan anime yang sering ia lihat di saat senggang. Menghela nafas, Naruto kemudian melangkah pelan untuk melihat-lihat namun berhenti karena sebuah pemberitahuan muncul di depannya.
Uzumaki Naruto.
Level : 1.
Pekerjaan : -
Attack : 1.
Magic Attack : 1.
Defense : 1.
Agility : 1.
INT : 1.
Luck : 1.
Bp : 0.
Title : [ Pemilik Rumah , [ Pemilik Pintu , [ Orang dari dunia lain , [ Orang pertama di dunia lain ].
Skil tambahan : Apraissal, Patience, Skill box, Memahami jenis bahasa.
Naruto terkagum melihat layar status di depannya, tapi dia dibuat bingung kenapa semua angka tersebut masih sangat kecil? Apa mungkin karena dia adalah orang baru disini?
Pesan : Untuk lebih jelasnya anda bisa membaca surat di atas meja untuk mengetahui apa yang anda alami saat ini.
Setelah mendengarkan pesan dari layar tadi, Naruto kemudian melangkan mencari benda yang di maksud lalu menemukan sebuah surat tergeletak begitu saja di atas meja di samping ruangan dekat dengan jendela. Mengambil kertas itu Naruto kemudian melihat berbagai kalimat yang tertulis dalam bahasa aneh yang tidak dis ketahui tapi anehnya bisa dibaca oleh Naruto.
"Aku bisa membacanya.." gumam Naruto.
Ding!
Skill : Memahami bahasa telah dipelajari. Anda dapat memahami segala jenis bahasa hanya dengan melihatnya.
Skill, sebuah kemampuan yang di dapatkan seseorang saat orang tersebut melakukan kontak fisik dengan apa yang dilakukannya, dan sekarang Naruto sudah mendapatkan skill baru yang dimana bisa membuatnya memahami bahasa hanya dengan melihat atau mendengar tanpa harus belajar dahulu.
Dikarenakan pemilik rumah ini sudah meninggal ratusan tahun lalu, barang siapa yang menemukan rumah ini akan menjadi pemilik sah-nya secara langsung. Segala harta dan obat-obatan dunia terkumpul disini, jadi semua ini adalah hak dari pemilik nya yang baru.
Seperti itulah yang tertulis di kertas itu.
"Jadi semua ini adalah milikku?" ucap Naruto. Mengedarkan pandangannya ke segala arah Naruto kembali terkagum, melihat senjata-senjata serta berbagai jenis sayuran aneh yang belum dia lihat tertanam dengan subur di ladang depan rumah ini.
Karena penasaran Naruto kemudian melangkah ke dinding ke tempat senjata dipajang lalu mengambil salah satu senjata disana yang ternyata adalah tombak. Sebuah tombak panjang yang memiliki ukiran kuno di permukaannya dengan cahaya putih bersih yang memberikan perasaan hangat dan menenangkan untuk Naruto.
Karena memiliki ukuran yang panjang membuat berat dari tombak itu juga tidak main-main, sehingga Naruto harus menggunakan kedua tangannya untuk memegangnya, itupun masih berat untuk pemuda itu.
Tersenyum senang Naruto kemudian mengayuhkan tombak itu ke depan. Sebagai laki-laki tentu saja Naruto senang akan hal itu, bisa memegang tombak keren dengan ukiran kuno dan cahaya yang lembut, siapa orang yang bisa menolaknya? Bukankah ini seperti di film dan anime?
Ding!
Skill : Kemampuan memakai tombak telah dipelajari. Gelar Lancer diberikan kepada anda.
"Heh? Bukankah ini sangat mudah dan cepat?" bingung Naruto mendengar bahwa dirinya sudah bisa mempelajari kemampuan memakai tombak.
Menatap lekat tombak itu Naruto kemudian tanpa sengaja mengaktifkan skill Apraissal nya, lalu sebuah penjelasan tentang tombak ini muncul di depannya.
True Longius.
Penjelasan : Sebuah senjata yang termasuk dari salah satu 13 pusaka yang diciptakan Dewa pada zaman dahulu. Kemampuan dari tombak ini dapat membinasakan seluruh hal yang ditusuk ataupun yang lainnya, bahkan bisa membunuh Dewa itu sendiri.
Bukankah kemampuan dari tombak ini sangat luar biasa? Dan apa katanya tadi? Dapat membunuh Dewa itu sendiri, bukankah itu sangat diluar akal sehat? Juga kalau tidak salah ada 12 senjata lainnya yang memiliki kemampuan sama dengan tombak yang dipanggil True Longius ini? Benar-benar luar biasa.
Tersenyum, Naruto menatap lembut True Longius itu yang dimana seperti melihat seseorang yang paling di sayanginya, dan entah kenapa cahaya lembut keluar dari tombak itu yang sepertinya merespon senang senyuman yang Naruto lakukan barusan.
Duarrrt!!
Tiba-tiba suara ledakan terdengar di luar rumah ini sehingga menciptakan getaran kecil yang membuat Naruto oleng. Apa itu? Karena penasaran dia kemudian melangkah keluar melihat apa yang terjadi di luar.
"Grrrrrrrr..."
Sebuah makhluk raksasa setinggi 10 meter dengan kulit merah pekat serta memiliki wajah yang menyeramkan terlihat di pandangan Naruto. Makhluk tersebut terlihat berusaha memasuki rumah ini namun terhalangi oleh sebuah Kekkai raksasa yang sepertinya melindunginya.
"Hwaaa..., makhluk apa itu?!" teriak Naruto ketakutan sambil melihat makhluk tersebut.
Ding!
Bloody Ogre.
Level : 300.
Attack : 6000.
Magic Attack : 5000.
Defense : 8000.
INT : 700.
Luck : 400.
Bukankah status monster di depannya sangat luar biasa gila? Apa-apaan dengan level dan statusnya itu?
Naruto buru-buru berdiri, dia harus kabur, bagaimana dia bisa melawan monster itu? Sedangkan dirinya saja masih berada di level 1, itu jelas-jelas menyerahkan nyawamu kepadanya.
Tapi saat Naruto akan berlari, cahaya lembut bersinar dari True Longius yang masih dipegangnya. Ditatapnya tombak suci itu dengan intens, kemudian kearah Bloody Ogre yang masih mengamuk.
Benar, bukankah kemampuan dari True Longius adalah bisa membunuh siapapun yang ditusuknya? Jadi dengan kata lain, Naruto bisa mengalahkan Bloody Ogre dengan tombak ini dengan mudah?
Menajamkan matanya, Naruto dengan ancang-acang terlihat bersiap melempar True Longius kearah Bloody Ogre. Naruto menguatkan kedua tangannya kemudian dengan keras melempar True Longius tersebut kearah Bloody Ogre.
Swussh!
Kecepatan dari lempatan True Longius tidak main-main, itu sangat cepat dan tidak bisa diikuti mata, bahkan saking cepatnya Naruto hanya bisa melihat blur cahaya putih di lintasannya. Kemudian dengan mulus True Longius menusuk dan menembus perut Bloody Ogre, teriakan kesakitan terdengar dari monster itu sehingga menggema disana yang membuat Naruto terpaksa menutup telinganya. Lalu setelah teriakan Bloody Ogre berhenti, tubuh monster itupun berubah menjadi serpihan cahaya.
Level Up!
"Huh?"
Apakah levelnya naik? Apakah karena mengalahkan monster tadi?
Ding!
Uzumaki Naruto.
Level : 100.
Pekerjaan : -
Attack : 1000.
Magic Attack : 1000.
Defense : 1000.
Agility : 1000.
INT : 1000.
Luck : 1000.
Bp : 10000.
Catatan : Tambahan 10 bp setiap naik 1 level. Dikarenakan anda adalah orang pertama yang kedunia lain, anda mendapatkan tambahan 100 bp setiap naik. Total 10000 bp.
Silahkan bagi bp anda ke status yang anda inginkan.
"Aku mengerti.." ucap Naruto setelah membaca catatan dari kegunaan bp nya.
Dengan pelan Naruto kemudian membagi 10000 bp nya ke masing-masing status. Setelah selesai Naruto hanya bisa menghela nafas melihat jendela statusnya. Sepertinya untuk saat ini begini dulu.
Status :
Uzumaki Naruto.
Level : 100.
Magic Attack : 1500.
Attack : 3000.
Defense : 3000.
Agility : 3000.
INT : 1500.
Luck : 4000.
Bp : 0.
Title : [ Master Pintu , [ Master Rumah, [ Orang dari dunia lain, [ Orang pertama dari dunia lain, [ Lancer ].
Setelah membaca statusnya itu, Naruto kemudian secara pelan bangun dan bersiap untuk pergi, namun sebuah cahaya bersinar dari tempat Bloody Ogre tadi mati, bersamaan dengan True Longius yang tiba-tiba melayang kearahnya. Menangkap tombak tersebut, Naruto menatap lekat dengan senyuman di wajahnya sambil mengucapkan 'terimaksih' kemudian melangkah mendekati cahaya itu.
Sringgg!
Dukkh!.
Beberapa benda terlihat terjatuh saat cahaya tadi menghilang. Benda-benda itu adalah Item, benda yang dijatuhkan oleh para monster setelah dikalahkan.
Menggunakan skill Apraissal nya, Naruto lalu menganalisis item-item tersebut satu persatu.
- Bloody Warrior Tusk.
Taring dari Bloody Ogre, digunakan untuk menembus kulit mangsanya, saat diolah bisa menghasilkan senjata keras dan tajam.
- Batu Sihir : Rank B.
Batu yang dimiliki oleh setiap monster, bisa didapatkan dengan membunuh mereka. Semakin tinggi levelnya semakin berkualitas batu itu.
- Blood Warrior Series, [ Blood Warrior Armor, Blood Warrior Gauntlet, Blood Warrior Leg, Blood Warrior Waist Armor ]
Terbuat dari serat dan otot Bloody Ogre, dapat menghalau segala jenis serangan tingkat menengah bila memakainya, dapat meningkatkan Defense dan Agility dari pemakai.
"Barang-barang ini aku yakin tidak bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari," gumam Naruto sambil melihat barang-barang di depannya.
"Baiklah untuk saat ini terlebih dahulu aku akan menyimpan nya untuk koleksi, siapa tahu akan berguna suatu saat nanti."
Setelah mengatakan itu Naruto lalu mengeluarkan salah satu skill nya yaitu sebuah kotak merah dengan ukiran lidah api di permukaan nya. Itu adalah Item Box, sebuah fitur yang mampu segala jenis barang tanpa takut penuh, itu adalah benda praktis yang bisa dibawa kemana saja.
Mengambil barang-barang itu dia kemudian memasukannya ke dalam Item Box, dan yah semua item Bloody Ogre tadi muat di dalamnya. Benar-benar tempat penyimpanan yang praktis.
Ding!
Ada beberapa barang yang bisa ditukarkan dengan uang...
- Blood Warrior Tusk.
- Batu Sihir, Rank : B.
- Blood Warrior Armor.
- Blood Warrior Gauntlet.
- Blood Warrior Leg.
- Blood Warrior Waist Armor.
..., apakah anda ingin menukarnya?
"Benar, kalau tidak salah ada fitur seperti itu, baiklah selain armor tukarkan semuanya." kata Naruto pelan.
Berhasil menukarkan barang, anda mendapatkan 500.000 Yen dari batu sihir Rank : B. Anda mendapatkan 1.000.000 Yen dari Blood Warrior Series kecuali Armor.
Naruto mengerjabkan matanya, apakah ini nyata. Dan apa-apan dengan jumlah uang itu? 1.500.000 Yen semua barang-barang tersebut? Bukankah nomilal itu terlalu banyak?
Sepertinya Naruto sudah terjebak dalam dunia yang sangat merepotkan dan menyenangkan...
.
.
.
.
.
-Esok harinya-
Ini adalah liburan musim panas, jadi tidak mengherankan orang-orang sedikit malas untuk bangun dari tidurnya, mereka masih ingin bergelut di dalam kasurnya kembali menikmati mimpi.
Kesampingkan itu, terlihat sepasang mata terbuka secara perlahan bangun dari mimpinya, mata itu memiliki iris mata berwarna biru shappire seluas langit yang sangat indah. Pemilik dari mata itu adalah Naruto, mengerang sedikit pemuda itu lalu bangun dari tidurnya.
"Are?"
Pemuda itu merasakan sesuatu yang berbeda dengan tubuhnya, sejak kapan piama tidur nya sekecil dan seketat ini? Padahal kemarin malah masih baik-baik saja.
Setelah kesadaran Naruto sudah 100% terlihat perbedaan di kedua tangannya. Ekspresi bingung sekaligus terkejut diperlihatkan Naruto. Kenapa? ada apa ini?
"Apa yang terjadi pada tubuhku?"
Yah itulah gumaman yang terdengar dari pemuda itu di pagi hari yang cerah ini, awal dari liburan musim panasnya.
TBC!...
Ya, Hallo... :')
Saya adalah author baru disini, setelah sekian lama menjadi seorang pembaca akhirnya saya memutuskan untuk terjun menjadi penulis:')
Semoga cerita ini bisa membuat kalian yang membacanya senang, walau masih terlihat newbie... untuk itu mohon bantuannya
Fanfic ini terinspirasi dari LN dan Manga Isekai de Cheat Skill wo Te ni Shita Ore wa, Genjitsu Sekai wo mo Musou Suru : Level Up wa Jinsei wo Kaeta.
Garis besar ceritanya saya ambil dari manganya, walau ada kemiripan yang bisa dibilang sama, namun saya disini akan membuat alur kedepannya dan cerita kedepannya berbeda. Fanfic ini memiliki sering 2 dunia, yaitu dunia asli dan isekai, semoga saya bisa membawakan cerita yang berbeda dengan manganya.
Terimakasih, mungkin itu saja untuk perkenalan, jaa, sampai ketemu di chap 2.
...
