Angin malam bertiup lembut memberi perasaan sejuk bagi siapapun yang merasakannya. Malam yang tenang dengan bulan purnama yang ditemani jutaan bintang di sekelilingnya.
Disitulah dia berada, seorang gadis cantik berambut pirang sepunggung dengan gaun berwarna biru dan putih yang terlihat cocok dengannya terlihat saat ini sedang berada di balkon yang sangat luas. Gadis itu menatap bulan purnama dengan tenang, mata berwarna azure itu terlihat sangat menikmati pemandangan yang dilihatnya.
Gadis itu adalah Arthuria, tepatnya Arthuria Pendragon. Anak kedua sekaligus merupakan anak kesayangan dari Raja dari kerajaan Britania di dunia lain. Arthuria juga merupakan ksatria berbakat yang bahkan bisa mengalahkan ksatria senior dengan mudahnya walaupun fakta menyatakan bahwa dia adalah seorang putri. Bahkan dulu dia pernah menghabisi gerombolan Goblin dan Orc yang menghancurkan sebuah desa sendirian, itu tepatnya saat Arthuria baru saja menginjak umur 11 tahun. Hal yang sangat mengagumkan untuk seorang putri, karena kejadian tersebut Arthuria mendapatkan julukan salah satu dari The Seven Strongest Women dari masyarakat.
Malam yang damai ditemani angin sejuk dan bulan purnama yang bersinar dengan indah merupakan sesuatu yang sangat bagus untuk bersantai. Arthuria benar-benar pusing belakangan ini, berbagai tugas dan hal merepotkan selalu mendatangi nya, dia bahkan tidak punya waktu untuk sekedar makan dengan damai apalagi melakukan hal santai seperti ini. Kalau diingat lagi dia bersantai terakhir kali itu saat sebelum dilantiknya dirinya sebagai ksatria senior setelah lulus dari Akademi sihir. Hah, dia benar- benar merindukan waktu-waktu tersebut.
Wush!
"Benar-benar damai." angin malam bertiup dengan pelan sehingga membuat beberapa helai rambut Arthuria bergoyang. Senyuman indah diperlihatkan gadis itu sambil memejamkan matanya, untuk sekarang sepertinya dia ingin menikmati momen ini lebih lama lagi.
Tap!
Tap!
Tap!
Suara langkah kaki terdengar mendekati Arthuria, memecah kesunyian malam sekaligus membuat gadis cantik itu mengalihkan pandangannya ke sumber suara, kemudian terlihat seorang pria tampan di dalam pandangannya. Seorang pria yang memiliki rambut putih panjang dengan sebuah anting berbentuk bunga yang terlihat menyatu dengan rambutnya, mata berwarna ungu yang menatap lembut sosok Arthuria yang sedang tersenyum menimkati angin malam dan jangan lupakan sebuah tongkat panjang yang berada di genggaman pria itu. Dia mengenakan pakaian berupa jubah berwarna putih dengan motif aneh di dadanya, namun hal itu membuatnya terlihat sangat cocok untuk dia kenakan.
Arthuria menghilangkan senyumannya kemudian menghela nafas dengan berat, sepertinya waktu bersantai yang ingin dia lakukan sebelumnya harus berhenti untuk sekarang, itu diakibatkan dari kedatangan pria tersebut. Sedangkan pria yang dimaksud hanya tersenyum lembut saat melihat Arthuria menghela nafas dengan nada berat.
"Ha'i Arthuria-sama sekarang anda harus kembali menyelesaikan tugas anda." ucap pria itu dengan nada lembut dan sopan kepada Arthuria.
"Ayolah Merlin-nii biarkan aku bersantai sebentar saja untuk saat ini..., terlebih apa-apaan dengan ucapan sopan tadi?"
Pria disana adalah Merlin, seorang penyihir yang menjadi tangan kanan Raja. Dia adalah anak pertama dari Raja Britania sekaligus merupakan kakak dari Arthuria.
Berbeda dengannya yang terlahir menjadi ksatria dan memiliki Mana yang cukup seperti kebanyakan orang, Merlin merupakan orang yang diberikan berkah dengan Mana dan sihir yang berlimpah sejak kecil. Hal itulah yang membuatnya sangat dibanggakan oleh Raja, memiliki Mana yang berlimpah dan berotak jenius membuat Raja tanpa pikir panjang mengangkatnya menjadi tangan kanannya setelah dia lulus dari Akademi sihir menggantikan tangan kanan Raja sebelumnya yang memutuskan untuk pensiun.
Merlin hanya tersenyum mendengar ucapan Arthuria, pria itu sudah terbiasa dengan sifat dari keras kepala adiknya itu. Selain merupakan anak kesayangan Raja, Arthuria juga adalah sosok yang akan menjadi Ratu Britania di masa depan nanti. Sebenarnya gelar penguasa akan diberikan kepada dirinya yang merupakan anak pertama dari Raja, namun Merlin sangat membenci hal-hal yang merepotkan dan hal-hal yang mengganggu waktu saat dirinya mengembangkann sihirnya. Dia lebih tertarik untuk bereksperimen daripada mengurus urusan kerajaan yang sangat merepotkan itu.
Membalikan badan secara perlahan Merlin kemudian melangkah pergi meninggalkan Arthuria yang masih kesal. Melihat sang kakak pergi meninggalkan nya sendirian, dengan langkah pelan Arthuria lalu mengejar sosok Merlin dengan pipi yang digembungkan.
"Mou~ Nii-san tunggu aku!!"
Dan Merlin kembali tersenyum mendengar ucapan Arthuria yang saat ini sedang mengejarnya dibelakang. Walaupun adiknya tersebut dikenal dingin dan tidak pernah tersenyum kepada orang lain namun hal berbeda diperlihatkannya saat sedang bersama anggota keluarganya sendiri. Yah, sampai kepanpun Arthuria akan selalu menjadi adik kecilnya.
.
.
.
Chapter 2 : Membiasakan diri.
My Adventure.
Disclaimer : Cuma meminjam.
Rate : M!
Summry : Uzumaki Naruto, sosok pemuda yang memiliki penampilan jelek dan gendut yang mirip babi tiba-tiba menemukan ruangan misterius di dalam rumah peninggalan kakeknya. Berbagai hal mengejutkan dialami Naruto saat menemukan ruangan itu. Sebenarnya apa yang ada disana?
.
.
.
.
.
.
Duakh!
"Ouchh! Sakit sekali..," ucap Naruto merintih kesakitan saat dia mencoba memasuki kamar mandi dimana pintunya terlalu pendek buatnya sekarang.
Segalanya menjadi aneh saat Naruto bangun tadi pagi, setelah semalam tidur dengan sangat nyenyak akibat kelelahan akibat mengalahkan seekor monster serta menyelusuri rumahnya di dunia lain. Itu dimulai dari kedua tangannya yang menjadi kurus dan panjang begitupula dengan kakinya, badannya yang bertambah tinggi dan terasa berotot serta jerawat di mukanya yang menghilang dan menjadi halus.
Memang hal-hal itu mengganggu Naruto, selain tidak nyaman dan biasa dengan penampilannya yang berubah Naruto juga harus beradaptasi dan siap menerima reaksi orang-orang saat melihatnya nanti, khususnya kedua adiknya dan orang tuanya, mau bagaimanapun Naruto terlalu takut untuk menemui mereka. Entah tanggapan seperti apa yang akan mereka perlihatkan nantinya.
Menghela nafas saat melihat tangannya yang sekarang berbeda, Naruto kemudian baru menyadari sesuatu. Angin pagi bertiup pelan dari balik jendela rumah peninggalan kakeknya yang sudah terlihat tua, lalu rasa dingin tiba-tiba menyerang kulit pemuda itu, memeluk tubuhnya yang kedinginan Naruto dengan cepat kemudian berlari ke segala arah mencari pakaian yang pas.
Yap, saat ini dirinya dalam keadaan telanjang. Dikarenakan hal aneh terjadi pada seluruh tubuhnya, pakaian tidur yang dikenakannya kemarin malam robek karena terlalu ketat.
"Kuso!! Apa tidak ada satupun baju yang cocok untuk aku kenakan?" ucap Naruto frustasi sambil mencari segala arah untuk menemukan pakaian yang muat untuknya.
30 menit kemudian.
"Huft, untung saja aku ingat ada pakaian di peti rumah itu."
Naruto tersenyum lega saat sudah menemukan pakaian yang muat di tubuhnya. Sebuah kemeja berwarna putih polos dengan celana hitam panjang serta sepasang sepatu berwarna coklat yang indah, itulah yang dikenakan Naruto. Dia menemukan pakaian tersebut di dalam salah satu peti di rumah dunia lainnya.
Jujur pakaian ini sangat nyaman untuk dikenakan, entah dari bahan apa dibuatnya tapi Naruto merasakan bahwa energi tipis menyelimuti tubuhnya. Apa ini karena efek pakaian tersebut?
Ding!
Tiba-tiba layar status muncul di depan Naruto saat tanpa sengaja mengaktifkan skill Apraissal saat menatap baju yang dipakainya, di sana tertulis informasi dari pakaian yang dikenakannya yang mana mampu membuat Naruto terkejut sedikit.
[ Baju Ulat Sutra ]
Baju yang terbuat dari sutra terbaik dari yang terbaik, sutra ini hanya bisa di dapatkan dari Dewa Ulat Sutra yang saat ini tidak diketahui keberadaannya. Baju ini mampu menahan segala jenis serangan fisik atau serangan tingkat menengah kebawah dengan mudah, selain itu baju ini mampu mengobati pemiliknya saat terluka. Pemilik : Uzumaki Naruto.
[ Celana Ulat Sutra ]
Tidak jauh berbeda dari baju ulat sutra, celana ulat sutra juga memiliki kemampuan dan daya tahan yang sama untuk siapapun yang memakainya. Pemilik : Uzumaki Naruto.
[ Sepatu Hermes ]
Salah satu senjata suci berbentuk sepatu yang dimiliki oleh salah satu Dewa, Hermes. Kemampuan dari sepatu ini mampu membuat pergerakan pemiliknya menjadi sangat cepat saat memakainya. Pemilik : Uzumaki Naruto.
Naruto tertegun membaca penjelasan dari ketiga barang yang sedang dikenakannya, dia tidak menyangka bahwa ketiga barang tersebut sangat luar biasa. Padahal dari luar terlihat sangat biasa saja, bahkan mirip dengan barang yang dijual di toko. Apa barang-barang yang lain di rumah ini juga sama-sama memiliki status yang luar biasa?, seperti hal nya pakaian ini dan tentu juga True Longius kemarin?
Apa aku harus menyelusuri rumah ini?
Setelah membaca penjelasan tersebut, Naruto dengan pelan kemudian pergi melihat senjata-senjata yang terpajang di dinding, lalu dengan rasa penasaran Naruto mengambil salah satu senjata berbentuk pedang berwarna hitam pekat seperti kegelapan tanpa batas. Dengan pelan Naruto selanjutnya mengayuhkan pedang hitam itu kesamping kiri dan kanan.
Ding!
Skill berpedang telah dipelajari, mendapatkan julukan Swordmaster.
Heh, ternyata cuma mengayuhkan sedikit saja bisa membuatnya mempelajari skill berpedang, selain itu Naruto juga mendapatkan julukan baru dari situ.
Menatap pedang hitam itu kembali, Naruto kemudian mengaktifkan Skill Apraissal, mencoba mencari tahu tentang pedang hitam di genggaman nya sekarang.
[ Canis Lykaon ]
Salah satu dari 13 senjata Pembunuh Dewa seperti True Longius. Pedang ini mampu membuat kegelapan tanpa ujung yang membuat orang atau bahkan Dewa ketakutan.
Heh?!!
Pedang ini juga salah satu dari 13 senjata pembunuh Dewa seperti True Longius? Benar-benar mengejutkan. Naruto tidak menyangka bahwa rumah ini memiliki senjata superior ini, apa mungkin ada senjata kuat lainnya disini?
Menghela nafas, Naruto kemudian meletakkan kembali Canis Lykaon dengan pelan, sepertinya dia akan memeriksa barang-barang yang tersisa nanti. Lalu dengan pelan Naruto melangkah ke halaman belakang rumah ini, dia berniat menyelusuri dan menghafal seluk beluk rumah ini. Saat sudah sampai di halaman belakang, disana terdapat berbagai jenis sayuran yang ditanam dan tumbuh dengan subur. Dimulai dari sayuran yang biasa dijumpai di pasaran hingga sayuran aneh yang belum dia lihat sebelumnya.
Naruto benar-benar takjub dengan betapa segarnya sayur-sayuran ini. Dia tidak menyaka di dalam hutan yang lebat ini bisa tumbuh sayuran yang segar. Tapi pertanyaannya, siapa yang menanam ini semua?
Tidak mungkin kan monster-monster yang selalu berniat memasuki rumah ini? Naruto menggelengkan kepalanya dengan cepat, mana mungkin itu terjadi, mereka adalah monster dengan aura membunuh dan status yang sangat tinggi, bagaimana bisa menanam sayur-sayuran segar ini, terlebih lagi bukannya mereka semua karnivora?
Oh ayolah berhenti memikirkan hal aneh itu.
"Mungkin saja ditanam oleh pemilik rumah ini sebelumnya..," gumam Naruto pelan.
Tapi bukannya surat yang dibacanya kemarin mengatakan pemilik sebelumnya dari rumah ini sudah meninggal ratusan tahun lalu? Jadi bagaimana sayur-sayuran ini masih terlihat segar?
Menepuk kepalanya dengan pelan Naruto kemudian tertawa hambar. Sepertinya itu mungkin, disini kan dunia lain terlebih lagi semuanya sangat diluar akar sehat, jadi tidak mengherankan bahwa sayuran-sayuran ini masih segar dan tumbuh subur, mungkin saja dilapisi oleh energi sihir atau semacamnya.
Ding!
[ Sayur Ilahi ]
Sayuran yang memiliki efek luar biasa, dimana sangat efektif untuk menumbuhkan anggota badan yang terputus atau hilang. Selain itu bisa membuat area 'itu' menjadi lebih perkasa.
"A-apa-apaan itu?!!" teriak Naruto membaca status dari sayuran aneh tersebut.
Bisa menumbuhkan anggota tubuh yang hilang? Bukankah itu seperti sihir? Ah dia lupa sekarang berada dimana. Oke untuk itu Naruto bisa memakluminya, tapi apa-apaan dengan penjelasan terakhir itu? Membuat 'itu' menjadi lebih perkasa? Ahhh, benar-benar tidak masuk akal. Apakah pemilik sebelumnya memiliki hobi bermain dengan wanita?
Oke cukup, menghela nafas Naruto kemudian mencoba menganalisis sayuran lainnya. Semoga saja sayuran-sayuran lainnya cuma sayuran biasa.
[ Tomat Kesempurnaan ]
Mampu membuat wajah menjadi tambah halus dan tampan ataupun cantik.
[ Wortel Keberuntungan ]
Wortel yang membuat orang yang mengonsumsi nya mendapatkan keberuntungan untuk sehari.
[ Paprika Raja ]
Meningkatkan kharisma dan Luck.
[ Kentang Kebijaksanaan]
Bisa meningkatkan Attack dan Defense.
[ Cabai Dewa ]
Mampu meningkatkan Magic Attack.
"Bukankah semua ini sangat luar biasa? Seperti sebuah cheat saja." ucap Naruto dengan wajah shock.
Ayolah, bahkan sayuran-sayuran ini memiliki hal yang menakjubkan, apalagi dengan barang-barang yang ada di dalam sana. Huft, sepertinya Naruto harus mempersiapkan untuk tidak terkejut saat memeriksa barang-barang itu nanti.
"Grrrr..,"
Seekor Slime tiba-tiba muncul dari arah barat tempat Naruto berdiri. Slime itu memiliki warna dan bentuk yang berbeda. Dimana berwarna hitam pekat dengan lendir hitam yang tampak menjijikkan dimana saat terjatuh ke tanah mengahasilkan asap kecil. Dapat Naruto asumsikan bahwa lendir Slime itu sangat beracun.
Mengaktifkan skill Apraissal nya, Naruto kemudian menatap ke arah Slime itu dengan tajam. Dia bukan Slime biasa yang sering ditemukan dimana saja di dunia ini, Slime yang lucu dan imut yang sudah ditemui Naruto sebelumnya. Slime di depannya adalah kebalikan dari semua itu.
[ Hell Slime ]
Level : 400.
Magic Attack : 8000.
Attack : 5000.
Defense : 4000.
Agility : 3000.
INT : 800.
Luck : 500.
Hell Slime, itulah nama dari slime hitam di depan, status dari Slime itu jauh lebih kuat daripada Bloody Ogre yang dikalahkannya kemarin. Bagaimana benda lembek itu bisa sangat kuat? Sangat aneh.
Hell Slime itu terlihat menciptakan tangan dari tubuhnya kemudian berniat untuk menyerang Naruto, oh ayolah apa semua monster di sini suka sekali bertarung? Tidak bisakah diselesaikan tanpa bertarung? Menghela nafas, Naruto kemudian membuat postur siaga sambil menggenggam sebuah belati hitam di tangannya, bersiap untuk bertarung.
Belati hitam itu dia dapatkan di ruang kerja kakeknya, benda itu tidak ada sangkut pautnya dengan barang-barang hebat di dunia ini, dengan kata lain itu adalah belati biasa.
Naruto sebenarnya akan menggunakan True Longius untuk mengalahkan Hell Slime itu. Namun karena ingin mencoba kekuatan fisiknya yang dirasa meningkat Naruto memilih untuk tidak menggunakannya.
Menyiapkan ancang-ancang, dengan cepat Naruto berlari kearah Hell Slime. Belati hitamnya di posisikan seperti seorang ninja yang sedang memegang Kunai, menajamkan tatapannya Naruto lalu menebas tubuh lembek Hell Slime dengan sekuat tenaga. Tapi sebelum tebasan belati itu mengenainya, Hell Slime menembakan caira hitam dari tubuhnya kearah Naruto, namun dengan sigap pemuda itu menghindari cairan beracun yang mengarah kepadanya.
Mundur beberapa langkah sambil melihat Slime itu kembali, sedetik kemudian Naruto berlari kearah Slime hitam itu dengan belati yang masih digenggamannya. Hell Slime tidak tinggal diam, monster tersebut menembakan cairan hitam kembali dalam jumlah banyak untuk menjauhi Naruto darinya. Tapi akibat tubuhnya yang sudah berubah dimana sekarang menjadi kurus dan fleksibel pemuda pirang itu berhasil menghindarinya dengan cekatan, lalu dengan cepat menusuk Hell Slime di perutnya.
Naruto mundur beberala langkah, terlihat belati hitam yang dikenakannya tertanam di tubuh lembek Hell Slime, kemudian setelah beberapa saat berlalu Slime itu lalu melebur menjadi partikel cahaya yang menandakan sudah mati.
Naruto tersenyum senang melihat hasilnya, dia tidak menyangka tubuhnya ini sangat hebat. Dia bahkan tidak merasakan lelah sedikitpun, benar-benar luar biasa. Mengalahkan monster untuk pertama kalinya dengan tangan sendiri membuat Naruto sangat senang, ini berbeda saat mengalahkan Bloody Ogre kemarin saat menggunakan True Longius.
Sepertinya dia harus membeli beberapa komik dan buku Martial Art untuk referensi gerakan bertarung selanjutnya.
Menghilangkan senyumannya Naruto lalu melangkah dengan pelan kearah tempat kalahnya Hell Slime tadi, saat sudah sampai Naruto melihat 4 Item yang tergelatak disana. Sebuah kalung dan beberapa item lainnya.
[ Batu sihir, Rank : C ]
Batu Sihir yang dimiliki oleh setiap monster saat dikalahkan.
[ Jatung Hell Slime ]
Inti jantung Hell Slime, penuh akan sihir, bila di olah bisa menjadi senjata yang kuat.
[ Jeli Hell Slime ]
Sangat enak, bisa meningkatkan Magic Attack dan Attack..
[ Dark Moon Necklace ]
Sebuah item langka. Saat malam hari tiba bisa meningkatkan status pemilik 2 kali lipat, dan saat siang hari mengumpulkan sinar matahari untuk bisa memulihkan MP pemilik.
Pemilik : Uzumaki Naruto.
Sebuah item langka?
Benar-benar keberuntungan yang sangat luar biasa, item yang bisa meningkatkan status nya 2 lipat saat malam hari dan memulihkan MP saat siang hari, ugh ini benar-benar sangat membantu. Tanpa pikir panjang Naruto lalu mengambil kalung itu kemudian memakainya, berbeda dengan item lainnya yang dia simpan di dalam Item Box.
Membuka statusnya Naruto kemudian melihat apakah dia naik level atau tidak saat mengalahkan Hell Slime tadi.
Uzumaki Naruto.
Pekerjaan : Pengangguran.
Level : 150.
Magic Attack : 2500.
Attack : 5000.
Defense : 5000.
INT : 5000.
Luck : 4000.
Bp : 5000 , [ Karena naik 50 level anda mendapatkan 5000 bp sebagai hadiah, silahkan tambahkan bp di status yang anda inginkan ]
"Baiklah kalau begitu." gumama Naruto sambil menambahkan bp nya ke status yang diinginkan. "Nah sudah selesai, seperti ini saja dulu."
Uzumaki Naruto.
Pekerjaan : Pengangguran.
Magic Attack : 5000.
Attack : 5000.
Defense : 6000.
INT : 5000.
Luck: 8000.
Bp : 0.
Skill : [ Apraissal , [ Teleportasi , [ Memahami bahasa , [ Kontrol Masuk , [ Penombakan ], [ Berpedang]
Title : [ Master Rumah , [ Master Pintu, [ Orang dari dunia lain, [ Orang pertama dari dunia lain, [ Lancer], [ Swordmaster]
Cukup bagus.
Naruto nenambahkan Status Keberuntungannya dimana dari 4000 menjadi 8000 dengan menggunakan 4000 dari bp yang di dapatkannya tadi, sedangkan 1000 sisanya digunakan untuk menambahkan Defense nya.
Naruto harap dia bisa beruntung nanti saat berada di kota, yah trauma saat jalan-jalan atau berbelanja disana masih berada dalam hatinya. Dia benar-benar gugup, apakah orang-orang akan melihatnya dengan jijik lagi? Huft, sebenarnya Naruto tidak bisa melihat wajahnya sama sekali, itu dikarenakan satu-satunya cermin di rumah ini sudah dia hancurkan. Bukan hanya itu, dia bahkan tidak mengetahui kejadian apa yang terjadi diluar sana, hidup sendiri tanpa TV dan Handphone benar-benar sangat menyusahkan.
"Aku harap akan baik-baik saja."
.
.
.
.
.
.
.
"Hum sepertinya ini saja."
Naruto menyerahkan 6 buah buku ke hadapan kasir, buku-buku tersebut membahas tentang Martial Art seperti Taekwondo dan lainya untuk pemula, selain itu dia juga membeli sebuah Light Novel untuk nenjadi refrensi nantinya.
Wajah dari penjaga kasir itu hanya bisa memerah saat menatap wajah Naruto. Auranya yang sangat tenang dengan wajah tampan mampu membuat penjaga kasir itu merona. Ditambah dengan mata berwarna blue sapphire yang seakan-akan menariknya kedalam luasnya langit.
Naruto memasang wajah bingung yang terlihat bodoh. Kenapa wajah penjaga kasir ini memerah? Apakah dia sakit? Ataukah marah karena wajahnya yang jelek? Naruto tersenyum kecut, pasti seperti itu, wajahnya sangat jelek sehingga membuat orang-orang jijik melihatnya. Seharusnya dia tahu ini dari awal.
Oh ayolah bukan seperti itu Naruto.
"Anoo, bisakah lebih cepat?" ucap Naruto memohon sambil membuang pandangannya, tidak berani memandang wajah penjaga kasir itu.
Tapi bukannya menghilang wajah dari penjaga kasir itu bertambah merah dengan sedikit darah yang keluar dari hidungnya. Dalam pandangannya, terlihat sosok Nauto sedang memalingkan mukanya kesamping dengan wajah memelas yang menurut penjaga kasir itu sangat menawan. Sialan, dia benar-benar akan menerkam pemuda di depannya ini. Sedangkan Naruto hanya kebingungan sendiri, tidak tahu harus bagaimana.
Setelah beberapa saat berlalu, penjaga kasir itu kemudian melanjutkan pekerjaannya yang terunda karena memandangi wajah Naruto, dia saat ini sedang membungkus buku pesanan pemuda itu sambil sesekali mencuri pandang kearah Naruto. Sialan, dia benar-benar tampan.
Setelah selesai, penjaga kasir itu kemudian menyerahkan bingkisan berisi buku pesanan Naruto yang diterima dengan cepat oleh pemuda itu. Mengambil uang dan menaruhnya, Naruto kemudian berjalan keluar sambil mengucapkan terimakasih. Melihat punggung tegap Naruto, darah segar kembali mengalir dari hidung penjaga kasir itu sambil berteriak keras karena senang.
Bersama Naruto. Saat ini pemeran utama kita sedang berjalan pulang, niat dari pemuda itu adalah membeli beberapa buku kemudian pulang dengan cepat, tapi siapa sangka hal itu akan membutuhkan waktu yang lama karena kejadian aneh yang disebabkan penjaga kasir tadi. Apakah wajahnya segitu jelek sehingga membuat penjaga kasir tadi mimisan karena marah?
Hah~ benar-benar hal yang merepotkan. Tapi bukan hanya itu, Naruto juga merasakan perasaan tidak enak saat melihat sekelilingnya, dimana semua pasang tertuju padanya. Memasang wajah gugup Naruto terus betjalan menghiruakan tatapan orang di sekelilingnya, terutama dari para gadis-gadis. Kenangan saat dihina dulu terlintas dalam pikiran pemuda itu.
'Kenapa semua orang menatapku? A-apakah karena aku memakai kalung ini?' batin Naruto sambil memegang Dark Moon Necklace yang terpasang di lehernya.
Apa orang sepertinya tidak cocok memakai kalung ini? Well, mungkin saja begitu.., tapi ini adalah item langka, jadi mau bagaimanapun Naruto merasa enggan untuk melepaskannya. Benar-benar merepotkan.
Saat Naruto melewati rambu-rambu lalu lintas, warna hijau selalu menyala tepat saat dirinya sampai. Ternyata keberuntungannya benar-benar meningkat. Bukan hanya sekali, saat melewati rambu-rambu lalu lintas berikutnya Naruto mendapatkan hal yang sama. Benar-benar menyenangkan.
Tapi saat akan menyebrang jalan kembali, seorang anak kecil terlihat berlari tergesa-gesa. Gadis kecil itu terlihat tidak memperdulikan hal yang ada di sekelilingnya, alhasil saat berada di tengah jalan sebuah mobil truk nampak melaju dengan cepat kearah gadis tersebut.
Wushh
Dengan gerakan cepat Naruto kemudian berlari kearah gadis kecil itu, lalu menariknya sangat cepat tepat sebelum truk tadi menabraknya. Naruto terduduk di jalan setelah menyelamatkan gadis itu, dia memasang senyuman tipis di wajahnya, tidak disangka ternyata Naruto bisa menggunakan skill nya di dunia nyata. Terlebih itu digunakan untuk menyelamatkan seseorang.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Naruto dengan nada khawatir kearah gadis itu.
Terlihat wajah gadis itu nampak ketakutan dan juga kebingungan. Dia menatap Naruto dengan tatapan yang mengisyaratkan tidak mengerti bahasa yang digunakan tadi.
Melihat wajah gadis itu membuat Naruto gelagaban. Apa dia takut dengan dirinya? Segala asumsi berputar di dalam kepala pirangnya. Lalu kemudian Naruto bertanya kembali ke gadis itu dimana tanpa sadar mengaktifkan kemampuan memahami segala bahasa yang dimilikinya.
"Apa kau tidak apa-apa?" dalam bahasa asing Naruto bertanya ke gadis itu.
Gadis itu menghilangkan wajah kebingungannya kemudian menatap Naruto dengan senyuman lebar sambil menganggukan kepalanya dengan cepat. "Iya."
"Syukurlah, lain kali hati-hati ya saat menyebrang jalan." ucap Naruto dengan tangannya mengelus kepala gadis itu. Dan kembali dibalas senyuman dan anggunakan.
Orang-orang di sekeliling yang melihat Naruto menyelamatkan anak kecil itu terkagum-kagum. Gerakannya benar-benar sangat cepat. Terlebih lagi bahasa asing yang diucapkan pemuda itu sangat fasih, benar-benar sempurna.
"Siapa pemuda itu?"
"Dia sangat tampan."
"Apa dia model? Terlebih bahasa apa yang digunakannya itu? Sangat fasih."
Seperti itulah ucapan orang-orang disekeliling Naruto.
Beberapa saat berlalu sepasang suami istri terlihat berlari dengan panik kearah gadis yang diselamatkan Naruto. Sepertinya mereka adalah orang tuanya. Saat sudah sampai mereka lalu memeluk si gadis dengan wajah lega, kemudian setelah itu kedua orang tersebut membungkuk dengan sangat sopan sambil mengucapkan kata terimakasih berulang-kali, berterimakasih karena sudah menyelamatkan anak mereka.
Naruto hanya memasang wajah bodoh saat melihat mereka membungkuk. Apa yang harus dia lakukan? Ini adalah pertama kalinya dia melihat orang lain membungkuk kepadanya, reaksi seperti apa yang harus dia lakukan untuk membalas? Situasi ini sangat menyusahkan.
Menggaruk kepalanya itulah yang dilakukan Naruto. Apa yang harus dia lakukan untuk merespon mereka benar-benar tidak ada. Dan kemudian disana hanya diisi oleh dua orang yang membungkuk berkali-kali dan Naruto yang berwajah bodoh, bingung untuk melakukan apa.
Sedangkan disisi lain jalanan, tampak sebuah mobil Limosin terparkir disana. Di dalam mobil tersebut terlihat seorang gadis yang sangat cantik sedang duduk sambil menelpon seseorang dan juga melihat kearah tempat dimana Naruto berada. Gadis tersebut memiliki rambut Crimson yang indah, dan pupil mata berwarna Blue-Green. Ukuran payudara yang melebihi ukuran gadis seusianya dengan seragam sekolah yang tampak pas ditubuhnya.
Wajah gadis itu terlihat senang, senyum manis diperlihatkan nya sambil melihat Naruto tanpa henti. Dia tampak menikmati obrolan dengan orang di telpon walaupun pandangannya mengarah ke Naruto.
'Apa kau yakin dia orangnya, Rias?'
"Aku yakin Onii-sama. Tidak salah lagi, dia benar-benar orang yang sudah menyelamatkan ku kemarin."
'Syukurlah kalau memang begitu, cepat undang dia ke sekolah kita saat sekolah nanti dimulai.'
"Ha'i, tentu saja Onii-sama."
'Kalau begitu kembali sekarang ke sekolah, ada beberapa urusan yang harus kau selesaikan sebagai anggota OSIS.'
"Ha'i Onii-sama."
Tersenyum senang, Rias kemudian menutup telponnya lalu menatap kembali kearah Naruto yang tampak sudah menyelesaikan urusannya dan pergi pulang. Dirinya pasti tidak salah orang. Pemuda itu, pasti adalah orang yang kemarin. Rias bisa merasakan nya. Perasaan hangat sangat menatap punggung Naruto, walaupun sebelumnya punggung nya tidak selebar sekarang, tapi tidak menghilangkan kehangatan yang dipancarkan.
Rias sudah memutuskan, dia akan berterimakasih kepada Naruto apapun yang terjadi. Dengan melakukan segala cara, dia akan membalas kebaikan pemuda itu dua kali lipat.
Menatap ke arah langit, senyuman masih terukir di wajahnya. Sepertinya hari yang menyenangkan akan terjadi saat sekolah kembali dimulai, kemudian dengan pelan kaca mobil Limosin itu tertutup dan melaju pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
.
.
Rumah Naruto.
"Jadi begitu..."
Naruto menganggukkan kepalanya mengerti. Saat ini dirinya sedang membaca buku Martial Art sebagai referensi untuk bertarung nanti. Naruto dengan seksama menikmati kata-kata yang tertulis dibuku tersebut.
Ding.
[ Skill : Kemampuan Martial Art telah dipelajari ]
Seperti dugaannya, saat setelah selesai membaca semua buku Martial Art itu layar status muncul di depannya memperlihatkan tentang kemampuan baru yang di pelajari. Tersenyum senang Naruto lalu bangun dan melangkah ke arah dapur.
Dari tadi perut dari pemuda itu sudah keroncongan karena belum makan dari pagi. Menyiapkan bahan-bahan dimana sayur-sayuran yang dipetiknya dari kebun di dunia lain, Naruto kemudian mencuci dan mengupas semuanya.
Setelah selesai dia memasukkan semua bahannya ke dalam panci dan memasak nya, menambahkan beberapa penyedap Naruto lalu tinggal menunggu semua itu matang.
[ Skill : Kemampuan memasak telah dipelajari ]
Setalah beberapa menit berlalu, masakan Naruto sudah jadi. Sebenarnya Naruto tidak yakin tentang rasa dari masakannya. Jujur dia tidak bisa memasak sebelumnya, namun karena terlalu kelaparan membuatnya mencoba untuk memasak sendiri dengan menggunakan bahan-bahan di dunia lain.
Menuangkan masakannya ke dalam mangkok, dengan pelan Naruto kemudian mencoba memakan masakannya. Saat masakan itu sudah masuk dalam mulutnya, rasa yang sangat lezat melebur di dalam mulut pemuda itu.
Whooa, ini benar-benar benar lezat, seperti itulah yang dipikirkan Naruto. Dengan cepat dia kembali memasukan makanan ke dalam mulutnya, menikmati rasa lezat yang dia buat.
Tidak ketinggalan, Naruto juga menggunakan jeli dari Hell Slime yang tadi dia dapatkan. Menuangkannya ke dalam gelas, Naruto lalu meminum jeli tersebut dengan cepat.
Rasa segar memenuhi tenggorokan nya, ini seperti minuman dari hotel bintang lima. Apa semua jeli Slime rasanya seenak ini? Sepertinya Naruto harus memburu beberapa Slime agar bisa meminum kembali jeli yang lezat ini.
Huft, andai saja ada yang menikmati masakannya bersama, pasti hal itu akan menyenangkan. Dulu dia selalu makan berdua dengan kakeknya, tapi sekarang dia hanya bisa menikmati masakan di depannya sendiri.
Menggelengkan kepalanya, Naruto mencoba menghilangkan rasa sedihnya. Tidak baik untuk bersikap sedih saat sedang makan.
.
.
.
.
Beberapa saat berlalu..
Saat setelah makan, terlihat di depan pintu menuju dunia lain terdapat sosok Naruto sedang bersiap-siap. Pemuda itu terlihat mengenakan Armor yang di dapatkannya dari Bloody Ogre, dengan celana senada berwarna hitam panjang yang dia dapatkan di peti pakaian.
Tersenyum senang, Naruto lalu mengepalkan tangannya. Sepertinya dia sudah siap.
"Yosh!! Saatnya berpetualang...!!"
Ding!
.
.
.
.
.
TBC!.
Hallo, whoaaa...!
Terimakasih untuk para senpai atas review nya, saya sangat senang dengan itu.
Ha'i, di chapter dua ini, saya belum menyajikan petualangan kepada pemeran utama kita. Mungkin scane berpetualang akan ada di chapter mendatang.
Etto, sebenarnya saya tidak memiliki hal untuk di bicarakan, jadi sepertinya cuma itu:3
See you next chapter Senpai...
