Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.

Warning: oneshot, Semi x Shirabu

.

.

Tanggal Cantik

by Fei Mei

.


.

Shirabu adalah pacar yang tsundere. Jika orang tidak tanya, mereka tidak akan tahu bahwa Semi berpacaran dengan Shirabu. Anggota tim voli putra SMA Shiratorizawa lainnya pun sebenarnya antara sadar atau tidak mengenai hubungan keduanya, tapi mereka sering cengin dua sejoli yang sebenarnya memang sudah jadian.

Sebagai pacar, Shirabu sama sekali tidak hobi manja pada Semi. Dan Semi pun juga tidak pernah sok romantis. Jadi, ehm, anggaplah mereka pasangan yang sama-sama tsundere.

Tetapi kemarin itu, tanggal 11 November, Semi ulangtahun. Ini adalah ulangtahun pertamanya sejak ia resmi berpacaran dengan Shirabu. Yang pertama seharusnya spesial, dan hubungan mereka ini masih dalam fase 'bulan madu' sebab belum lewat setahun. Masalahnya, kemarin dari pagi sampai jam makan malam, Shirabu tidak kunjung mengucapkan selama ulangtahun, mengirim pesan pun tidak.

.

.

"Shirabu," ujar Semi pelan, ketika semalam mereka duduk berdampingan sambil memainkan PSP.

"Hm?" Mata Shirabu tidak lepas dari layar PSP, membuat yang lebih tua bertanya-tanya dalam hati kalau dia benar berpacaran dengan Shirabu dan bukan Kozume dari SMA Nekoma.

"Tanggal hari ini cantik, deh," pancing Semi.

Seketika itu Shirabu memiringkan kepalanya, sampai-sampai jantung Semi nyaris berhenti berdetak melihat betapi manisnya respon itu. "Hari ini … ?"

"Memangnya kamu gak inget hari ini tanggal berapa?"

Shirabu menyerngit, tampaknya berusaha mengingat-ingat. "Erm, November … tanggal—eh, sekarang sebelas November!?"

Langsung Semi mengangguk semangat. Tampaknya sang kekasih bukan lupa ulangtahunnya, melainkan hanya lupa hari ini tanggal berapa.

Shirabu langsung menepuk pundak kakak kelasnya dengan senang. "Makasih udah diingetin! Ponsel, ponsel—"

Disitu Semi menyerngit. "Ngapain nyari ponsel?"

"Sekarang sebelas-sebelas, Semi!" sahut Shirabu dengan semangat sambil mengusap-usap layar ponsel pintar dengan jarinya. "Diskon besar-besaran di toko online!"

" "

.

.

Asem memang, Shirabu lebih bisa ingat tentang diskon daripada hari ulangtahun pacar sendiri, padahal tanggalnya sama, lho. Tetapi Semi berusaha untuk bersikap dewasa dan berpikir positif. Mungkin, mungkin saja, ya, sang pacar tidak tahu tanggal ulangtahunnya. Sebenarnya, kalau menjadi pacar yang baik, salah satu hal wajib pertama yang musti diketahui adalah tanggal lahir, kan? Mengingat keduanya sama-sama tsundere, Semi merasa wajar kalau Shirabu sampai belum tahu tanggal lahirnya.

Malam ini si adik kelas memintanya main PSP bareng, kali ini di kamar asrama Semi, makanya yang lebih tua ini membersihkan kamarnya sebaik mungkin, bahkan sampai mengusir teman sekamarnya agar dia bisa berduaan saja dengan pacarnya.

Saat Shirabu datang, Semi terkejut. Pacarnya tidak hanya membawa PSP dalam genggamannya, melainkan juga kantong kertas besar yang perlu dibawa dengan cara dipeluk kedua tangan.

" … kamu bawa apaan?" tanya Semi.

Yang ditanya langsung menyengir. "Belanjaanku dari tanggal cantik kemarin."

Semi menghela pelan, tapi tersenyum tipis. Mereka hanya beda setahun, tapi tingkah Shirabu tampak begitu manis. Namun, ia kembali terkejut karena kantong kertas itu disodorkan padanya. "Buat aku?"

Shirabu mengangguk. "Selamat ulangtahun, Eita!"

" … Aku ulangtahun kemarin, lho. Dan, erm, kamu manggil aku—"

"Eita!" ulang Shirabu. "Gak suka?"

"Suka, sih."

Lagi Shirabu mengangguk, kali ini berkacakpinggang. "Aku tahu aku telat ucapin selamat, tapi aku memang sekalian nunggu hadiah yang kubeli itu dianter."

Semi menaruh kantong kertas itu di meja, melihat isinya yang ternyata berisi bungkusan kertas hitam serta ada kardus besar lagi di bawahnya. Dikeluarkannya dua barang itu. "Memang kapan belinya?"

"Kemarin, saat tanggal cantik, diskon gede! Karena buru-buru, kemarin aku minta dikirimnya paling lambat tadi siang," jawab Shirabu polos.

Asem, ternyata barang diskonan. Tapi karena tampaknya Shirabu kemarin sengaja memelototi ponsel pintar untuk membeli secara daring hadiah untuknya, Semi pun mengucapkan terimakasih pelan.

Pertama ia membuka bungkusan kertas hitam yang ukurannya lebih kecil dari kardus di bawahnya. Ah, kneepad baru. Semi tersenyum, seingatnya memang beberapa hari lalu ia sempat mengeluh ingin beli kneepad yang baru tetapi belum sempat keluar beli. Disisihkannya hadiah pertama itu, kini tangannya meraih kotak kardus yang ternyata sama sekali tidak berat. Terasa ada barangnya, lah, tapi tidak seberat kelihatannya. Dusnya pun bukan besar sekali, sih, tapi tampak lebih besar dari kotak sepatu. Disobeknya solatip dan dibukanya tutup kardus, Semi langsung tercengang dengan apa yang dilihatnya.

"Pocky?" gumam Semi, mengonfirmasi apa yang ada dalam dus.

Shirabu menyengir. "Sebelas variasi rasa, masing-masing tiga kotak."

"Erm—"

"Karena 11 November itu juga hari Pocky, jadi diskonnya parah banget apalagi kalau beli banyak," tutur Shirabu.

Semi terkekeh geli. "Terus gimana aku habisin ini, Kenjiro?"

Cengiran Shirabu lenyap, berganti dengan wajah tercengang. "K-kamu manggil a-aku—"

"Kenjiro! Gak suka?" Semi menyeringai, meniru Shirabu saat anak itu memanggil nama depannya tadi.

"Uh, suka, sih." Shirabu tampak salah tingkah, dan itu tampak sangat menggemaskan bagi sang pacar. "Ehm, pockynya kan, bisa bagi aku, jadinya makan bareng, gitu."

Semi menjentik pelan dahi kekasihnya dengan gemas. "Bilang aja kalau kamu kepengen makan pocky tapi sok-sokan pengen ngasih hadiah ke aku juga, karena tahu bahwa aku bakal bagi ke kamu."

"Nah, itu tahu!"

"Enggak, ah, ini mau kukasih ke Tendo aja."

"Idih, pacarmu itu aku atau Tendo, sih!?"

"Kamu, tapi kamu reseh," cibir Semi, padahal dalam hati sudah tertawa.

"Aku gak reseh! Biar kubuktiin, sini!" Shirabu menyambar salah satu dus pocky rasa stroberi. Dibukanya dan diambilnya sebatang untuk disodorkan pada Semi. "Kalau aku menang, berarti aku gak reseh!"

Semi menyeringai lebar. "Dasar tsundere, bilang aja dari awal pengen main pocky game bareng aku."

Wajah Shirabu merona merah. "Enggak!"

"Tsundere."

"Enggak!"

"Iya."

"Enggak!"

"Tsundere banget, kamu, tuh."

"Apaan—enggak!"

"Omong-omong, kalau aku menang, kita ngaku ke tim kalau kita pacaran, ya. Terus manggil satu sama lain pakai nama kecil."

"Hah—"

.


.

Pagi itu sangat cerah! Wajah Pelatih Washijo tetap tidak cerah walau semua anggota telah tiba di gym, sih, tapi tetap saja pagi ini begitu indah.

"Selamat pagi semuanya!"

"Kumpul!"

"Temen-temen, aku punya pengumuman penting: aku dan Kenjiro pacaran."

"NGAKUNYA GAK USAH FRONTAL BEGITU NAPA!?"

.


.

Selesai

.


.

A/N: Bagian akhirnya sangat di luar rencana gara-gara Fei sendiri gak tahu gimana cara bikin akhirannya. Pokoknya untuk fict ini yang ada dalam otak Fei hanya Semi mancing Shirabu soal ultahnya tapi Shirabu malah keinget belanja online yang ternyata belakangan itu buat ultah Semi. Mengingat katanya 11 November itu Pocky day juga, sekalian aja Fei masukin. Ini sebagai ganti karena kemarin saat Semi ultah, Fei malah unggah DaiSuga, hehehe. (Terus waktu Yamaguchi sama Futakuchi ultah, kamu ngapain Fei?)

Review?