Disclaimer : Semua karakter punya Masashi Kishimoto-sensei, saya cuma punya plotnya.

Warning : OOC parah, humor yang dipaksakan, bahasa non-baku, setting AU, typo dan sebagainya

.

.

.

.

.

daifukuwmochi presents:

Cintaku Bersemi di Toko Ikan

A Sasusaku Fanfiction

.

.

.

.

.

"Ah, bosan!"

Gadis merah jambu itu mengeluh. Libur akhir semester selama dua bulan berhasil membuatnya bosan setengah modar. Yang dilakukannya selama liburan ini hanyalah rebahan, scrolling timeline dan menonton drama. Istilahnya, no life. Ingin ia hangout bersama kawan-kawannya, namun entah kenapa kawan-kawannya itu selalu tak bisa, ada saja alasannya. Mau mengajak pacar, sayangnya tak punya. Ya sudah, terima nasib saja.

Saat tengah menge-scroll timeline, tak sengaja dijumpainya postingan seseorang yang memelihara ikan cupang untuk mengusir kejenuhan. Terbersit dalam pikirannya untuk mengikuti aktivitas orang tersebut. Jadi, untuk memelihara ikan cupang, ia harus membelinya terlebih dahulu. Maka dibukanya Konoha Maps dan dicarinya toko yang menjual ikan hias di sekitar rumahnya. Ketemu!

Toko itu ternyata tak terlalu jauh dari rumah gadis yang bernama Sakura itu. Dari luar, toko itu terlihat sepi, hanya ada beberapa akuarium yang berisi ikan hias tanpa si penjual yang biasanya stand by di dalam toko. Namun terdapat sebuah tombol bel yang biasa digunakan untuk memanggil si penjual. Segera Sakura menekan tombol itu.

Ting tong!

Seorang pemuda—yang sepertinya sebaya dengannya—muncul dari balik pintu di bagian belakang toko.

"Iya? Mau beli ikan, ya?" tanya si pemuda.

Sakura terpana dengan penampakan pemuda itu. Matanya tajam dengan dihiasi bola mata onyx serta surai legam dengan bagian belakang yang agak mencuat seperti pantat ayam membingkai paras rupawannya. Ya Tuhan, dia ganteng sekali!

"Mbak? Mau beli ikan?"

Suara itu menyadarkan Sakura dari lamunannya. "A-ah, i-iya. M-mau cari ikan cupang," gagapnya.

"Oh, ikan cupang." Pemuda itu berjalan menuju rak yang berisi akuarium-akuarium kecil. "Ini, Mbak. Mau pilih yang mana?"

Sakura mengikuti pemuda itu. Pikirannya terbagi antara berbagai jenis ikan cupang di hadapannya dan paras tampan si penjual.

"Baru mau pelihara ikan cupang ya, Mbak?" tanya si pemuda.

"I-iya, Mas." Sial, kenapa ia jadi gugup begini, sih?

Pemuda itu mengangguk maklum. "Begitu .... Ya sudah, saya jelasin dulu. Yang ini jenisnya halfmoon, siripnya lebar mirip bulan sabit," jelas pemuda itu sambil menunjuk salah satu akuarium kecil yang berisi ikan berwarna biru pekat dengan sirip mengembang layaknya gaun yang dikenakan model fashion show.

"Kalau yang ini jenisnya crown tail, siripnya sobek-sobek seperti gabungan duri," lanjutnya.

"Nah, kalau yang ini jenisnya slayer, persilangan dari halfmoon dan crown tail. Siripnya lebar dan .... " Si pemuda terus memberi penjelasan mengenai jenis-jenis ikan cupang yang berada di toko itu. Sakura tak mendengarkan penjelasan si pemuda, otaknya masih saja dipenuhi bayangan pemuda penjual ikan hias yang tampan itu.

"Atau mau yang ini saja? Warnanya pink, seperti rambutnya Mbak."

Sakura masih belum tersadar dari lamunannya.

"Mbak? Mbak? Jadinya mau pelihara yang mana?" tanya si pemuda sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Sakura.

"Kalau mau pelihara Mas penjualnya saja, gimana?"

Ups. Keceplosan.

Secara tak sadar gadis merah jambu itu mengatakan apa yang terlintas di kepalanya. Setelah menyadarinya barulah ia merasa malu. Ingin ia sembunyikan wajahnya dalam kantong plastik lalu berlari menjauh dari tempat itu. Aw, malu banget!

Pemuda itu menaikkan sebelah sudut bibirnya. "Tapi saya makannya banyak lho, Mbak. Kalau Mbak nggak keberatan, ayo ke KUA sekarang."

Sakura mengerjap, sementara pemuda di hadapannya itu memamerkan seringainya.

Oh God!

.

.

.

.

.

Beberapa tahun kemudian, seorang wanita bersurai merah jambu tengah berkutat di dapur untuk memasak sup tomat favorit suaminya.

"Mama," panggil seorang anak perempuan bersurai hitam yang memakai kacamata.

"Iya, Sayang? Ada apa?"

"Gimana caranya Mama dan Papa bisa bertemu dulu?"

Wanita merah jambu itu tersenyum, tak menyangka putri kecilnya kini telah sampai pada tahap menanyakan hal itu.

"Oh itu, dulu Mama dan Papa—"

"Dulu Mamamu minta pelihara Papa. Ya sudah akhirnya kita ke KUA," potong seorang pria bersurai legam yang tiba-tiba saja berada di ruangan yang sama. Sang pria menyeringai sambil menaik-turunkan alisnya menggoda sang istri, sementara sang wanita memelototkan mata padanya. Pipi dan telinga wanita itu perlahan sewarna dengan sup tomat yang sedang dimasaknya.

"Sasuke! Berhenti menggodaku!" pekiknya.

.

.

.

.

.

FIN


Maafin judulnya yang ftv banget huhu, entah kenapa lagi pengen ngefluff XD