Disclaimer

Sekotengs (c) Lifina

Tranquility (c) Lifina

Warning

Contains BL, no plot only smut


Timeline fanfic ini adalah saat Ezra dan Raka memakai kostum di komik spesial Halloween (disarankan untuk membaca komik itu terlebih dahulu di karyakarsa)


"Ezra, pokoknya kamu lupakan apa yang terjadi tadi ya," ucap Raka sambil menutup wajahnya yang masih merah karena malu.

"Raka, tadi kamu lucu banget, lho," kata Ezra sambil mengelus rambut Raka.

Sementara Raka masih menutup mukanya, Ezra mulai mengibas-kibaskan tangannya ke arah wajahnya.

'Aduh, panas banget. Padahal, baru pakai kostumnya sebentar dan AC di kamarku sudah dinyalakan,' batin Ezra.

"Raka, aku mau ganti baju dulu, ya," ujar Ezra ke Raka, "kita 'kan sudah selesai foto-foto tadi."

Ezra pun berjalan ke lemari bajunya dan memilih baju ganti. Setelah selesai, Ezra pun membuka kostum devil miliknya. Baru saja Ezra membuka atasan kostumnya, dia sudah merasakan sesuatu di bahunya yang tak lain adalah dagu Raka.

"Ezra, gimana kalau kita tidak usah ganti baju?" tanya Raka sambil memeluk Ezra.

"Maksudnya, kita tetap pakai kostum? Aku udah merasa gerah loh, Raka," Ezra belum mengerti apa maksud Raka.

Raka pun menggelengkan kepalanya, "maksudku, kita tidak usah pakai kostum lagi dan tidak usah ganti baju."

BWOSH!

Tiba-tiba, muka Ezra pun memerah.

"R-Raka, tapi 'kan ada Mbok Jum di bawah. Aku takut terdengar sama Mbok Jum."

"Aku sudah minta Mbok Jum untuk jangan ganggu kita karena kita mau belajar," bisik Raka sambil membuka kostum raja setan miliknya.

Setelah atasan kostumnya terbuka, Raka mengeratkan pelukannya dan mulai mencium leher Ezra.

"Ah ... Raka," desah Ezra.

"Katanya, kamu mau yang manis 'kan?" Ucap Raka di telinga Ezra, "so, I'll give you something sweet that you'd love."

Raka pun menggendong Ezra ala bridal. Kemudian, Raka berjalan menuju kasur Ezra dan menaruh Ezra ke atasnya dengan pelan-pelan. Terlihat wajah Ezra yang sudah merah padam karena perlakuan Raka.

Raka menahan tubuhnya agar tidak menimpa Ezra. Lalu, Raka mulai mengelus pipi Ezra dan mencium bibirnya. Tak lama, Raka melepas ciumannya.

"I love you, Ezra," ucapnya sebelum kembali mencium bibir Ezra.

Sementara, Ezra merasakan tangan Raka mulai membuka resleting celananya.

END (Ups, belum kok)


"Aduh, kok Den Ezra sama Den Raka belum turun ya? Apa mereka ga laper?" Mbok Jum bertanya ke diri sendiri.

...

"Ah, mungkin mereka keasikan belajar. Nanti kalo laper, juga turun sendiri."

END


Author's note: Kak Lifina kalo baca ini, tolong jangan marah ya karena saya sudah menistakan RaZra :')