Chapter bonus:

Yuuma baru saja pulang dari sekolahnya, hari pertamanya di Academy Kuoh sangat menyenangkan setelah dia bertemu dengan mantan kekasihnya yang pernah dibunuh serta seorang biarawati yang juga pernah dibunuhnya. Perasaan bersalah itu hilang seketika saat kedua orang yang pernah dibunuhnya pun memaafkan dirinya, dia bersyukur jika Issei dan Asia bisa memaafkannya.

Mungkin dia harus menyampaikan rasa terima kasihnya pada sang Suami yang saat ini mulai bekerja sebagai seorang pemimpin Malaikat Jatuh serta merangkap sebagai guru baru di Kuoh Academy. Yuuma juga baru tahu jika Azazel tersegel disebuah dimensi dan bertarung melawan Trihexa.

Tapi di lain sisi, Naruto tak ikut tersegel di dalam pelindung tersebut. Yuuma menghela napas lelah, dia pun meletakkan tas sekolahnya di meja makan dan duduk di kursi yang berada di dekatnya.

Jika saja Naruto ikut, dia akan kembali kesepian seperti dahulu sebelum dia didatangi oleh teman-temannya yang menjadi pengikut Kokabiel.

"Kami pulang!"

"Lang!"

Segera Yuuma beranjak dari tempat duduknya, dia menatap sosok yang baru saja datang di apartemen mereka. Dua orang lelaki yang sepertinya sedang senang. "Selamat datang! Kalian darimana?"

Naruto tersenyum, dia menatap sosok balita berusia sebelas bulan yang ada di gendongan pria itu. "Rahasia?" Balita itu mengangguk mantap, kedua mata birunya menatap netra sang ibu, seolah berkata jika dia dan ayahnya tak kemana-mana.

Yuuma menyipitkan kedua matanya menatap keduanya, dia mengambil balita yang ada di gendongan Naruto. "Kau di ajak kemana oleh ayahmu?" Bocah itu seolah tak mau memberitahukan hal itu pada sang Ibu, membuat Yuuma gemas dan mencubit hidung dari anaknya itu.

"Men..."

"Kau makan ramen lagi bersama Menma?"

Naruto menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu, dia tertawa hambar saat ketahuan makan ramen di luar.

"Dasar." Yuuma pun mencium pipi gembul putranya itu. "Baik, sekarang ikut dengan Mama."

Naruto hanya tersenyum saat melihat kebersamaan antara anaknya dengan sang Istri. "Tinggal pekerjaan di Grigori yang akan membuatku pusing nantinya, tapi sepertinya pusing itu akan hilang jika aku sudah berada di rumah."

"Kau bicara apa Naru?"

"Tak ada, aku hanya mengingat Azazel yang tersegel bersama yang lain."

"Heee, lebih baik kita masuk, aku akan memasakkan sesuatu untuk kalian."

"Okay!"

...

..

.

A/N: gw punya pertanyaan bagi kedua Flamer kesayangan di FFN ini.

Kalian berdua ini maso atau gimana? Niat amat flame tiap fict gw yang update atau author lain? Kalo maso, ya selamat.

Satu lagi, gw ngakak kenceng baca review idiot dari reader guest yang dengan gamblangnya bilang ini bakalan discontinued. Gw harus bilang apa lagi? Apa gw harus tanya dimana letak mata anda saat ini? Tolonglah, jangan buat gw ketawa keras, bini gw aja malah nepuk jidat lihat tingkah kalian. Kek lu tau aja gw bakal Discontinued salah satu cerita gw, woakwoakwoakwoak.

Ayolah, disitu ada tulisan End padahal, dan nggak ada lanjutannya, kalaupun ada juga pasti Bonus doang woakwoakwoak.

Tolong matanya dikapai. Kalian juga Bolt Uzumaki sama The Ereaser woakwoakwoak.

Adios!